Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

ANALISA MIKROSTRUKTUR DAN UJI KEKERASAN BRINELL PADA ALUMINIUM SCRAP DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA PENDINGIN AIR SANTAN PADA TEMPERATUR BERBEDA Idzani Muttaqin; Irawan Noor
Journal of Industrial Engineering and Operation Management Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jieom.v2i1.2099

Abstract

Dalam dunia industri, khususnya di bidang indusri kapal yang membutuhkan bahan-bahan yang mampu memenuhi   keinginan dari si pemakai atau mempunyai sifat-sifat yang lebih  bagus dan lebih baik. Misalnya mempunyai tingkat kekerasan yang baik. Jika diperhatikan, segala kebutuhan manusia tidak lepas dari unsur logam. Dan salah satunya Alumunium, Penggunaan aluminium di dunia permesinan dan industri untuk menunjang proses fabrikasi telah banyak diterapkan oleh berbagai perusahaan material. Penelitian ini dilaksanakan selama 5 bulan yaitu bulan November 2018 sampai maret 2019. Proses pengerjaan dan pengujian akan dilakukan di Laboratorium Teknik Mesin Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari, Banjarmasin. Objek yang diteliti yaitu Alumunium yang sudah di cor kembali. Analisa hasil eksperimen yang dilakukan pada penelitian ini yaitu untuk  mengetahi kekerasan dari alumunium tersebut sehingga cocok untuk digunakan sebagai bahan industry. Proses perlakuan panas atau heat treatment dengan media pendingin yang berbeda ternyata sangat mempengaruhi srtuktur dari Aluminium tersebut. Di buktikan lewat serangkaian pengujian dan di dapat hasil yang menyatakan bahwa proses perlakuan panas dengan temperature 2500C, dengan media pendingin air santan dapat menghasilkan harga brinell sebesar 95.6 HB. Lebih tinggi dibandingkan temperatur 1500C dengan HB 85.8. Semakin  tinggi  temperatur  pemanasan  maka semakin  menurun  tingkat kekerasan yang dihasilkan dari peruses pengujian. Kata Kunci— Alumunium, Industri, Logam dan kekerasan.
PERANCANGAN PREVENTIVE MAINTENANCE ALAT BERAT DI PT. KALIMANTAN PRIMA PERSADA Irawan Noor
Journal of Industrial Engineering and Operation Management Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jieom.v3i2.5357

Abstract

ABSTRAKPenjadwalan adalah proses pengaturan penentuan waktu pelaksanaan proses perawatan. Tujuan dilaksanakannya proses penjadwalan ini adalah untuk melakukan pengaturan waktu yang optimum sehingga proses perawatan  dapat di laksanakan sebaik-baiknya  dengan penggunaan sumber daya yang seefisien mungkin. Aktivitas penjadwalan dilakukan sebelum kegiatan perawatan mulai dilaksanakan dan sangat berkaitan erat dengan strategi perawatan yang akan dilakukan untuk unit tersebut. Dari strategi yang telah ditentukan maka semua aktivitas yang akan dilakukan dalam proses perawatan tersebut ditentukan waktu pelaksanaan-nya. Pengaturan ini sangat penting karena berkaitan dengan pengaturan pemanfaatan sumber daya, baik itu sumber daya manusia ataupun peralatan kerja dan suku cadang. Penjadwalan yang baik akan menghasilkan efisiensi yang tinggi dalam hal pemanfaatan sumber daya dengan tanpa mengurangi kualitas dari proses hasil perawatannya itu sendiri. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuat rancangan jadwal Preventive Maintenance (PM) alat berat di PT Kalimantan Prima Persada. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa setelah dibuat penjadwalan: rusak mendadak menjadi minim, kesiapan alat beroperasi menjadi tinggi, dan kondisi unit menjadi terpelihara. Karena pekerjaan yang sebelumnya telah direncanakan (schedule) untuk dikerjakan, maka memiliki waktu pelaksanaan yang lebih cepat dibandingkan dengan pekerjaan sama yang tidak terencana (unschedule). Kata Kunci : Perencanaan Jadwal, Preventive Maintenance (PM).
PENINGKATAN KAPASITAS GUDANG DENGAN REDESIGN LAYOUT MENGGUNAKAN METODE SHARED STORAGE irawan noor
Journal of Industrial Engineering and Operation Management Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jieom.v1i1.1312

Abstract

Planning of layout warehouse useful to help production to flow ofproduct will be distributed. Warehouse not only of warehouseproducts but including warehouse raw materials, warehouseproduce, etc. So, the planning of layout and good warehousefacilities is required to movement of product could be faster orproduct can be distributed at the right time acccordance with theproduction target. The purpose of this research is to increaseproductivitiy and efficiency of the previous layout, and to know thedistance of material handling. Method used is shared storage thatserve to regulate and develop area-area based on the floor areawarehouse and also to sort placement area closets to exit withFIFO System (First In First Out). The result of this research iscapacity formerly only able to 648 pallet or 101.088 carton ofproducts, after conducted of planning the layout repeatedwarehouse can accommodate 720 pallet or 112.320 carton ofproducts, demand has an area of before was 567,39 m2 and after is417,81 m2, so it is more efficient, while for the distance of materialhandling before was 2935,65 m and after being set the repeated be2964,16, it is due to the amount of pallet more than before thanever so it takes distance of material handling larger.
DESAIN ALAT PENGUNTIP BRONDOLAN KELAPA SAWIT DENGAN MEKANISME MANUAL MENGGUNAKAN METODE DFM (DESIGN FOR MANUFACTURE) Wulandari, Dyah Sri; Maulana, Yassyir; Trianiza, Ice; Noor, Irawan; Ramadhan, Muhammad Ashri
Journal of Industrial Engineering and Operation Management (JIEOM) Vol 7, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jieom.v7i2.17567

Abstract

Penguntipan brondolan kelap sawit secara manual memakan waktu yang relatif lama serta membuat para pekerja merasa lebih lelah karena harus terus membungkuk selama proses penguntipan yang mengakibatkan produktivitas kerja dan hasil panen menurun, hal ini dapat diatasi dengan menggunakan alat brondolan, masalah yang ditemui dilapangan adalah alat brondolan yang telah ada dan digunakan oleh berbagai industri kelapa sawit di Kalimantan Selatan dirasa masih belum maksimal dari segi kemudahan penggunaan, ukuran, bentuk dan biaya, oleh karena itu melalui penelitian ini dilakukan pembaharuan desain alat brondolan kelapa sawit dengan metode DFM (Design for Manufacture). Hasilnya setelah dilakukan analisis menggunakan metode DFM (Design for Manufacture), alat brondolan yang didesain dan dibuat memiliki keunggulan tidak lagi menggunakan sistem lempar namun menggunakan metode menguntip yang akan meningkatkan proses pengambilan brondolan sawit. Alat ini didesain dengan mengedepankan keringkasan dalam hal penggunaan dan easy assemble, agar mudah melakukan penggantian part yang mengalami kerusakan. Biaya produksi alat penguntip brondolan kelapa sawit lebih hemat dari pada alat penguntip brondolan kelapa sawit sebelumnya.Kata Kunci:  Alat penguntip Brondolan, Kelapa Sawit, Design for Manufacture
Peningkatan Kualitas Material Kayu Olahan Melalui Pendekatan Robust Design Taguchi dan Identifikasi Akar Masalah Melalui Fault Tree Analysis Ice Trianiza; Agus Wiramsya Oscar; Irawan Noor; Abdurahim Sidiq
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 5 No. 3 (2026): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Maret 2026
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v5i3.5871

Abstract

This study aims to improve the quality of processed wood products through an integrative approach of Fault Tree Analysis (FTA) and the Taguchi Method. The use of FTA is focused on identifying the root causes of failure and the dominant factors affecting low product quality. Based on the fault tree analysis, it was found that the critical variables causing defects include cade room temperature, drying duration, and motor speed. Furthermore, Taguchi experiments were applied to determine the optimal process parameters to produce a robust product. The results showed that the optimal factor level combination was achieved at a cade room temperature of 65°C (level 2), a drying time of 18 days (level 1), and a motor speed of 2420 rpm (level 1). Statistical analysis through ANOVA indicates that the cade room temperature provides the most significant contribution to product quality at 45.69%. The application of these optimal parameters is projected to significantly reduce process variability, as the primary factors causing defects—specifically warping (48.5%) and uneven surfaces (32.5%)—have been successfully identified and controlled. Managerially, the company is recommended to implement the synergy of FTA and Taguchi methods as a continuous quality evaluation instrument. Additionally, a regular maintenance program for the cade room facility is crucial so that temperature fluctuations can be monitored precisely to guarantee consistent end-product quality.
DESAIN KONSEP MUTU LAYANAN RAWAT INAP PUSKESMAS TANJUNG SELOKA UNTUK MENINGKATKAN KEPUASAN PENGGUNA DENGAN METODE SERVICE QUALITY DAN METODE QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT (QFD) Lutfiah Putri; Irawan Noor; Agus Wiramsya Oscar
Journal of Industrial Engineering and Operation Management (JIEOM) Vol 9 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jieom.v9i1.23373

Abstract

Puskesmas Tanjung Seloka adalah satu-satunya penyedia fasilitas rawat inap di Kecamatan Pulau Laut Selatan, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan. Minat masyarakat terhadap layanan ini meningkat, terlihat dari kenaikan total kunjungan dari 374 kunjungan pada tahun 2022 (97 rawat inap, 277 rujukan) menjadi 428 kunjungan pada tahun 2023 (90 rawat inap, 338 rujukan). Tingginya angka rujukan mengindikasikan adanya keterbatasan kualitas pelayanan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kebutuhan pasien, merancang spesifikasi fasilitas rawat inap, serta mengevaluasi efektivitas desain usulan. Metode yang digunakan adalah integrasi Service Quality (SERVQUAL) dan Importance-Performance Analysis (IPA) ke dalam Quality Function Deployment (QFD) melalui matriks House of Quality (HoQ). Hasil penelitian menunjukkan prioritas utama pasien meliputi kebersihan ruangan dan toilet, sirkulasi udara baik, serta tempat tidur nyaman. Desain usulan mencakup tempat tidur berdimensi khusus, meja dengan lemari, tirai privasi, AC, jendela, tiang infus, wastafel, dan toilet duduk ergonomis. Evaluasi desain menghasilkan skor kegunaan 71,25 (kategori "Baik"), membuktikan desain usulan lebih mampu memenuhi kebutuhan pasien.Kata Kunci: Puskesmas, Kualitas Pelayanan, House of Quality, Desain Fasilitas
Pembuatan Komposter Dan Pendampingan Masyarakat Dalam Pengolahan Sampah Rumah Tangga Di Kelurahan Kota Banjarmasin Firda Herlina; Mujiburrahman; Yuli Panca Asmara; Irawan Noor; Agus Wiramsya Oscar; Jainal Arifin; Idzani Muttaqin; Faisal Rahman; Rendi
AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 7 : Agustus (2026): AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : CV. Multi Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan sampah rumah tangga merupakan salah satu persoalan lingkungan yang terus mengalami peningkatan akibat pertumbuhan penduduk, perubahan pola konsumsi, serta rendahnya tingkat pengelolaan sampah dari sumbernya. Sampah organik yang berasal dari aktivitas rumah tangga seperti sisa makanan, limbah dapur, kulit buah, dan dedaunan memiliki proporsi yang besar, namun sebagian besar masih dibuang secara langsung sehingga menyebabkan peningkatan volume sampah di tempat pembuangan akhir serta berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah rumah tangga melalui penerapan teknologi tepat guna berupa komposter sederhana. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan pemberdayaan masyarakat secara partisipatif melalui beberapa tahapan, yaitu identifikasi permasalahan mitra, sosialisasi pengelolaan sampah berbasis konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle), pelatihan pembuatan komposter, praktik pengolahan sampah organik menjadi kompos, serta pendampingan dan evaluasi keberlanjutan program. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pemilahan sampah organik dan anorganik serta meningkatnya kemampuan masyarakat dalam melakukan pengolahan sampah organik menggunakan komposter. Masyarakat mampu memahami prinsip kerja komposter, melakukan proses pengisian bahan organik, melakukan pemeliharaan selama proses dekomposisi, serta memanfaatkan kompos yang dihasilkan untuk tanaman. Penerapan teknologi komposter sederhana memberikan alternatif solusi pengurangan sampah rumah tangga sekaligus mendukung terciptanya perilaku masyarakat yang lebih peduli terhadap lingkungan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendekatan edukasi, pelatihan, dan pendampingan berbasis masyarakat mampu meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengelola sampah secara mandiri dan berkelanjutan.
Corrosion Prevention on Steel Surfaces Using a Bio-Inhibitor Extracted from Pineapple Peel Yuli Panca Asmara; Mujiburrahman; Irawan Noor; Ihwan Ghazali; Agus Wiramsya Oscar; Firda Herlina; Muhammad Renaldy Syahputra
Science Tech: Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 12 No 2 (2026): August
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/st.vol12.no2.a23548

Abstract

Corrosion is a major problem affecting the durability of steel materials, creating a need for effective and environmentally friendly corrosion-control methods. This study evaluated the effectiveness of pineapple peel extract as a corrosion inhibitor for ST 42 steel in rainwater at immersion durations of 7 and 20 days. The gravimetric weight-loss method was used to determine the corrosion rate based on the mass loss of the steel specimens. Six ST 42 steel specimens were used individually for the experimental conditions, with one specimen representing each condition. Uninhibited specimens were immersed in rainwater and seawater for comparison, while pineapple peel extract was evaluated as an inhibitor only in rainwater. The uninhibited ST 42 specimens immersed in rainwater showed corrosion rates of 0.0952 and 0.1000 g/(cm²·day) after 7 and 20 days, respectively. In contrast, the specimens treated with pineapple peel extract showed no measurable mass loss, resulting in a calculated corrosion rate of 0.0000 g/(cm²·day) at both immersion durations. The calculated inhibition efficiency of the pineapple peel extract was therefore 100% at both 7 and 20 days. The uninhibited specimens in seawater showed corrosion rates of 0.0952 and 0.1000 g/(cm²·day) after 7 and 20 days, respectively, which were identical to those observed in rainwater. These results indicate the potential of pineapple peel extract as a plant-based corrosion inhibitor for ST 42 steel in rainwater under the tested conditions. However, the results should be interpreted cautiously because each condition was represented by a single specimen and the resolution of the digital scale was not documented.