Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Student Learning Activity in the Problem Based Learning (PBL) Model for Science Subjects La Ode Mustafa; Zubair; Siti Nur Hadijah; Meisya
AIQU: Journal Multidiscipliner of Science Vol. 2 No. 1 (2024): MARCH, AIQU: Journal Multidiscipliner of Science
Publisher : Institute Journal and Publication Muhammadiyah University of Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The fifth-grade students at SDN 3 Katobengke, who engaged well in learning activities, inspired this research. The fifth-grade students were very enthusiastic about learning. When the teacher asked a short question, the students quickly raised their hands to answer. This was evident in their reactions. The next research objective was to determine whether the use of the Problem-Based Learning learning style increases student engagement in science subjects. Furthermore, the researcher was interested in determining the variables that influence the learning activities of fifth-grade students at SDN 3 Katobengke. This research was descriptive qualitative. The following approaches were used to collect data for this study: observation, questionnaires, interviews, and documentation. According to research findings obtained from teacher interviews, children became more engaged when using the Problem-Based Learning pedagogy.
Tackling the crime of aggravated assault by the Criminal Investigation Unit of the Baubau Police Station Zubair; La Ode Indra Maulid Awal Masirun; La Ode Muhammad Karim; Eko Satria; Al Hiday Nur
AIQU: Journal Multidiscipliner of Science Vol. 2 No. 4 (2024): DECEMBER, AIQU: Journal Multidiscipliner of Science
Publisher : Institute Journal and Publication Muhammadiyah University of Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Various acts of persecution that often occur in Baubau City, especially serious persecution, are a big task for law enforcement officials of Baubau Police in overcoming them. the problem that will be used as a source of reference to be researched is how to overcome the crime of serious persecution by Baubau Police satreskrim and its inhibiting factors. This type of research is normative empirical with primary and secondary data types and will then be analysed using descriptive qualitative. based on the results of the study it was found that the handling of cases experienced fluctuations in the number where there was a significant increase in the last year. The conclusion is that the process of overcoming crimes of serious maltreatment committed by the Baubau resort criminal police unit in the jurisdiction of the Baubau resort police must build a pattern of cooperation with other agencies in order to overcome the obstacles experienced in overcoming crimes of serious maltreatment influenced by the lack of personnel members of the Criminal Investigation Unit infrastructure facilities, and community culture
Bimbingan Kegiatan: Pengenalan Pendidikan Agama Islam pada Anak dan Remaja La Hanuddin; Abdul Rahim; Andi Regita Cahyani Rasyid; Hesria Hasyim; Zubair; Sri Hastuti
Permadani: Jurnal Pengabdian Riset Masyarakat Madani Vol. 1 No. 1 (2023): APRIL, Permadani: Jurnal Pengabdian Riset Masyarakat Madani
Publisher : Lambaga Jurnal dan Publikasi Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengaruh dari media sosial dan budaya pop Barat semakin merambah ke dalam kehidupan anak-anak dan remaja di Desa Kaongkeongkea Kabupaten Buton. Hal ini dapat menggeser fokus mereka dari pendidikan agama Islam menuju hal-hal yang bersifat sekuler atau bahkan bertentangan dengan ajaran Islam. Oleh karena itu, perlunya upaya serius untuk mengintegrasikan pendidikan agama Islam ke dalam kurikulum pendidikan formal dan juga memperkuat peran keluarga dan komunitas dalam mendukung pendidikan agama bagi anak-anak dan remaja di desa Kaongkeongkea tersebut. Kombinasi dari metode pembelajaran interaktif, kegiatan sosial berbasis Islam, dan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dapat membentuk landasan yang kokoh untuk meningkatkan pengenalan kegiatan Islam pada anak-anak dan remaja di desa. Dengan pendekatan yang holistik dan beragam ini, diharapkan anak-anak dan remaja dapat memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang ajaran Islam serta terlibat secara aktif dalam praktik keagamaan yang memperkaya nilai-nilai spiritual dan moral dalam kehidupan sehari-hari mereka. Adapun hasil pelaksanaan kegiatan ini yaitu: Pelaksanaan lomba Adzan, Ceramah dan Mengaji; 2) Pengajian; dan, 3) pelaksanaan kegiatan maulid nabi. Hal ini dapat mengenalkan anak dan remaja mengenal Pendidikan Islam.
Sosialisasi Pencegahan Bullying di Sekolah Menegah Atas Lasalimu Sekatan Kabupaten Buton Harry Fajar Maulana; Hastuti; L.M. Azhar Sa’ban; Desmanur Tsalatsa; Nur Fadhila; Zubair
Termasyhur: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2023): TERMASYHUR: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Lambaga Jurnal dan Publikasi Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sosialisasi di sekolah menengah atas untuk menghentikan perundungan dan menumbuhkan budaya tubuh siswa yang inklusif dan saling menghormati. Studi ini melihat mentoring teman sebaya, program pendidikan, dan proyek keterlibatan masyarakat sebagai cara untuk mensosialisasikan pencegahan perundungan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi bagaimana taktik-taktik ini mempengaruhi sikap, tindakan, dan iklim sekolah secara umum. Dalam tahapan sosialisasi di hadiri oleh seluruh guru sekolah dan Staf serta Murid yang terdaftar di Sekolah tersebut. Dalam kegiatan Sosialisasi tim memeberikan Materi dengan pendekata Komprehensif dan strategi Proaktid/reaktif. Sehingga pendekatan komprensif yang mencakup pada iklim Sekolah, Strategi Proaktif untuk mencegah perundungan, dan stretegi reaktif unutk menghentikan kasus perundungan ataupun mencegah perundungan. Hasil pengabdian ini memberikan informasi baru yang penting mengenai dinamika sosial dari inisiatif pencegahan perundungan di sekolah menengah. Implikasi dari teknik sosialisasi yang efektif untuk mengurangi insiden perundungan, meningkatkan keterampilan sosial siswa, dan menumbuhkan iklim sekolah yang mendukung juga diteliti. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan saran yang berguna bagi para guru, legislator, dan tokoh masyarakat untuk mendukung program anti-bullying di sekolah menengah dan menumbuhkan lingkungan belajar yang lebih ramah dan sopan
Koordinasi Persiapan Penanganan Pelanggaran Tindak Pidana Pemilihan pada Tahapan Kampanye di Kota Baubau Zubair
Termasyhur: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2024): TERMASYHUR: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Lambaga Jurnal dan Publikasi Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelanggaran tindak pidana pemilihan adalah perbuatan melanggar hukum yang berkaitan dengan proses penyelenggaraan pemilihan umum (pemilu) atau pemilihan kepala daerah (pilkada). Kegiatan ini bertujuan mendorong semua pihak, seperti peserta pemilu, tim kampanye, dan masyarakat, agar dapat mematuhi aturan yang berlaku, menghindari pelanggaran, serta mendukung penyelenggaraan pemilu yang jujur, adil, dan bermartabat. Kegiatan ini juga memperkuat koordinasi antar-lembaga terkait, seperti Bawaslu, KPU, dan Sentra Gakkumdu, dalam menegakkan hukum pemilu secara profesional dan transparan. Metode Kegiatan Rapat Koordinasi Persiapan Penanganan Pelanggaran Tindak Pidana Pemilihan pada Tahapan Kampanye di Kota Baubau. Rapat koordinasi ini dilaksanakan dengan metode diskusi panel yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan terkait, termasuk Bawaslu, KPU, kepolisian, kejaksaan, serta perwakilan partai politik. Berdasarkan hasil kegiatan, peserta semakin memahami regulasi tindak pidana pemilihan, tahapan kampanye, dan potensi pelanggaran pemilu sesuai dengan Undang-Undang No. 7 Tahun 2017 dan peraturan Bawaslu. Pemahaman ini diharapkan dapat mencegah pelanggaran yang dapat mengganggu integritas pemilu. Kolaborasi antar-lembaga, khususnya melalui Sentra Gakkumdu yang melibatkan Bawaslu, Kepolisian, dan Kejaksaan, menjadi kunci dalam penegakan hukum pemilu secara profesional. Dengan sinergi yang baik antara penyelenggara, peserta pemilu, dan masyarakat, pemilu yang jujur, adil, dan bermartabat dapat terwujud.