Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis upaya optimalisasi penerapan Kurikulum Mandiri di Sekolah Dasar Negeri Sungai Bilu 1, Banjarmasin, di tengah keterbatasan infrastruktur. Masalah utama yang teridentifikasi meliputi keterbatasan perangkat teknologi informasi dan komunikasi (TIK), rendahnya pemahaman guru tentang pembelajaran yang dibedakan, serta hambatan terhadap kemandirian belajar siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif, dengan teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun menghadapi kendala infrastruktur, sekolah telah berhasil mengoptimalkan kurikulum melalui berbagai strategi adaptif sejak tahun 2024, dengan menggunakan pendekatan pembelajaran mendalam. Strategi-strategi tersebut meliputi penyelenggaraan lokakarya rutin, penguatan komunitas belajar internal dan eksternal, pemanfaatan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar kontekstual, serta pembuatan alat bantu pembelajaran sederhana oleh para guru. Implementasi difokuskan pada pembelajaran berbasis proyek dan pengembangan keterampilan abad ke-21. Kesimpulannya, komitmen kepemimpinan sekolah, kreativitas pendidik, dan dukungan komunitas belajar merupakan faktor kunci yang memungkinkan keberhasilan implementasi Kurikulum Mandiri di sekolah-sekolah dengan sumber daya terbatas.