Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

RISK OF ANEMIA AMONG ELEMENTARY SCHOOL STUDENTS IN EAST KALIMANTAN PROVINCE, INDONESIA: A CASE CONTROL PROTOCOL STUDY Nugroho, Purwo Setiyo; Sunarti, Sri; Amalia, Nida; Tianingrum, Niken Agus; Kurniasari, Lia; Winarti, Yuliani; Febriyanto, Kresna; Oktaviani, Oktaviani; Susanti, Erni Wingki; Rahman, Ferry Fadzlul; Ghozali, Ghozali; Rachman, Ainur
JOURNAL OF RESEARCH IN PUBLIC HEALTH SCIENCES Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Krafon Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.504 KB) | DOI: 10.38062/jrphs.v1i2.52

Abstract

The issue of anemia in Indonesia still remains a homework for the Ministry of Health, as well as other related sectors.  According to data from the Basic Health Research (Riset Kesehatan Dasar) in 2013, there are 31% female adolescents in Indonesia who suffers from anemia.  However, this number increased to 48.9% according to data from the Basic Health Research in 2018, with the most proportion of anemia found in the 15-24 and 24-34 age groups.  These cases clearly confirms that the health state of adolescents highly determines the success of health development, especially in the effort to establish the quality of the next generation in the future.  This research uses case control design, where the case group population are students at Muhammadiyah Elementary Schools located in the city of Samarinda, East Kalimantan Province, whereas the control group population are students from Islamic Elementary Schools in the city of Samarinda, East Kalimantan Province. The statistic analysis being used is the multiple regression analysis to look for risk factor with the highest effect. This is a retrospective research, that is extracting past variable information from respondents so recall bias, which can cause wrong information, is at risk of occurance.  Furthermore, the bias that might occur is that  the respondent is bias by giving false answers.  Another mistake is in the form of other cofounding variables not included in the research, which results in risk estimation value error.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KETIDAKTERATURAN SIKLUS MENSTRUASI SISWI MAN 1 SAMARINDA Lia Kurniasari; Erni Wingki Susanti; Nur Asmawati
Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa Vol 5, No 1 (2018): Jurnal Kesmas (Kesehatan Masyarakat) Khatulistiwa
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.581 KB) | DOI: 10.29406/jkmk.v5i1.884

Abstract

Pendahuluan: Pubertas terjadi pada beberapa wanita muda usia 10-19 harus mendapat perhatian lebih karena dapat menyebabkan ketidakteraturan siklus menstruasi yang dipengaruhi oleh beberapa faktor: anemia, stres, status gizi, pola tidur dan aktivitas fisik. 106 siswa di Madrasah Aliyah Negeri 1 Samarinda mengalami penyimpangan haid. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor yang terkait dengan ketidakteraturan siklus menstruasi siswa perempuan di Madrasah Aliyah Negeri 1 Samarinda.Metode: Teknik penelitian ini menggunakan teknik penelitian observasional analitik. Desain cross sectional dengan sampel 155 siswa yang diambil dengan menggunakan teknik proportional stratified random sampling. Analisis data dengan menggunakan uji statistik Chi Square.Hasil penelitian: Sebanyak 75,3% siswa perempuan menderita anemia dan siklus haid tidak teratur, 65,2% mengalami stres ringan dan siklus menstruasi tidak teratur, secara statistik diperoleh P-value 0,000 (p <0,05) untuk status anemia, nilai P sebesar 0,004     (p< 0,05) sampai tingkat stres.Kesimpulan: Ada hubungan antara status anemia dan stres dengan ketidakteraturan siklus menstruasi siswa perempuan di Madrasah Aliyah Negeri 1 Samarinda sehingga siswa diharapkan aktif dalam mencari informasi dan meningkatkan frekuensi sumber energi makanan apakah itu hewan atau sayuran, vitamin dan zat besi. Kata kunci: ANEMIA, stres, dan ketidakteraturan siklus haid
KUALITAS AIR SUNGAI MAHAKAM TERHADAP KESEHATAN MASYARAKAT DI KELURAHAN LOA DURI ULU KECAMATAN LOA JANAN KUTAI KARTANEGARA SAMARINDA Hansen; Lisa Wahidatul Oktaviani; Erni Wingki Susanti
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 3 No. 4 (2017): Desember 2017
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Indonesia akses terhadap air bersih masih menjadi masalah, sebagian besar air tawar yang digunakan berasal dari air sungai, danau, waduk dan sumur. Berdasarkan aktifitas kegiatan yang ada di Sungai Mahakam Kelurahan Loa Duri Ulu Kutai Kartanegara menunjukkan bahwa contoh kualitas air bersih yang diambil disepanjang Sungai Mahakam secara fisik tidak memenuhi syarat air bersih menurut Peraturan Pemerintah 82 tahun 2001 dan Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Timur No. 02 Tahun 2011 Tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas air Sungai Mahakam dan kesehatan masyarakat di Kelurahan Loa Duri Ulu Kecamatan Loa Janan Kutai Kartanegara Kalimantan timur. Metode sampling yang digunakan adalah sampling gabungan tempat (integrated samples), yaitu campuran sampel sesaat yang diambil dari titik/lokasi yang berbeda pada waktu yang sama. Titik yang berbeda disini adalah titik tepi kiri, kanan dan tengah sungai pada kedalaman 5 meter kemudian sampel di uji di Laboratorium yang telah memperoleh status terakreditasi dari KAN, hasil uji laboratorium diindikasikan mengalami penurunan kualitas air sungai adapun untuk hasilnya TDS (Total Dissolved Solid) dan TSS (Total Suspended Solid) dibawah standard Baku Mutu Lingkungan, Fe (Besi), BOD (Biochemical Oxygen Demand), dan COD (Chemical Oxygen Demand) melebihi standard Baku Mutu Lingkungan dan Masalah kesehatan yang dirasakan oleh masyarakat Loa Duri Ulu seperti gangguan kulit yang ditimbulkan akibat menggunakan air sungai untuk kebutuhan sehari hari.
HUBUNGAN ANTARA KEPATUHAN MINUM OBAT DAN EFIKASI DIRI DENGAN KUALITAS HIDUP PENDERITA PTB DI SAMARINDA ERNI WINGKI SUSANTI; SHERLY YUNITA; NIDA AMALIA
Journal of Nursing and Public Health Vol 13 No 2 (2025)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jnph.v13i2.10026

Abstract

Pendahuluan: Tuberkulosis (TB) adalah masalah kesehatan global yang membutuhkan pengobatan jangka panjang. Keberhasilan pengobatan ditentukan oleh kepatuhan pasien dalam meminum obat dan efikasi diri pasien dalam menghadapi proses pengobatan. Kedua faktor ini sangat penting untuk mencapai kualitas hidup yang optimal bagi pasien PTB. Metode: Studi ini menggunakan metodologi kuantitatif dan desain cross-sectional dengan total sampling berjumlah 32 responden. Instrumen yang digunakan yaitu General Self-Efficacy Scale (GSES) digunakan untuk mengukur efikasi diri, Morisky Medication Adherence Scale-8 (MMAS-8) digunakan untuk mengukur kepatuhan pengobatan dan St. George's Respiratory Questionnaire (SGRQ) digunakan untuk mengukur kualitas hidup. Uji statistik yang digunakan adalah uji fisher’s exact dengan tingkat signifikansi 0.05. Hasil dan Pembahasan: Hasil analisis menunjukkan bahwa prevalensi kepatuhan minum obat pasien PTB sebesar 78,1% berada pada kategori kepatuhan rendah. Efikasi diri sebesar 68,8% dengan kategori efikasi diri tinggi dan 75% kualitas hidup pasien PTB dengan kategori kualitas hidup baik. Hasil uji fisher's exact menunjukkan bahwa nilai p untuk variabel kepatuhan minum obat adalah sebesar 0,646 (p-value >0,05) dan nilai p untuk variable efikasi diri adalah 0,681 (p-value >0,05) dengan kualitas hidup pada penderita PTB. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kepatuhan minum obat dan efikasi diri dengan kualitas hidup pasien PTB di Puskesmas Sempaja Kota Samarinda. Kedua faktor tersebut perlu sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas hidup pasien PTB, khususnya melalui penguatan peran PMO dan edukasi pasien.
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DAN DUKUNGAN SOSIAL DENGAN KUALITAS HIDUP PENDERITA PULMONARY TUBERCULOSIS DI SAMARINDA Erni Wingki Susanti; Revi Hildayani; Nida Amalia
Hasanuddin Journal of Public Health Vol. 6 No. 3: OCTOBER 2025
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30597/hjph.v6i3.46189

Abstract

Latar Belakang: Kualitas hidup pasien pulmonary tuberculosis (PTB) dipengaruhi oleh kondisi fisik, psikologis, dan sosial. Pengetahuan yang baik dan dukungan social yang kuat sangat berperan penting dalam meningkatkan kepatuhan pengobatan serta kualitas hidup pasien. Tujuan: Mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dan dukungan sosial dengan kualitas hidup penderita PTB di Puskesmas Air Putih Kota Samarinda. Metode: Kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah penderita PTB aktif di Puskesmas Air Putih pada tahun 2024-2025 sebanyak 34 orang penderita PTB.  Berdasarkan perhitungan besar sampel didapatkan sampel sebesar 31 responden. Teknik sampling yang digunakan adalah simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui metode wawancara dengan menggunakan kuesioner. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji fisher’s exact dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil: Sebagian besar responden memiliki pengetahuan baik (64%), dukungan sosial baik (87,1%) dan kualitas hidup baik (61,3%). Dari hasil analisis didapatkan nilai p sebesar 0,705 (p-value > 0,05) pada variabel tingkat pengetahuan dan dukungan sosial sebesar 0,139 (p-value > 0,05) dengan kualitas hidup penderita PTB. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dan dukungan sosial dengan kualitas hidup penderita PTB. Hal ini menegaskan perlunya pendekatan holistik dalam upaya meningkatkan kualitas hidup penderita PTB seperti mempertimbangkan faktor lain yang mungkin berperan penting dalam kesejahteraan pasien misalnya faktor kesehatan fisik, ekonomi, akses pelayanan kesehatan dan aspek psikososial yang lebih luas. Penelitian selanjutnya juga dapat mengeksplorasi variabel tambahan untuk mendapatkan gambaran yang lebih komprehensif.
HUBUNGAN KONDISI FISIK LINGKUNGAN RUMAH DENGAN PENYAKIT TB PARU BTA POSITIF DI KELURAHAN LEMPAKE KECAMATAN SAMARINDA UTARA KOTA SAMARINDA Erni Wingki Susanti
KESMAS UWIGAMA: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 2 No 2 (2016): July-December
Publisher : Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/kujkm.v2i2.319

Abstract

Tuberculosis (TB) is one of the health problems in the world and an estimated one-third of the world's population has been infected by Mycobacterium tuberculosis. Tuberculosis is closely related to sanitary conditions unsanitary housing. This study aims to determine the relationship of the physical condition of the home environment with pulmonary TB disease in Sub Lempake District of North Samarinda. This type of research is an analytic observational study with cross sectional design. The research sample as many as 70 houses. The sampling technique used cluster random sampling. It is used Chi Square statistical test. The survey results revealed no natural lighting by 41.4% respondents might not qualify. There is a 70% ventilation respondents might not qualify. There amounted to 78.6% of respondents home flooring types that are not eligible, and there was at 48.6% of respondents types of walls of the house are not eligible. No results of the BTA + by 11.4% of respondents (8) the results of examination of sputum positive pulmonary TB. The result of Chi Square test with a significance of ? 0:05 day lighting unknown variables p value 0.007> 0.05; ventilation variables p value 0.047> 0.05; variable types of flooring p value 1.000> 0.05; and variable type wall 0.026 p value of <0.05. Conclusion The correlation between natural lighting, ventilation, and the type of wall with pulmonary TB disease and there is no relationship between the type of floor with pulmonary TB disease.