Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

PENGARUH KONSELING INDIVIDUAL BEHAVIOUR KONTRAK PERILAKU UNTUK MENGATASI KECANDUAN GAME ONLINE PADA REMAJA Duwi Sitoresmi
Counsenesia Indonesian Journal Of Guidance and Counseling Vol 3 No 1 (2022): COUNSENESIA 2022
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/cijgc.v3i1.1705

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengatasi kecanduan game online yang terjadi pada remaja dengan menggunakan konseling individual behaviour kontrak perilaku. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode analisis data kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu observasi dan wawancara. Menurut World Health Organization mendefinisikan kecanduan game online sebagai gangguan mental yang dimasukkan ke dalam International Classification of Diseases (ICD-11). Pengertian Behaviour yang digunakanan dalam penelitian ini adalah konseling individual. Dengan pendekatan konseling behaviour ialah konseling tingkah laku yang merupakan pelaksanaan aneka macam teknik dan prosedur yang berakar dari bermacam teori tentang belajar. Sedangkan teknik kontrak perilaku merupakan persetujuan antara 2 orang ataupun lebih ( konselor dan konseli) dalam merubah perilaku tertentu dalam diri konseli. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah individu mampu untuk membuat kontrak perilaku yang telah disepakatai antara kedua belah pihak serta telah melaksanakan kontrak perilaku tersebut dan hasil nya individu dapat mengatasi masalah kecanduan game online yang sedang alami.
Role of Career Information Services towards Career Maturity Through Career Interests of Students Sitoresmi, Duwi; Sugiyo, Sugiyo; Saraswati, Sinta
Jurnal Bimbingan Konseling August 2024
Publisher : Study Program of Guidance and Counselling, Post Graduate Program, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/mdh0bd98

Abstract

Career maturity is essential as it enables students to select appropriate career paths and prepare for further studies. This study aims to identify the role effect of career information services on career maturity through students' career interests. A quantitative approach with an ex post facto correlation design was employed, involving 329 students from public vocational schools in East Semarang District. This research was conducted by involving regression analysis. The results of the regression analysis indicate that career information services affect students' career interests in public vocational schools in East Semarang District. Additionally, career information services impact students' career maturity in these schools. There is also an influence of career interest on career maturity among students in East Semarang District public vocational schools. Furthermore, career information services impact career maturity through students' career interests. The further implications of this study are discussed in the analysis section.
PENINGKATAN KOMPETENSI GURU BK DALAM KONSELING DIGITAL DI SMKS MIFTAHUL ULUM MUNCAR ROCHAYAH, SITI; Duwi Sitoresmi; Fitriawati
Jurnal Mitra Dedikasi Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2025): Edisi Desember
Publisher : Yayasan Bakti Cendekia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70305/jmdm.v2i2.192

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mengubah pola layanan pendidikan, termasuk layanan bimbingan dan konseling di sekolah. Perubahan ini menuntut guru Bimbingan dan Konseling (BK) untuk mampu beradaptasi dan memanfaatkan teknologi dalam memberikan layanan konseling. Namun, pada kenyataannya masih banyak guru BK yang belum memiliki kompetensi optimal dalam memahami konsep, etika, dan praktik konseling digital. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru BK dalam melaksanakan layanan konseling digital secara profesional dan bertanggung jawab. Metode yang digunakan meliputi pelatihan dan pendampingan melalui workshop, diskusi kelompok, simulasi kasus, serta praktik langsung penggunaan media digital dalam konseling. Kegiatan ini dilaksanakan pada guru BK di SMKS Miftahul Ulum Muncar selama dua hari. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan guru BK dalam merancang serta melaksanakan layanan konseling digital secara etis dan efektif. Luaran kegiatan berupa modul konseling digital guna mendukung optimalisasi layanan BK di era digital. Kata kunci : guru BK, konseling digital, kompetensi, pengabdian masyarakat
LITERATURE RIVIEW : PENGARUH MULTIKULTURALISME TERHADAP SIKAP TOLERANSI SANTRI DI LINGKUNGAN PESANTREN Sitoresmi, Duwi; Aziz, Akhmad Rifqi; Nordiana, Vina
PANDALUNGAN : Jurnal Penelitian Pendidikan, Bimbingan, Konseling dan Multikultural Vol. 4 No. 1 (2026): Terbitan ke-7
Publisher : Prodi Bimbingan dan Konseling, FKIP, UNIPAR JEMBER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/pandalungan.v4i1.2811

Abstract

Pesantren merupakan lingkungan pendidikan Islam yang dihuni oleh santri dari berbagai daerah sehingga menciptakan kondisi multikultural yang kaya akan keberagaman budaya, bahasa, dan kebiasaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana multikulturalisme berpengaruh terhadap pembentukan sikap toleransi santri dalam kehidupan sehari-hari di pesantren. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui studi pustaka, dengan menganalisis 10 artikel ilmiah yang diterbitkan dalam kurun waktu 2020–2025 sebagai sumber utama. Hasil kajian menunjukkan bahwa nilai-nilai multikultural, interaksi sosial lintas budaya, keteladanan kiai dan ustaz, serta kegiatan kolektif pesantren berkontribusi besar dalam membentuk sikap toleransi santri. Berdasarkan analisis literatur, multikulturalisme terbukti menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan suasana hidup rukun dan harmonis di pesantren. Multikulturalisme terbukti memberikan pengaruh signifikan terhadap pembentukan sikap toleransi santri. Melalui interaksi lintas budaya, keteladanan kyai, dan kegiatan kolektif pesantren, santri belajar menerima perbedaan dan membangun hubungan yang harmonis. Pesantren dengan demikian menjadi ruang strategis untuk menanamkan nilai toleransi di tengah keberagaman budaya.
Implementation of Multicultural Counseling to Reduce Academic Anxiety in Vocational High School Students in Jember Duwi Sitoresmi; Siti Rochayah; Yuniar Dwi Puspita
Journal of Psychology and Education Counseling (JPEC) Vol. 1 No. 2 (2025): JPEC November 2025
Publisher : CERDAS AKADEMIKA NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64624/jpec.v1i2.78

Abstract

This study aims to identify the level of academic anxiety among vocational high school (SMK) students prior to receiving intervention, describe the implementation of multicultural counseling, and examine its effectiveness in reducing academic anxiety. The research is grounded in the significant shift in learning culture from junior high school to vocational education, where students are required to adapt to competency-based learning and intensive practical activities. This study employed a case study method with participants selected based on high levels of academic anxiety. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation, and analyzed qualitatively. The findings indicate that prior to the intervention, students experienced moderate to high levels of academic anxiety, reflected in cognitive, affective, and somatic symptoms. The multicultural counseling process proved effective through the application of cultural understanding, empathic communication, and culturally responsive counseling techniques. The implementation of multicultural counseling combined with the Solution-Focused Brief Counseling (SFBC) approach successfully reduced students' academic anxiety, increased their self-confidence, and enhanced their adaptability to practical learning demands. In conclusion, multicultural counseling is a relevant, responsive, and effective approach for helping SMK students manage academic anxiety arising from their transition to a new learning culture.
Dari Overthinking Menuju Positive Thinking: Pelatihan Pengelolaan Pikiran Negatif bagi Remaja Masjid "Ijo" Sumbersari Siti Rochayah; Duwi Sitoresmi; Dewi Masyitoh
Jurnal Mitra Dedikasi Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2026): Edisi Juni
Publisher : Yayasan Bakti Cendekia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70305/jmdm.v3i1.210

Abstract

Overthinking among adolescents is a psychological issue that may affect mental health and individual adaptive functioning. A needs assessment conducted at Remaja Masjid “Ijo” Sumbersari revealed that 82% of 34 participants exhibited tendencies of overthinking related to academic concerns, social relationships, and future uncertainty. This community service program aimed to enhance adolescents’ understanding of overthinking and develop positive thinking skills as a strategy for managing negative thoughts. The implementation methods included needs assessment, psychoeducation, identification of negative thoughts, positive thinking training, and evaluation and reflection. The results indicated improved participants’ understanding of the relationship between thoughts, emotions, and behaviors, as well as their ability to identify and reconstruct negative thoughts into more rational perspectives. The evaluation showed positive participant responses. The output of the program was a simple guidebook on positive thinking for adolescents. In conclusion, the program is effective as a promotive and preventive intervention to manage overthinking and improve adolescent psychological well-being. Keywords: overthinking, adolescents, positive thinking, psychoeducation, mental healt.
Efektivitas Konseling Individu Berbasis Cognitive Behavioral Therapy (CBT) Dalam Mengurangi Kecemasan Menghadapi Tes Pada Siswa Kelas XII SMKS Al-Badri Tahun Ajaran 2025/2026 Siti Rochayah; Duwi Sitoresmi
Consilium: Education and Counseling Journal Vol 6 No 2 (2026): Edisi Agustus
Publisher : Biro 3 Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Abduracman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/consilium.v6i2.8441

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas layanan konseling individu dengan pendekatan Cognitive Behavior Therapy (CBT) dalam mengurangi kecemasan menghadapi ujian pada siswa kelas XII SMKS Al-Badri Tahun Ajaran 2025/2026. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode pre-eksperimen menggunakan desain one-group pretest-posttest. Subjek penelitian terdiri atas enam siswa kelas XII SMKS Al-Badri yang memiliki tingkat kecemasan menghadapi ujian tinggi berdasarkan hasil angket kecemasan menghadapi ujian. Instrumen penelitian yang digunakan berupa skala kecemasan menghadapi ujian dengan model skala Likert. Teknik analisis data menggunakan Uji Wilcoxon Signed Rank Test dengan bantuan program SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan tingkat kecemasan siswa setelah memperoleh layanan konseling individu dengan pendekatan CBT yang ditunjukkan oleh nilai Asymp. Sig. (2-tailed) < 0,05. Temuan ini menunjukkan bahwa layanan konseling individu dengan pendekatan Cognitive Behavior Therapy (CBT) efektif dalam mengurangi kecemasan siswa dalam menghadapi ujian. Oleh karena itu, pendekatan CBT dapat digunakan sebagai salah satu strategi layanan bimbingan dan konseling untuk membantu siswa mengatasi kecemasan akademik.
EFEKTIVITAS KONSELING KELOMPOK TEKNIK CINEMATHERAPY UNTUK MENINGKATKAN SELF-RELIANCE SISWA MENENGAH KEJURUAN Duwi Sitoresmi; Siti Rochayah; Yusran Sahodding
Consilium: Education and Counseling Journal Vol 6 No 2 (2026): Edisi Agustus
Publisher : Biro 3 Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Abduracman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/consilium.v6i2.8205

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas layanan konseling kelompok dengan teknik cinematherapy dalam meningkatkan self-reliance siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemandirian siswa dalam pengambilan keputusan, pemecahan masalah, serta tanggung jawab terhadap tugas akademik dan kesiapan kerja. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pra-eksperimental tipe one-group pretest–posttest. Subjek penelitian terdiri atas sepuluh siswa yang memiliki tingkat self-reliance rendah berdasarkan hasil asesmen awal. Data dikumpulkan menggunakan skala self-reliance yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis menggunakan uji paired-sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan self-reliance siswa yang signifikan secara statistik setelah mengikuti enam sesi konseling kelompok berbasis cinematherapy (p < 0,05). Penggunaan film dalam layanan konseling kelompok memfasilitasi proses refleksi diri, penguatan tanggung jawab pribadi, serta peningkatan kemandirian melalui diskusi kelompok yang terstruktur dan empatik. Meskipun penelitian ini memiliki keterbatasan pada ukuran sampel dan desain tanpa kelompok kontrol, temuan ini menunjukkan bahwa cinematherapy berpotensi menjadi pendekatan yang efektif dan inovatif dalam layanan Bimbingan dan Konseling di SMK.
PEMBERDAYAAN MAHASISWA MELALUI PROGRAM KONSELING KESEJAHTERAAN DIGITAL UNTUK MENEKAN DAMPAK NEGATIF SCROLL CULTURE Weni Kurnia Rahmawati; Mudafiatun Isriyah; Duwi Sitoresmi
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat dan Inovasi Vol 4 No 3 (2025)
Publisher : STKIP PGRI SITUBONDO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47668/join.v4i3.2109

Abstract

The development of digital technology has brought ease of access to information and communication, but on the other hand, it has also given rise to the phenomenon of scroll culture, a habit of excessively browsing social media without a clear purpose. This behavior can reduce focus on learning, increase social anxiety, and impair students' psychological well-being. This community service activity aims to empower students through a digital well-being counseling program focused on strengthening self-awareness and emotional regulation in digital media use. The implementation method included an initial digital behavior assessment, a digital well-being counseling workshop, and individual and group mentoring using emotional regulation theory. This program was conducted over three months, involving students from various study programs. The materials provided included: (1) understanding the concept of digital well-being, (2) strategies for managing emotions in digital activities, and (3) applying mindful scrolling techniques to control the duration and quality of social media interactions. The results of the activity showed increased student awareness of the importance of digital balance and a decrease in the frequency of unproductive scrolling. Furthermore, students demonstrated improved abilities in recognizing emotions, managing online time, and using social media for self-development. This activity is expected to serve as a model of good practice for higher education institutions in developing counseling services that are adaptive to digital challenges and oriented towards student mental well-being.