Muhammad Aceng Tata
UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Integrating Blooket as a Digital Gamification Tool to Enhance Arabic Syntax Learning Outcomes Dedi Wahyudi; Zulli Umri Siregar; Muhammad Aceng Tata; Erma Febriani
Ta'lim al-'Arabiyyah: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab & Kebahasaaraban Vol. 9 No. 1 (2025): Ta'lim al-'Arabiyyah: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab dan Kebahasaaraban
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jta.v9i1.45854

Abstract

This study examines the effectiveness of Blooket, a gamified learning platform, in enhancing students’ mastery of Arabic syntax (tarkīb) at Darussalam Islamic Junior High School, Wanaraja, Garut. Employing a quantitative approach with a quasi-experimental alexistoto Non-Equivalent Pre-test and Post-test Control Group Design, the research involved two groups: an experimental class (n = 30) using Blooket and a control class (n = 28) receiving conventional instruction. Data were collected through pre- and post-tests alexistoto focusing on sentence construction, syntactic recognition, and transformations of jumlah ismiyyah and jumlah fi'liyyah. The data were analyzed using t-tests after confirming normality and homogeneity through Shapiro-Wilk and Levene’s tests. Results indicate a significant improvement in the experimental group’s mean score from 37.67 to 72.40, while the control group’s score increased marginally from 40.00 to 43.39. The independent t-test showed a statistically significant difference in post-test scores (p < 0.05) favoring the experimental group. The experimental group’s normalized gain (N-gain) averaged 0.54 (moderate), compared to 0.02 (low) in the control group. These findings suggest that Blooket can effectively increase student engagement and syntactic understanding in Arabic grammar. However, the low-to-moderate N-gain also highlights the need for prolonged intervention or blended strategies for deeper conceptual mastery. Future research is recommended to investigate alexistoto the long-term effects of Blooket on various aspects of Arabic language proficiency, including speaking and writing skills. Studies should also examine the integration of Blooket with other pedagogical models to enhance critical thinking, collaboration, and deeper syntactic competence across diverse student populations.
Makna Ideasional pada Teks Video YouTube Guru Gembul “Cara Mengukur Kadar Intelektualitas Seseorang”: Analisis Linguistik Fungsional Sistemik Nissa Media Utami; Muhammad Aceng Tata; Rizzaldy Satria Wiwaha
JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol. 16 No. 2 (2026): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpb.v16i2.4669

Abstract

Bahasa dipandang sebagai sistem semiotik sosial yang memiliki tiga fungsi utama, yaitu fungsi ideasional, fungsi interpersonal, dan fungsi tekstual. Fungsi ideasional berkaitan dengan kemampuan bahasa untuk merepresentasikan pengalaman manusia, baik pengalaman yang bersifat fisik, mental, maupun sosial. Penelitian ini bermaksud mengetahui makna ideasional serta maksud yang terkandung dalam teks video yang berjudul cara mengukur kadar intelektualitas seseorang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif untuk menganalisis makna ideasional dengan teknik pengumpulan data pustaka. Peneliti mengacu kepada teori yang dikemukakan oleh M.A.K Halliday yaitu Linguistik Fungsional Sistemik (LSF) berkaitan dengan makna ideasional. Terdapat enam jenis proses yaitu proses material, proses mental, proses verbal, proses perilaku, proses relasional dan proses eksistensial. Hasil dari penelitian ini ditemukan bahwa guru gembul lebih banyak menggunakan proses material dan proses mental. Penggunaan gaya bahasa menunjukkan strategi komunikasi yang argumentatif, retoris, dan reflektif untuk menyampaikan gagasan mengenai intelektualitas. Perpaduan tersebut membuat penyampaian materi menjadi lebih komunikatif, menarik, serta mendukung penyampaian makna ideasional dalam konten video.