Makmum
Universitas Muhammadiyah Makassar, Indonesia

Published : 16 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

PROSES BERKARYA SENI KALIGRAFI DENGAN MENGGUNAKAN BAHAN STYROFOAM PADA SISWA KELAS XI SMK MUHAMMADIYAH 2 BONTOALA MAKASSAR Harisal; Meisar Ashari; Makmum
Harmoni: Jurnal Pemikiran Pendidikan, Penelitian Ilmu-ilmu Seni, Budaya dan Pengajarannya Vol 14 No 2 (2024): Harmoni: Jurnal Pendidikan dan Penelitian Seni Budaya
Publisher : Program Studi Pendidikan Seni Rupa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muham

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/nkz65686

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana proses yang dilakukan dalam berkarya seni kaligrafi menggunakan bahan styrofoam pada siswa kels XI SMK 2 bontoala makassar. Teknik pengumpulan data adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini dapat memberikan gambaran yang jelas, benar, dan lengkap, tentang " Proses Berkarya Seni Kaligrafi Dengan Menggunakan Bahan Styrofoam Pada Siswa Kelas XI SMK Muhammadiyah 2 Bontoala Makassar”. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survey dengan melakukan pengamatan secara langsung. Penganalisian data dilakukan dengan cara yaitu hasil observasi, wawancara, dokumentasi (foto) dikumpulkan lalu diadakan kategorisasi data dan interpretasi data dengan merangkum data-data yang dianggap penting, kemudian disusun menjadi bagian- bagian untuk diperiksa kebenarannya dan selanjutnya diadakan penafsiran data. selanjutnya yang menjadi sampel dalam penelitian ini. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa proses berkarya seni kaligrafi dengan menggunakan bahan styrofoam pada siswa kelas XI SMK Muhammadiyah 2 Bontoala Makassar telah menunjukkan kreatipitas sisa dalam berkarya seni kaligrafi sederhana memiliki makna yang sebenarnya.
KERAJINAN TANGAN MINIATUR RUMAH ADAT WARGA BINAA LEMBAGA PEMASYARAKATAN (STUDI KASUS LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS II B KABUPATEN ENREKANG) Irwan Mustafa; Andi Baetal Mukaddas; Makmum
Harmoni: Jurnal Pemikiran Pendidikan, Penelitian Ilmu-ilmu Seni, Budaya dan Pengajarannya Vol 1 No 2 (2011): HARMONI
Publisher : Program Studi Pendidikan Seni Rupa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muham

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/3mme9w45

Abstract

Permasalahan utama penelitian ini yaitu bagaimanakah proses pembinaan pembuatan kerajinan tangan miniatur rumah adat yang dilakukan oleh lembaga pemasyarakatan kelas II B Kabupaten Enrekang terhadap warga binaannya, dan apa yang menjadi faktor pendukung dan penghambat dalam pembinaan pembuatan kerajinan tangan miniatur rumah adat di lembaga pemasyarakatan kelas II B Kabupaten Enrekang. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pembinaan pembuatan kerajinan tangan miniatur rumah adat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data untuk mengetahui bagaimana proses pembuatan kerajinan   tangan   miniatur   rumah   adat   adalah   dengan   teknik,observasi, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, proses pembinaan yang di lakukan di lembaga pemasyarakatan kelas II B Kabupaten Enrekang dilakukan dengan efektif dengan cara perencanaan kegiatan pembinaan, memberikan materi pembinaan, metode dan media pembelajaran dan pelaksanaan pembinaan warga binaan pemasyarakatan. Proses pembuatan kerajinan tangan miniatur rumah adat di lembaga pemasyarakatan kelas II B Kabupaten Enrekang di lakukan dengan beberapa tahap (1) proses penentuan desain (2) persiapan bahan dan alat (3) proses pembuatan miniatur rumah adat. Adapu yang menjadi faktor pendukung dalam proses pembinaan pembuatan kerajinan tangan miniatur rumah adat di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Kabupaten Enrekang yaitu (1) bahan baku yang digunakan tidak sulit untuk diperoleh (2) alat yang digunakan masih sederhana (3) minat Masyarakat menjadi salah satu pendukung dalam pembuatan kerajinan. Sedangkan faktor penghambat dalam proses pembinaan pembuatan kerajinan tangan miniatur rumah adat di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Kabupaten Enrekang yaitu (1) faktor permodalan (2) fasilitas dan tempat produksi yang belum memadai (3) masih kurangnya tenaga pembina pemasyarakatan yang ahli dalam bidang kerajinan.
PROSES PEMBELAJARAN MENGGAMBAR FLORA MENGGUNAKAN PENSIL PADA SISWA KELAS X DI MA SYEKH YUSUF SUNGGUMINASA KABUPATEN GOWA PROVINSI SULAWESI SELATAN Astri Hendrawati; meisar ashari; Makmum
Harmoni: Jurnal Pemikiran Pendidikan, Penelitian Ilmu-ilmu Seni, Budaya dan Pengajarannya Vol 2 No 2 (2012): HARMONI
Publisher : Program Studi Pendidikan Seni Rupa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muham

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/j6dbzc80

Abstract

dan mendeskripsikan secara jelas tentang Proses Pembelajaran Menggambar Flora Menggunakan Pensil Pada Siswa Kelas X Di MA Syekh Yusuf Sungguminasa Kabupaten Gowa Provinsi Sulawesi Selatan yang jelas, terperinci, dan terpercaya dan untuk mengetahui dan mendeskripsikan pembelajaran menggambar flora mengetahui tingkat kesulitan dan nilai estetika dalam pembelajaran menggambar flora. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif merupakan penelitian yang termasuk dalam jenis penelitian kualitatif. Tujuan dari penelitian ini adalah mengungkap fakta, keadaan, fenomena, variabel dan keadaan yang terjadi saat penelitian berjalan dan menyuguhkan apa adanya. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas X di MA Syekh Yusuf Sungguminasa Kabupaten Gowa Provinsi Sulawesi Selatan sebanyak 10 dan sampel 10 orang tahun ajaran 2020/2021. Teknik pengumpulan data melalui teknik observasi (pengamatan), tes praktik dan dokumentasi (foto) dikumpulkan lalu diadakan kategorisasi data dengan merangkum data-data yang dianggap penting, kemudian disusun menjadi bagian-bagian untuk diperiksa kebenarannya dan selanjutnya diadakan penafsiran data. Teknik analisis data dilakukan melalui teknik deskriptif kualitatif. Penelitian ini dapat memberikan gambaran yang jelas, benar, dan lengkap, tentang Siswa Kelas X Di MA Syekh Yusuf Sungguminasa Kabupaten Gowa dalam hal pembelajaran Menggambar Flora siswa MA Syekh Yusuf Sungguminasa Kabupaten Gowa Provinsi Sulawesi Selatan.
PROSES PEMBUATAN SENI KOLASE DENGAN MENGGUNAKAN BAHAN PELEPAH PISANG PADA PESERTA DIDIK KELAS X SMA NEGERI 1 TAKALAR Muh. Yunus; Moh Thamrin Mappalahere; Makmum
Harmoni: Jurnal Pemikiran Pendidikan, Penelitian Ilmu-ilmu Seni, Budaya dan Pengajarannya Vol 3 No 2 (2013): HARMONI
Publisher : Program Studi Pendidikan Seni Rupa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muham

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/z59kq729

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses pembuatan seni kolase dengan menggunakan bahan pelepah pisang pada peserta didik kelas X SMA Negeri 1 Takalar dan untuk mengetahui bagaimana hasil pembuatan seni kolase dengan menggunakan bahan pelepah pisang pada peserta didik kelas X SMA Negeri 1 Takalar. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah semua peserta didik kelas X SMA Negeri 1 Takalar dan yang menjadi sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 30 peserta didik., teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi (pengamatan), wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hasil karya seni kolase peserta didik kelas X SMA Negeri 1 Takalar yang diperoleh dari 30 peserta didik, memenuhi standar ketuntasan Minimun yang telah ditetapkan di SMA Negeri 1 Takalar. Adapun hasil karya siswa seni kolase dengan menggunakan pelepah pisang pada peserta didik kelas X SMA Negeri 1 Takalar frekuensi terbanyak berada pada kategori cukup yaitu interval 70-79 dengan persentase jumlah peserta didik 60% atau 18 orang peserta didik. Dari hasil tersebut maka dapat disimpulkan bahwa proses teknik kolase dengan menggunakan bahan pelepah pisang dapat meningkatkan keterampilan peserta didik kelas X di SMA Negeri 1 Takalar
KEMAMPUAN MENGGAMBAR RAGAM HIAS BAGI SISWA KELAS X SMA MUHAMMADIYAH 6 MAKASSAR Buhari; Muh Faisal; Makmum
Harmoni: Jurnal Pemikiran Pendidikan, Penelitian Ilmu-ilmu Seni, Budaya dan Pengajarannya Vol 6 No 2 (2016): HARMONI
Publisher : Program Studi Pendidikan Seni Rupa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muham

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/7rg3nr35

Abstract

Masalah utama dalam penelitian ini yaitu bagaimana peningkatan kemampuan menggambar ragam hias pada siswa kelas X SMA Muhammadiyah 6 Makassar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendiskripsikan sejauh mana efektivitas penerapan pembelajaran tersebut. Dan untuk mencapai tujuan pembelajaran secara maksimal diperlukan metode pendekatan pembelajaran, yaitu metode deskriftif kuantatif mengolah materi ragam hias. Berdasarkan hasil penelitian tersebut diatas, dapat disimpulkan bahwa Hasil pembelajaran adalah berkarya seni ragam hias pada siswa kelas X SMA Muhammadiyah 6 Makassar.
MASJID TUA TAQWA TOMPONG KABUPATEN BANTAENG (SUATU KAJIAN SENI RUPA) Marwani; Muh Faisal; Makmum
Harmoni: Jurnal Pemikiran Pendidikan, Penelitian Ilmu-ilmu Seni, Budaya dan Pengajarannya Vol 6 No 2 (2016): HARMONI
Publisher : Program Studi Pendidikan Seni Rupa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muham

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/dnfrmg87

Abstract

Masjid Tua Taqwa Tompong Bantaeng (Suatu Kajian Seni Rupa)”. Skripsi. Program studi pendidikan Seni Rupa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan secara jelas tentang bagaimana bentuk struktur Masjid Tua Taqwa Tompong di Kabupaten Bantaeng yang jelas, terperinci, dan terpercaya dan jenis ragam hias dan unsur simbolik lainnya pada Masjid Tua Taqwa Tompong di Kabupaten Bantaeng.Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif merupakan penelitian yang termasuk dalam jenis penelitian kualitatif. Tujuan dari penelitian ini adalah mengungkap fakta, keadaan, fenomena, variabel dan keadaan yang terjadi saat penelitian berjalan dan menyuguhkan apa adanya. objek dalam penelitian ini adalah bentuk struktur bangunan Masjid dan jenis ragam hias dan unsur-unsur simbolik lainnya pada Masjid Taqwa Tompong di Kabupaten Bantaeng 27 januari 2018. Teknik pengumpulan data melalui teknik observasi (pengamatan), wawancara dan dokumentasi (foto) dikumpulkan lalu diadakan kategorisasi data dengan merangkum data-data yang dianggap penting, kemudian disusun menjadi bagian-bagian untuk diperiksa kebenarannya dan selanjutnya diadakan penafsiran data. Teknik analisis data dilakukan melalui teknik deskriptif kualitatif. Penelitian ini dapat memberikan gambaran yang jelas, benar, dan lengkap, Masjid Tua Taqwa Tompong Bantaeng (Suatu Kajian Seni Rupa)”.yang terletak di Jalan Bête-Bete Kelurahan Letta Kecamatan Bantaeng Kabupaten Bantaeng. Masjid Taqwa Tompong awalnya berupa langgar yang dibangun pada tahun 1885 dan pada tahun 1887 masehi jadilah Masjid. Masjid tersebut merupakan Masjid tertua di Kabupaten Bantaeng. yanag masih mempertahankan bentuk struktur bangunannya. yaitu bentuk atap tumpeng serta simbolik yang terdapat pada Masjid tersebut dan mustak pada puncak Masjid, terdapat keramik guci peniggalan Dinasti Ming yang tidak di miliki oleh Masjid lain
PROSES PEMBUATAN SENI KOLASE DENGAN MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG PADASISWA KELAS X SMA MUHAMMADIYAH DI SAMAKAN WILAYAH MAKASSAR Azamtun Nurvaizah; Andi Baetal Mukaddas; Makmum
Harmoni: Jurnal Pemikiran Pendidikan, Penelitian Ilmu-ilmu Seni, Budaya dan Pengajarannya Vol 7 No 2 (2017): HARMONI
Publisher : Program Studi Pendidikan Seni Rupa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muham

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/0d6fsj57

Abstract

Penelitian ini bertujuan memberikan gambaran proses pembuatan seni kolase dengan model pembelajaran langsung pada siswa kelas X Muhammadiyah Disamakan Wilayah Makassar. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, tes praktik, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembuatan seni kolase mencakup prinsip keaslian dan kreativitas, kesesuaian kolase dengan teks, penggunaan alat dan bahan yang tepat, serta kejelasan makna karya. Media kertas mampu menunjukkan kreativitas siswa, namun sebagian siswa masih mengalami kesulitan dalam kesesuaian kolase dengan teks dan variasi karya. Oleh karena itu, pendidik disarankan lebih memperhatikan kelebihan dan kekurangan siswa dalam proses pembelajaran.
Pembelajaran Seni Kriya Limbah Tempurung Kelapa Melalui Metode STAD Pada Kelas XI SMAN 09 Bombana Muh Asrullah; Ali Ahmad Muhdy; Makmum
Harmoni: Jurnal Pemikiran Pendidikan, Penelitian Ilmu-ilmu Seni, Budaya dan Pengajarannya Vol 8 No 2 (2018): HARMONI
Publisher : Program Studi Pendidikan Seni Rupa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muham

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/pkba5807

Abstract

Tujuan yang akan dicapai dalam penelitian ini: Untuk mengetahui pelaksanaan pembelajaran seni kriya media tempurung kelapa dengan menggunakan metode Student Team Achivietment Division (STAD) di SMAN 09 Bombana. Untuk mengetahui kendala yang dihadapi siswa terhadap pembelajaran seni kriya media tempurung kelapa dengan menggunakan metode kooperatif student team achievietment division (STAD) di SMAN 09 Bombana. Dalam penelitian ini terdapat beberapa siswa yang memiliki nilai yang sangat baik yaitu terdapat 5 orang siswa, sedangkan yang memiliki nilai baik terdapat 14 orang, yang mendapat nilai cukup baik yaitu terdapat 4 orang siswa dan tidak ada yang mendapat nilai kurang baik dengan jumlah siswa untuk menjadi subyek 23 orang siswa dan dapat diuraikan lembar penilaianya diatas dengan lima kelompok kerja siswa sedangkan dalam satu kelompok itu ada empat dan lima orang. Kesulitan yang dihadapi dalam proses pembuatan lampu hias dengan tempurung kelapa adalah tidak mampu atau kurang mampu membuat rancangan desain dengan proses kreativitas sendiri atau kelompok dan ketergantunganya sangat berharap dari contoh atau referensi dll.
STUDI ESTETIKA VISUAL BENTUK SENI LUKIS AIRBRUSHBAHRIADI KABUPATEN GOWA Tri Purnomo Sujito; Roslyn; Makmum
Harmoni: Jurnal Pemikiran Pendidikan, Penelitian Ilmu-ilmu Seni, Budaya dan Pengajarannya Vol 8 No 2 (2018): HARMONI
Publisher : Program Studi Pendidikan Seni Rupa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muham

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/cw5ryt74

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis estetika visual bentuk serta kualitas karya seni lukis airbrush karya Bahriadi di Kabupaten Gowa. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan objek penelitian berupa karya seni lukis airbrush pada Komunitas Sangkart. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan secara interpretatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa estetika visual karya ditinjau melalui aspek kesatuan (unity), kerumitan (complexity), dan kesungguhan (intensity) yang tampak pada pengolahan unsur rupa seperti garis, warna, bentuk, komposisi, dan teknik airbrush. Selain itu, kualitas karya ditentukan oleh tema yang mengangkat budaya Bugis-Makassar, kreativitas visual, gaya perseorangan, serta penguasaan teknik yang konsisten. Karya Bahriadi menampilkan karakter visual dekoratif-kartun dengan pendekatan kontemporer yang memperkuat identitas lokal dalam praktik seni rupa modern. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap kajian estetika seni rupa khususnya teknik airbrush serta dapat menjadi referensi akademik bagi mahasiswa dan praktisi seni dalam memahami nilai estetis dan kualitas karya seni lukis airbrush.
Eksistensi ‘‘Makassar Knight Clothing’’ Ditinjau dari Perkembangan Desain Grafis di Kota Makassar Wawan Indrawan Bahar DP; Andi Baetal Mukaddas; Makmum
Harmoni: Jurnal Pemikiran Pendidikan, Penelitian Ilmu-ilmu Seni, Budaya dan Pengajarannya Vol 8 No 2 (2018): HARMONI
Publisher : Program Studi Pendidikan Seni Rupa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muham

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/w82m3s22

Abstract

Alhamdulillah dalam penelitian ini hampir tidak ada masalah atau kendala dalam proses melakukan penelitian. Metode penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat postpositivisme, digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah, (sebagai lawannya adalah eksperimen) dimana peneliti sebagai instrumen kunci, teknik pengumpulan dengan triangulasi (gabungan), analisis data bersifat kualitatif, dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna daripada generalisasi. Dapat disimpulkan dari pengertian tersebut bahwa penelitian melalui pendekatan kualitatif itu berlandaskan falsafah postpositivisme dan peneliti sebagai instrumen kunci dalam penelitian tersebut. Hasil karya dari Makassar Knight Clothing sangat tersebar di Kota Makassar bahkan karyanya sudah tersebar di Indonesia. Karya dari Makassar Knight Clothing sendiri sangat terbatas yang artinya suatu penjualan mempunyai batas setiap karya di brand Makassar Knight Clothing. Desain dari pemilik Makassar Knight Clothing sangat dipakai oleh kalangan masyarakat bahkan sering membawakan Workshop tentang desain dikampus-kampus dan bahkan juga memberikan materi dirumah produksi