Zulkarnain Zulkarnain
Program Studi Psikologi, Fakultas Psikologi, Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Hubungan Regulasi Emosi Dengan Resiliensi Diri Korban Kekerasan Seksual Di Provinsi Gorontalo Anissa Dwi Putri Said Nurkamiden Anissa; Anik Indarwati; Zulkarnain Zulkarnain
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i3.16436

Abstract

The number of sexual violence cases against children continues to rise, showing a significant increase each year. This form of violence has long-lasting psychological effects and has become a complex social problem. This study aims to determine the relationship between emotion regulation and self-resilience among victims of sexual violence in Gorontalo Province. Sexual violence can lead to serious psychological impacts, such as trauma, anxiety, and depression, making emotion regulation and resilience essential factors in victims’ recovery. This research uses a quantitative approach with a correlational method. The population consists of 57 victims of sexual violence in Gorontalo Province. The sample includes 37 victims selected through purposive sampling. Data were collected using an emotion regulation scale and a resilience scale. The results of data analysis indicate a significant positive relationship between emotion regulation and self-resilience (r = 0.994; p = 0.000). This means that the higher the level of emotion regulation, the higher the level of self-resilience among victims of sexual violence.
Hubungan antara Keterlibatan Orang Tua dengan Kesehatan Mental pada Remaja di SMPN 4 Tilamuta Taufik Djafar; Anik Indarwati; Zulkarnain
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 2: Juni (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i2.2666

Abstract

Masa remaja merupakan periode perkembangan yang ditandai dengan berbagai perubahan fisik, emosional, sosial, dan akademik yang dapat memengaruhi kondisi kesehatan mental. Oleh karena itu, dukungan dari lingkungan terdekat, khususnya orang tua, menjadi faktor penting dalam membantu remaja menghadapi berbagai tantangan perkembangan secara adaptif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara keterlibatan orang tua dengan kesehatan mental remaja pada siswa SMP Negeri 4 Tilamuta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Populasi penelitian berjumlah 164 siswa dengan sampel sebanyak 62 siswa yang dipilih menggunakan teknik cluster random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala keterlibatan orang tua dan Skala Mental Health Continuum-Short Form (MHC-SF). Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan positif dan signifikan antara keterlibatan orang tua dengan kesehatan mental remaja, dengan nilai koefisien korelasi sebesar r = 0,360 dan nilai signifikansi sebesar p = 0,004 (p < 0,05). Hal ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi keterlibatan orang tua, maka semakin tinggi pula tingkat kesehatan mental remaja. Sebaliknya, semakin rendah keterlibatan orang tua cenderung berkaitan dengan rendahnya tingkat kesehatan mental remaja. Dengan demikian, keterlibatan orang tua memiliki hubungan yang penting dengan kesehatan mental remaja dan perlu mendapat perhatian dalam upaya mendukung perkembangan psikologis remaja.
Hubungan antara Self Esteem dengan Impostor Syndrome pada Mahasiswa Kedokteran Universitas Muhammadiyah Gorontalo Fasya Al Fauziah Ganny; Anik Indarwati; Zulkarnain
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 2: Juni (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i2.2720

Abstract

Mahasiswa kedokteran berada pada fase pendidikan yang memiliki tuntutan akademik tinggi, kompetisi yang ketat, serta tekanan untuk mempertahankan performa akademik secara konsisten. Kondisi tersebut dapat memunculkan berbagai tekanan psikologis, salah satunya impostor syndrome, yaitu kondisi ketika individu merasa dirinya tidak kompeten meskipun memiliki pencapaian akademik yang baik. Dalam menghadapi kondisi tersebut, faktor psikologis dalam diri individu menjadi hal yang penting, salah satunya adalah self-esteem. Self-esteem diyakini dapat membantu mahasiswa dalam menilai kemampuan diri secara positif, meningkatkan rasa percaya diri, serta mengurangi keraguan terhadap kemampuan akademik yang dimiliki. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara self-esteem dengan impostor syndrome pada mahasiswa Kedokteran Universitas Muhammadiyah Gorontalo. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan korelasional dan desain cross-sectional. Responden penelitian berjumlah 89 mahasiswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dari populasi sebanyak 115 mahasiswa. Instrumen penelitian menggunakan Skala Coopersmith Self-Esteem Inventory (CSEI) dan Clance Impostor Phenomenon Scale (CIPS) yang diadaptasi oleh Nurhikmah (2019). Hasil uji reliabilitas menunjukkan bahwa variabel self-esteem memiliki nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0.914 dan impostor syndrome sebesar 0.806 sehingga instrumen dinyatakan reliabel. Analisis data menggunakan Pearson Product Moment menunjukkan terdapat hubungan negatif dan signifikan antara self-esteem dengan impostor syndrome pada mahasiswa kedokteran. hasil ini menunjukkan bahwa semakin tinggi self-esteem mahasiswa maka semakin rendah kecenderungan impostor syndrome yang dialami. Sebaliknya, mahasiswa dengan self-esteem rendah cenderung mengalami keraguan terhadap kemampuan diri, ketakutan dianggap tidak kompeten, serta kesulitan menerima keberhasilan akademik.
Pengaruh Self-Efficacy terhadap Kesiapan Karier pada Remaja yang Gagal dalam Seleksi Kepolisian di Polda Gorontalo Amelia Miranda Bidjuni; Fendi Ntobuo; Zulkarnain
Arus Jurnal Psikologi dan Pendidikan Vol 5 No 2: Juni (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajpp.v5i2.2853

Abstract

Kegagalan berulang dalam seleksi kepolisian merupakan pengalaman yang dapat memengaruhi kondisi psikologis remaja, terutama dalam membangun keyakinan terhadap kemampuan diri dan kesiapan menghadapi masa depan karier. Salah satu faktor yang berperan dalam membantu individu menghadapi kondisi tersebut adalah self-efficacy. Individu yang memiliki self-efficacy tinggi cenderung lebih optimis, mampu bertahan menghadapi kegagalan, serta memiliki kesiapan yang lebih baik dalam merencanakan dan menentukan arah karier. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh self-efficacy terhadap kesiapan karier pada remaja yang gagal dalam seleksi kepolisian di Polda Gorontalo. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan asosiatif untuk menguji pengaruh self-efficacy terhadap kesiapan karier. Sampel penelitian berjumlah 275 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan skala self-efficacy berdasarkan instrumen Siregar (2022) dan skala kesiapan karier berdasarkan instrumen Nadira (2017) yang keduanya telah dimodifikasi serta diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data menggunakan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa self-efficacy berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesiapan karier dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p < 0,05). Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,111 menunjukkan bahwa self-efficacy memberikan kontribusi sebesar 11,1% terhadap kesiapan karier, sedangkan 88,9% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi self-efficacy yang dimiliki remaja, maka semakin tinggi pula kesiapan kariernya setelah mengalami kegagalan dalam seleksi kepolisian.
PENGARUH MEWARNAI POLA MANDALA DALM MENURUNKAN TINGKAT KECEMASAN PADA SISWA KELAS XII DI SMA NEGERI 1 TELAGA Mega Tangkudung; Friska Oktaviana Banyamin; Ayu Riani Tuna; Zafirah Manoppo; Anggirita S Kadue; Zulkarnain .
Elsia: Jurnal Psikologi Manusia Vol 4, No 1 (2025): April 2025
Publisher : program studi psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/jpm.4.1.26-30.2025

Abstract

This study aims to examine the effect of coloring mandala patterns on reducing anxiety levels among 12th-grade students at SMA Negeri 1 Telaga. The research employed a one-group ost-posttest experimental design, involving 14 students as participants. Data were collected using the Taylor Manifest Anxiety Scale (TMAS) and analyzed using the Paired Sample T-Test. The results revealed a significant decrease in anxiety levels following the intervention (p < 0.05). Coloring mandala patterns proved not only effective in reducing anxiety but also in enhancing focus, creativity, and psychological well being. This activity is recommended as a therapeutic method to manage anxiety among students. A limitation of this study was the small number of participants due to the semester break schedule.
PENGARUH MUSIK KLASIK TERHADAP HASIL BELAJAR PADA MAHASISWA PSIKOLOGI DI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH GORONTALO Zulkarnain Zulkarnain; Putri Febriani Talib; Karisma Busura; Megawati M Amir Sirua; Rosniawatu S Umar; Alda Ibrahim
Elsia: Jurnal Psikologi Manusia Vol 3, No 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : program studi psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/jpm.3.1.16-22.2024

Abstract

Classical music has long been thought to have a positive influence on various aspects of human cognition, including learning ability. This research aims to analyze the influence of classical music on student learning outcomes. By using an experimental method on 60 students divided into two groups (experimental group and control group), this research found that students who listened to classical music while studying showed significantly improved learning outcomes compared to the group who studied without music. The results of this research provide important implications for the development of more effective learning strategies.
Hubungan Antara Hardiness Dengan Emotional Labor pada Perawat Instalasi Rawat Inap RSUD di Kabupaten Boalemo Rahmiyati Rizkiah Ismail; Anik Indarwati; Zulkarnain Zulkarnain
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 4: Juni 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/j-ceki.v5i4.17499

Abstract

Tuntutan emosional dalam pelayanan kesehatan mengharuskan perawat memiliki ketangguhan mental, salah satunya dipengaruhi oleh faktor hardiness. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara hardiness dengan emotional labor pada perawat instalasi rawat inap di RSUD Kabupaten Boalemo. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik total sampling terhadap 125 perawat. Instrumen penelitian meliputi Dispositional Resilience Scale (DRS-15) dan emotional labor scale. Analisis data menggunakan uji korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara hardiness dan emotional labor (p < 0,05) dengan koefisien korelasi sebesar 0,502. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat hardiness, maka semakin tinggi pula kemampuan perawat dalam mengelola emosi saat memberikan pelayanan. Temuan ini mengindikasikan bahwa hardiness berperan penting dalam meningkatkan kemampuan perawat dalam mengelola emosi saat memberikan pelayanan kepada pasien. Oleh karena itu, pengembangan aspek hardiness perlu menjadi perhatian dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan, khususnya dalam menghadapi tuntutan emosional di lingkungan kerja rumah sakit.