Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Penguasaan Kosakata Harian dalam Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Praktis Bahasa Arab Siswa Tingkat Menengah Putri Dian Khaiani; Rizka Al Fajr; Fadlia Nurul Islamia; Siti Khoirunnisa; Ami Suparmi; Iis Humaeroh
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 8, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edukatif.v8i2.8910

Abstract

Bahasa Arab memiliki peran strategis dalam bidang keilmuan, keagamaan, dan komunikasi global, namun pembelajarannya di madrasah tsanawiyah masih menghadapi kendala rendahnya penguasaan kosakata yang berdampak pada kemampuan komunikasi praktis siswa. Penelitian ini bertujuan menganalisis penguasaan kosakata harian serta kontribusinya terhadap kemampuan komunikasi praktis bahasa Arab siswa. Kebaruan penelitian ini terletak pada analisis pembiasaan kosakata harian yang diintegrasikan secara langsung dalam praktik komunikasi nyata di lingkungan madrasah, bukan sekadar pada tingkat penguasaan kognitif. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan memadukan studi pustaka dan observasi lapangan untuk memperoleh pemahaman komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembiasaan kosakata harian melalui program mufradat pekanan mendorong keberanian dan kelancaran siswa dalam menggunakan ungkapan komunikatif sederhana. Konsistensi pembiasaan terbukti lebih berpengaruh terhadap kemampuan komunikasi praktis dibandingkan jenjang kelas, dengan dukungan peran guru dalam mengarahkan penggunaan bahasa secara kontekstual. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembiasaan kosakata harian dalam konteks nyata berdampak positif terhadap pengembangan kemampuan komunikasi praktis bahasa Arab dan perlu diintegrasikan secara berkelanjutan dalam budaya madrasah
Pemikiran Komputasional dan Pemrograman Dasar: Konsep, Abstraksi, Dekomposisi, dan Penerapannya dalam Kehidupan Sehari-Hari Mahasiswa Pendidikan Bahasa Arab Wiwin; Khoirun Nisa; Nancy Mursalati 'Aini; Sugeng Riyadi; Sugito; Abdul Rosyid; Rizky Syarif Al-Rosyid; Martunis; Siti Khoirunnisa; Fadlia Nurul Islamia; Afdhalul Mardani; Anjar Sulistyani
Edutik : Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi Vol. 6 No. 1 (2026): EduTIK : Februari 2026
Publisher : Jurusan PTIK Universitas Negeri Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemikiran komputasional merupakan kemampuan berpikir secara logis, terstruktur, dan inovatif yang mengadopsi mekanisme komputer dalam menyelesaikan permasalahan melalui empat fondasi esensial: abstraksi, dekomposisi, identifikasi pola, dan penyusunan algoritma. Kemampuan ini menjadi landasan fundamental dalam memahami teknologi dan mengatasi permasalahan secara efektif di era digital. Tingkat penguasaan konsep pemikiran komputasional sangat berpengaruh terhadap efektivitas implementasi dalam pemrograman dasar, di mana perintah yang kurang terorganisir dapat mengurangi efisiensi eksekusi program. Riset ini bertujuan mengkaji relasi antara pemikiran komputasional dan pemrograman dasar melalui konsep abstraksi dan dekomposisi, serta implementasinya dalam aktivitas keseharian yang memerlukan efisiensi, rasionalitas, dan kapabilitas pengambilan keputusan berdasarkan data. Riset menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan kajian konseptual terhadap literatur pendidikan digital dan fenomena empiris dalam konteks kurikulum nasional serta program literasi digital di Indonesia. Temuan menunjukkan bahwa computational thinking membantu menyederhanakan permasalahan kompleks menjadi tahapan sederhana, sementara pemrograman dasar berperan sebagai sarana implementasi logika tersebut dalam bentuk instruksi komputer yang dapat dijalankan. Integrasi keduanya terbukti meningkatkan kapabilitas problem-solving hingga 30% dan efisiensi pemrosesan permasalahan kompleks hingga 25% melalui platform visual seperti Scratch. Implementasinya meluas pada penyusunan jadwal, pengelolaan proyek bisnis, hingga pengambilan keputusan strategis. Penguasaan sinergi keduanya membentuk literasi digital abad ke-21 yang esensial untuk menghadapi tantangan artificial intelligence (AI), big data, dan transformasi teknologi global.