Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Empowering community cadres through digital developmental screening using the e-KPSP application at Posyandu Panca Marga 8 Adzka Fahma Rodliya; Erni Susanty Tahir; Anisa Putri Utami; Ika Restu Kaeksi; Resa Paksi Mandariska
Journal of Community Empowerment for Health Vol 9, No 1 (2026)
Publisher : Faculty of Medicine, Public Health, and Nursing, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jcoemph.112073

Abstract

Introduction: Early detection of developmental problems in early childhood is essential. However, community health services often prioritize growth monitoring over developmental surveillance. Community health cadres, who are central to Posyandu activities, require strengthened capacity and confidence to implement systematic screening. This study aimed to improve community empowerment through the implementation of digital developmental screening using the e-KPSP application at Posyandu Panca Marga 8, Kartasura District, Indonesia, with a particular focus on analyzing cadre acceptability.Methods: The intervention was conducted over six months from February to August 2025, involving 15 trained cadres and 55 children aged 3–59 months. Program stages included socialization with mothers and cadres, cadre training, digital screening implementation, and structured monitoring and reporting. Acceptability was measured using a validated questionnaire before and after the intervention.Results: Results revealed statistically significant improvements across all acceptability dimensions. Perceived Benefits increased from a mean of 38.07 to 53.00 (p < 0.001), Satisfaction from 13.47 to 18.00 (p < 0.001), Care Personnel Concern decreased from 10.53 to 4.93 (p = 0.005), Privacy and Discomfort decreased from 7.73 to 6.07 (p < 0.001), and Kit as Substitution decreased from 9.60 to 4.80 (p = 0.006). The overall acceptability score showed a significant improvement (Wilcoxon Signed-Rank Test, p = 0.005).Conclusion: These findings demonstrate that digital developmental screening using the e-KPSP application is well-accepted by cadres and effectively supports the integration of developmental surveillance into routine community health services.
Model Pelatihan CSE Berbasis Media Audiovisual untuk Meningkatkan Pemahaman Seksualitas Anak Usia Dini Adzka Fahma Rodliya; Hani Risnawati; Sekar Keriswanie; Maya Olivia; Resa Paksi Mandariska
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/5cnqen84

Abstract

Pendidikan seksualitas anak usia dini merupakan upaya preventif penting untuk melindungi anak dari risiko kekerasan seksual serta membangun pemahaman yang sehat tentang tubuh dan batasan privasi sejak dini. Namun, implementasinya di lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) masih menghadapi berbagai kendala, antara lain keterbatasan media pembelajaran, rendahnya kepercayaan diri pendidik, serta anggapan bahwa pendidikan seksualitas merupakan topik yang sensitif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas mitra—anak, guru PAUD, dan orang tua—dalam pendidikan seksualitas anak usia dini melalui pelatihan Comprehensive Sexuality Education (CSE) berbasis media audiovisual. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif yang melibatkan anak usia 3–6 tahun, guru PAUD, dan orang tua. Tahapan kegiatan meliputi senam bersama, demonstrasi mencuci tangan dan menggosok gigi, sesi inti pelatihan CSE menggunakan video animasi 3D berbasis cerita, diskusi dan cerita anak, evaluasi pemahaman melalui tanya jawab, serta kegiatan pendukung berupa pemeriksaan berat dan tinggi badan, pembagian susu dan roti, kegiatan meronce gelang bersama ibu, dan penyerahan kenang-kenangan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman anak mengenai tubuh, batasan privasi, dan keterampilan perlindungan diri. Selain itu, terjadi peningkatan kapasitas guru PAUD dalam menyampaikan materi pendidikan seksualitas yang sesuai tahap perkembangan anak serta peningkatan keterlibatan dan pemahaman orang tua dalam mendampingi pendidikan seksualitas anak di lingkungan keluarga. Pelatihan CSE berbasis media audiovisual terbukti efektif, aplikatif, dan berpotensi direplikasi sebagai model pengabdian kepada masyarakat di lembaga PAUD lainnya
STIMULASI MEMBACAKAN BUKU TERHADAP PERKEMBANGAN KOGNITIF BAYI PADA IBU HAMIL DI RUMAH SEHAT BIDAN MARYAM Rodliya, Adzka Fahma; Pertiwi, Mumpuni Intan; Mandariska, Resa Paksi
DHARMAKARYA: Jurnal Aplikasi Ipteks untuk Masyarakat Vol 14, No 3 (2025): Dharmakarya
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/dharmakarya.v14i3.63206

Abstract

Prevalensi balita dengan keterlambatan perkembangan di Indonesia sangat tinggi, dan mayoritas keterlambatan perkembangan terjadi pada aspek perkembangan kognitif. Intervensi pada tahap perkembangan awal telah terbukti secara konsisten memberikan dampak positif terhadap perkembangan kognitif anak, salah satunya melalui aktivitas membaca buku. Masih banyak ibu dengan anak berusia di bawah satu tahun yang belum sepenuhnya memahami pentingnya pendidikan sejak dalam kandungan. Tujuan dari kegiatan ini adalah sebagai bentuk promotif bagi ibu hamil untuk mulai memberikan stimulasi dini kepada anak sejak lahir, salah satunya melalui kegiatan membacakan buku. Sasaran kegiatan ini adalah para ibu hamil yang tengah mempersiapkan proses persalinan dan mengikuti kelas prenatal yoga di Rumah Sehat Bidan Maryam sebanyak 15 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu berupa lembar kuesioner yang dibagikan sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat untuk mengetahui gambaran ibu hamil sebelum dan sesudah diberikan intervensi penyuluhan. Kesimpulannya adalah intervensi penyuluhan dan demonstrasi membacakan buku pada bayi terhadap perkembangan kognitif efektif meningkatkan pengetahuan Ibu hamil dalam mempersiapkan pemberian stimulasi untuk anaknya.