Ahmad Bakri
Universitas Muhammadiyah Riau

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

POLARISASI POLITIK DALAM ERA MEDIA SOSIAL: KAJIAN BIBLIOMETRIK ETIKA KOMUNIKASI POLITIK DAN RELEVANSI SIYASAH SYAR’IYYAH Aris Suhendar; Krissi Wahyuni Saragih; Ahmad Bakri; Nurul Hikmah
Jurnal Moralita : Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 7 No. 1 (2026): April
Publisher : Program Studi Pendidikan dan Kewarganegaraan FKIP, Universitas Simalungun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/c2ycyq62

Abstract

Penelitian ini mengkaji polarisasi politik dalam era media sosial melalui pendekatan bibliometrik serta menelaah relevansi prinsip Siyasah Syar’iyyah dalam etika komunikasi politik. Latar belakang penelitian berangkat dari meningkatnya peran media sosial dalam memperkuat echo chamber, filter bubble, misinformasi, dan disinformasi politik yang memperdalam perpecahan sosial. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan dukungan aplikasi Publish or Perish dan analisis visual bibliometrik menggunakan VOSviewer terhadap literatur periode 2015–2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tema dominan dalam literatur global berpusat pada media sosial, fake news, political disinformation, algorithm, dan participation. Namun, integrasi nilai-nilai etika komunikasi Islam, khususnya Siyasah Syar’iyyah, masih sangat terbatas dalam diskursus akademik. Penelitian ini menegaskan bahwa prinsip keadilan, kejujuran, musyawarah, persatuan, dan tabayyun memiliki relevansi kuat sebagai landasan normatif untuk membangun komunikasi politik digital yang lebih etis, inklusif, dan berorientasi pada kemaslahatan bersama
Peran Literasi Digital Dalam Membentuk Kesadaran Kewarganegaraan Generasi Muda Di Era Society 5.0 Dina Soffi; Dinda Faradilla; Sonya Yohana Sinuraya; Khoirani; Ahmad Bakri
Indonesian Journal of Economics Management and Accounting Vol. 2 No. 7 (2025): IJEMA - Juli 2025
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Era Society 5.0 membawa tantangan sekaligus peluang baru dalam pembentukan karakter generasi muda sebagai warga negara digital. Literasi digital menjadi instrumen penting dalam membentuk kesadaran kewarganegaraan yang kritis, partisipatif, dan bertanggung jawab di tengah arus informasi yang masif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran literasi digital dalam menumbuhkan kesadaran kewarganegaraan generasi muda di era Society 5.0 melalui pendekatan studi literatur. Data dikumpulkan dari berbagai publikasi ilmiah yang relevan dalam rentang lima tahun terakhir, kemudian dianalisis secara kualitatif-deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi digital berperan dalam tiga aspek utama: (1) meningkatkan kemampuan generasi muda dalam menyaring informasi hoaks dan disinformasi, (2) mendorong partisipasi aktif dalam ruang digital sebagai bentuk aktualisasi nilai-nilai kewarganegaraan, dan (3) membangun kesadaran kritis terhadap isu-isu sosial, politik, dan budaya. Literasi digital bukan hanya soal keterampilan teknis, melainkan juga mencakup aspek etis dan tanggung jawab sosial dalam bermedia. Oleh karena itu, integrasi literasi digital ke dalam pendidikan kewarganegaraan menjadi hal yang krusial dalam mencetak generasi muda yang adaptif, kritis, dan berkarakter di era digital.
Peran Media Sosial Dalam Membentuk Kesadaran Berbangsa Dan Bernegara Sebagai Upaya Revitalisasi Pendidikan Kewarganegaraan Di Era Digital Salma Dwi; Silvia Anggraini; Safina Fitri; Fatisah Hasibuan; Ahmad Bakri
Indonesian Journal of Law Vol. 2 No. 8 (2025): INLAW - JULI 2025
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transformasi digital telah mengubah lanskap komunikasi dan interaksi sosial, termasuk dalam ranah pendidikan kewarganegaraan. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau secara kritis peran media sosial dalam membentuk kesadaran berbangsa dan bernegara di kalangan warga negara, khususnya generasi muda, melalui pendekatan studi literatur. Data dikumpulkan dari berbagai sumber ilmiah yang relevan, seperti jurnal nasional dan internasional, artikel akademik, serta laporan penelitian dalam kurun waktu lima tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa media sosial memiliki potensi strategis dalam menyampaikan nilai-nilai kebangsaan, memperkuat identitas nasional, serta memfasilitasi partisipasi aktif dalam diskursus publik. Namun, media sosial juga menghadirkan tantangan berupa disinformasi, polarisasi opini, dan degradasi etika digital. Oleh karena itu, revitalisasi Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) perlu dilakukan dengan pendekatan yang kontekstual, integratif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi digital. Integrasi media sosial sebagai instrumen pembelajaran yang kritis dan reflektif dapat menjadi solusi untuk menumbuhkan kesadaran berbangsa dan bernegara secara berkelanjutan.