Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

PENGARUH STATUS PENDIDIKAN, EKONOMI, DAN POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP STATUS GIZI ANAK BALITA DI KECAMATAN PUJON KABUPATEN MALANG Zaza Saskia Ayu Wandani; Erna Sulistyowati; Dewi Martha Indria
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.677 KB)

Abstract

Pendahuluan: Prevalensi balita dengan malnutrisi di Indonesia masih cukup tinggi, dan salah satu wilayah dengan prevalensi stunting yang tinggi adalah Kecamatan Pujon Kabupaten Malang Jawa Timur. Banyak faktor yang mempengaruhi malnutrisi, antara lain asupan gizi, tingkat pendidikan, pekerjaan, pengetahuan, dan pola pengasuhan. Belum ada data tentang bagaimana hubungan antara status pendidikan, ekonomi, dan pola asuh orang tua terhadap status gizi anak balita di Kecamatan Pujon. Dengan demikian penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hal tersebut.Metode: Desain penelitian ini adalah observasional analitik dengan metode cross-sectional. Pengambilan sampel melalui metode purposive sampling melalui kriteria inklusi yang sudah ditetapkan. Terdapat 144 responden yang memenuhi kriteria yang domisilinya di Desa Pandesari, Madiredo, dan Tawangsari Kecamatan Pujon. Instrumen penelitian adalah kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitas dengan hasil valid dan reliabel (r hitung>r tabel). Analisa data penelitian menggunakan uji Kruskal Wallis dan Somers’ D, hasilnya signifikan apabila nilai p lebih dari 0,05.Hasil: Terdapat hasil signifikan pada hubungan antara status ekonomi orang tua dengan status gizi anak balita dengan nilai p 0,037. Sedangkan tidak terdapat hubungan antara status pendidikan dan pola asuh orang tua dengan status gizi anak balita dengan nilai p masing-masing 0,722 dan 0,077.Kesimpulan: Status gizi anak balita lebih dipengaruhi oleh status ekonomi orang tua dan tidak dipengaruh oleh status pendidikan maupun pola asuh orang tua.Kata Kunci: Status Gizi, Tingkat Pendidikan, Status ekonomi, Pola Asuh Orang Tua.
PENGARUH FAKTOR PREDISPOSISI DAN FAKTOR PENGUAT TERHADAP PERILAKU PENCARIAN PELAYANAN KESEHATAN IBU HAMIL DI KOTA MALANG Adinda Izzati Lalita; Marindra Firmansyah; Dewi Martha Indria
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.853 KB)

Abstract

ABSTRAKPendahuluan: Angka Kematian Ibu di Kota Malang Tahun 2019 yaitu 75,13 per 100.000 kelahiran hidup. Kematian ibu dipengaruhi oleh 3 Terlambat, yaitu terlambat mengambil keputusan, terlambat sampai ke fasilitas kesehatan, dan terlambat mendapatkan pelayanan kesehatan. Hal ini dikarenakan faktor pendidikan, usia, pekerjaan, dan pendapatan yang memiliki hubungan dengan peran suami-istri dalam pengambilan keputusan rumah tangga. Perempuan, terutama ibu hamil, perlu memiliki kedudukan dan kemampuan agar dapat memenuhi hak kesehatan reproduksinya. Adanya kemampuan yang dimiliki ibu hamil dan keterlibatan suami dalam mendukung ibu hamil mencari pelayanan kesehatan yang dibutuhkan, diharapkan bisa mendapatkan kehamilan yang sehat dan selamat. Hal ini akan membantu mengurangi resiko Angka Kematian Ibu (AKI) di suatu daerah, dimana tingginya AKI menunjukkan bahwa perempuan di suatu daerah tersebut kurang berdaya. Sehingga, peneliti ingin mengetahui mengenai pengaruh faktor predisposisi dan faktor penguat terhadap perilaku pencarian pelayanan kesehatan ibu hamil di Kota Malang.Metode: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif yang berfokus pada observasional dengan pendekatan cross-sectional. Pengambilan sampel menggunakan metode random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan memberikan kuesioner kepada 100 ibu hamil yang tinggal dan menetap bersama suami di 5 wilayah kerja puskesmas di Kota Malang, serta pernah melakukan pencarian pelayanan kesehatan ibu hamil. Kuesioner ini digunakan untuk menilai pemberdayaan perempuan, keterlibatan suami, dan perilaku pencarian pelayanan kesehatan ibu hamil. Uji statistik menggunakan Structural Equation Model (SEM).Hasil: Faktor predisposisi dan faktor penguat berpengaruh signifikan terhadap perilaku pencarian pelayanan kesehatan ibu hamil dengan p value kurang dari 0,001 (signifikan), serta CR masing-masing 5,685 dan 5,867.Kesimpulan: faktor predisposisi dan faktor penguat berpengaruh terhadap perilaku pencarian pelayanan kesehatan ibu hamil.Kata Kunci: Ibu Hamil, Perilaku Pencarian Pelayanan Kesehatan
Analisis Pengaruh Aspek Perawatan Kesehatan terhadap Kualitas Hidup Pasien Kanker Stadium 3 dan 4 Dwi Zulfiata Iriandana; Dewi Martha Indria; Erna Sulistyowati
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.565 KB)

Abstract

Background: Cancer is the main problem causing high morbidity and mortality in Indonesia. Cancer patients’ have been suffering low quality of life which there have been many factors influencing such as physical, psychological, and economic conditions. This study aimed to determine the effects of treatment duration, patient hospital visit frequency, chemotherapy and/or radiotherapy frequency. We then compared them with quality of patients’ life.Methods: This cross-sectional analytic study was a total sampling who the 3rd and 4th cancer patients stadium who have been registered at the Saiful Anwar Hospital medical record during year 2015 to 2019. These secondary data were then confirmed with European Organization for Research and Treatment of Cancer Quality of Life Questionnaire 30 (EORTC QLQ30) to identify the quality of patients’ life. The data was analyzed by fisher exact where the significance value was considered at p <0,05.Results: We found that most of the patients’ quality of life were in the medium classification. There was no significant value between duration of treatment and quality of patients’ life (p 0,493). Similar results were also found in the comparison between frequency of patients’ hospital visit and quality of patients’ life (p 1,000). Frequency of chemotherapy and/or radiotherapy and quality of patients’ life were insignificant as well (p 1,000).Conclusion: The duration of treatment, frequency of patients’ hospital visit, frequency of chemotherapy and/or radiotherapy caused no changes in the quality of patients’ life in Malang. Further study would be beneficience to establish using more accurate instruments to assess the quality of cancer patients’ life based on their therapy.Keywords: Cancer patients, therapy, quality of patient’s life
PENINGKATAN PENGETAHUAN PENCEGAHAN PENYAKIT SKABIES PADA SANTRI MELALUI EDUKASI BUKU ILUSTRASI “KREASI” Yusuf Satrio Nugroho; Sasi Purwanti; Dewi Martha Indria
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (670.718 KB)

Abstract

ABSTRAKPendahuluan: Prevalensi Skabies di kota Malang cukup tinggi dengan angka kejadian sebesar 89,9% terutama di lingkungan pondok pesantren. Hal ini dapat dikurangi dengan pemberian edukasi yang baik melalui buku ilustrasi Kreasi kepada santri. Namun, efek penggunaan buku ilustrasi Kreasi pada pengetahuan, sikap, dan perilaku pencegahan Skabies santri belum diketahui sehingga perlu diteliti.Metode: Uji quasi eksperimental jenis pre-test and post-test control group design dengan responden santri laki-laki yang dibagi dalam kelompok kontrol (n=42) dan kelompok intervensi (n=46). Kelompok intervensi mendapatkan pendidikan kesehatan melalui media buku ilustrasi “Kreasi”. Pre-test dan post-test menggunakan kuesioner untuk mengukur pengetahuan, sikap, dan perilaku pencegahan penyakit Skabies dilakukan pada kedua kelompok tersebut. Hasil pre-test dan post-test dianalisa dengan uji Wilcoxon dan uji Post Hoc LSD (dengan p < 0.05 dianggap signifikan).Hasil: Persentase responden yang mendapat nilai pre-test kategori kurang pada kelompok kontrol (pengetahuan 38,1%, sikap 0%, dan perilaku 16,7%) dan pada kelompok intervensi (pengetahuan 47,8%, sikap 0%, dan perilaku 16,7%). Persentase responden kelompok intervensi yang mendapat nilai post-test kategori kurang masing-masing pengetahuan 10,9%, sikap 0%, dan perilaku 17,4%. Uji Wilcoxon didapatkan perbedaan signifikan pada pengetahuan kelompok intervensi (Sig = 0,00). Uji post hoc pada nilai post-test pengetahuan antar kelompok (Sig = 0,001). Intervensi buku hanya bisa merubah pengetahuan, tapi sikap dan perilaku tidak bisa berubah dalam waktu 2 minggu (sikap Sig =0,183, perilaku Sig=0,765).  Kesimpulan: Pemberian edukasi melalui buku ilustrasi dapat meningkatkan pengetahuan namun tidak merubah sikap dan perilaku santri tentang pencegahan Skabies.Kata kunci: Skabies, santri, pengetahuan, sikap, perilaku, buku ilustrasi
PENGARUH KESIAPAN DAN KEPUASAN MAHASISWA SELAMA PEMBELAJARAN DARING TERHADAP PERFORMA AKADEMIK MAHASISWA PRE-KLINIK FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ISLAM MALANG Masnabilah Fithriyah; Dewi Martha Indria; Rizki Anisa
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (820.009 KB)

Abstract

Pendahuluan: Keberhasilan pembelajaran daring dipengaruhi faktor eksternal dan internal seperti kesiapan dan kepuasan mahasiswa yang berpengaruh pada performa akademik. Evaluasi pembelajaran daring di FK UNISMA masih belum ada sehingga dilakukan penelitian untuk menilai tingkat kesiapan dan kepuasan mahasiswa pada pembelajaran daring serta pengaruh terhadap performa akademik mahasiswa pre-klinik di FK UNISMA.Metode: Penelitian ini adalah deskriptif analitik pendekatan cross sectional dengan responden mahasiswa FK UNISMA sejumlah 248 mahasiswa. Penilaian kesiapan belajar diukur dengan kuisioner E-learning Readiness sedangkan kepuasan diukur menggunakan kuisioner Service and Quality for E-learning. Performa akademik mahasiswa didapatkan dari bagian akademik yang kemudian dianalisa statistik dan p < 0.05 dianggap signifikan.Hasil: Tingkat kesiapan mahasiswa secara keseluruhan adalah siap dan butuh sedikit perbaikan (3,68). Tingkat kepuasan mahasiswa pada pembelajaran daring adalah rendah (harapan=6,25 > kenyataan=5,64). Hasil uji regresi Robust didapatkan nilai standardized coefficient sebesar 0,400 (kesiapan) dan 0,309 (kepuasan). Didapatkan korelasi sedang antara kesiapan mahasiswa pada pembelajaran daring dengan performa akademik (nilai p=0,000; r= 0,441), dan korelasi lemah antara kepuasan mahasiswa pada pembelajaran daring dengan performa akademik (nilai p=0,000; r= 0,335). Hal ini diduga karena pembelajaran daring masih pertama kali dilakukan di FK UNISMA. Kesimpulan: Kesiapan dan kepuasan mahasiswa berpengaruh terhadap performa akademik mahasiswa pre-klinik selama pembelajaran daring di FK UNISMA.Kata kunci: Performa akademik, kesiapan mahasiswa, kepuasan mahasiswa, pembelajaran daring.
PENGARUH EDUKASI BUKU ILUSTRASI TERHADAP PENGETAHUAN, SIKAP, DAN PERILAKU HIGIENE DIRI SERTA PHBS SANTRI DI PONPES Baharudin Hadi Mustofa; Sasi Purwanti; Dewi Martha Indria
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.895 KB)

Abstract

ABSTRAKPendahuluan: Pelaksanaan PHBS di pondok pesantren kurang terlaksana dengan baik, terutama pada aspek higiene diri santri. Jika hal tersebut dibiarkan dapat menimbulkan penyakit seperti infeksi parasit, diare, penyakit kulit, dan lain sebagainya. Oleh karena itu, diperlukan suatu promosi kesehatan dengan harapan adanya peningkatan pengetahuan, sikap dan perilaku santri terhadap higiene diri dan PHBS santri di pondok pesantren.Metode: Desain studi menggunakan quasi eksperimental dengan kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Intervensi dengan edukasi kesehatan melalui Buku Ilustrasi KREASI. Sedangkan untuk penilaian menggunakan kuesioner pengetahuan, sikap, dan perilaku pada pretest dan posttest untuk mengukur hal yang sama. Kemudian, hasil tersebut dianalisa menggunakan uji beda (Uji Wilcoxon), uji beda lanjut (Uji Post Hoc LSD), dan uji korelasi (Uji Chi-Square)Hasil: Pada kelompok intervensi, variabel pengetahuan dan sikap mengalami peningkatan yang signifikan setelah diberikan intervensi dengan hasil uji Wilcoxon kurang dari nilai p-value (≤ 0.05). Pada uji Post Hoc LSD, variabel pengetahuan dan sikap antar kelompok terdapat perbedaan yang siginifikan Sedangkan pada hasil analisa uji Chi-square yang dilakukan pada kelompok intervensi didapatkan variabel pengetahuan memiliki hubungan dengan sikap dengan nilai p-value ≤ 0.05.Kesimpulan: Pemberian intervensi Buku Ilustrasi KREASI tentang higiene diri dan PHBS hanya dapat mempengaruhi pengetahuan dan sikap responden. Hal ini terjadi karena adanya beberapa faktor seperti usia, kebiasaan, jenis kelamin, dan lain sebagainya. Sebaliknya, pada perilaku responden tidak didapatkan adanya perubahan setelah diberikan intervensi dikarenakan ada beberapa faktor yang tidak diteliti dalam penelitian ini.Kata kunci: Higiene diri, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), Pondok Pesantren
PENGARUH PERILAKU BELAJAR MAHASISWA SEBELUM UJIAN KOGNITIF TERHADAP PRESTASI AKADEMIK Risalatul Khoirotunisa; Dewi Martha Indria; Marindra Firmansyah
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1016.57 KB)

Abstract

ABSTRAKPendahuluan: Perubahan sistem ujian dimasa pandemi COVID-19 kerap menimbulkan dampak pada mahasiswa. Bahwa dalam pelaksanaan pembelajaran daring  menyebabkan  adanya kekhawatiran kompetensi tidak tercapai dan proses belajar yang mengalami penyesuaian diri terutama dalam menghadapi ujian. Mahasiswa berorientasi persepsi mereka terkait model ujian  untuk pemilihan perilaku belajar mereka dalam mencapai tujuannya. Penerapan dalam perilaku belajar khususnya sebelum ujian nantinya akan mempengaruhi kompetensi dari mahasiswa dalam hal ini berupa prestasi akademik. Berdasarkan uraian tersebut, maka peneliti ingin melihat secara diskripsi jenis perilaku belajar yang digunakan mahasiswa sebelum ujian pada masa pandemi dan apakah ada pengaruh perilaku belajar  sebelum ujian terhadap prestasi akademik pada mahasiswa kedokteran.Metode: Penelitian ini menggunakan survei deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Perilaku belajar diukur menggunakan kuesioner adaptasi yaitu Motivated Strategies for Learning Questionnaire, Study Process Questionnaire  Manual, serta kuesioner tema-tema dalam perilaku belajar. Analisa data menggunakan jalur Partial Least Squares dengan teknik Structural Equation Model menggunakan aplikasi Warp Partial Least Square  7.0.Hasil: Perilaku belajar dibentuk oleh variabel kualitas belajar ( P-value=0.041; Path Coefficient=0.114) dan variabel regulasi belajar (P-value=0.153; Path Coefficient=-0.067).Perilaku belajar berpengaruh terhadap prestasi akademik dengan Q2 =0.027 dan dijelaskan sebesar 1% dengan R2 = 0.01.Kesimpulan: Kualitas belajar memiliki pengaruh paling dominan terhadap prestasi akademik. Prestasi akademik dipengaruhi oleh  variabel kualitas belajar dan variabel regulasi belajar dengan kekuatan prediksi yang lemah. Kata kunci: Perilaku belajar, kualitas belajar, regulasi belajar, prestasi akademik
PENGARUH PENGETAHUAN IBU DAN POLA PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING ASI TERHADAP STATUS GIZI BAYI USIA 6-12 BULAN DI KECAMATAN PUJON KABUPATEN MALANG Audyla Sri Putri; Dewi Martha Indria; Erna Sulistyowati
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.784 KB)

Abstract

Pendahuluan: Permasalahan gizi masih menjadi masalah utama di dunia terutama di Indonesia. Indoensia mengalami penurunan presentase anak yang berusia 6-12 bulan dengan gizi baik. Penurunan ini diduga disebabkan oleh faktor pengetahuan ibu dan pola pemberian makanan pendamping ASI (MPASI) yang berdampak pada status gizi bayi. Oleh sebab itu perlu penelitian lanjutan tentang pengaruh pengetahuan ibu dan pola pemberian makanan pendamping ASI terhadap status gizi bayi 6-12 bulan di Pujon, Malang.Metode: Desain deskriptif-analitik pendekatan cross-sectional. Pengambilan data primer dilaksanakan di desa Pandesari, Madiredo, Tawangsari Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Penelitian ini dilakuka di 14 wilayah posyandu dan secara door to door. Terdapat 95 responden yang memenuhi kriteria inklusi dan penelitian ini dilakukan pada satu waktu tanpa melakukan follow up. Instrumen penelitian ini adalah kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitas dengan hasil valid dan reliabel (r hitung>r tabel). Analisa data penelitian menggunakan rank Spearman dan uji Kruskall Wallis dengan tingkat signifikasi p lebih 0,05.Hasil: Sebagian besar tingkat pengetahuan ibu adalah cukup (56,8%) dan tidak terdapat signifikansi mempengaruhi dengan status gizi bayi 6-12 bulan p 0,129. Sebagian besar pola pemberian MPASI adalah baik (50,5%) dan terdapat mempengaruhi status gizi bayi 6-12 bulan p 0,006 dan 0,281Kesimpulan: Status gizi bayi usia 6-12 bulan lebih ddipengaruhi oleh pola pemberian MPASI dan tidak dipengaruhi oleh pengetahuan ibu.Kata Kunci: Bayi, Makanan pendamping ASI, Pengaruh, Pengetahuan, Status gizi
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN DEFISIENSI ZAT BESI PADA WANITA USIA SUBUR Beauty Safrina Dewi; Anggi Gilang Yudiansyah; Dewi Martha Indria
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.933 KB)

Abstract

ABSTRAKPendahuluan : Defisiensi zat besi masih menjadi permasalahan yang serius di dunia, tidak terkecuali di Indonesia.  Terdapat sebanyak 2 milyar penduduk di dunia dan 500 juta diantaranya terjadi pada wanita usia subur. Terdapat beberapa faktor yang dapat menyebabkan terjadinya defisiensi zat besi, salah satunya adalah karena kurangnya pengetahuan mengenai zat besi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan dengan perilaku pencegahan defisiensi zat besi pada wanita usia subur di Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang.Metode : Penelitian ini merupakan jenis penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional  kepada 262 responden wanita berusia 15-49 tahun di Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Pengambilan sampel dengan menggunakan teknik purposive random sampling. Teknik analisa data pada penelitian ini menggunakan analisa Spearman dengan tingkat signifikansi nilai p=0,05.Hasil : dari total responden yang diteliti hanya terdapat 14% responden yang memiliki pengetahuan baik dan berperilaku pencegahan baik. Penelitian ini menunjukkan hasil dari uji Spearman antara pengatahuan dengan perilaku pencegahan defisiensi zat besi memiliki nilai p = 0,098.Kesimpulan : Pengetahuan wanita usia subur tidak memiliki hubungan yang signifikan terhadap perilaku pencegahan defisiensi zat besi.Kata Kunci : Pencegahan Defisiensi Zat Besi, Pengetahuan, Wanita Usia Subur.
PEMBERIAN EDUKASI BUKU ILUSTRASI TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN PENCEGAHAN RISIKO KEHAMILAN REMAJA DI PONDOK PESANTREN Khazni Aghnia Indartatih; Rizki Anisa; Dewi Martha Indria
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.64 KB)

Abstract

ABSTRAKPendahuluan: Pondok pesantren amasih tabu dalam membicarakan masalah kesehatan reproduksi. Hal tersebut menyebabkan kurangnya informasi tentang Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) pada santri. Edukasi tentang kesehatan reproduksi remaja belum terlaksana dengan baik di lingkungan pondok pesantren, sehingga peneliti ingin mengetahui pengaruh edukasi buku ilustrasi terhadap pengetahuan, sikap, dan perilaku pencegahan risiko kehamilan remaja di pondok pesantren.Metode:  Study Quasi experimental design pretest postest with control group. Intervensi menggunakan edukasi buku ilustrasi Kreasi. Responden terdiri dari santri putri kelompok kontrol (n=37) dan kelompok intervensi (n=43). Pretest-postest diukur dengan instrumen menggunakan kuesioner pengetahuan, sikap, perilaku pencegahan risiko kehamilan remaja. Data statistik dianalisa menggunakan uji Wilcoxon dan dilanjutkan dengan uji Post Hoc LSD dimana keduannya dikatakan signifikan apabila Sig < 0,05.Hasil: Mayoritas responden berusia 13 tahun dengan jumlah 39 santri (48,75%). Distribusi respondem berdasarkan kelas yaitu kelas7 berjumlah 41 orang (51,25%), kelas 8 berjumlah 24 orang (30%), dan kelas 9 orang (18,75%). Hasil uji beda pretest-postest pengetahuan kelompok kontrol (Sig = 0,005) dan kelompok intervensi (Sig = 0,009). Pada variabel sikap kelompok kontrol (Sig = 0,083) dan kelompok intervensi (Sig = 0,224). Pada varibel perilaku kelompok kontrol (Sig =0.005) dan kelompok intervensi (Sig = 0,317). Hasil uji post hoc LSD hanya variabel pengetahuan yang terdapat perbedaan pada saat dibandingkan postest terhadap kedua kelompok.Kesimpulan: Pemberian edukasi melalui buku Kreasi dapat meningkatkan pengetahuan pencegahan risiko kehamilan remaja. Namun, tidak dapat meningkatkan sikap dan perilaku pencegahan risiko kehamilan remaja.Kata kunci: Risiko kehamilan remaja, santri, pengetahuan, sikap, perilaku, edukasi buku Kreasi.