Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

PENGARUH PERILAKU BELAJAR MAHASISWA SEBELUM UJIAN KOGNITIF TERHADAP PRESTASI AKADEMIK Risalatul Khoirotunisa; Dewi Martha Indria; Marindra Firmansyah
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 10 No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPendahuluan: Perubahan sistem ujian dimasa pandemi COVID-19 kerap menimbulkan dampak pada mahasiswa. Bahwa dalam pelaksanaan pembelajaran daring  menyebabkan  adanya kekhawatiran kompetensi tidak tercapai dan proses belajar yang mengalami penyesuaian diri terutama dalam menghadapi ujian. Mahasiswa berorientasi persepsi mereka terkait model ujian  untuk pemilihan perilaku belajar mereka dalam mencapai tujuannya. Penerapan dalam perilaku belajar khususnya sebelum ujian nantinya akan mempengaruhi kompetensi dari mahasiswa dalam hal ini berupa prestasi akademik. Berdasarkan uraian tersebut, maka peneliti ingin melihat secara diskripsi jenis perilaku belajar yang digunakan mahasiswa sebelum ujian pada masa pandemi dan apakah ada pengaruh perilaku belajar  sebelum ujian terhadap prestasi akademik pada mahasiswa kedokteran.Metode: Penelitian ini menggunakan survei deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Perilaku belajar diukur menggunakan kuesioner adaptasi yaitu Motivated Strategies for Learning Questionnaire, Study Process Questionnaire  Manual, serta kuesioner tema-tema dalam perilaku belajar. Analisa data menggunakan jalur Partial Least Squares dengan teknik Structural Equation Model menggunakan aplikasi Warp Partial Least Square  7.0.Hasil: Perilaku belajar dibentuk oleh variabel kualitas belajar ( P-value=0.041; Path Coefficient=0.114) dan variabel regulasi belajar (P-value=0.153; Path Coefficient=-0.067).Perilaku belajar berpengaruh terhadap prestasi akademik dengan Q2 =0.027 dan dijelaskan sebesar 1% dengan R2 = 0.01.Kesimpulan: Kualitas belajar memiliki pengaruh paling dominan terhadap prestasi akademik. Prestasi akademik dipengaruhi oleh  variabel kualitas belajar dan variabel regulasi belajar dengan kekuatan prediksi yang lemah. Kata kunci: Perilaku belajar, kualitas belajar, regulasi belajar, prestasi akademik
PENINGKATAN PENGETAHUAN PENCEGAHAN PENYAKIT SKABIES PADA SANTRI MELALUI EDUKASI BUKU ILUSTRASI “KREASI” Yusuf Satrio Nugroho; Sasi Purwanti; Dewi Martha Indria
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 10 No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPendahuluan: Prevalensi Skabies di kota Malang cukup tinggi dengan angka kejadian sebesar 89,9% terutama di lingkungan pondok pesantren. Hal ini dapat dikurangi dengan pemberian edukasi yang baik melalui buku ilustrasi Kreasi kepada santri. Namun, efek penggunaan buku ilustrasi Kreasi pada pengetahuan, sikap, dan perilaku pencegahan Skabies santri belum diketahui sehingga perlu diteliti.Metode: Uji quasi eksperimental jenis pre-test and post-test control group design dengan responden santri laki-laki yang dibagi dalam kelompok kontrol (n=42) dan kelompok intervensi (n=46). Kelompok intervensi mendapatkan pendidikan kesehatan melalui media buku ilustrasi “Kreasi”. Pre-test dan post-test menggunakan kuesioner untuk mengukur pengetahuan, sikap, dan perilaku pencegahan penyakit Skabies dilakukan pada kedua kelompok tersebut. Hasil pre-test dan post-test dianalisa dengan uji Wilcoxon dan uji Post Hoc LSD (dengan p < 0.05 dianggap signifikan).Hasil: Persentase responden yang mendapat nilai pre-test kategori kurang pada kelompok kontrol (pengetahuan 38,1%, sikap 0%, dan perilaku 16,7%) dan pada kelompok intervensi (pengetahuan 47,8%, sikap 0%, dan perilaku 16,7%). Persentase responden kelompok intervensi yang mendapat nilai post-test kategori kurang masing-masing pengetahuan 10,9%, sikap 0%, dan perilaku 17,4%. Uji Wilcoxon didapatkan perbedaan signifikan pada pengetahuan kelompok intervensi (Sig = 0,00). Uji post hoc pada nilai post-test pengetahuan antar kelompok (Sig = 0,001). Intervensi buku hanya bisa merubah pengetahuan, tapi sikap dan perilaku tidak bisa berubah dalam waktu 2 minggu (sikap Sig =0,183, perilaku Sig=0,765).  Kesimpulan: Pemberian edukasi melalui buku ilustrasi dapat meningkatkan pengetahuan namun tidak merubah sikap dan perilaku santri tentang pencegahan Skabies.Kata kunci: Skabies, santri, pengetahuan, sikap, perilaku, buku ilustrasi
PEMBERIAN EDUKASI BUKU ILUSTRASI TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN PENCEGAHAN RISIKO KEHAMILAN REMAJA DI PONDOK PESANTREN Khazni Aghnia Indartatih; Rizki Anisa; Dewi Martha Indria
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 10 No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPendahuluan: Pondok pesantren amasih tabu dalam membicarakan masalah kesehatan reproduksi. Hal tersebut menyebabkan kurangnya informasi tentang Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) pada santri. Edukasi tentang kesehatan reproduksi remaja belum terlaksana dengan baik di lingkungan pondok pesantren, sehingga peneliti ingin mengetahui pengaruh edukasi buku ilustrasi terhadap pengetahuan, sikap, dan perilaku pencegahan risiko kehamilan remaja di pondok pesantren.Metode:  Study Quasi experimental design pretest postest with control group. Intervensi menggunakan edukasi buku ilustrasi Kreasi. Responden terdiri dari santri putri kelompok kontrol (n=37) dan kelompok intervensi (n=43). Pretest-postest diukur dengan instrumen menggunakan kuesioner pengetahuan, sikap, perilaku pencegahan risiko kehamilan remaja. Data statistik dianalisa menggunakan uji Wilcoxon dan dilanjutkan dengan uji Post Hoc LSD dimana keduannya dikatakan signifikan apabila Sig < 0,05.Hasil: Mayoritas responden berusia 13 tahun dengan jumlah 39 santri (48,75%). Distribusi respondem berdasarkan kelas yaitu kelas7 berjumlah 41 orang (51,25%), kelas 8 berjumlah 24 orang (30%), dan kelas 9 orang (18,75%). Hasil uji beda pretest-postest pengetahuan kelompok kontrol (Sig = 0,005) dan kelompok intervensi (Sig = 0,009). Pada variabel sikap kelompok kontrol (Sig = 0,083) dan kelompok intervensi (Sig = 0,224). Pada varibel perilaku kelompok kontrol (Sig =0.005) dan kelompok intervensi (Sig = 0,317). Hasil uji post hoc LSD hanya variabel pengetahuan yang terdapat perbedaan pada saat dibandingkan postest terhadap kedua kelompok.Kesimpulan: Pemberian edukasi melalui buku Kreasi dapat meningkatkan pengetahuan pencegahan risiko kehamilan remaja. Namun, tidak dapat meningkatkan sikap dan perilaku pencegahan risiko kehamilan remaja.Kata kunci: Risiko kehamilan remaja, santri, pengetahuan, sikap, perilaku, edukasi buku Kreasi.
HUBUNGAN SPIRITUALITAS TERHADAP KUALITAS HIDUP PASIEN KANKER STADIUM 3 DAN 4 DI MALANG Lilian Ardhitaningrum; Erna Sulistyowati; Dewi Martha Indria
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 10 No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Beberapa faktor seperti psikologis, fisik, dan sosial berkorelasi dengan kualitas hidup pasien kanker sehingga pengobatannya berusaha meningkatkan kualitas hidup yang lebih baik. Penatalaksanaan non farmakologis pada pasien kanker salah satunya melalui pendekatan spiritual agar pasien dapat mencapai kesehatan yang baik dari aspek psikis, sosial dan religius. Hal ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat korelasi pada keyakinan nilai agama, kegiatan religius, dan peran bimbingan rohani terhadap kualitas hidup pasien kanker. Metode: Penelitian deskriptif analitik ini menggunakan pendekatan cross-sectional. Metode pemilihan sampel melalui teknik purposive sampling. Data sekunder penelitian ini adalah 50 orang responden pasien kanker stadium 3 dan 4 menurut data registrasi rekam medis tahun 2015-2019 di Poli Onkologi Terpadu Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Saiful Anwar Malang. Kuesioner untuk menilai aspek spiritualitas pasien menggunakan Brief Multidimensional Measure of Religiousness/Spirituality (BMMRS). Sedangkan, data kualitas hidup pada pasien menggunakan kuesioner European Organization for Research and Treatment of Cancer Quality of Life Questionnaire-C30 (EORTC QLQ-C30). Analisa data menggunakan uji korelasi, dikatakan bermakna bila nilai p value < 0,05. Hasil: Karakteristik menunjukkan hasil bahwa keyakinan nilai agama, frekuensi ibadah dan peran bimbingan rohani sebagian besar berada pada kategori sedang. Seluruh responden memiliki kualitas hidup berada pada kategori sedang. Keyakinan nilai agama tidak berhubungan terhadap kualitas hidup pasien (p 0,317; r -0,144). Kegiatan religius tidak berhubungan terhadap kualitas hidup pasien (p 0,550; r 0,087). Bimbingan rohani tidak berhubungan terhadap kualitas hidup pasien (p 0,932; r 1,000). Kesimpulan: Keyakinan nilai agama, kegiatan religius, dan bimbingan rohani tidak berhubungan dengan  kualitas hidup. Kata Kunci: kanker, kualitas hidup, keyakinan nilai agama, kegiatan religius, bimbingan rohani
AKSES FASILITAS PELAYANAN KESEHATAN DAN KEPEMILIKAN JKN DENGAN STATUS GIZI BALITA DI KECAMATAN PUJON KABUPATEN MALANG Syafira Inayah Putri Agustina; Erna Sulistyowati; Dewi Martha Indria
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 10 No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPendahuluan: Prevalensi balita di Indonesia yang mengalami stunting, wasting, dan overweight masih cukup tinggi. Salah satu wilayah di daerah Jawa Timur yang mengalami masalah stunting adalah Kecamatan Pujon Kabupaten Malang. Salah satu faktor eksternal yang dapat mempengaruhi status gizi balita yaitu akses fasilitas pelayanan kesehatan yang berupa ketersediaan pelayanan, akses fisik, dan akses ekonomi serta kepesertaan dari Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Geografi dari kecamatan Pujon berada di lereng gunung dan topografi desa tergolong perbukitan dan dataran tinggi. Hal tersebut menjadi tantangan bagi masyarakat Pujon untuk mengakses fasilitas kesehatan. Untuk mengakses fasilitas kesehatan pemerintah membuat program untuk membantu masyarakat mengakses fasilitas kesehatan berupa JKN. Namun, belum seluruh masyarakat Pujon menjadi peserta JKN. Perlu adanya penelitian lebih lanjut mengenai bagaimana hubungan akses fasilitas kesehatan dan kepesertaan JKN terhadap status gizi balita.Metode : Desain penelitian adalah penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional menggunakan metode purposive sampling dengan kriteria inklusi yang telah ditentukan. Data akses fasilitas pelayanan kesehatan dan kepesertaan JKN didapat dengan cara mengisi kuesioner, sedangkan status gizi balita didapat dari data Kartu Menuju Sehat (KMS) Posyandu. Analisa data menggunakan uji beda Kruskal Wallis dan uji korelasi Spearman (p value significant < 0,05).Hasil : Pada penelitian ini mendapatkan 100 responden yang telah memenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitian menggunakan uji Kruskal Wallis menunjukkan indikator akses ke pelayanan kesehatan yang memiliki hubungan dengan status gizi balita adalah ketersediaan pelayanan kesehatan (p value=0,000), jam operasional fasilitas kesehatan (p value= 0,028), alat transportasi pribadi (p value= 0,001) dan biaya transportasi (p value= 0,020). Pada hasil statistik uji Kruskal Wallis Kepesertaan JKN menunjukkan p value sebesar 0,826 yang menandakan jika tidak didapatkan hubungan kepemilikan JKN dengan status gizi balita.Kesimpulan: Akses fasilitas pelayanan kesehatan yang terdiri ketersediaan fasilitas kesehatan, jam operasional fasilitas kesehatan, ketersediaan alat transportasi dan biaya transportasi memiliki hubungan dengan tingkat korelasi lemah dengan status gizi balita di Kecamatan Pujon Kab Malang. Sedangkan kepemilikan JKN tidak memiliki hubungan dengan tingkat korelasi lemah dengan status gizi balita. Kata Kunci:Gizi Balita, Akses Fasilitas Kesehatan, Pembiayaan Kesehatan 
PENGARUH FAKTOR PREDISPOSISI DAN FAKTOR PENGUAT TERHADAP PERILAKU PENCARIAN PELAYANAN KESEHATAN IBU HAMIL DI KOTA MALANG Adinda Izzati Lalita; Marindra Firmansyah; Dewi Martha Indria
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 10 No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPendahuluan: Angka Kematian Ibu di Kota Malang Tahun 2019 yaitu 75,13 per 100.000 kelahiran hidup. Kematian ibu dipengaruhi oleh 3 Terlambat, yaitu terlambat mengambil keputusan, terlambat sampai ke fasilitas kesehatan, dan terlambat mendapatkan pelayanan kesehatan. Hal ini dikarenakan faktor pendidikan, usia, pekerjaan, dan pendapatan yang memiliki hubungan dengan peran suami-istri dalam pengambilan keputusan rumah tangga. Perempuan, terutama ibu hamil, perlu memiliki kedudukan dan kemampuan agar dapat memenuhi hak kesehatan reproduksinya. Adanya kemampuan yang dimiliki ibu hamil dan keterlibatan suami dalam mendukung ibu hamil mencari pelayanan kesehatan yang dibutuhkan, diharapkan bisa mendapatkan kehamilan yang sehat dan selamat. Hal ini akan membantu mengurangi resiko Angka Kematian Ibu (AKI) di suatu daerah, dimana tingginya AKI menunjukkan bahwa perempuan di suatu daerah tersebut kurang berdaya. Sehingga, peneliti ingin mengetahui mengenai pengaruh faktor predisposisi dan faktor penguat terhadap perilaku pencarian pelayanan kesehatan ibu hamil di Kota Malang.Metode: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif yang berfokus pada observasional dengan pendekatan cross-sectional. Pengambilan sampel menggunakan metode random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan memberikan kuesioner kepada 100 ibu hamil yang tinggal dan menetap bersama suami di 5 wilayah kerja puskesmas di Kota Malang, serta pernah melakukan pencarian pelayanan kesehatan ibu hamil. Kuesioner ini digunakan untuk menilai pemberdayaan perempuan, keterlibatan suami, dan perilaku pencarian pelayanan kesehatan ibu hamil. Uji statistik menggunakan Structural Equation Model (SEM).Hasil: Faktor predisposisi dan faktor penguat berpengaruh signifikan terhadap perilaku pencarian pelayanan kesehatan ibu hamil dengan p value kurang dari 0,001 (signifikan), serta CR masing-masing 5,685 dan 5,867.Kesimpulan: faktor predisposisi dan faktor penguat berpengaruh terhadap perilaku pencarian pelayanan kesehatan ibu hamil.Kata Kunci: Ibu Hamil, Perilaku Pencarian Pelayanan Kesehatan
PENGARUH EDUKASI BUKU ILUSTRASI TERHADAP PENGETAHUAN, SIKAP, DAN PERILAKU HIGIENE DIRI SERTA PHBS SANTRI DI PONPES Baharudin Hadi Mustofa; Sasi Purwanti; Dewi Martha Indria
Jurnal Kedokteran Komunitas Vol 10 No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Kedokteran Komunitas (Journal of Community Medicine)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPendahuluan: Pelaksanaan PHBS di pondok pesantren kurang terlaksana dengan baik, terutama pada aspek higiene diri santri. Jika hal tersebut dibiarkan dapat menimbulkan penyakit seperti infeksi parasit, diare, penyakit kulit, dan lain sebagainya. Oleh karena itu, diperlukan suatu promosi kesehatan dengan harapan adanya peningkatan pengetahuan, sikap dan perilaku santri terhadap higiene diri dan PHBS santri di pondok pesantren.Metode: Desain studi menggunakan quasi eksperimental dengan kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Intervensi dengan edukasi kesehatan melalui Buku Ilustrasi KREASI. Sedangkan untuk penilaian menggunakan kuesioner pengetahuan, sikap, dan perilaku pada pretest dan posttest untuk mengukur hal yang sama. Kemudian, hasil tersebut dianalisa menggunakan uji beda (Uji Wilcoxon), uji beda lanjut (Uji Post Hoc LSD), dan uji korelasi (Uji Chi-Square)Hasil: Pada kelompok intervensi, variabel pengetahuan dan sikap mengalami peningkatan yang signifikan setelah diberikan intervensi dengan hasil uji Wilcoxon kurang dari nilai p-value (≤ 0.05). Pada uji Post Hoc LSD, variabel pengetahuan dan sikap antar kelompok terdapat perbedaan yang siginifikan Sedangkan pada hasil analisa uji Chi-square yang dilakukan pada kelompok intervensi didapatkan variabel pengetahuan memiliki hubungan dengan sikap dengan nilai p-value ≤ 0.05.Kesimpulan: Pemberian intervensi Buku Ilustrasi KREASI tentang higiene diri dan PHBS hanya dapat mempengaruhi pengetahuan dan sikap responden. Hal ini terjadi karena adanya beberapa faktor seperti usia, kebiasaan, jenis kelamin, dan lain sebagainya. Sebaliknya, pada perilaku responden tidak didapatkan adanya perubahan setelah diberikan intervensi dikarenakan ada beberapa faktor yang tidak diteliti dalam penelitian ini.Kata kunci: Higiene diri, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), Pondok Pesantren
Pengaruh Persepsi Remaja Mengenai Pola Asuh Orang Tua terhadap Konsep Diri dan Gaya Hidup Remaja di Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Kota Malang Ilhamsyah, Brilian Angkasa Perwira; Matadjo, Amelia Daeng; Indria, Dewi Martha
Indonesian Research Journal on Education Vol. 5 No. 5 (2025): Irje 2025
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v5i5.3261

Abstract

Masa remaja merupakan fase penting dalam pembentukan konsep diri dan gaya hidup. Salah satu faktor yang memengaruhinya adalah persepsi remaja terhadap pola asuh orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh persepsi tersebut terhadap konsep diri dan gaya hidup remaja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain observasional analitik dan metode cross-sectional. Sampel berjumlah 188 siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Kota Malang yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner pola asuh (19 item), konsep diri menggunakan kuesioner TSCS (Tennesse Self Concept Scale) (16 item), dan gaya hidup (19 item). Analisis data dilakukan menggunakan uji regresi linier sederhana dengan bantuan SPSS 27.0. Hasil analisis menunjukkan bahwa persepsi remaja mengenai pola asuh orang tua berpengaruh positif dan signifikan terhadap konsep diri, dengan nilai signifikansi 0,000 dan R Square sebesar 0,891. Selain itu, pola asuh juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap gaya hidup remaja dengan nilai signifikansi 0,000 dan R Square sebesar 0,146. Persepsi remaja terhadap pola asuh orang tua terbukti berpengaruh signifikan terhadap konsep diri dan gaya hidup mereka.