Penelitian ini membahas mengenai campur kode penggunaan bahasa Indonesia di media sosial TikTok.Media sosial TikTok adalah salah satu aplikasi media sosial yang populer di kalangan masyarakat Indonesia.Beragam keunikan pada media sosial ini juga membawa pada keunikan penggunaan bahasanya. Beberapakonten kreator atau dalam penyebutannya “orang yang membuat konten” menggunakan bahasa yangberagam. Hal ini tentu sangat baik untuk dikaji mengenai penggunaan bahasa Indonesia pada media sosialTikTok. Metode penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan datasimak dan catat dengan beberapa akun konten kreator TikTok. Hasil yang diperoleh campur kode dibedakanberdasarkan dua jenis: unsur serapan dan tingkat perangkat kebahasaan. Berdasarkan unsur serapannyaterdapat tiga jenis yaitu: campur kode ke dalam (bahasa Indonesia dicampur bahasa daerah seperti Sunda,Bali, Jawa, dan Padang). Campur kode ke luar (bahasa Indonesia dicampur bahasa asing. Seperti bahasaJepang dan bahasa Inggris). Campur kode campuran (penggunaan lebih dari dua bahasa seperti bahasaIndonesia, Jepang, dan Inggris, atau bahasa Indonesia, Bali, dan Inggris). Sedangkan pada perangkatkebahasaan ditemukan hanya pada tataran frasa dan tataran kata. Adapun beberapa faktor penyebabterjadinya campur kode yaitu faktor penutur dan faktor bahasa.
Copyrights © 2025