Peningkatan kualitas layanan keimigrasian menjadi salah satu pilar penting bagi penyelanggaraan pemerintahan. Namun, fenomena menunjukkan bahwa saat ini, masih terdapat tantangan dalam menjaga konsistensi kualitas layanan keimigrasian. Sebagai seorang ASN, pegawai kantor imigrasi dihadapkan dengan tugas yang monoton dan minimnya variasi. Hal tersebut seringkali menimbulkan kejenuhan dan rasa keterasingan yang berdampak pada performa pelayanan yang diberikan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh alienasi kerja pada layanan keimigrasian. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif asosiatif. Penelitian ini melibatkan 60 responden ASN yang bekerja di kantor imigrasi yang tersebar di Indonesia. Hasil menunjukkan bahwa alienasi yang dirasakan ASN berpengaruh negatif terhadap kualitas layanan keimigrasian. Setiap peningkatan satu satuan alienasi akan menurunkan kualitas layanan keimigrasian sebesar 0.277 satuan. Besarnya pengaruh alienasi terhadap kualitas layanan adalah 35.9% dan 64.1% lainnya dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti. Uji beda kelompok menunjukkan bahwa skala alienasi terbesar terjadi pada pegawai yang bekerja di bidang tata usaha, dan pegawai yang belum pernah dirotasi. Penelitian ini diharapkan menjadi kontribusi strategis dalam perumusan kebijakan pengelolaan SDM birokrasi serta meningkatkan kualitas layanan publik berbasis pendekatan psikososial.
Copyrights © 2025