Permasalahan limbah plastik di pesantren belum dikelola secara produktif sehingga menimbulkan pencemaran sekaligus hilangnya potensi ekonomi kreatif. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan memberdayakan santri melalui pelatihan ecopreneurship wayang berbasis limbah plastik. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan teknis, pendampingan kreatif, serta pemasaran digital yang melibatkan 50 santri Pondok Pesantren Tebuireng dan mahasiswa Universitas Hasyim Asy’ari. Evaluasi dilakukan melalui pre–post test pengetahuan, observasi keterampilan, wawancara, dan dokumentasi produk. Hasil menunjukkan peningkatan skor pengetahuan peserta dari 46,2 menjadi 78,5 (+70%), keterampilan teknis menghasilkan 15 wayang plastik, dan 80% peserta menyatakan siap memproduksi secara mandiri. Uji coba pemasaran melalui media sosial memperoleh respons positif dari komunitas seni dan masyarakat sekitar. Program ini berkontribusi pada pengurangan limbah plastik sekaligus membuka peluang wirausaha kreatif berbasis budaya. Dengan demikian, ecopreneurship wayang limbah plastik dapat dijadikan model pemberdayaan santri yang selaras dengan SDGs.
Copyrights © 2026