Kejadian darurat kardiopulmoner dapat terjadi kapan saja, termasuk di lingkungan sekolah. Minimnya kompetensi masyarakat awam, khususnya remaja, dalam prosedur BHD pra-hospital berkontribusi terhadap rendahnya angka keselamatan. Kader Kesehatan Remaja (KKR) merupakan kelompok strategis yang berpotensi menjadi responden awal sekaligus penggerak perubahan di komunitas sekolah. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan mengoptimalkan literasi dan kesiapsiagaan KKR tingkat SMA/SMK melalui pelatihan bertema "From Student to Lifesaver". Intervensi dilaksanakan pada 15 Januari 2026 di Puskesmas Karawaci Baru, Kota Tangerang, dengan desain pra-eksperimental one group pretest–posttest. Sebanyak 31 siswa dari empat sekolah menengah mengikuti program yang mengintegrasikan ceramah interaktif, demonstrasi, praktik hands-on, simulasi kasus emergensi, dan gamifikasi pembelajaran. Evaluasi menggunakan instrumen tes kognitif dan kuesioner kepuasan berskala Likert. Hasil menunjukkan kenaikan rerata skor sebesar 21 poin (dari 59 menjadi 80). Proporsi partisipan berkategori kompetensi "baik" (skor ?80) bertambah signifikan dari 22,6% menjadi 80,6%. Tingkat kepuasan terhadap pelaksanaan mencapai kategori "sangat baik" (rerata skor 3,79/4,0). Dapat disimpulkan bahwa intervensi edukatif bantuan hidup dasar efektif mengembangkan pemahaman dan kesiapsiagaan KKR. Program ini berpotensi memperkuat peran remaja sebagai penolong pertama dan agen transformasi dalam respons kegawatdaruratan di lingkungan sekolah dan masyarakat
Copyrights © 2026