Kesehatan remaja putri di Desa Batur tengah kurang mendapatkan perhatian. Sedangkan kesehatan remaja putri yang buruk dapat memicu terjadinya kelainan pada bayi yang dilahirkan termasuk resiko stunting. Kasus stunting telah ditemukan pada desa tersebut. Beberapa kasus stunting dikaitkan dengan pernikahan dini pada remaja putri. Pengetahuan terkait hubungan antara kesehatan remaja putri dengan stunting di Desa Batur Tengah masih terbatas. Adapun tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan kader posyandu terkait kesehatan remaja putri untuk mencegah stunting sejak dini. Metode yang digunakan berupa pemberian materi dan simulasi pemeriksaan kesehatan remaja putri. Materi yang diberikan meliputi kesehatan remaja putri, risiko kehamilan dini, dan hubungan kesehatan remaja putri dengan stunting. Simulasi pemeriksaan kesehatan dimulai dari pengenalan pemeriksaan fisik yang berhubungan dengan tanda-tanda anemia, pengukuran tanda vital, dan statu gizi. Kegiatan diikuti dengan evaluasi kepada kader. Setelah dilaksanakan kegiatan ini, didapatkan peningkatan nilai post-test dibandingkan dengan nilai pre-test namun tidak signifikan secara statistik (p = 0,120). Hal ini dapat dipengaruhi oleh pengetahuan kader yang sudah lebih baik, namun program yang menyasar pada remaja putri masih kurang sehingga masih ada kasus stunting yang ditemukan, terutama pada pasangan usia di bawah 20 tahun. Pendekatan kepada remaja putri di lingkungan sekolah menengah perlu dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan remaja tentang stunting dan hubungannya dengah kesehatan remaja.
Copyrights © 2025