Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Empowerment of Health Cadre in Managing Antenatal Class in Tulikup Village, Gianyar-Bali Aryastuti, Sri Agung; Ratna Juwita, Dewa Ayu Putu; Cahyawati, Putu Nita; Witari, Ni Putu Diah; Pradnyawati, Luh Gede
International Journal of Community Service Learning Vol 4, No 4 (2020): November 2020
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.348 KB) | DOI: 10.23887/ijcsl.v4i4.22284

Abstract

Lack of public awareness and knowledge of pregnant women in maintaining their health during pregnancy was one of the problem found in Tulikup Village, Gianyar-Bali. The limited number of health workers in Puskesmas has resulted in the lack of information obtained by the community regarding pregnancy, childbirth and the puerperium. Therefore, cadre empowerment programs as a driving force in managing antenatal classes for pregnant women are expected to overcome these problems. This activity was held in  Tulikup Village Hall, and was attended by 6 cadres and 6 pregnant women. The counseling, training and simulation method was used to increase their knowledge and skills about the antenatal class. At the end of the activity, it was found that there was an increase in knowledge regarding the antenatal class. Cadres were able to design an antenatal class, arrange the material that could be given and become a facilitator in activities in it.
Hubungan Frekuensi Gen Knock-Down Resistance (KDR) V1016G, V410L, dan F1534C dengan Tingkat Resistensi Populasi Aedes aegypti di Denpasar, Bali Erly Sintya; Kartika Sari; Ni Wayan Widhidewi; Ni Made Hegard Sukmawati; Ni Putu Diah Witari; Tangking Widarsa
Jurnal Vektor Penyakit Vol 15 No 2 (2021): Edisi Desember
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Donggala, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/vektorp.v15i2.4907

Abstract

ABSTRACT Insecticides are used to reduce the number of Aedes aegypti mosquitoes, a vector of the dengue virus that causes dengue hemorrhagic fever in Indonesia, including in Bali. However, in recent years, the resistance of the Ae. aegypti mosquito to insecticides has been reported in Bali. In addition, Ae. aegypti is also identified to be resistant to several types of insecticides whose resistance mechanism is not yet clear. Several studies have stated that the KDR genes are one of the causes of resistance to pyrethroid insecticides. Therefore, a study was conducted to determine the frequency of the KDR genes in the Ae. aegypti population in Denpasar, Bali which had been previously shown resistance to permethrin (type of pyrethroid). Forty-three females Ae. aegypti specimens from bioassay testing using permethrin stored in tubes containing 100% ethanol were used in this study. Each mosquito is put in a different tube. The mosquito DNA was then extracted. Three KDR genes, V1016G, V410L, and F1534C, were analyzed using the quantitative-PCR melt curve method at the Biomolecular Laboratory, FKIK Unwar. In this study, the mutation frequency of 1016G was 98%, 410L was 50%, and 1534C was 3.4%. The 410L mutant gene was shared by all specimens, although only in one allele (heterozygous). Of the 43 specimens, 39 had homozygous mutant V1016G, heterozygous V410L, and wild typehomozygous F1534C. It indicated that the frequency of the 1016G and 410L mutant genes is quite high, while the 1534C gene is low. The combination of the KDR 1016G and 410L genes was the most dominant found in permethrin-resistant Ae. aegypti specimens. Therefore, it is assumed that these two KDR genes play a role in forming permethrin resistance in Ae. aegypti. ABSTRAK Insektisida digunakan untuk menurunkan jumlah nyamuk Aedes aegypti yang merupakan vektor virus dengue penyebab penyakit demam berdarah dengue di Indonesia, termasuk di Bali. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, resistensi nyamuk Ae. aegypti terhadap insektisida dilaporkan sudah terjadi di Bali. Selain itu, Ae. aegypti juga dilaporkan resisten terhadap beberapa jenis insektisida yang mekanisme terjadinya resistensi belum diketahui. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa gen KDR menjadi salah satu penyebab terjadinya mekanisme resistensi terhadap insektisida golongan peritroid. Oleh sebab itu, dilakukan penelitian untuk mengetahui frekuensi gen KDR pada populasi Ae. aegypti di Denpasar, Bali yang sebelumnya telah terbukti memiliki resistensi permetrin (insektisida golongan peritroid). Sebanyak 43 spesimen Ae. aegypti betina hasil dari pengujian bioassay yang tersimpan dalam tabung yang berisi etanol 100% digunakan dalam penelitian ini. Tiap nyamuk dimasukkan dalam tabung yang berbeda. Selanjutnya dilakukan ekstraksi DNA nyamuk. Tiga jenis gen KDR, yaitu V1016G, V410L, and F1534C, dianalisis dengan metode quantitative-PCR melt curve di Laboratorium Biomolekuler FKIK Unwar. Dalam penelitian ini ditemukan frekuensi mutasi 1016G sebesar 98%, 410L 50%, dan 1534C sebesar 3,4%. gen mutan 410L dimiliki oleh seluruh spesimen walaupun hanya pada salah satu alel (heterozigot). Dari 43 spesimen yang diteliti, terdapat 39 spesimen yang memiliki profil genotip V1016G homosigot mutan, V410L heterosigot, dan F1534C homosigot wild type. Sehingga dapat disimpulkan bahwa frekuensi gen mutan 1016G dan 410L cukup tinggi, sedangkan gen 1534C rendah. Kombinasi gen KDR 1016G dan 410L paling dominan ditemukan pada spesimen Ae. aegypti resisten permetrin. Kedua gen KDR diasumsikan berperan dalam pembentukan resistensi permetrin pada Ae. aegypti.
PEMBERDAYAAN KELOMPOK IBU YANG MEMILIKI BALITA BERISIKO STUNTING DI BANJAR TRIWANGSA-PAYANGAN GIANYAR BALI Ni Putu Diah Witari; Anak Agung Istri Aryastuti; Ni Wayan Rusni
JURNAL SEWAKA BHAKTI Vol 5 No 2 (2020): Sewaka Bhakti
Publisher : UNHI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting is still a major nutritional problem in Indonesia and Bali. One district that has a fairly high stunting rate is Bresela Village, Payangan District. Triwangsa is one of the district located in Bresela village, based on a quick survey conducted on pregnant women and mothers who have babies under two years old in Triwangsa district, Bresela Village, Payangan, low knowledge and bad attitudes and behavior towards stunting prevention especially in terms of time, type and form of complementary feeding as a nutritional intake for the first 1000 days of life. The service implementation method is in the form of interactive dialogue and a demonstration of making balanced solid food. This activity succeeded in increasing partners' knowledge by 75% regarding stunting and balanced complementary foods of breast milk. After the assistance is carried out, it can be seen that the behavior changes of partners in providing balanced complementary foods to toddlers.
PEMBERDAYAAN TEMPAT PENITIPAN ANAK (TPA) DALAM PENGELOLAAN PENYAKIT MENULAR SERTA SKRINING TUMBUH KEMBANG ANAK DI TPA PURI RARE KOTA DENPASAR Ni Putu Diah Witari; Anny Eka Pratiwi; Ni Komang Trisna Sumadewi
JURNAL SEWAKA BHAKTI Vol 6 No 1 (2021): Sewaka Bhakti
Publisher : UNHI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Day care centers are currently experiencing significant developments with the many needs of the community and demands of parents to work. So that many parents leave their children in child care centers (TPA). Puri Rare Day Care is one of the TPAs in the city of Denpasar. Several toddlers and children were sent there. Toddlers and children are vulnerable to infection in TPA, so the aim of this Service is to provide knowledge about infectious diseases and their prevention and training to use self-protection tools and screening for child development. Mita's participation reached 100% and there was an increase in partners' knowledge about child infectious diseases and how to prevent them as well as child growth and development from 53.33 to 86.67% and monitoring and evaluation every 2 weeks to see the ability of partners in screening growth and development and prevention of infection. After carrying out PKM activities, it can be concluded that there is an increase in partners' knowledge about infectious diseases and their prevention and how to screen children's growth and development.
In Situ Hybridization PADA KANKER PAYUDARA Ni Putu Diah Witari
JKKI : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Indonesia JKKI, Vol 6, No 3, (2014)
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesulitan yang dijumpai pada penanganan kanker payudara adalah terjadinya kekambuhan atau relaps.  Deteksi status HER2 pada pasien merupakan salah satu upaya untuk mendeteksi terjadinya relaps dan juga untuk menentukan jenis terapi yang ada diberikan. Ekspresi protein HER2 dapat dideteksi dengan  immunohistochemistry  (IHC),  sedangkan mutasi  gen  HER2  dapat dideteksi dengan  teknik in situ hybridization baik berupa fluorescence in situ hybridization  (FISH) ataupun  chromogenic  in situ hybridization (CISH). Metode yang digunakan antara penggunaan CISH maupun FISH serupa. Hal yang membedakan antara keduanya adalah  pada CISH  pewarnaannya  bersifat permanen dan terdapat gambaran back-ground. Kelebihan lain yang diperoleh pada aplikasi CISH adalah reaksi peroksidase yang terjadi dapat divisualisasikan pada mikroskop cahaya.   Kata kunci: kanker payudara, HER2, in situ hybridization, CISH, FISH
Pendampingan Gizi Seimbang pada Kader Posyandu Banjar Tengah Desa Blahbatuh Gianyar Bali Ni Putu Diah Witari; Fransiscus Fiano Anthony Kerans; Komang Trisna Sumadewi; Anak Agung Ayu Istri Prima Dewi; Ni Luh Putu Putri
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 5 No 1 (2023): Jurnal Peduli Masyarakat: Maret 2023
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v5i1.1497

Abstract

Gizi adalah salah satu aspek yang digunakan dalam mengukur tingkat kesehatan suatu negara. Pemantauan gizi pada balita sangat penting untuk mengetahui kondisi pertumbuhan Balita. Salah satu kegitan yang dilakukan oleh posyandu adalah pemantauan gizi. Kegiatan pemantauan gizi juga dilakukan oleh Mitra PKM kader posyandu banjar tengah, Blahbatuh Gianyar. Permsalahan yang dihadapi mitra adalah kurangnya pengetahuan mengenai gizi seimbang dan pemantauan gizi balita seta kekurang sarana dan prasarana posyandu. Sehingga fokus PKM meliputi pendampingan mengenai gizi meliputi pemahaman gizi, pengukuran pertumbuhan (Berat dan tinggi badan). Metode PKM meliputi dialog interaktif, pelatihan dan pendampingan pengukuran pertumbuhan serta evaluasi kegiatan. Hasil kegiatan didapatkan peningkatan pengetahuan mitra mengenai gizi (pengertian, jenis, pegolahan) sebanyak 40% dan keterampilan menggunakan pengukuran pertumbuhan terjadi peningkatan sebanyak 50%. Evaluasi kegiatan dilakukan 1 kali dalam sebulan pada setiap akhir kegiatan posyadu.
THE EFFECT OF NOISE EXPOSURE ON THE AVERAGE NUMBER OF TEMPORAL LOBUS NEURONS IN ADULT WISTAR RATS Suka Astini, Dewa Ayu Agung Alit; Evayanti, Luh Gde; Witari, Ni Putu Diah; Sumadewi, Komang Trisna; Prima Dewi, A.A.A Asri; Anthony Kerans, Fransiscus Fiano; Kurniawati, Ida
E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 07 (2024): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2024.V13.i07.P09

Abstract

Noise is defined as unwanted and disruptive sound, considered an environmental stressor and disturbance. Noise encompasses many aspects of modern communities, including work environments. The damaging effects of noise primarily result from the unrestricted production of free radicals into the auditory organs. Exposure to noise causes various health problems, such as hearing impairment, sleep disturbances, and interference with individual performance. Reactive oxygen species (ROS), also known as free oxygen radicals, are normal by-products of cellular aerobic metabolism. These unstable molecules can damage cellular lipids, proteins, and nucleic acids in DNA if the antioxidant balance is disrupted. Acute and chronic exposure to loud noise generates excessive free radicals and disrupts extra-auditory organs such as the nervous, endocrine, and cardiovascular systems. The purpose of this study is to analyze the relationship between noise exposure and the number of neurons in the temporal lobes of Wistar rats. The research design used is a laboratory experimental design, specifically a pure experimental design, implemented with the randomized posttest-only control group design. The research sample consists of 30 male Wistar rats randomized into 2 groups, control and treatment. The treatment group is exposed to 95dB noise for 4 hours per day for 14 days. The rats are then euthanized, and their brain tissue is fixed with 10% neutral buffered formalin. Assessment is performed using Hematoxylin Eosin staining, and analysis is conducted blindly on the average number of neurons in the rat's temporal lobes. Data is subjected to normality testing using the Shapiro-Wilk test and analyzed using independent t-tests for parametric comparison. The results show a significant difference in the mean number of neurons in the temporal lobes between rats exposed to noise and the control group (p <0.005). The conclusion of this study is that noise affects neuron cells in the temporal lobes. Keywords : noise, temporal lobe, neurons.
EVALUATING THE EFFECTIVENESS OF ANATOMY AND HISTOLOGY PRACTICUM DURING COVID-19 PANDEMIC AT FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS WARMADEWA Evayanti, Luh Gde; Sumadewi, Komang Trisna; Witari, Ni Putu Diah; Suka Astini, Dewa Ayu Agung Alit; Kerans, Fransiscus Fiano Anthony; Dewi, A.A.Ayu Asri Prima; Ekayani, Ni Wayan Diana
E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 6 (2024): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2024.V13.i06.P11

Abstract

The implementation of anatomy and histology practical sessions at Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Warmadewa during the Covid-19 pandemic still has many variations. This difference in implementation will have an influence on the achievement of student learning. This research aims to evaluate the knowledge of anatomy and histology among students by giving asynchronous learning, pre-test, post-test and practicum exam. This study using cross-sectional approach. 124 participants are 3th semester students whose active status at FKIK Universitas Warmadewa. The primary data were collected directly from practical sessions and practicum exam. The pre-test and post-test data were analyzed using paired-T test (p<0.05). The post-test and practicum exam were analyzed using Spearman rho (p<0.05). In anatomical practicum, there is an increase in post-test scores when compared to pre-test although not significant (p = 0.119). Anatomical practicum exam results have a meaningful positive correlation with post-tests (p = 0.013, r = 0.22). In histological practicum there was a significant increase in post-test scores when compared to pre-tests (p = 0.013), although practicum exam results were not significantly correlated with post-test (p = 0.410). Based on this study, improvements are needed related to technical of anatomical and histological practicums, as well as provisions related to practicums so that activities are structured
Perbedaan Efektivitas Metformin dan Glimepirid dalam Menurunkan Glukosa Darah Puasa Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di RSD Mangusada Badung Dwiputra, Made Wahyu Dharma; Wijaya, Made Dharmesti; Witari, Ni Putu Diah
E-Jurnal Medika Udayana Vol 12 No 7 (2023): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2023.V12.i07.P15

Abstract

Diabetes melitus tipe 2 (DMT2) merupakan penyakit gangguan metabolisme yang ditandai dengan kenaikan kadar glukosa darah akibat gangguan produksi insulin, dan atau gangguan fungsi insulin. Jumlah penderita DMT2 di Indonesia diperkirakan akan meningkat hingga 21,3 juta jiwa pada tahun 2030. Dalam penatalaksanaan farmakologis awal DMT2 dapat diberikan monoterapi metformin atau glimepirid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan efektivitas metformin dan glimepirid dalam menurunkan glukosa darah puasa pasien DMT2 rawat jalan di Rumah Sakit Daerah (RSD) Mangusada Badung. Variabel pada penelitian ini adalah efektivitas metformin dan glimepirid serta kadar glukosa darah puasa. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan studi cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah rekam medis penderita DMT2 rawat jalan di Poliklinik Penyakit Dalam RSD Mangusada Badung dengan jumlah 96 orang menggunakan metode non-probability sampling dengan teknik consecutive sampling. Penelitian ini menggunakan instrumen rekam medis pasien DMT2 sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Data dianalisis menggunakan uji statistik parametrik chi-square. Hasil penelitian menunjukan penggunaan monoterapi metformin efektif dalam menurunkan glukosa darah puasa pada 36 pasien (75%), sedangkan monoterapi glimepirid efektif pada 25 pasien (52,1%). Terdapat perbedaan bermakna efektivitas metformin dan glimepirid dalam menurunkan glukosa darah dengan nilai P<0,05. Kesimpulan dari penelitian ini adalah metformin lebih efektif dalam menurunkan glukosa darah puasa dibandingkan dengan glimepirid pada pasien DMT2 rawat jalan di RSD Mangusada Badung.
Pelatihan Pembuatan Mainan Edukasi Terhadap Peningkatan Pengetahuan Kader Posyandu dalam Stimulasi Perkembangan Balita Kurniawati, Ida; Witari, Ni Putu Diah; Dewi, A.A. Ayu Asri Prima; Kerans, Fransiscus Fiano Anthony; Wangsa, Putu Gde Hari; Adhitya, I Putu Gde Surya
International Journal of Community Service Learning Vol. 8 No. 2 (2024): May
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ijcsl.v8i2.76911

Abstract

Proses tumbuh kembang anak pada periode emas akan sangat menentukan fase tumbuh kembang anak selanjutnya. Deteksi dini dan stimulasi perkembangan anak perlu dilakukan secara berkala sebagai upaya untuk mengoptimalkan perkembangan dan mencegah masalah terkait yang dapat muncul pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pendampingan kepada mitra untuk meningkatkan keterampilan pembuatan mainan edukasi anak berbahan sederhana dan memberikan pengetahuan mengenai peranan mainan edukasi dalam stimulasi perkembangan anak. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan teknik pendekatan survey kepada masyarakat. Penelitian ini melibatkan subjek sebanyak 15 orang anak. Metode pelaksanaan PKM meliputi sosialisasi dan diskusi menggunakan Focus Group Discussion (FGD) untuk menentukan permasalahan di masyarakat.  Adapun instrumen yang digunakan adalah panduang FGD.  Setelah data dikumpulkan kemudian dianalisis menggunakan metode analisis deskriptif.  Hasil penelitian ini yaitu terdapat peningkatan keterampilan mitra dalam pembuatan mainan edukasi untuk stimulasi perkembangan anak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa, pelatihan pembuatan mainan edukasi anak dapat meningkatkan kemampuan peserta untuk berkreasi dalam membuat mainan edukasi anak berbahan sederhana Penelitian ini memiliki dampak positif terhadap peningkatan pengetahuan bagi kader posyandu terkait pembuatan mainan edukatif untuk stimulasi tumbuh kembang balita. Permainan edukatif sangat bermanfaat dalam proses perkembangan anak.
Co-Authors A A I Ayesa Febrinia Adyasputri A. A. Ayu Asri Prima Dewi A.A. Raka Budayasa A.A.Ayu Asri Prima Dewi Adhitya, I Putu Gde Surya Anak Agung Ayu Asri Prima Dewi Anak Agung Ayu Istri Prima Dewi Anak Agung Istri Aryastuti Anak Agung Sri Agung Aryastuti Analysa, Analysa Anny Eka Pratiwi Apsari, Putu Indah Budi Asri Prima Dewi AA Ayu Asri Prima Dewi, Anak Agung Ayu Astini, Dewa Ayu Agung Alit Suka Audria, Intan Safira Bayuningrat I Gusti Ngurah Made Budhitresna, A.A.G. Cahyawati, Putu Nita Citra Udiyani, Desak Putu Dewa Ayu Agung Alit Suka Astini Dewi, A.A. Ayu Asri Prima Dewi, A.A.Ayu Asri Prima Dewi, Anak Agung Ayu Asri Prima Dwiputra, Made Wahyu Dharma Eka Kartika Sari, Ni Luh Putu Ekayani, Ni Wayan Diana Ekayanti, Ni Wayan Sri Erly Sintya Evayanti, Luh Gede Fransiscus Fiano Anthony Kerans Gusti Ayu Made Landhevi Paramasanthi Hegard Sukmawati, Ni Made I Gede Ananta Widjaksana I Gede Ananta Widjaksana I Gusti Ayu Avinya Chintya Devi I Made Adi Putra Wiguna I Made Adi Putra Wiguna I Putu Gede Eka Ariawan Suyasa I Putu Satyawan Rama Natha I Wayan Sudiarta Ida Kurniawati Ida Kurniawati Ida Kurniawati, Ida K Tangking Widarsa Kadek Ananda Pratama Putra Kadek Ananda Pratama Putra Komang Aditya Yudistira Komang Trisna Sumadewi Komang Triyani Kartinawati Lestari, Putu Oki Luh Gde Evayanti Luh Gede Evayanti Luh Gede Evayanti Luh Gede Evayanti Luh Gede Pradnyawati Made Dharmesti Wijaya Ni Kadek Elmy Saniathi Ni Kadek Nadia Ayu Agustini Ni Luh Putu Eka Kartika Sari Ni Luh Putu Putri Ni Nyoman Sunariasih Ni Putu Indah Kusumadewi Riandra Ni Wayan Aurelia Niriswari Darmawan Ni Wayan Aurelia Niriswari Darmawan Ni Wayan Rusni Ni Wayan Widhidewi Nita Cahyawati, Putu Peranawa, I Wayan Yoga Diva Pradnyawati, Luh Gede Pratiwi, Cokorda Agung Prima Dewi, A.A.A Asri Putra Parwati, Tjok Istri Putu Asih Primatanti Ratna Juwita, Dewa Ayu Putu Rima Kusuma Ningrum Saktivi Harkitasari, Saktivi Sri Ratna Dewi Sri Ratna Dewi, Sri Ratna Sueta, Made Agus Dwianthara Suka Astini, Dewa Ayu Agung Alit Sumadewi, Komang Trisna Wangsa, Putu Gde Hari Wijaya, Putu Austin Widyasari Wiranatha, I Gede