Pergaulan negatif di kalangan remaja sekolah menengah atas merupakan permasalahan sosial yang memerlukan intervensi preventif dan terstruktur. Siswa SMA Negeri 2 Tarakan menghadapi keterbatasan program preventif yang menyentuh aspek sosial-emosional, sementara layanan bimbingan dan konseling belum mampu menjangkau seluruh siswa secara merata. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa terhadap risiko pergaulan negatif sekaligus melatih kemampuan mereka dalam menyelesaikan masalah sosial secara kreatif dan konstruktif. Pendekatan yang digunakan adalah workshop partisipatif berbasis psikoedukatif yang menerapkan kerangka Creative Problem Solving, mencakup pemaparan materi, simulasi kasus dalam kelompok kecil, serta refleksi. Kegiatan dilaksanakan pada 11 Mei 2026 dan melibatkan 30 siswa dari kalangan pengurus OSIS dan perwakilan kelas. Hasil pengukuran menunjukkan peningkatan rerata skor dari 58,6 menjadi 75,8, melampaui ambang keberhasilan yang ditetapkan sebesar 20%. Selain itu, 90 hingga 97 persen peserta menyatakan bahwa kegiatan tersebut bermanfaat dan relevan. Kolaborasi sebelas dosen lintas program studi dari Universitas Borneo Tarakan memperkuat kualitas pendampingan dan menjadikan model ini berpotensi direplikasi di sekolah lain.
Copyrights © 2026