Di era pendidikan abad ke-21, kreativitas menjadi keterampilan krusial yang harus ditanamkan sejak dini melalui pendidikan musik. Namun, pembelajaran musik di sekolah dasar saat ini masih sering bersifat pasif dan terlalu berfokus pada teori. Artikel ini bertujuan untuk mengidentifikasi berbagai metode pembelajaran musik kreatif, seperti Orff, Dalcroze, dan Kodály, serta menganalisis dampaknya terhadap dimensi kreativitas dan inovasi siswa di sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kajian pustaka (literature review) terhadap artikel jurnal yang diterbitkan dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir (2016–2026). Hasil kajian menunjukkan bahwa masing-masing metode memiliki kontribusi spesifik terhadap dimensi kreativitas, metode Orff berpengaruh signifikan pada aspek originality dan flexibility melalui pendekatan berbasis permainan, metode Dalcroze memperkuat flexibility dan originality melalui keterlibatan fisik (Eurhythmics), sementara metode Kodály mendukung fluency dan elaboration melalui teknik hand signs dan solmisasi. Efektivitas implementasi metode-metode ini sangat bergantung pada kompetensi musikal guru dan ketersediaan waktu, meskipun keterbatasan alat musik dapat diatasi dengan fleksibilitas instrumen sederhana. Secara keseluruhan, integrasi ketiga metode ini sangat selaras dengan karakteristik perkembangan operasional konkret siswa SD dan mampu mentransformasi pembelajaran musik menjadi ruang eksplorasi yang efektif untuk mengasah daya cipta siswa.
Copyrights © 2026