Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Analisis Perkembangan Fisik dan Psikologi pada Anak Menengah Dania Widia Cahyani; Maryam Khaerani; Nur Destry Fauziah; Semilir Inas Khairani; Widya Florensia Tarigan; Wina Mustikaati
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.6268

Abstract

Masa remaja adalah masa krusial yang ditandai dengan adanya perubahan pada aspek fisik, dan psikologi yang berpengaruh pada kesiapan individu dalam menuju fase dewasa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan fisik dan psikologis pada anak usia menengah (remaja). Metode penelitian yang digunakan adalah wawancara terstruktur untuk memperoleh data mengenai subjek penelitian kepada seorang siswa kelas VII. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek mengalami perubahan fisik pubertas yang wajar dan dari aspek spiritual, subjek berhasil menginternalisasi nilai agama dari motivasi eksternal menjadi kebutuhan batiniah meskipun terkadang masih terhambat oleh kesibukan. Perkembangan fisik dan psikologis subjek berada dalam keadaan dan positif, yang didukung dengan kemampuan adaptasi diri dan faktor pendukung spiritual yang semakin baik sebagai bentuk dalam menghadapi dinamika pada masa remaja.
Effect of the Pancaniti Learning Model Assisted by Flashcard Media and a Simple Biogas Project on the Science Literacy of Elementary School Students Leni Nurhafidah; Afridha Laily Alindra; Dania Widia Cahyani; Yuhaniz Aqila; Nurlaila Ramadhan; Mochamad Ilham Abdillah; Caroline Glorya Manurung
BIOCHEPHY: Journal of Science Education Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : MO.RI Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52562/biochephy.v6i1.1900

Abstract

Science literacy among Indonesian elementary school students remains below international benchmarks, while locally grounded instructional approaches that integrate sustainability education are still limited. This study investigated the effect of the Pancaniti learning model, a five-stage pedagogical framework based on Sundanese values, combined with flashcard media and a simple biogas project, on fifth-grade students’ science literacy. A one-group pre-test–post-test quasi-experimental design was conducted with 32 Grade 5 students at SDN Purwamekar selected through purposive sampling. Science literacy was measured using three PISA-aligned indicators: identifying scientific problems, explaining scientific phenomena, and using scientific evidence. Data analysis employed the Wilcoxon Signed-Rank Test due to non-normal post-test data. Results showed a significant improvement in science literacy, with mean scores increasing from 6.44 to 8.44 (Z = ?4.112, p < .001) and a large effect size (r = 0.727). The overall N-Gain was 0.58 (moderate), with the highest gain in using scientific evidence (0.72; high). These findings indicate that the Pancaniti model effectively enhances elementary students’ science literacy.
Analysis of Conceptual Understanding of Acids and Bases: A Literature Review Deliana Dwi Hafsari; Dania Widia Cahyani; Semilir Inas Khairani; Afridha Laily Alindra
BIOCHEPHY: Journal of Science Education Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : MO.RI Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52562/biochephy.v6i1.1960

Abstract

Through an analytical synthesis comparing similarities and differences across various studies, this literature review identifies research trends dominated by qualitative approaches among Grade XI students with a focus on acids and bases, as well as multilevel diagnostic instruments for student misconceptions in chemistry. The review highlights research gaps in the integration of multilevel chemical representations, acknowledges the limitations of prior studies that remain largely descriptive without comprehensive conceptual mapping, and proposes future research directions in the form of evidence-based pedagogical interventions to address student misconceptions about acids and bases. This situation is further compounded by the dominance of rote-learning methods that neglect deeper understanding at the submicroscopic level. Therefore, the instructional approach recommended is the integration of guided inquiry, which is capable of bridging students' understanding from the macroscopic to the submicroscopic perspective through technology-based simulations and laboratory experiments.
Analisis Ketertarikan Pengunjung Terhadap Produk Kerajinan Tangan Tema Laut Ani Saadah; Primanita Sholihah Rosmana; Anggi Harnum Lestari Nasution; Dania Widia Cahyani; Ghefira Alya Mukhbita; Haykal Gunanda Ahmad
Jurnal Relevansi : Ekonomi, Manajemen dan Bisnis Vol 9 No 2 (2025): Jurnal Relevansi : Ekonomi, Manajemen dan Bisnis
Publisher : LPPM STIE KRAKATAU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61401/relevansi.v9i2.341

Abstract

Kerajinan tangan bertemakan laut merupakan bagian dari industri kreatif yang memiliki nilai estetika, budaya, dan ekonomi, serta berpotensi mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif dan penciptaan pekerjaan layak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat ketertarikan pengunjung dan faktor-faktor yang memengaruhi minat beli terhadap produk kerajinan tangan bertemakan laut. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data dikumpulkan melalui kuesioner berisi 17 pernyataan yang diberikan kepada 30 responden menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan perhitungan nilai rata-rata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berusia 19–24 tahun, didominasi oleh mahasiswa dan konsumen perempuan. Produk yang paling diminati adalah gelang dan Ocean Strap Phone karena dinilai praktis dan mudah digunakan. Ocean Strap Phone memperoleh nilai tertinggi pada aspek visual, kualitas, desain, dan kesesuaian harga, sehingga menunjukkan minat beli tertinggi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kerajinan tangan bertemakan laut memiliki potensi pasar yang baik di kalangan generasi muda.
Analisis Penerapan Metode Pembelajaran Musik terhadap Perkembangan Kreativitas Siswa Sekolah Dasar Sabrina Putri Setiawan; Dania Widia Cahyani; Deliana Dwi Hafsari; Ghefira Alya Mukhbita; Semilir Inas Khairani; Teten Ginanjar Rahayu
Tambuleng Vol 7 No 1 (2026): Tambuleng: Jurnal Pendidikan Seni Drama, Tari, dan Musik
Publisher : FKIP, Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/jt.v7i1.25673

Abstract

Di era pendidikan abad ke-21, kreativitas menjadi keterampilan krusial yang harus ditanamkan sejak dini melalui pendidikan musik. Namun, pembelajaran musik di sekolah dasar saat ini masih sering bersifat pasif dan terlalu berfokus pada teori. Artikel ini bertujuan untuk mengidentifikasi berbagai metode pembelajaran musik kreatif, seperti Orff, Dalcroze, dan Kodály, serta menganalisis dampaknya terhadap dimensi kreativitas dan inovasi siswa di sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kajian pustaka (literature review) terhadap artikel jurnal yang diterbitkan dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir (2016–2026). Hasil kajian menunjukkan bahwa masing-masing metode memiliki kontribusi spesifik terhadap dimensi kreativitas, metode Orff berpengaruh signifikan pada aspek originality dan flexibility melalui pendekatan berbasis permainan, metode Dalcroze memperkuat flexibility dan originality melalui keterlibatan fisik (Eurhythmics), sementara metode Kodály mendukung fluency dan elaboration melalui teknik hand signs dan solmisasi. Efektivitas implementasi metode-metode ini sangat bergantung pada kompetensi musikal guru dan ketersediaan waktu, meskipun keterbatasan alat musik dapat diatasi dengan fleksibilitas instrumen sederhana. Secara keseluruhan, integrasi ketiga metode ini sangat selaras dengan karakteristik perkembangan operasional konkret siswa SD dan mampu mentransformasi pembelajaran musik menjadi ruang eksplorasi yang efektif untuk mengasah daya cipta siswa.
The Baing Yusuf Grand Mosque: A Symbol of Culture and Muslim Identity in Purwakarta Alya Awwaliyatin Kuswandi; Amelia Fildza Ramadhani; Dania Widia Cahyani; Femy Geria Rohimah; Luthfia Chairun Nisa Putri Syahbana; Hisny Fajrussalam
Tarikhuna: Journal of History and History Education Vol 7, No 1 (2025): May 2025
Publisher : UIN Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/thje.v7i1.11156

Abstract

The Baing Yusuf Grand Mosque plays a significant role in the history of Islamic dissemination and the formation of the local community's Islamic identity. This article discusses how Islam in Indonesia developed by adopting local culture without losing its fundamental teachings, aligning with Gus Dur's concept of Islam's Indigenization (Pribumisasi Islam). The mosque's architecture reflects a blend of Islamic culture and local traditions, featuring distinctive elements such as domes, calligraphy, and multi-tiered roofs characteristic of Javanese and Sundanese architecture. Beyond its function as a place of worship, the mosque has also served as a center for education, social activities, and dakwah (Islamic propagation) since its establishment by Syeikh Baing Yusuf in the 19th century. This research employed a literature review method to explore the historical, architectural, and social aspects of the mosque. The findings indicate that the Baing Yusuf Grand Mosque is not merely a religious symbol but also a continuously evolving hub of Islamic activity. It plays a vital role in building a strong Muslim community and has become a destination for religious tourism. Based on the findings from this literature review, it can be concluded that the Baing Yusuf Grand Mosque holds significant importance as a cultural and identity symbol for Muslims in Purwakarta.