Abstract Digital transformation has changed the way migrant workers access information, communicate, store documents, conduct transactions, and adapt to workplace demands. Intensive smartphone use, however, does not automatically translate into productive, critical, and safe digital practices. This international community service program aimed to strengthen the digital technical skills and digital literacy of Indonesian Migrant Workers in Kuala Lumpur, Malaysia. The program was conducted on 13–18 April 2026 by the Master of Law Postgraduate Program of Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin, involving lecturers, practitioners, and several Indonesian workers in Malaysia. A participatory approach was employed through needs identification, short lectures, demonstrations, hands-on practice, case discussions, and participant reflection. The learning materials covered digital document management, workplace communication, information searching and verification, account security, personal data protection, online scam awareness, and the use of digital services to support work and daily life. Evaluation was descriptive, based on participation, completion of practical tasks, question-and-answer sessions, and reflective feedback, without inventing unavailable pre-test or post-test scores. The activity indicated that participants were able to recognize safer digital practices, organize work-related documents more systematically, verify information sources more carefully, and apply basic measures for protecting accounts and personal data. The program suggests that digital literacy for migrant workers should be understood not merely as the ability to operate devices, but as a combination of work competence, self-protection, and continuous capacity development. Keywords: Indonesian migrant workers; digital technical skills; digital literacy; digital safety; Malaysia Abstrak Transformasi digital telah mengubah cara pekerja migran mengakses informasi, berkomunikasi, menyimpan dokumen, melakukan transaksi, dan menyesuaikan diri dengan tuntutan kerja. Namun, penggunaan telepon pintar yang intensif tidak selalu diikuti kemampuan memanfaatkan teknologi secara produktif, kritis, dan aman. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) internasional ini bertujuan memperkuat keterampilan teknis digital dan literasi digital Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Kuala Lumpur, Malaysia. Kegiatan dilaksanakan pada 13–18 April 2026 oleh Program Pascasarjana Magister Hukum Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin dengan melibatkan tim dosen dan praktisi serta beberapa PMI yang bekerja di Malaysia. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui identifikasi kebutuhan, penyampaian materi, demonstrasi, praktik langsung, diskusi kasus, dan refleksi. Materi difokuskan pada pengelolaan dokumen digital, komunikasi kerja berbasis digital, pencarian dan verifikasi informasi, keamanan akun, perlindungan data pribadi, kewaspadaan terhadap penipuan daring, serta pemanfaatan layanan digital untuk kebutuhan kerja dan kehidupan sehari-hari. Evaluasi dilakukan secara deskriptif melalui observasi partisipasi, penyelesaian tugas praktik, tanya jawab, dan refleksi peserta tanpa menggunakan klaim angka pre-test atau post-test yang tidak tersedia. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mampu mengidentifikasi praktik digital yang lebih aman, menata dokumen kerja secara lebih sistematis, memahami pentingnya verifikasi sumber informasi, serta menerapkan langkah dasar perlindungan akun dan data. Program ini menegaskan bahwa literasi digital bagi PMI perlu ditempatkan sebagai keterampilan kerja, keterampilan perlindungan diri, dan sarana peningkatan kapasitas yang berkelanjutan.
Copyrights © 2026