Khairullah Khairullah
Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

KARAKTERISTIK KONSELOR ISLAMI (KAJIAN EMPIRIS NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER SYEKH MUHAMMAD ARSYAD AL-BANJARI) Khairullah Khairullah; Akhmad Rizkhi Ridhani; Aminah Aminah
JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING AR-RAHMAN Vol 4, No 2 (2018): December
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (449.312 KB) | DOI: 10.31602/jbkr.v4i2.1502

Abstract

Konselor sebagai tenaga profesional tentunya harus mampu memberikan pelayanan secara optimal, sistematis, objektif, logis, serta berkelanjutan kepada setiap individu agar individu tersebut dapat berkembang optimal sesuai dengan perkembangannya masing-masing. Indonesia merupakan mayoritas pendudukannya Islam tentunya merupakan tatantangan tersendiri bagi seorang konselor dalam memberikan layanan. Maka oleh sebab itu perlu dikaji bagaimana karakteristik konselor islami. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji nilai-nilai pendidikan karakter Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari sebagai dasar untuk mengetahui bagaimana bentuk karakteristik konselor islami. Metodologi yang digunakan ialah kualitatif dengan desain etnografi realis, yang dimana data diperoleh melalui orang ketiga, kemudian dari pada itu melaporkan secara objektif tentang informasi yang dipelajari dari partisipan di lapangan. Intrumen utama dalam penelitian ini ialah wawanacara. Hasil dari penelitian ini ialah terdapatnya nilai-nilai pendidikan karakter Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari dari kisah-kisah beliau semasa hidup. Selain dari pada itu tersusunya karakteristik konselor islami berdasarkan kajian empris dari nilai pendidikan karakter Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari.__________________________________________________________ Counselors as professionals must certainly be able to provide services optimally, systematically, objectively, logically, and sustainably to each individual so that individuals can develop optimally in accordance with their respective developments. Indonesia is the majority of its occupation Islam is certainly a separate challenge for a counselor in providing services. Therefore, it is necessary to examine the characteristics of Islamic counselors. This study aims to examine the character education values of Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari as a basis for knowing how the characteristics of Islamic counselors are. The methodology used is qualitative with a realist ethnographic design, in which data is obtained through a third person, then from that it reports objectively on information learned from participants in the field. The main instrument in this study is wawanacara. The results of this study are the existence of the character education values of Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari from the stories of him during his lifetime. Apart from that the characteristics of Islamic counselors are based on empirical studies of the character education values of Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari
PENGENALAN ILMU KIMIA DI LINGKUNGAN PONDOK PESANTREN AL-IHSAN PUTERI BANJARMASIN Gusti Hadiatus Solehah; Novi Rahmawanti; Khairullah Khairullah
JURNAL PENGABDIAN AL-IKHLAS UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARY Vol 10, No 2 (2024): AL-IKHLAS JURNAL PENGABDIAN
Publisher : Universitas Islam kalimantan MAB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jpaiuniska.v10i2.14865

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan judul Pengenalan ilmu kimia di lingkungan Pondok Pesantren Al-Ihsan Puteri Banjarmasin merupakan langkah yang positif dalam upaya memperluas wawasan dan pengetahuan para santri. Dengan pendekatan yang tepat dan dukungan yang berkelanjutan, program ini memiliki potensi untuk menciptakan dampak positif yang signifikan tidak hanya bagi para santri secara individual, tetapi juga bagi masyarakat luas.  Pondok Pesantren Al-Ihsan Puteri Banjarmasin, sebagai lembaga pendidikan yang mulai mengkombinasikan ajaran agama dengan pengetahuan umum, telah memperkaya wawasannya dengan memberikan kesempatan kepada pelaksana kegiatan ini untuk memperkenalkan ilmu kimia kepada para santri sebagai salah satu materi penting. Keputusan ini tidak hanya bertujuan untuk memperluas wawasan para santri, tetapi juga untuk membuka peluang baru dalam pemahaman tentang alam sekitar dan bagaimana kimia berperan dalam kehidupan sehari-hari.  Kegiatan ini dilaksanakan dengan metode ceramah dan data diambil dengan menggunakan kuisioner. Hasil dari kegiatan ini adalah santri dapat memahami bahwa Ilmu kimia adalah cabang ilmu yang mempelajari sifat-sifat materi, struktur, komposisi, dan perubahan yang dialami oleh materi tersebut dan santri dapat memahami bahwa ilmu kimia  dapat membuka jendela luas terhadap berbagai fenomena di alam, seperti reaksi kimia, pembentukan senyawa, dan aplikasi teknologi kimia dalam kehidupan sehari-hari.
Penguatan Keterampilan Teknis Digital Dan Literasi Digital Bagi Pekerja Migran Indonesia Di Kuala Lumpur, Malaysia Nurul Listiyani; Muhammad Aini; Lutfi Yusup Rahmathoni; Junaidi Junaidi; Sandi Khairullah
Interdisciplinary Explorations in Research Journal Vol. 4 No. 2 (2026)
Publisher : PT. Sharia Journal and Education Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ierj.v4i2.2036

Abstract

Abstract Digital transformation has changed the way migrant workers access information, communicate, store documents, conduct transactions, and adapt to workplace demands. Intensive smartphone use, however, does not automatically translate into productive, critical, and safe digital practices. This international community service program aimed to strengthen the digital technical skills and digital literacy of Indonesian Migrant Workers in Kuala Lumpur, Malaysia. The program was conducted on 13–18 April 2026 by the Master of Law Postgraduate Program of Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin, involving lecturers, practitioners, and several Indonesian workers in Malaysia. A participatory approach was employed through needs identification, short lectures, demonstrations, hands-on practice, case discussions, and participant reflection. The learning materials covered digital document management, workplace communication, information searching and verification, account security, personal data protection, online scam awareness, and the use of digital services to support work and daily life. Evaluation was descriptive, based on participation, completion of practical tasks, question-and-answer sessions, and reflective feedback, without inventing unavailable pre-test or post-test scores. The activity indicated that participants were able to recognize safer digital practices, organize work-related documents more systematically, verify information sources more carefully, and apply basic measures for protecting accounts and personal data. The program suggests that digital literacy for migrant workers should be understood not merely as the ability to operate devices, but as a combination of work competence, self-protection, and continuous capacity development. Keywords: Indonesian migrant workers; digital technical skills; digital literacy; digital safety; Malaysia Abstrak Transformasi digital telah mengubah cara pekerja migran mengakses informasi, berkomunikasi, menyimpan dokumen, melakukan transaksi, dan menyesuaikan diri dengan tuntutan kerja. Namun, penggunaan telepon pintar yang intensif tidak selalu diikuti kemampuan memanfaatkan teknologi secara produktif, kritis, dan aman. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) internasional ini bertujuan memperkuat keterampilan teknis digital dan literasi digital Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Kuala Lumpur, Malaysia. Kegiatan dilaksanakan pada 13–18 April 2026 oleh Program Pascasarjana Magister Hukum Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin dengan melibatkan tim dosen dan praktisi serta beberapa PMI yang bekerja di Malaysia. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui identifikasi kebutuhan, penyampaian materi, demonstrasi, praktik langsung, diskusi kasus, dan refleksi. Materi difokuskan pada pengelolaan dokumen digital, komunikasi kerja berbasis digital, pencarian dan verifikasi informasi, keamanan akun, perlindungan data pribadi, kewaspadaan terhadap penipuan daring, serta pemanfaatan layanan digital untuk kebutuhan kerja dan kehidupan sehari-hari. Evaluasi dilakukan secara deskriptif melalui observasi partisipasi, penyelesaian tugas praktik, tanya jawab, dan refleksi peserta tanpa menggunakan klaim angka pre-test atau post-test yang tidak tersedia. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mampu mengidentifikasi praktik digital yang lebih aman, menata dokumen kerja secara lebih sistematis, memahami pentingnya verifikasi sumber informasi, serta menerapkan langkah dasar perlindungan akun dan data. Program ini menegaskan bahwa literasi digital bagi PMI perlu ditempatkan sebagai keterampilan kerja, keterampilan perlindungan diri, dan sarana peningkatan kapasitas yang berkelanjutan.