Perkembangan media sosial di era digital telah meningkatkan risiko penyebaran hoaks, terutama di kalangan generasi milenial yang memiliki intensitas penggunaan media digital yang juga cukup tinggi. Rendahnya kemampuan literasi media digital termasuk faktor yang menyebabkan individu rentan terhadap hoaks. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh literasi media digital terhadap pencegahan penyebaran hoaks pada mahasiswa generasi milenial Universitas Terbuka Palembang. Peneliti menggunakan metode kuantitatif dan metodologi survei untuk mengumpulkan data dari 371 partisipan memanfaatkan probability sampling. Digunakan regresi linier dasar dan statistik deskriptif untuk memahami data yang di peroleh dari survei skala Likert. Berdasarkan temuan itu, tingkat literasi media digital siswa baik; sebagian besar memiliki keterampilan fungsional, tetapi masih perlu meningkatkan kemampuan berpikir kritis mereka. Sementara itu, kemampuan pencegahan hoaks juga berada pada kategori cukup baik, meskipun belum konsisten dalam praktik verifikasi informasi. Hasil uji regresi menunjukkan bahwa literasi media digital signifikan memengaruhi pencegahan hoaks dengan kontribusi senilai 79,4%. Studi ini memperkuat gagasan bahwa tingkat literasi media digital memengaruhi cara mereka mengevaluasi secara kritis konten yang dibagikan di media sosial. Oleh karena itu, penguatan literasi media digital, khususnya pada aspek analisis dan evaluasi perlu dilakukan secara sistematis melalui pendidikan dan program literasi digital. Selain itu, penelitian selanjutnya disarankan untuk mengkaji faktor lain di luar literasi media digital, seperti aspek psikologis, sosial, dan budaya digital untuk memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif terkait perilaku pencegahan hoaks di masyarakat.
Copyrights © 2026