Filter By Year

1945 2024


Found 1,304 documents
Search KEAMANAN INFORMASI

Analisis Tingkat Kematangan Keamanan Informasi Menggunakan NIST Cybersecurity Framework dan CMMI Amanda, Delpia; Mutiah, Nurul; Rahmayudha, Syahru
Coding: Jurnal Komputer dan Aplikasi Vol 11, No 2 (2023): Edisi September 2023
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/coding.v11i2.65088

Abstract

Pemanfaatan teknologi informasi di lingkungan perguruan tinggi, khususnya Universitas Tanjungpura (Untan), telah membawa berbagai kemudahan, salah satunya adalah akses informasi yang efisien. Untan menggunakan Sistem Informasi Akademik (SIAKAD) untuk mengelola data akademik dari semua fakultas. Walaupun SIAKAD memberikan manfaat besar, penggunaan teknologi ini juga membawa risiko keamanan data yang perlu diperhatikan. Ketika data dan informasi semakin banyak disimpan dan dikelola, risiko kerusakan, kehilangan, atau tereksposnya data kepada pihak tak berwenang juga semakin meningkat. Oleh karena itu, penting untuk diketahui tingkat kematangan keamanan informasi pada SIAKAD Untan guna melindungi data dan informasi yang ada karena semakin tinggi tingkat kematangan, maka akan semakin baik proses pengelolaan teknologi informasi sehingga secara tidak langsung dapat berdampak pada keamanan teknologi informasi untuk mencapai tujuan organisasi. NIST cybersecurity framework merupakan framework manajemen risiko keamanan informasi yang digunakan untuk menganalisis proses manajemen risiko, Untuk penilaian tingkat kematangan SIAKAD Untan menggunakan CMMI yang merupakan model penilaian kematangan dan kemampuan organisasi perangkat lunak untuk mengukur tingkat kematangan SIAKAD Untan dalam penilaian proses manajemen risiko. Hasil penilaian menunjukkan bahwa kategori ID.AM dan ID.RA telah mencapai level 2, sehingga maturity level function identify berada pada level  2. Dari level tersebut diberikan 92 rekomendasi perbaikan untuk mencapai level 3 yang diharapkan.
MANAJEMEN RISIKO KEAMANAN TEKNOLOGI INFORMASI MENGGUNAKAN METODE OCTAVE ALLEGRO DAN KONTROL ISO/IEC 27001:2013 (Studi Kasus: PLN UP2D Kalimantan Barat) Widiyasti, Dini; Rusi, Ibnur; Febriyanto, Ferdy
Coding: Jurnal Komputer dan Aplikasi Vol 11, No 2 (2023): Edisi September 2023
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/coding.v11i2.62011

Abstract

Penerapan dan penggunaan Teknologi Informasi sangat diperlukan dalam berbagai sektor untuk mendukung berjalannya proses bisnis dengan baik dan efisien.   Salah satu sektor yang menerapkan teknologi informasi dalam menunjang proses bisnis yaitu pada anak perusahaan PT.PLN Persero yaitu PLN UP2D Kalimantan Barat. PLN UP2D bertanggung jawab dalam pendistribuasian layanan listrik ke konsumen. Namun dalam penerapan teknologi pada setiap proses bisnis yang ada pada perusahaan sebelumnya pernah terjadinya kasus yang menyerang keamanan informasi perusahaan. Dengan ini dilakukannya manajemen risiko menggunakan metode Octave Allegro sebagai acuan dalam melakukan identifikasi dan penilaian risiko serta Kontrol ISO 27001:2013 sebagai acuan rekomendasi kontrol untuk dapat meminimalisir risiko yang mungkin dapat terjadi pada perusahaan. Hasil dari peneliitian ini ditemukan dampak yang paling penting adalah produktivitas dengan prioritas 5, keamanan dan Kesehatan dengan prioritas 4, keuangan dengan prioritas 3, reputasi dan kepercayaan pelanggan dengan prioritas 2 serta denda dan legal memiliki prioritas 1. Serta ditemukan 16 fokus area, sehingga didapat 3 risiko dengan probabilitas tinggi, 6 risiko dengan probabiltas sedang, dan 7 risiko dengan probabilitas rendah. Yang menjadi kemungkinan terjadinya risiko terkait aset teknologi informasi. Terdapat 42 rekomendasi untuk mitigasi yang mengacu pada kontrol ISO/IEC 27001:2013 dalam 25 kontrol keamanan serta 7 klausul yang dapat dilakukan, dan digunakan oleh PLN UP2D Kalimantan Barat.
Sosialisasi Keamanan Data Menggunakan Teknologi Informasi pada Kantor Camat Batang Serangan Tarigan, Ita Margaretta Br; Ginting, Raheliya Br; Sinuhaji, Nirwan; Kaban, Roberto; Ginting, Puspita Sari Br; Wahyu, Muhammad; Siregar, Desi Nuri Anggita
Jurnal IPMAS Vol. 4 No. 2 (2024): Agustus 2024
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/ipmas.4.2.2024.475

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berupa sosialisasi tentang pentingnya menjaga keamanan data menggunakan Teknologi Informasi. Pengabdian ini bertujuan untuk membantu para masyarakat di Kantor Camat Batang Serangan agar memproleh informasi tentang kemajuan Teknologi Informasi dan bagaimana cara menjaga keamanan data agar tidak mudah dicuri dan dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Subjek pada kegiatan pengabdian ini adalah masyarakat beserta perangkat yang ada di Kantor Camat Batang Serangan. Metode dalam pengabdian masyarakat ini berupa sosialisasi yang dilakukan dengan pemberian informasi manfaat dan peran Teknologi Informasi dalam menjaga keamanan data dan cara pencegahan dalam menghadapi pencurian data seiring perkembangan Teknologi Informasi dimasa sekarang ini. Hasil dari kegiatan kepada masyarakat terlihat bahwa masih banyak masyarakat saat ini yang belum peka terhadap bahaya dari penyalahgunaan data dan infromasi, sehingga dengan adanya sosialisasi ini diharapkan dapat membantu masyarakat mendapatkan bekal pemanfaatan Teknologi Informasi yang dapat digunakan sebagai langkah preventif awal dalam mengamankan data dan informasi mereka tentunya dapat mengurangi kecemasan dalam melakukan akses internet khususnya dalam upaya mencari dan melakukan eksplor terhadap pengetahuan yang lebih luas. Berdasarkan dengan survey yang telah dilakukan sebelum dan sesudah proses pengadian didapatkan peningkatan pemahaman terhadap keamanan data tersebut dimana sebelum dilakukan pengabdian pemahaman masyarakat sebesar 75% dan setelah dilakukan sosialisasi pengetahuan meningkatn sebesar 83%. Terjadi peningkatan sebesar 8% yang menandakan bahwasannya sosialisasi berhasil dilakukan.
Analisis Tingkat Kematangan Keamanan Informasi Menggunakan Indeks KAMI pada Tiyuh Pulung Kencana R, Khristina Henny; Hasibuan, M. Said
Journal of Digital Literacy and Volunteering Vol. 2 No. 1 (2024): January
Publisher : Puslitbang Akademi Relawan TIK Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57119/litdig.v2i1.78

Abstract

Everyone must adapt quickly if they don't want to be left behind due to very rapid and significant technological developments. All institutions in Indonesia must also apply information technology to expedite and make their activities more effective and fulfill their duties and functions in implementing work programs. For this reason, the role of information security is very important to maintain the confidentiality, integrity and availability of information for the public and service interests. Based on the conditions described above, it is important to carry out a SID (Village Information System) assessment to determine the maturity and completeness of data security. Tiyuh Pulung Kencana Village in Tulang Bawang Tengah District, West Tulang Bawang Regency is the object of this research. This village or Tiyuh is one of the villages that has implemented SID effectively in the implementation of the Lampung Province Smart Village Program. The Information Security Index (KAMI) is used in Tiyuh Pulung Kencana, Tulang Bawang Tengah District, West Tulang Bawang Regency, to assess the completeness and maturity of the information security system. Document analysis and interviews with related parties are the qualitative methods used. The results of the KAMI index research show that Tiyuh Pulung Kencana relies heavily on electronic systems, but steps to protect information are still just starting (only in the initial stages). Therefore, Tiyuh Pulung Kencana must improve its information security practices by creating policies and procedures that comply with IT/IS standards and resource readiness.
Mengukur dan Mengelola Risiko Cybercrime dalam E-Commerce: Peran Strategis Cybersecurity untuk Keamanan Informasi dan Perlindungan Data Ramadian, Afzil; Fitriyani, Amanda; Sarah Novita, Neng Nanda
JURNAL ILMIAH EDUNOMIKA Vol. 8 No. 2 (2024): EDUNOMIKA
Publisher : ITB AAS Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/jie.v8i2.13796

Abstract

Identifying and analyzing various types of cybercrime faced by e-commerce companies, measuring the level of cybercrime risk faced by e-commerce companies, and assessing the role of cyber security are the objectives of this research. The method used is a mathematical library review. The results show that measuring risk management, especially cybercrime risk in e-commerce, can be done by assessing the level of risk available and implementing risk management strategies. Regarding the important thing regarding the role and importance of cyber security in e-commerce, namely, cyber security protects valuable e-commerce assets, such as customer data, financial information, and intellectual property, from unauthorized access, theft, or damage. The conclusion is that cybercrime risk measurement, cybersecurity, and risk management are important elements to protect e-commerce businesses from cybercrime. The limitations of this research are limited to explaining the description and elaboration of the research results of several selected journal articles. However, it does not provide further analysis regarding the relationships between the articles discussed. It is hoped that further research will sharpen understanding and solutions to the challenges of cybercrime in e-commerce.
Peran Sistem Kriptografi Sebagai Fondasi Keamanan Informasi Dan Privasi Data Pribadi M. Rizky Ramadhan; M. Fadillah Arief; M. Afriza Miftahul Huda; Indra Gunawan
Journal of Student Development Information System (JoSDIS) Vol 6, No 1: JoSDIS | Januari 2026
Publisher : Universitas Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/josdis.v6i1.8230

Abstract

The rapid development of digital technology has made the online exchange of personal data increasingly widespread, but on the other hand, it increases the risk of information leaks and misuse. Cases of personal data breaches in Indonesia demonstrate that weak security systems remain a potential avenue for cybercrime. One key solution to address this problem is the implementation of cryptographic systems. This study aims to analyze the role of cryptographic systems in maintaining the confidentiality, integrity, and authenticity of personal data as a foundation for information security in the digital era. The research method used is descriptive analysis, using a literature review approach of various scientific sources from 2021–2025. The results show that the application of cryptographic algorithms such as AES, RSA, and hybrid cryptography systems has proven effective in protecting data from unauthorized access and manipulation. Furthermore, the integration of cryptography with artificial intelligence and post-quantum cryptography technologies is a crucial innovation for strengthening information security systems in the future. This study concludes that cryptography is a fundamental element in personal data protection and is key to building a robust, efficient, and sustainable information security system amidst the increasing threat of global cybercrime.
Sistem Keamanan Kendaraan Bermotor Berbasis Komunikasi Dua Modul Wireless Transceiver dengan Pengiriman Informasi Lokasi Muhammad, Asep Abdullah; Alam, Syaiful; Setyawan, F.X. Arinto
Seminar Nasional Teknik Elektro Vol. 3 No. 1 (2023): SNTE II
Publisher : Forum Pendidikan Tinggi Teknik Elektro Indonesia Pusat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Begal kendaraan bermotor merupakan tindakan pencurian yang semakin marak terjadi. Tindak pembegalan selain merugikan secara materi, juga dapat mengancam nyawa pemilik kendaraan jika korban melakukan perlawanan. Korban jiwa akibat tindak kejahatan begal dapat diminimalisir dengan cara tidak melakukan perlawanan. Penelitian ini menawarkan suatu sistem untuk mencegah adanya korban jiwa ketika tindak kejahatan begal terjadi. Kendaraan bermotor korban diatur akan mati ketika kendaraan dibawa pergi jauh dari pemiliknya dan akan mengirimkan lokasi keberadaannya. Sistem ini menggunakan dua buah perangkat yaitu perangkat pemancar yang dibawa oleh pemilik kendaraan dan perangkat penerima yang ditempatkan di kendaraan. Perangkat pemancar terdiri dari mikrokontroler Arduino Nano dan modul NRF24L01 yang difungsikan sebagai pemancar. Perangkat penerima terdiri dari mikrokontroler Arduino Uno yang mengatur modul NRF24L01 sebagai penerima, relay sebagai pemutus pengapian kendaraan bermotor, modul GPS untuk menentukan lokasi, dan GSM shield untuk pengiriman data lokasi ke pemilik kendaraan. Ketika komunikasi modul transceiver NRF24L01 terputus, perangkat penerima pada kendaraan bermotor akan memutus pengapian kendaraan kemudian mengirimkan pesan singkat ke pemilik kendaraan dengan isi berupa koordinat lokasi kendaraan. Sistem dapat bekerja di kondisi lingkungan yang terdapat sedikit halangan maupun banyak halangan berupa gedung dan pepohonan. Jarak komunikasi modul transceiver lebih jauh dicapai di lingkungan sedikit halangan serta nilai error koordinat dari modul GPS juga lebih kecil, jika dibandingkan bila sistem dijalankan di lingkungan yang padat atau banyak halangan. Perangkat penerima pada kendaraan dapat terus aktif selama 10,22 jam dari awal ketika kendaraan menjadi mati dan mengirimkan koordinat lokasi lewat pesan singkat ke pemilik kendaraan menggunakan fasilitas SMS.
Analisis Keamanan Data pada Sistem Informasi Menggunakan Metode ISO/IEC 27001 Siregar, Muhammad Noor Hasan; Mardiah
Jurnal Ilmu Komputer dan Teknik Informatika Vol. 1 No. 2 (2025): Juli 2025
Publisher : CV. Raskha Media Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64803/juikti.v1i2.52

Abstract

Keamanan data merupakan salah satu aspek krusial dalam pengelolaan sistem informasi, terutama di era digital yang semakin rentan terhadap ancaman siber. Permasalahan utama yang dihadapi adalah lemahnya penerapan standar keamanan yang dapat menyebabkan kebocoran data, akses ilegal, hingga hilangnya integritas informasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat keamanan data pada sistem informasi dengan menggunakan kerangka kerja ISO/IEC 27001, yang dikenal sebagai standar internasional untuk sistem manajemen keamanan informasi (Information Security Management System/ISMS). Metode penelitian dilakukan melalui studi literatur, observasi, serta evaluasi kepatuhan sistem informasi terhadap kontrol keamanan yang terdapat dalam ISO/IEC 27001, khususnya terkait aspek kerahasiaan, integritas, dan ketersediaan data. Hasil analisis awal menunjukkan bahwa tingkat kepatuhan sistem terhadap standar masih berada pada kategori sedang, dengan persentase implementasi kontrol keamanan sekitar 65%. Beberapa area yang masih lemah mencakup pengelolaan akses pengguna, kebijakan backup data, serta pelatihan keamanan informasi bagi pengguna sistem. Sebagai solusi, penelitian ini merekomendasikan penerapan manajemen risiko secara lebih ketat, penguatan prosedur keamanan teknis, serta penyusunan kebijakan keamanan data yang berkesinambungan. Dengan penerapan standar ISO/IEC 27001 secara menyeluruh, diharapkan sistem informasi dapat meningkatkan ketahanan terhadap ancaman, meminimalisasi risiko kebocoran, dan memastikan keberlangsungan operasional organisasi.
Analisis Dan Implementasi Sistem Manajemen Keamanan Informasi Menggunakan ISO/IEC 27001 (Studi Kasus Pada PT.XYZ) Wibowo, Rizki Septiyanto; Tukiyat; Sajarwo Anggai; Winarni
Jurnal Ilmu Komputer Vol 2 No 2 (2024): Jurnal Ilmu Komputer (Edisi Desember 2024)
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

It has become a current necessity in every company regarding the implementation of information and communication technology governance in efforts to improve service quality. The implementation of information and communication technology governance is a critical factor in enhancing service quality across various companies. Therefore, the adoption of an Information Security Management System (ISMS) based on the ISO 27001:2013 standard becomes essential, in line with the conduct of regular audits to ensure its effectiveness. This research aims to develop and design an information security governance framework in accordance with ISO/IEC 27001 and to conduct audits on the system that has been implemented in PT. XYZ, to ensure its compliance with good and efficient standards. The methodology used is Plan-Do- Check-Act (PDCA), with data collection techniques through interviews and distribution of questionnaires for internal audits. The research findings indicate that the average ISO/IEC 27001 maturity level is at levels three and four. It is expected that this research can assist and provide recommendations related to security controlsused as guidelines and procedures for the implementation of information security, as well as ensuring the overall operation runs in accordance with ISO 27001 standards.
Tinjauan Keamanan Informasi Terhadap Sistem Integrasi EKTP pada Kota Cerdas Rafiqa Dewi
Jurnal Manajemen, Pendidikan Dan Ilmu Komputer Vol. 1 No. 2 (2024): Volume 1 No 2 Juli 2024
Publisher : Yayasan Darus Soleh Parung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65309/0byabc69

Abstract

Dalam mendukung terwujudnya E-Government cerdas dimana warga sudah menggunakan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (EKTP), pemerintah mulai mengintegrasikan EKTP dengan beberapa pusat layanan. Sehingga sistem akan dapat mengetahui riwayat perjalanan dan layanan yang digunakan oleh warga. Hal ini tentu saja akan bertentangan dengan hak privasi penghuninya. Sedangkan proses integrasi EKTP dengan sejumlah pusat layanan tentunya memiliki celah yang dapat dimanfaatkan oleh pihak yang tidak berkepentingan sehingga dapat disalahgunakan. Artikel ini akan mengulas bagaimana keamanan informasi pada sistem integrasi EKTP, artikel ini meninjau mekanisme apa saja yang dilakukan untuk mencegah aktivitas ilegal terhadap informasi yang dihasilkan.

Page 108 of 131 | Total Record : 1304