Filter By Year

1945 2024


Found 190 documents
Search Pemerolehan Bahasa pada Anak Usia 3 Tahun

PEMEROLEHAN BAHASA ANAK USIA 4 TAHUN 6 BULAN (STUDI KAJIAN MEAN LENGTH OF UTTERANCE) PADA ASPEK SINTAKSIS Annisa Pratiwi; Siti Hasanah Nasution; Ika Febriana
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) Vol. 6 No. 1 (2023): Volume 6 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v6i1.13966

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemerolehan bahasa seorang anak yang berusia 4 tahun 6 bulan menggunakan perhitungan MLU (Mean Length Of Utterance). Subjek penelitian ini adalah seorang anak bernama Zabian Athala Maruhawa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data dengan observasi dan teknik rekam catat. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan diperoleh hasil bahwa Zabian Athala Maruhawa berada pada tingkat VI MLU yaitu dengan usia lebih dari 47 bulan dan angka MLU sebanyak lebih dari 45 yang artinya sudah cukup baik dalam kemampuan memperoleh bahasa. Adapun kelas kata yang diperoleh meliputi verba, nomina, adjektiva, numeralia, pronomina, preposisi dan konjungsi. Serta pola kalimat yang dihasilkan terdapat (S+P), (S+P+O), (S+P+O+K) dan (K+S+P).
PEMEROLEHAN BAHASA ANAK USIA 4 TAHUN 6 BULAN (STUDI KAJIAN MEAN LENGTH OF UTTERANCE) PADA ASPEK SINTAKSIS Annisa Pratiwi; Siti Hasanah Nasution; Ika Febriana
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) Vol. 6 No. 2 (2023): Volume 6 No. 2 Tahun 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v6i2.18495

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemerolehan bahasa seorang anak yang berusia 4 tahun 6 bulan menggunakan perhitungan MLU (Mean Length Of Utterance). Subjek penelitian ini adalah seorang anak bernama Zabian Athala Maruhawa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data dengan observasi dan teknik rekam catat. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan diperoleh hasil bahwa Zabian Athala Maruhawa berada pada tingkat VI MLU yaitu dengan usia lebih dari 47 bulan dan angka MLU sebanyak lebih dari 45 yang artinya sudah cukup baik dalam kemampuan memperoleh bahasa. Adapun kelas kata yang diperoleh meliputi verba, nomina, adjektiva, numeralia, pronomina, preposisi dan konjungsi. Serta pola kalimat yang dihasilkan terdapat (S+P), (S+P+O), (S+P+O+K) dan (K+S+P).
PEMEROLEHAN FONOLOGI BAHASA PERTAMA PADA ANAK USIA 2 TAHUN 3 BULAN STUDI KASUS “MUHAMAD SAEPUDIN” Nurul Karimah; Nurazizah Nurazizah; Mawar Mauliza
MEDAN MAKNA: Jurnal Ilmu Kebahasaan dan Kesastraan Vol 21, No 1 (2023): Medan Makna Juni
Publisher : Balai Bahasa Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/mm.v21i1.5417

Abstract

Every child has their own level of acquiring their first language, these levels range from slow to fast.  The purpose of this study was to describe the acquisition of first language phonology in children aged 2 years and 3 months.  This study used a qualitative descriptive approach with the observation method.  The data collection technique in this study is the technique of observing, involving, taking notes with a data source named Muhamad Saepudin.  The data taken is the phonological acquisition of the first language in the data source.  The results of the study stated that the acquisition of vowel phonemes namely /a/, /i/, /u/, /e/, /ə/, and /o/ in Muhamad Saepudin can be said to be consistently mastered while the acquisition of mastered consonant phonemes includes /  b/, /g/, /h/, /m/, /n/, /p/, /t/, /w/, and /y/, so that data sources are stated to have not been consistently mastered.  Therefore, the data source is classified as being able to pronounce vocabulary in everyday life but there are still some utterances that are not yet perfect to pronounce.
ANALISIS KAJIAN FONOLOGI PADA ANAK USIA 0-1 TAHUN DALAM PEMEROLEHAN BAHASA Ismiati, Mia
Pena Literasi Vol 6, No 2 (2023): Pena Literasi
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/pl.6.2.228-236

Abstract

Bayi dalam beberapa bulan akan mengalami perkembangan berbicara mulai dari menangis, berteriak, pengucapan satu kata hingga satu kalimat bahkan satu paragraf. Jika melihat realita saat ini menunjukan kemampuan anak dalam memperoleh bahasa masih lemah. Untuk itulah, peneliti bertujuan untuk mengetahui pemahaman yang mendalam terkait dengan panggilan pertama dari anak untuk orang tuanya dalam kajian fonologi dan psikologi. Dalam tahapan perkembangan bicaranya, kira-kira panggilan apakah yang lebih dulu terucap dari bibir kecilnya itu? Apakah ayah atau ibu yang menjadi kata pertamanya? Apakah benar bahwa anak lebih dulu bisa memanggil “Ayah” dibanding “Ibu”? dan apakah hal itu terjadi begitu saja, atau adakah faktor yang mempengaruhi di balik pengalaman pertama si kecil dalam memanggil orang tuanya. Juga apakah orang tua berperan dalam menentukan perbedaan kemampuan anak untuk memanggil orang tuanya. Walaupun seiring berjalannya waktu, nantinya anak juga bisa memanggil orang tuanya dengan panggilan lengkap. Orang tua seharusnya memahami tahap-tahap berkembangan bahasa anak sepenuhnya dan mengetahui perannya dalam memberi stimulus perkembangan bahasa anak.
Perkembangan Pemerolehan Bahasa Aspek Sintaksis Pada Anak Usia 4 Tahun Lestari, Nanda; Salsabila, Natasya; Noviyanti, Silvina
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 5 (2023): Innovative: Journal of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemerolehan sintaksis pada anak selalu melalui hal kecil terlebih dahulu dan berlanjut ke hal yang lebih besar, artinya anak akan menguasai kata, frase, dan kemudian beranjak pada kalimat. Tujuan penelitian ini adalah ingin mengetahu perkembangan pemerolehan bahasa anak di aspek sintaksis pada usia 4 tahun. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif bersifat deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati. Dalam pengumpulan data diperoleh data lisan bersumber dari ujaran anak yang direkam dengan tape recorder dan dibuat sebuah catatan harian. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan tiga cara. Pertama, data lisan yang bersumber dari ujaran anak tersebut direkam dengan tape recorder dan dibuat sebuah catatan harian dari ujaran anak tersebut. Kedua, data yang telah diperoleh melalui rekaman dan catatan itu diklasifikasikan berdasarkan jenis-jenis kalimatnya. Ketiga, data-data tersebut dianalisis sesuai dengan tujuan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis-jenis kalimat yang diujarkan oleh anak usia 4 tahun ada tiga, yaitu: kalimat deklaratif, interogatif, dan imperatif.. Kalimat yang paling sering diujarkan anak tersebut adalah kalimat deklaratif, setelah itu baru kalimat interogatif dan imperatif. Jadi, dari hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa pemerolehan sintaksis anak usia 4 tahun sudah mendekati sempurna. Anak sudah bisa mengujarkan beberapa jenis kalimat, di antaranya kalimat deklaratif, interogatif, dan imperatif. Dilihat dari pola kalimatnya, anak juga sudah bisa menggunakan subjek, predikat, objek, pelengkap, dan keterangan serta dilihat dari bentuk ujarannya, anak sudah bisa mengujarkan kalimat yang pendek sampai kalimat yang panjang
Studi Kasus Pemerolehan Bahasa Pertama Pada Anak Usia Empat Tahun Humairoh, Mega Fariziah Nur; Agustina, Febrina Rizki
GENIUS: Indonesian Journal of Early Childhood Education Vol. 2 No. 1 (2021): GENIUS: Indonesian Journal of Early Childhood Education
Publisher : Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/gns.v2i1.40

Abstract

Abstract This case study focuses on the process of acquiring the language of a four year old Indonesian child. This study also analyzes several other factors and mechanisms that influence the acquisition of a first language. For nearly five months, data gained in this study by observing and recording subjects in producing sounds, words, and sentences during in the middle to the end of the 2019 year. We also see how the child interacts with various kinds of input sentences to see how he processes the language. In the end, we also observed him when he was interacting with other people to determine the level of constructing various kinds of language communication competencies. The analysis of the data was anchored on the confirmation or rejection of language acquisition theories, principles, and previous researches.  Based on the findings in this study, the child who was the subject of this study obtained Indonesian as the first natural way. Evidence obtained from observations states that the child uses the Language Acquisition Device (LAD) well, which is the main thing that helps him acquire the first language. Also, the environment plays a vital role in activating innate capacity in language acquisition. Observations and interviews were carried out with her parents to ensure that she acquired the language by imitating and learning through corrections and reinforcement assistance, analogies, and grammar input from the parents. The child also proved that their environment greatly influenced difficulties in language and communication. Natural processes and environmental influences also play an essential role in acquiring the first language in children. Parents and teachers should consider this process by creating good language learning and development at all levels of learning.   Abstrak Studi kasus ini terfokus pada proses pemerolehan Bahasa seorang anak Indonesia berusia empat tahun. Studi ini juga menganalisis beberapa faktor dan mekanisme lainnya yang mempengaruhi pemerolehan Bahasa pertamanya. Pengambilan data dilakukan selama hampir lima bulan sejak pertengahan sampai akhir tahun 2019 dengan cara mengamati dan merekam subjek dalam memproduksi suara, kata dan juga kalimat. Pengamatan juga dilakukan untuk melihat bagaimana anak tersebut berinteraksi dengan berbagai macam input kalimat yang ada untuk melihat bagaimana dia memproses bahasa tersebut, serta bagaimana ia berinteraksi dengan orang tua dan sekitarnya untuk dapat menentukan tingkat kemampuan mengkonstruk berbagai macam kompetensi komunikasi bahasanya. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara mengonfirmasi teori baik berupa mendukung ataupun menyanggah teori pemerolehan bahasa pertama, kemudian prinsip pemerolehan bahasa pertama serta penelitian terdahulu. Berdasarkan dari penemuan dalam studi ini, anak tersebut yang merupakan subjek dari penelitian ini memperoleh Bahasa Indonesia sebagai bahasa pertamanya dengan cara alamiah. Bukti yang didapat dari pengamatan menyatakan bahwa anak tersebut menggunakan Language Acquisitioning Device (LAD) dengan baik yang mana merupakan hal utama yang membantunya dalam memperoleh Bahasa pertama. Selain itu, dia dibantu oleh lingkungannya untuk mengaktifkan innate capacity dalam pemerolehan bahasa. Pengamatan dan wawancara dilakukan kepada orang tuanya untuk meyakinkan bahwa dia memperoleh bahasa tersebut juga melalui proses meniru dan belajar melalui bantuan koreksi dan penguatan, analogi dan juga masukan tata bahasa dari orang tuanya. Anak tersebut juga membuktikan bahwa kesulitan dalam berbahasa dan berkomunikasi sangan dipengaruhi oleh lingkungannya. Sudah sangat jelas bahwa proses alamiah dan pengaruh lingkungan berperan menting dalam pemerolehan bahasa pertama pada anak. Sehingga, proses tersebut harus benar-benar diperhatikan oleh orangtua an juga guru pada semua level pembelajaran untuk menciptakan pembelajaran dan pengembangan bahasa yang baik.
PERKEMBANGAN BAHASA PADA ANAK USIA 4-5 TAHUN (DITINJAU DARI PEMEROLEHAN SEMANTIK DAN FONETIK) DENGAN MENGGUNAKAN KEGIATAN BERCERITA JURNAL PAGI DAN CERITA SEHARI-HARI DI TK MUSLIMAT NU MASYITOH !9 “ANNISA” JENGGOT Afifah Afifah
Indonesian Journal of Elementary School Vol 1, No 1 (2021): IJES Vol.1 No.1, July 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/ijes.v1i1.9298

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan perkembangan aspek bahasa pada anak usia 4-5 tahun, di TK Muslimat NU Masyitoh 19 “ANNISA” Jenggot Kota Pekalongan Melalui kegiatan bercerita dengan jurnal pagi dan bercerita sehari-hari. Penelitian ini merupakan penelitian deskirptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Untuk tujuan penelitian ini adalah untuk mendiskripskan dan mengalanisa perkembangan bahasa melalui bercerita dengan jurnal pagi dan bercerita sehari-hari pada anak usia 4-5 tahun. hasil dari penelitian ini diperoleh kesimpulan bahwa strategi untuk meningkatkan perkembangan bahasa anak harus dilakukan secara berkesinambungan dan melalui pembiasaaan yang terus dilakukan. Selain dari pembiasaan perkembangan bahasa ini juga terkait dalam perkembangan kemampuan aspek perkembangan anak usia dini khususnya perkembangan bahasa. Dalam penelitain ini juga dibahas tentang aspek perkembangan bahasa semantik dan aspek perkembangan fonetik, dimana dari kegiatan jurnal pagi juga terlihat bahwa anak juga mampu kita ketahui perkembangan bahasa semantik dan perkembangan bahasa fonetiknya.Kata kunci: perkembangan bahasa, metode bercerita, fonetik dan semantik.
Pengaruh Lingkungan Keluarga terhadap Pemerolehan Bahasa Lisan pada Anak Usia 8-11 Tahun Dedi Mustofa, Rusli; Dian Sri Rejeki; Enjelika Hani Pamungkas; Muhardila Fauziah
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 3 (2024): Februari
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v1i3.890

Abstract

Penulisan artikel ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh pemerolehan bahasa lisan pada anak khususnya di usia 8-11 tahun. Penulisan artikel ini dilatarbelakangi dengan banyaknya anak usia 8-11 tahun yang mengalami gangguan bahasa atau dengan kata lain anak pada usia tersebut telah mengadopsi bahasa-bahasa yang belum seharusnya mereka gunakan dalam berkomunikasi dengan teman sebaya maupun dengan orang yang lebih tua. Jenis penelitian yang digunakan yaitu kualitatif dengan metode penelitian observasi atau studi lapangan serta menggunakan pendekatan naturalistik. Teknik analisis data yang digunakan berupa narrative analysis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa banyak anak di usia 8-11 tahun terdoktrin pemerolehan bahasa yang belum sepantasnya mereka gunakan di usia tersebut. Misalnya seperti penggunaan kata “anjir”. Kata “anjir” merupakan plesetan kata umpatan binatang yaitu “anjing”. Biasanya kata ini digunakan untuk mengekspresikan sesuatu, hal ini sudah menjadi hal yang seakan sudah membudaya pada khalayak umum. Padahal hal tersebut sangat tidak pantas dijadikan kebiasaan dalam bertutur kata. Implikasi dari penelitian ini adalah mengatasi permasalahan yang terjadi saat ini.
Kajian Psikolinguistik : Pemerolehan Bahasa Pada Anak Usia 3-4 Tahun Wahyudin Ahmadi; Ainun Syifa Azizah; Yenling Yenling
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 4 No. 2 (2024): Cerdika : Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v4i2.750

Abstract

Penelitian ini akan menganalisis pemerolehan bahasa pada anak usia 3 tahun yang meliputi tataran fonologi dan sintaksis. Pemerolehan bahasa pada manusia diawali dari anak-anak ketika belajar berbicara. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan pemerolehan bahasa anak pada tataran sitaksis melalui kajian Mean Length of Utterence (MLU). Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Sumber data dalam penelitian ini adalah seorang anak yang berinisial HANIN. Data artikel dikumpulkan melalui observasi dan wawancara. Hasil penelitian bahwa pada usia 3 tahun ini tampaknya ada huruf konsonan yang dikuasi dan ada juga huruf konsosan yang belum dikuasai HANIN. Terdapat dua faktor yang mempengaruhi pemerolehan bahasa fonologi anak usia 3 tahun yaitu faktor alat ucapnya dan faktor lingkungan atau keluarganya. Tidak dibiasakannya anak dalam melafalkan ujarannya dan orang tua mengikuti melafalkan huruf vokal konsonan yang salah ketika berbicara dengan anak. Masyarakat yang tidak membenarkan ujaran anak tersebut membuat HANIN terbiasa mengujarkan kata dengan huruf vokal atau konsonan yang salah, sehingga merasa bahwa yang diujarkannya adalah benar.
Analisis Fonologi Pemerolehan Bahasa Anak pada Usia 2,4 Tahun Rahmawati, Yeni; Romadani, Anggit Tiyas Fitra; Hidayat, Rahmat
JURNAL HARMONI NUSA BANGSA Vol 1, No 2 (2024): HARMONI NUSA BANGSA
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo Y

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47256/jhnb.v1i2.413

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui pemerolehan vokal pada anak usia 2 tahun 4 bulan, (2) untuk mengetahui pemerolehan konsonan pada anak usia 2 tahun 4 bulan, dan (3) untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi pemerolehan fonologi pada anak usia 2 tahun 4 bulan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Wawancara, observasi, catatan harian, dokumentasi, dan rekaman adalah semua metode yang digunakan untuk mengumpulkan data.  Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) pemerolehan bunyi vokal pada anak usia 2 tahun 4 bulan yang paling banyak adalah huruf [a] di tengah dengan jumlah 32, [i] di tengah dengan jumlah 14, [u] di tengah dengan jumlah 13, [e] di tengah dengan jumlah 11, [o] di tengah dengan jumlah 4. Selanjutnya, pengucapan vokal gabungan [au] berjumlah 2, [ai] berjumlah 1, dan [ua] berjumlah 1. Sementara itu, jumlah huruf konsonan bilabial yang diucapkan oleh Keenand yang paling banyak adalah [p] berjumlah 7 dan [m] berjumlah 7. Jumlah huruf konsonan alveolar yang paling banyak adalah [s] dengan jumlah 6. Jumlah huruf  konsonan palatal yang paling banyak adalah [c] berjumlah 4. Jumlah huruf konsonan velar yang paling banyak [k] berjumlah 2.

Page 13 of 19 | Total Record : 190