Filter By Year

1945 2024


Found 841 documents
Search RADIOLOGI

HUBUNGAN MUTU PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN PASIEN RAWAT JALAN DI INSTALASI RADIOLOGI SENTRAL RSUD ARIFIN ACHMAD PEKANBARU TAHUN 2015 Jihan Natassa
Jurnal Keperawatan Abdurrab Vol 3 No 2 (2020): Vol 3 No. 2 (Januari 2020)
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (495.478 KB) | DOI: 10.36341/jka.v3i2.1013

Abstract

Mutu pelayanan kesehatan di Rumah Sakit sangat dipengaruhi oleh kualitas sarana fisik, jenis tenaga yang tersedia, obat dan alat kesehatan, serta proses pemberian pelayanan. Survey awal penelitian dengan menggunakan kuisioner kepada 30 pasien, dari 30 responden persentase merasa tidak puas sebanyak 57,38% sedangkan yang puas hanya 42,62%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan mutu pelayanan terhadap kepuasan pasien rawat jalan di Instalasi Radiologi Sentral RSUD Arifin Achmad Pekanbaru Pekanbaru Tahun 2015. Jenis Penelitian ini adalah penelitian analitik kuantitatif dengan desain penelitian Cross Sectional Observasional. Waktu penelitian bulan Mei – Juni 2015. Populasi pada penelitian ini adalah pasien rawat jalan yang melakukan pemeriksaan Thorax Foto di Instalasi Radiologi Sentral RSUD Arifin Achmad Pekanbaru, dengan jumlah sampel sebanyak 100 orang yang diambil secara accidental sampling. Analisa yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariat, pengolahan data dilakukan dengan menggunakan komputerisasi. Dari hasil pengumpulan data diperoleh hasil penelitian menunjukkan bahwa Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara kehandalan dengan kepuasan pasien p value = 0,764. (p >alpha 0,05), terdapat hubungan yang bermakna antara ketanggapan dengan kepuasan pasienp value = 0,020 (p <alpha 0,05), jaminan dengan kepuasan pasien p value = 0,006 (p <alpha 0,05), perhatian dengan kepuasan pasien p value = 0,000 (p <alpha 0,05), bukti fisik dengan kepuasan pasien p value = 0,001 (p <alpha 0,05). Dapat disimpulkankan bahwa dari 5 variabel hanya 1 variabel yang tidak berhubungan antara mutu pelayanan di Instalasi Radiologi Sentral RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Oleh karena itu diharapkan kepada pihak rumah sakit agar dapat melakukan perbaikan, peningkatan dan pengembangan mutu pelayanan kehandalan, ketanggapan, perhatian, jaminan, dan bukti fisik di Instalasi Radiologi Sentral. DaftarPustaka : 23 (2005-2015) Kata Kunci : Mutu Pelayanan, Kepuasan, Pasien Rawat Jalan
ANALISIS PAPARAN RADIASI LINGKUNGAN RUANG RADIOLOGI DI RUMAH SAKIT DENGAN PROGRAM DELPHI Toto Trikasjono; Kamila Hanifasari; Budi Suhendro
Jurnal Teknologi Elektro Vol 6, No 3 (2015)
Publisher : Electrical Engineering, Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1641.919 KB) | DOI: 10.22441/jte.v6i3.803

Abstract

Telah dibuat dan diuji suatu program perhitungan Borland Delphi 7 untuk menganalisis paparan radiasi lingkungan dan penahan radiasi. Program ini dibuat berdasarkan kebutuhan rumah sakit untuk mengetahui paparan radiasi lingkungan yang ada pada sekitar ruang roentgen dengan menghitung laju paparan dan penahan radiasi struktural. Untuk itu, hasil perhitungan menggunakan program ini dapat disimpan ke database dan ditampilkan menggunakan report sebagai dokumen untuk rumah sakit ataupun pihak yang berkaitan. Program yang dibuat telah diuji menggunakan data penelitian yang ada pada Ruang Radiografi Rumah Sakit X1dan Ruang Radiografi Rumah Sakit X2. Hasil perhitungan paparan radiasi lingkungan diperoleh nilai yang jauh dibawah dari 1 mSv/tahun sebagai standar NBD yang ditetapkan. Hasil perhitungan penahan radiasi struktural juga dinyatakan tidak memerlukan material tambahan karena penahan radiasi yang sudah ada terpasang telah melebihi dari hasil perhitungan. Berdasarkan hasil perhitungan keseluruhan tersebut, program Delphi ini sudah sesuai dengan menghitung secara manual.Kata kunci : Paparan radiasi, Penahan radiasi, Delphi  
UJI KESESUAIAN STANDAR NILAI HVL FILTER ALUMINIUM PADA PESAWAT SINAR-X MAMMOGRAFI: STUDI KASUS DI RUANG INSTALASI RADIOLOGI RS. SILOAM MAKASSAR Mutmainna, Azri; Astuty, Sri Dewi; Dewang, Syamsir; Mulyadin, Mulyadin
BERKALA FISIKA Vol 23, No 1 (2020): Berkala Fisika
Publisher : BERKALA FISIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.688 KB)

Abstract

The quality control of X-ray radiation in a radiology device plays an important role in determining the clinical use feasibility. The HVL value test of a filter is very important because it determines the effective of X-ray energy. HVL values indicate the thickness of the absorbent material to absorb X-ray intensity up to half of its original intensity. This research is devoted to testing the feasibility of Mammography equipment in the radiology installation room of Siloam Makassar hospital by comparing two methods of determinations the HVL value in the variation of voltage 23, 25, 27, 29, 31 and 33 kVp. The HVL value that determined from direct methods without filters is used as a base value that to be compared with the HVL value which determined by indirect methods through calculations after the addition of aluminum filter thicks to gradually. HVL values by indirect measurements ranged from 0.268−0.401 mmAl, while by direct measurements between 0.291−0.338 mmAl with a deviation between 1.39−7.90%. The results obtained indicate that the HVL value for all X-ray tube voltage variations from the two methods in use still on ranges the tolerance standard so that it can be reported that the X-ray mammography at the Siloam hospital was declared feasible.
Hubungan Hasil Pemeriksaan Sputum Basil Tahan Asam dengan Gambaran Luas Lesi Radiologi Tuberkulosis Paru di Rumah Sakit Al Islam Bandung Nova Triandini; Dyana Eka Hadiati; Usep Abdullah Husin; Tjoekra Roekmantara; Sadeli Masria
Jurnal Integrasi Kesehatan dan Sains Vol 1, No 1 (2019): Jurnal Integrasi Kesehatan dan Sains
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jiks.v1i1.4329

Abstract

Tuberkulosis (TB) sampai saat ini masih merupakan masalah kesehatan masyarakat di dunia, walaupun upaya pengendalian strategi directly observed treatment short course (DOTS) telah diterapkan di banyak negara. Masalah yang dihadapi di negara maju maupun negara berkembang adalah keterlambatan mendiagnosis TB paru. Keterlambatan dalam diagnosis dan pengobatan TB paru dapat berasal dari pasien atau dari sistem pelayanan kesehatan. Tujuan penelitian ini mengetahui hubungan hasil pemeriksaan sputum basil tahan asam (BTA) menurut International Union Against Tuberculosis and Lung Disease (IUATLD) dengan gambaran luas lesi radiologi pada pasien TB paru dewasa di Rumah Sakit Al Islam Bandung periode 2016–2017. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan crosssectional. Penelitian dilakukan pada bulan Maret–Juni tahun 2018 dan subjek penelitian ini data pasien tuberkulosis paru di RS Al Islam dengan minimal sampel sebanyak 76 orang yang dipilih secara purposive sampling dan memenuhi kriteria inklusi. Instrumen pengumpulan data berupa rekam medis. Hasil penelitian menunjukkan BTA negatif dengan lesi minimal 21 dari 34, BTA+1 dengan lesi minimal 18 dari 23, BTA +2 dengan lesi moderately advanced 14 dari 21, dan BTA +3 lesi far advanced 16 dari 23. Hasil analisis Fisher’s Exact didapatkan nilai p=0.00 dengan kekuatan korelasi (rho) 0,51. Simpulan, terdapat hubungan cukup erat antara hasil pemeriksaan sputum basil tahan asam dan gambaran luas lesi radiologi pasien tuberculosis paru di RS Al Islam Bandung periode 2016–2017.RELATIONSHIP BETWEEN SPUTUM EXAMINATION RESULTS OF ACID FAST BACILLI AND EXTENT OF RADIOLOGICAL LESIONS IN PULMONARY TUBERCULOSIS AT AL ISLAM HOSPITAL BANDUNGTuberculosis (TB) is still a public health problem in the world, although direct observed treatment short course (DOTS) strategy control has been implemented in many countries. The problem faced in both developed and developing countries is the delay in diagnosing pulmonary TB. The delay in the diagnosis and treatment of pulmonary TB can come from the patient or from the health care system. The purpose of this study was to know the relationship between sputum examination results of acid fast bacilli (AFB) according to International Union Against Tuberculosis and Lung Disease (IUATLD) and extent of radiological lesions in patients with adult pulmonary TB at Al Islam Hospital Bandung from 2016–2017. This research was an observational analytic research with cross sectional approach. The study was conducted in March–June of 2018 and the subjects of this study were pulmonary tuberculosis patients in Al Islam Hospital with a minimum of 76 samples selected by purposive sampling and meeting inclusion criteria. Instrument data collection in the form of medical record. The results showed AFB negative with minimal lesion 21 of 24,  AFB + 1 with minimal lesion 18 of 23, AFB +2 with moderately advanced lesions 14 of 21, and AFB +3 far advanced lesions 14 of 23. Fisher’s exact analysis results obtained p=0.00 with correlation power (rho) 0.51. In conclution that there is a sufficiently close relationship between the results of examination of acid fast bacilli sputum and an extend of radiological lung tuberculosis patients in RS Al Islam Bandung from 2016–2017.
ANALISIS WAKTU TUNGGU PELAYANAN RADIOLOGI DI RUMAH SAKIT SYARIF HIDAYATULLAH TAHUN 2018 Putri Amanah; Mustakim - -
VISIKES: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 19, No 01 (2020)
Publisher : Dian Nuswantoro Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.169 KB) | DOI: 10.33633/visikes.v19i01.3768

Abstract

Radiology services as integrated parts of health services as a whole are part of the community's need for health services. Therefore, the radiology services should provide quality services. The study was a descriptive analytic research with qualitative and quantitative approaches or mix method that used data collection in the form of waiting time duration for radiology services, in-depth interviews, observation, and document review. Sampling using proposition estimation with random sampling technique with the number of 106 patients. The informants in primary data collection at the Radiology Installation at Syarif Hidayatullah Hospital were the head of the radiology installation, radiology specialist, head of the radiology and radiographers unit.The average waiting time duration for radiology services is 4 hours 59 minutes. The result has not met Kepmenkes Standard No.129/Menkes/SK/II/2008, which is ? 3 hours. The standard of waiting time duration for radiology service is not met the rule regarding to there is no doctor who is the standby or full timer while the radiology service to the patient is given for 24 hours.It is expected that Syarif Hidayatullah Hospital has teleradiology which can be used as a solution to meet the waiting time duration for radiology services, especially the reading of photos and expenditure of expedition results and can meet the quality of services that appropriate to the standards.Keywords: waiting time duration, radiology services
Estimasi entrance skin dose (ESD) pada simulasi pemeriksaan radiologi intervensional dengan perangkat lunak berbasis androidTM Icha Renisha Mulia; M. Roslan A. Gani; Lukmanda Evan Lubis; Djarwani Soeharso Soejoko
Journal of Medical Physics and Biophysics Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : Indonesian Association of Physicists in Medicine (AIPM/AFISMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada pesawat angiografi modern, dosis maupun DAP selama pemeriksaan ditampilkan pada  panel kendali. Namun, dosis tersebut tidak secara langsung menunjukkan dosis entrans kulit, utamanya pada pusat lapangan radiasi. Dengan menggunakan perangkat lunak berbasis AndroidTM telah dilakukan estimasi dosis entrans kulit pasien berdasarkan hasil pengukuran dengan fantom polymethyl methacrylate (PMMA). Dosis entrans kulit pasien yang dikalkulasi dengan mengacu pada Kerma at Reference Point (Ka,r) dan Dose Area Product (DAP) dilakukan dengan memasukkan koreksi geometrik akibat kemiringan gantri, atenuasi meja pasien, koefisien konversi kerma udara menjadi dosis serap, dan faktor hamburan balik. Hasil kalkulasi ESD merupakan dosis titik pada pusat lapangan radiasi, bukanlah dosis maksimum yang diterima kulit pasien. Hasil kalkulasi dibandingkan dengan hasil pengukuran ESD pada simulasi dengan fantom PMMA. Penelitian dilakukan dengan pesawat angiografi Siemens Artis Zee dengan kondisi eksposi 69-87 kV dan filter tambahan 0,1 mmCu.  Pengukuran dengan thermo-luminescent dosemeters (TLD) dilakukan pada proyeksi penyinaran posterior-anterior (PA), left anterior oblique (LAO), right anterior oblique (RAO), cranial (CRA) dan caudal (CAU). Diskrepansi ESD hasil kalkulasi dan ESD pengukuran memiliki rata-rata 0,66-5,25%  untuk kalkulasi mengacu  DAP dan 0,52-5,17%. untuk kalkulasi mengacu Ka,r. 
Optimisasi dosis dan kualitas citra pada radiologi diagnostik: langkah-langkah, tips, dan panduan praktis Lukmanda Evan Lubis; Djarwani Soeharso Soejoko
Journal of Medical Physics and Biophysics Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : Indonesian Association of Physicists in Medicine (AIPM/AFISMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Potensi risiko radiasi pada pasien radiologi diagnostik menjadi isu yang menjadi perhatian khusus dalam konteks proteksi radiasi. Sebagai salah satu dari tiga prinsip proteksi radiasi, optimisasi menjadi upaya yang dikedepankan dalam menjamin keselamatan pasien. Deskripsi teknis mengenai panduan dan langkah-langkah optimisasi sejauh ini tidak tersedia dalam panduan nasional. Makalah ini menyajikan panduan praktis berdasarkan pengalaman dalam pelaksanaan optimisasi di fasilitas pelayanan kesehatan, dimana metode dan alur pelaksanaan menjadi fokus pembahasan. Hasil pelaksanaan optimisasi dan tips dalam setiap langkahnya juga diberikan sebagai contoh sederhana yang dapat memudahkan tenaga kesehatan dalam upaya pelaksanaan optimisasi di lingkungan kerjanya.
Analisis Dosis Paparan Radiasi Pada General X-Ray II Di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Muhammadiyah Semarang Ida Septiyanti; M. Ardhi Khalif; Edi Daenur Anwar
Jurnal Imejing Diagnostik (JImeD) Vol 6, No 2: JULY 2020
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jimed.v6i2.5858

Abstract

Background: This study analyzes the Radiation Dose of the General X-ray Radiology Installation at Roemani Hospital  Muhammadiyah Semarang to determine the dose received by the radiographer, the community around the room and to know the value of the effectiveness of radiation protection and to determine the pattern of radiation exposure distribution in the general X-ray radiology installation room II.Methods: Measurements were taken during general X-ray exposure and without exposure using a 451P ion chamber survey. Measurement of dose data received by the radiographer and the community around the room is taken at the point of the operator’s room, service room, waiting room. As for the measurement of the effectiveness of radiation protection taken at the point in the operator’s room and the general X-ray II and the radiation distribution pattern taken at points A, B, C, D and E with a distance of 40 cm, 80 cm and 120 cm in the room general X-ray II.Result: The result of measurements in the operator room are 0.0354 µSv / hour, waiting rooms with a distance of 3.5 m at 0.0146 µSv / hour, in the service room and waiting room with a distance of 8 m at 0 µSv / hour. The value of the effectiveness of radiation protection in the operator station is 83.33% and the general X-ray II door is 84.09%.Conclusions: Based on the results of the data obtained the value of the dose received and the value of effectiveness is quite safe from excessive radiation exposure. The radiation distribution pattern, the farther the distance from the radiation source, the measured radiation exposure value will be lower. 
ANALISIS PROFIL HEMATOLOGI AKIBAT RADIASI PADA PETUGAS DI INSTALASI RADIOLOGI RSUD BAHTERAMAS, KENDARI Pratiwi, Arum Dian; Lisnawaty, Lisnawaty; Jumakil, Jumakil; Nirmala, Fifi; Nurmaladewi, Nurmaladewi
Preventif Journal Vol 4, No 2 (2020): Preventif Journal
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.733 KB) | DOI: 10.37887/epj.v4i2.12477

Abstract

AbstractSalah satu penerapan teknologi nuklir dalam bidang kesehatan atau medik adalah pelayanan radiologi. UnitPelayanan Radiologi merupakan salah satu instalasi penunjang medik, menggunakan sumber radiasi pengion(sinar-X) untuk mendiagnosis adanya suatu penyakit dalam bentuk gambaran anatomi tubuh yang ditampilkandalam film radiografi. Rumah Sakit Bahteramas Sulawesi Tenggara adalah rumah sakit yang memiliki instalasiradiologi dan unit CT-scan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran dosis radiasi yang diterimaoleh pekerja instalasi radiologi dan untuk mengetahui perbedaan kadar hemoglobin, leukosit, dan trombositpada pekerja instalasi radiologi. Penelitian ini dilakukan di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Umum BahteramasKendari, Sulawesi Tenggara. Variabel dalam penelitian ini adalah umur, masa kerja, dosis radiasi, kadarhemoglobin, leukosit, dan trombosit. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 12 responden. Penelitian inimenggunakan analisis data secara deskriptif dan secara analitik (uji beda). Hasil Penelitian menunjukkan bahwadosis radiasi yang diterima oleh petugas (dari hasil TLD badge) dalam kurun waktu 3 bulan masih jauh di bawahNilai Batas Dosis yang diperkenankan. Rata-rata dosis radiasi yang diterima adalah 0,2766 mSv dengan nilaimin-max = 0,2399 – 0,3525 mSv. Tidak terdapat perbedaan kadar hemoglobin (p-value = 0,894), kadar leukosit(p-value = 0144), dan kadar trombosit (p-value = 0,506) yang bermakna pada pekerja instalasi radiologi baikyang kontak langsung maupun yang tidak kontak langsung di RSUD Bahteramas Kendari.Kata kunci: Dosis Radiasi, Hemoglobin, Leukosit, Trombosit, Umur, Masa Kerja, RSUD Bahteramas 
PENGUKURAN DAN ANALISIS DOSIS PROTEKSI RADIASI SINAR-X DI UNIT RADIOLOGI RS. IBNU SINA YW-UMI Rahmayani, Rai; Sahara, Sahara; Zelviani, Sri
JFT : Jurnal Fisika dan Terapannya Vol 7 No 1 (2020): Juni
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jft.v7i1.14118

Abstract

This study aims to determine the dose of radiation in a large room with measurements from various directions, knowing the great wall by measuring the absorption of a scattering outdoors doses, and determine the radiation dose received by radiation workers in radiology installations. This study uses Surveymeter, the meter, the best ruler X-rays, and phantom. In measurements carried out three phases: the first measure exposure dose in a room with a distance of 1 m and 2 m with a voltage of 50 kV, 55 kV and 60 kV, the second stage taking the raw data of radiation received by workers of the head of the installation and the third stage knowing absorption wall by measuring the scattering dose outdoors. Based on the research that has been done, it can be concluded that the largest radiation dose is on the right side of the tube either with an object that is 33 µSv/h or without an object that is 33.6 µSv/h at a distance of 1 m and a voltage of 60 kV, but the value at both the other positions, namely the left and front side of the plane do not have such a large difference that it can be stated that the values obtained at the three positions are almost the same at the same voltage and distance, the largest dose received by operator IV is 0.215 mSv/h and the average dose the average received by workers is 0.2 mSv/h in accordance with Regulation of BAPETEN No.4 of 2013, and the ability of the walls to absorb outdoor radiation doses is very good as seen from the results of undetectable radiation measurements because all are absorbed by the wall.  

Page 15 of 85 | Total Record : 841