Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

HUBUNGAN HIGIENE PERORANGAN DAN PEMAKAIAN ALAT PELINDUNG DIRI (APD) DENGAN KEJADIAN KECACINGAN PADA PETUGAS PENGANGKUT SAMPAH DINAS KEBERSIHAN KOTA KENDARI TAHUN 2016 Sari, Wana Mayang; Nirmala, fifi; Ibrahim, Karma
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 2, No 5 (2017): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.331 KB) | DOI: 10.37887/jimkesmas.v2i5.2016

Abstract

Penyakit infeksi kecacingan merupakan salah satu penyakit yang masih banyak terjadi di masyarakat namunkurang mendapatkan perhatian. Salah satu jenis penyakit dari kelompok ini adalah penyakit kecacingan yangdiakibatkan oleh infeksi cacing kelompok Soil Transmitted Helminth (STH). Ada 3 jenis cacing STH yang terpenting,yaitu cacing gelang (Ascaris lumbricoides), cacing tambang (Ancylostoma duodenale dan Necator americanus) dancacing cambuk (Trichuris trichura). Infeksi cacing terjadi pada orang yang dengan kebersihan pribadi yang tidakbaik disertai sering tidak menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) secara lengkap saat bekerja di tempat sampah.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan higiene perorangan dan pemakaian Alat Pelindung Diri (APD)dengan kejadian kecacingan pada petugas pengangkut sampah Dinas Kebersihan Kota Kendari. Penelitia n inimerupakan penelitian observasional analitik dengan rancangan penelitian cross sectional. Penentuan sampeldalam penelitian ini menggunakan pendekatan purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah 47petugas pengangkut sampah. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner dan pemeriksaan mikroskopisterhadap adanya infeksi cacing dari petugas sampah untuk mengidentifikasi kejadian penyakit, serta lembarobservasi untuk mengukur sanitasi lingkungan rumah sebagai variabel confounding. Hasil yang didapat daripenelitian ini menyebutkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara higiene perorangan dengan kejadiankecacingan (p = 0,001), dan ada hubungan yang signifikan antara penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) dengankejadian kecacingan (p = 0,015). Masih adanya infeksi cacing yang ditemukan pada petugas pengangkut sampahdiharapakan agar petugas menggunakan APD secara lengkap, bersih dan rutin pada saat melakukan pekerjaan,selalu memperhatikan kebersihan diri, serta lebih meningkatkan sarana sanitasi lingkungan rumahKata Kunci: Higiene Perorangan, APD, Kejadian Kecacingan
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN GEJALA DERMATITIS KONTAK PADA PEKERJA BENGKEL MOTOR DI WILAYAH KOTA KENDARI TAHUN 2016 Putri, Sartika Aulia; Nirmala, Fifi; Akifah, Akifah
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 2, No 6 (2017): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.93 KB) | DOI: 10.37887/jimkesmas.v2i6.2856

Abstract

Salah satu masalah dalam kesehatan kerja adalah penyakit akibat kerja. Penyakit Akibat Kerja yaitu penyakit yangdisebabkan oleh perkerjaan atau lingkungan kerja. Penyakit akibat kerja yang sering terjadi adalah dermatitiskontak. Dermatitis kontak adalah dermatitis disebabkan bahan atau substansi yang menempel pada kulit.Terjadinya dermatitis kontak dapat juga di sebabkan oleh tiga faktor yaitu faktor kimiawi, faktor mekanis/fisik,faktor biologis. Dari faktor-faktor tersebut, faktor yang paling banyak disebabkan karena faktor kimiawi.Dermatitits kontak pada pekerja bengkel motor diakibatkan oleh paparan penggunaan air aki ( asam sulfat), sertaproduk minyak bumi seperti minyak pelumas, bensin, serta cairan pendingin. Accu zuur (H2SO4 pekat). Tujuandalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan gejala dermatitis kontakpada pekerja bengkel motor di Kota Kendari 2016. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengandisain studi cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pekerja bengkel motor di Kota Kendaritahun 2016 yang berjumlah 459 pekerja dan sampel dalam penelitian ini adalah 58 orang. Hasil, ada hubunganantara masa kerja dengan gejala dermatitis kontak dengan ρ value = 0,004, tidak ada hubungan antara riwayatpenyakit kulit dengan gejala dermatitis kontak dengan ρ value 0,487, tidak ada hubungan antara personal hygienedengan gejala dermatitis kontak dengan ρ value 0,429, ada hubungan antara penggunaan APD dengan gejaladermatitis kontak dengan ρ value 0,007.Kata Kunci : Gejala Dermatitis, Masa Kerja, Riwayat Penyakit Kulit, Personal Higiene, Penggunaan APD
UJI PERBANDINGAN EFEKTIVITAS EKSTRAK DAUN SIRIH HIJAU (Piper betle Linn) DENGAN EKSTRAK DAUN PANDAN WANGI (Pandanus amaryllifolius Roxb) TERHADAP KEMATIAN LARVA NYAMUK AEDES AEGYPTI TAHUN 2018 Tina, Lymbran; Misnawati, Misnawati; Nirmala, Fifi
Preventif Journal Vol 3, No 1 (2018): PREVENTIF JOURNAL
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.418 KB) | DOI: 10.37887/epj.v3i1.5448

Abstract

Aedes aegypti merupakan jenis nyamuk yang dapat membawa virus dengue penyebab penyakit demamberdarah. Selain dengue, A. aegypti juga merupakan pembawa virus demam kuning (yellow fever) danchikungunya. Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Salahsatu upaya pemberantas DBD yaitu dengan memberantas vektornya yaitu Aedes aegypti. Daun sirih hijau (Piperbetle Linn) memiliki potensi sebagai larvasida karena mengandung fenol dan senyawa turunannya seperti kavikoldan eugenol, mengandung alkaloid, tanin, flavonoid, saponin dan minyak atsiri yang bersifat sebagai larvasidabegitupun dengan daun pandan wangi (Pandanus amaryllifolius Roxb) mengandung alkaloid, saponin, flavonoid,tanin, polifenol dan zat warna yang dapat bersifat larvasida. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbandinganefektivitas ekstrak daun sirih hijau dan ekstrak daun pandan wangi sebagai larvasida terhadap kematian larvaAedes aegypti. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen quasi dengan desain post test only controlgroup design. Sampel dalam penelitian ini adalah larva Aedes aegypti instar III/IV sebanyak 25 ekor pada masingmasing4 perlakuan dan 2 kontrol yaitu kontrol negatif (0%) dan kontrol positif (Abate) dengan 4 kalipengulangan.Hasil uji one way Annova menunjukkan nilai p-value adalah <0,05 menunjukkan terdapatperbedaan signifikan jumlah larva yang mati antar kelompok yang dibandingkan. Berdasarkan uji analisis probitnilai LC50 dan LC90 ekstrak daun sirih hijau yaitu 0,19% dan 0,34% sedangkan nilai LC50 dan LC90 ekstrak daunpandan wangi yaitu 0,23% dan 0,48%. Sehingga disimpulkan bahwa ekstrak daun sirih hijau lebih efektivmematikan larva uji (nyamuk Aedes aegypty) dibandingkan dengan ekstrak daun pandan wangi.Kata kunci : Aedes aegypti, Larvasida, Sirih hijau(Piper betle Linn), Pandan Wangi (Pandanus amaryllipoliusRoxb), LC50 dan LC90
GAMBARAN KESIAPAN AKREDITASI PADA KELOMPOK KERJA ADMINISTRASI DAN MANAJEMEN DI PUSKESMASMOKOAU KOTA KENDARI TAHUN 2018 Haritsha, Sitti Anna Zaid; Ahmad, La Ode Ali Imran; Nirmala, Fifi
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 4, No 1 (2019): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.471 KB) | DOI: 10.37887/jimkesmas.v4i1.5783

Abstract

Akreditasi Puskesmas merupakan pengakuam terhadap Puskesmas yang diberikan oleh lembagaindependen penyelenggara akreditasi yang ditetapkan oleh menteri Kesehatan setelah dinilai bahwaPuskesmas telah memenuhi standar pelayanan Puskesmas untuk meningkatkan mutu pelayanan Puskesmassecara berkesinambungan. Dalam pelaksanaannya, setiap pelaksana pelayanan kesehatan wajib untukmelakukan akreditasi guna mewujudkan jaminan kualitas pelayanan kesehatan. Puskesmas Mokoaumerupakan salah satu puskesmas di Kota Kendari yang sedang mempersiapkan diri untuk melakukanakreditasi. Puskesmas Mokoau harus mulai mempersiapkan akreditasi untuk puskesmas tingkat pertama gunamewujudkan penjaminan mutu pelayanan. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran kesiapanPuskesmas Mokoau dalam menghadapi penilaian akreditasi pada pokja administrasi dan manajemen.Informan pada penelitian ini yaitu Kepala Puskesmas Mokoau, Ketua Koordinator Pokja Administrasi danManajemen sebagai informan kunci serta 3 anggota Pokja Administrasi dan Manajemen serta salah satuanggota dari Pokja UKM sebagai informan biasa. Metode penelitian yang di gunakan yaitu kualitatif denganjenis penelitian fenomenologi. Data diperoleh dengan melakukan telaah dokumen dan wawancara mendalamkepada semua informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesiapan akreditasi di Puskesmas Mokoauuntuk Pokja Administrasi dan Manajemen yang ditinjau dari Penyelenggaraan Pelayanan Puskesmas telah siapuntuk akreditasi dan Pokja Administrasi dan Manajemen yang ditinjau dari Kepemimpinan ManajemenPuskesmas (KMP) telah siap Serta untuk Pokja Administrasi dan Manajemen Puskesmas yang ditinjau dariPeningkatan Mutu Puskesmas (PMP) telah siap untuk akreditasi berdasarkan standar dan kriteria akreditasiPuskesmas.Kata kunci : Puskesmas, Akreditasi, Administrasi dan Manajemen. 
PERILAKU PENCARIAN PENGOBATAN SELAMA KEHAMILAN PADA IBU HAMIL DAN IBU MENYUSUI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KONDA KECAMATAN KONDA KABUPATEN Rahmayani, Irma; Bahar, Hariati; Nirmala, Fifi
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 1, No 3 (2016): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (127.878 KB) | DOI: 10.37887/jimkesmas.v1i3.1317

Abstract

Perawatan kehamilan merupakan pelayanan kesehatan oleh tenaga kesehatan untuk ibu selamamasa kehamilannya, dilaksanakan sesuai dengan standar pelayanan antenatal yang ditetapkan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pencarian pengobatan oleh masyarakatkhususnya pada ibu hamil dan ibu menyusui selama kehamilan di wilayah Kerja PuskesmasPuskesmas Konda, Kecamatan Konda, Kabupaten Konawe Selatan Tahun 2016 ditinjau dari aspekpencarian pengobatan, pengetahuan, dukungan keluarga, akses, dan keyakinan. Jenis penelitianyang digunakan adalah penelitian deskriptif, selanjutnya pengumpulan dan  pengolahan datadilakukan dengan pendekatan kuantitatif. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh ibu hamildan ibu menyusui pada Wilayah Puskesmas Konda Kabupaten Konawe Selatan Tahun 2016sebanyak 293 orang. Sampel dalam penelitian ini yaitu sebanyak 74, Sampel responden diambildengan teknik simple random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden yangmencari pengobatan ke sektor profesional 63 responden (85,1%) sedangkan yang mencaripengobatan ke sektor tradisional 11 responden (14,9%) dan mengobati sendiri sebanyak 0responden (0%), berdasarkan pengetahuan menunjukkan bahwa terdapat 64 responden (86,5%)berada pada kategori cukup dan 10 responden (13,5%) berada pada kategori kurang, berdasarkandukungan keluarga menunjukkan bahwa terdapat 63 responden (85,1%) yang mendapatdukungan keluarga dan 11 responden (14,9%) tidak memiliki dukungan keluarga, berdasarkanakses menunjukan bahwa terdapat 63 responden (85,1%) mudah mengakses pelayanankesehatan di puskesmas dan 11 responden (14,9%) sulit mengakses pelayanan kesehatan dipuskesmas dari tempat tinggalnya dan berdasarkan keyakinan menunjukkan bahwa terdapat 55responden (74,3%) yang menyatakan ada keyakinannya dan 19 responden 25,7 yang tidak adakeyakinannya.Kata kunci : perilaku,  pengobatan, ibu hamil, ibu menyusui
ANALISIS KEBUTUHAN DOKTER UMUM DENGAN MENGGUNAKAN METODE WORKLOAD INDICATOR STAFFING NEEDS (WISN) DI POLI UMUM RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KOTA KENDARI TAHUN 2016 Nurrahmah, Sitti; Dupai, La; Nirmala, Fifi
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 1, No 3 (2016): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.667 KB) | DOI: 10.37887/jimkesmas.v1i3.1236

Abstract

Tenaga kesehatan memiliki peranan penting untuk meningkatkan kualitas pelayanankesehatan yang maksimal kepada masyarakat. Rumah Sakit Umum Daerah Kota Kendari merupakannstitusi pelayanan kesehatan tipe C dengan kunjugan pasien yang berubah tiap tahunnya. Datakunjungan di Poli Umum RSUD Kota Kendari terus mengalami peningkatan sejak tahun 2012 hinggatertinggi pada tahun 2014 yaitu sebanyak 4.596 kunjungan. Kemudian pada tahun 2015 datakunjungan menurun yaitu sebesar 3.569 kunjungan. Jumlah kunjungan dapat mempengaruhi bebankerja tenaga kesehatan.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jumlah dokter umum yangdibutuhkan berdasarkan beban kerja dengan menggunakan metode Workload Indicator StaffingNeeds (WISN) di RSUD Kota Kendari Tahun 2016. Jenis penelitian adalah penelitian deskriptifkuantitatif dengan pendekatan observasional. Subyek penelitian adalah seluruh dokter umum yangbertugas di Poli Umum RSUD Kota Kendari. Hasil penelitian menunjukkan waktu kerja tersedia bagidokter umum di Poli Umum RSUD Kota Kendari adalah sebesar 251 hari pertahun atau sama dengan1.506 jam pertahun atau 90.360 menit pertahun. Kegiatan dokter umum mencapai waktu produktifsesuai dengan panduan pelayanan pasien oleh dokter umum di Amerika Serikat yaitu sekitar 15menit perpelayanan pasien. Standar beban kerja dokter umum dalam mengerjakan kegiatan pokokdi Poli Umum RSUD Kota Kendari selama satu tahun masing-masing adalah 18.072 pertahun untukpelaksanaan anamnesa penyakit, 18.072 pertahun untuk pemeriksaan fisik dan atau pemeriksaanpenunjang (rujukan). Dan 18.072 pertahun untuk penulisan resep serta penyuluhan kesehatan padapasien selama setahun. Standar kelonggaran dokter umum di Poli Umum adalah 0,08 menitpertahunnya. Berdasarkan perhitungan WISN kebutuhan dokter umum tahun 2016 di Poli Umumyaitu 1 orang pelaksana. Dalam hal ini terjadi kelebihan tenaga yang bertugas sehari-hari di PoliUmum RSUD Kota Kendari. Disarankan agar pihak rumah sakit untuk menggunakan metode WISNdalam perencanaan tenaga kesehatan pada tahun berikutnya agar diperoleh kebutuhan tenagaberdasarkan beban kerja nyataKataKunci: Kebutuhan, Dokter Umum, WISN.
ANALISIS PENGISIAN DOKUMEN REKAM MEDIS PASIEN BPJS RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT UMUM DEWI SARTIKA TAHUN 2017 Munsir, Noviani; Yuniar, Nani; Nirmala, Fifi; Suhadi, Suhadi
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (130.543 KB) | DOI: 10.37887/jimkesmas.v3i2.4742

Abstract

Rekam medis merupakan salah satu bagian penting dalam membantu pelaksanaan pemberian pelayanankepada pasien di rumah sakit. Rekam medis digunakan sebagai acuan pasien selanjutnya, terutama pada saatpasien itu berobat kembali, rekam medis pasien harus siap apabila pasien berobat kembali. Kelengkapanpengisian dokumen rekam medis oleh tenaga kesehatan akan memudahkan tenaga kesehatan lain dalammemberikan tindakan atau terapi kepada pasien. Ketidaklengkapan rekam medis akan menyebabkan mutu rekammedis di rumah sakit kurang baik. Selain itu, ketidaklengkapan rekam medis akan mempengaruhi penentuan tarifpelayanan pasien BPJS. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kelengkapan pengisian rekam medispasien BPJS rawat inap di RSU Dewi Sartika tahun 2017 ditinjau dari pengetahuan, ketersediaan dokumen rekammedis, dan prosedur tetap. Penelitian ini menggunakan pola deskriptif dengan pendekatan kualitatif denganrancangan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan yang cukup oleh informan tidak sesuaidengan perilaku kepatuhan dalam pengisian dokumen rekam medis. Faktor yang mempengaruhi kelengkapanrekam medis yaitu dokter yang tidak menetap, petugas rekam medis yang bekerja tidak sesuai dengan spesifikasipendidikan, tidak adanya sosi alisasi prosedur tetap dan pelatihan rekam medis rumah sakit .Kata Kunci: Kelengkapan, Rekam Medis, BPJS, Rawat Inap
HIGIENE DAN SANITASI MAKANAN JAJANAN DI KANTIN SEKOLAH DASAR DI KECAMATAN BUKE KABUPATEN KONAWE SELATAN TAHUN 2016 Ramadani, Erin Rahmi; Nirmala, fifi; Mersatika, Agnes
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 2, No 6 (2017): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.704 KB) | DOI: 10.37887/jimkesmas.v2i6.2899

Abstract

Higiene merupakan usaha kesehatan preventif yang menitik beratkan kegiatannya kepada usaha kesehatanindividu. Sedangkan sanitasi diartikan sebagai usaha pencegahan penyakit dengan cara mengatur faktor -faktorlingkungan yang berkaitan dengan rantai perpindahan penyakit. Faktor -faktor yang mempengaruhi higiene dansanitasi makanan jajanan, yaitu: pengetahuan, penjamah makanan, sanitasi peralatan, sanitasi penyajian dansanitasi sarana penjajah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengetahuan penjamah makanan,serta untuk mengetahui gambaran higiene dan sanitasi makanan jajanan di kantin Sekolah Dasar di KecamatanBuke Kabupaten Konawe Selatan tahun 2017. Jenis penelitian ini adalah deskriptif survei observasional untukmemperoleh gambaran tentang higiene dan sanitasi makanan jajanan di kantin Sekolah Dasar di KecamatanBuke Kabupaten Konawe Selatan Tahun 2017. Subjek penelitian ini adalah Sekolah dasar di Kecamatan BukeKabupaten Konawe Selatan pada tahun 2017 terdiri dari 16 sekolah dasar dengan jumlah populasi 28 kantin disekolah dasar. Dalam penelitian ini memakai total sampling dimana mengambil semua sampel dari jumlahpopulasi. Hasil penelitian diperoleh bahwa pengetahuan penjamah di kantin sekolah dasar di Kecamatan Bukesudah baik, sedangkan higiene penjamah dan sanitasi makanan jajanan di Kecamatan Buke Kabupaten KonaweSelatan belum memenuhi syarat.Kata Kunci : Higiene, Sanitasi, Kantin, Makanan Jajanan
ANALISIS DAMPAK KEPADATAN LALAT, SANITASI LINGKUNGAN DAN PERSONAL HIGIENE TERHADAP KEJADIAN DEMAM TIFOID DI PEMUKIMAN UPTD RUMAH PEMOTONGAN HEWAN (RPH) KOTA KENDARI TAHUN 2017 Lestari, Yunita; Nirmala, Fifi; Saktiansyah, La Ode Ahmad
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 2, No 6 (2017): JIMKESMAS Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.522 KB) | DOI: 10.37887/jimkesmas.v2i6.2947

Abstract

Demam tifoid merupakan penyakit infeksi akut usus halus yang disebabkan oleh bakteri Salmonellathypi. Dari hasil catatan Puskesmas Poasia Kota Kendari terdapat 354 kasus pada tahun 2016. Penelitian inibertujuan untuk mengetahui hubungan antara kepadatan lalat, sanitasi lingkungan, jarak pemukiman denganRPH dan personal higiene terhadap kejadian demam tifoid di wilayah pemukiam RPH Kota Kendari. Penelitianini menggunakan rancangan penelitian analitik dengan menggunakan metode case control. Responden padapenelitian ini berjumlah 40 orang kelompok kasus dan 40 orang kelompok kontrol. Metode pengambilan datadilakukan dengan observasi dan kuesioner. Uji statistic yang digunakan adalah uji chi -square dengan tingkatkemaknaan 95%. Hasil penelitian menjelaskan bahwa determinan yang berhubungan dengan kejadian demamtifoid adalah kepadatan lalat dengan nilai (P=0,035, OR= 3,116, CI 95% = 1,184–8,200); dan Jarak Perumahandengan nilai (P=0,020, OR= 3,444, CI 95% = 1,310–9,058). Sedangkan faktor yang tidak berhubungan adalahsanitasi perumahan atau lingkungan dengan nilai (P= 1.000); dan personal higiene dengan nilai (P = 1.000).Kesimpulan dari hasil penelitian ini dapat kita simpulkan bahwa ada hubungan antara kepadatan lalat danjarak perumahan dengan kejadian demam tifoid, sedangkan sanitasi perumahan dan personal hygiene tidakada hubungannya dengan kejadian demam tifoid.Kata Kunci : Tifoid, Kepadatan Lalat, Jarak Perumahan,Sanitasi Perumahan, Personal higiene, RumahPemotongan Hewan (RPH).
HUBUNGAN STATUS STUNTING DAN PRETASI BELAJAR PADA SISWA-SISWI KELAS 4, 5, DAN 6 DI SD NEGERI 1 MAWASANGKA KECAMATAN MAWASANGKA KABUPATEN BUTON TENGAH TAHUN 2017 Idwan, Ismi; Yusran, Sartiah; Nirmala, Fifi
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.284 KB) | DOI: 10.37887/jimkesmas.v3i2.3922

Abstract

Secara keseluruhan, di Indonesia prevalensi pendek (TB/U) pada anak umur 6-12 tahun, terdapat10.896.629 kasus stunting. Prevalensi pada anak laki-laki sebanyak 5.217.225 kasus stunting dan pada wanitasebanyak 5.679.404 kasus stunting dan Indonedia menduduki peringkat kelima terbanyak kasus stunting di duniasetelah India, Tiongkok, Nigeria, dan Pakistan. Berdasarkan observasi awal di lapangan peneliti menemukan kasusstunting sebanyak 36 kasus dari 98 siswa pada tahun 2017. Jenis penelitian ini menggunakan metode analitikobservasional yaitu menggunakan desain cross sectional untuk melihat apa ada hubungan antara status stuntingterhadap prestasi belajar pada siswa-siswi kelas 4,5 dan 6 SD Negeri 1 Mawasangka. Jumlah sampel 78 anak yangdiambil secara stratified random sampling serta memenuhi kriteria inklusi. Pada penelitian ini menggunakan Analisisunivariat yang bertujuan untuk menjelaskan atau mendeskripsikan karakteristik setiap variabel pada penelitian danAnalisis Bivariat untuk melihat hubungan yang signifkan diantara kedua variabel yang akan diteliti. Tujuan daripenelitian ini yaitu untuk melihat apa ada hubungan antara status stunting dan prestasi belajar pada anak usiasekolah dasar di sekolah tersebut. Berdasarkan hasil penelitian, hasil uji statistik dengan menggunakan uji mannwhitney maka diperoleh nilai p value dengan tingkat kepercayaan 95% (p value = 0,05) diperoleh nilai p value =0,694 ( p value = 0,05), yang demikian maka Ho ditolak dan Ha diterima yang menunjukkan bahwa tidak adanhubungan yang signifikan antara Status Stunting dan Prestasi Belajar pada siswa-siswi kelas 4, 5, dan 6 di SD Negeri1 Mawasangka Kecamatan Mawasangka Kabupaten Buton Tengah tahun 2017.Kata Kunci : Stunting, Prestasi Belajar, dan Anak Sekolah Dasar.
Co-Authors Afa, Jusniar Rusli Akifah, Akifah Al Jalali Muhammad Arum Dian Pratiwi, Arum Dian Bagubau, Fergiana Bahar, Hariati Devi Savitri Effendy, Devi Savitri Dita, Aslan Elviani, Ila Veti Fauziah, Izzah Fauziyah, Rahma Febriyanti, Dwika Fithria, Fithria Hariati Lestari Haritsha, Sitti Anna Zaid Hartati Bahar Hasyim, Muhammad Syawal Ibrahim, Karma Idwan, Ismi jufri, Nurnashriana Jumakil Jumakil Junaid Junaid, Junaid Kamrin Karimuna, Siti Rabbani Kohali, Rizki Eka Sakti Octaviani L. Lisnawati La Aba La Dupai, La La Ode Ali Imran Ahmad, La Ode Ali Imran La Ode Nggawu Lestari, Yunita Lisnawaty Lisnawaty, Lisnawaty Lymbran Tina Mahmudah, Rifa’atul Mersatika, Agnes Misnawati Misnawati Muchtar, Febriana Munsir, Noviani Nadillah, Nadillah Nani Yuniar Nisa Patawari, Indri Eka Artamevia Khaerun Nurjanna, Yustina Nurmaladewi, Nurmaladewi Nurrahmah, Sitti Pandiana, Fitri Hajra Pebriyanti, Iis Ria Putri, Annisa Almaqhira Syahrani Putri, Sartika Aulia Qalbi, Lutfia Rachim, Audrey Wina Keisyiah Rahmayani, Irma Ramadani, Erin Rahmi Ramadhan Tosepu Reski, Agil Ridhayani, Nurul Hikmah Ruslan Majid, Ruslan Rusliafa, Jusniar Ruslin SABARUDIN Sabarudin Sabarudin Saktiansyah, La Ode Ahmad Saktiansyah, La Ode Ahmad Saputri, Atika Indra Saputri, Rizda Sandiva Sari, Wana Mayang Sartina, Sartina Sety, La Ode Muhamad Suhadi Suhadi Suhadi Sunandar Ihsan, Sunandar Suntrisnawati, Suntrisnawati Syahbudin Triningrum, Chusnul Alya Wulandari, Sherly Yasnani Yasnani Yasnani, Yasnani Yusran, Sartiah Yusuf Sabilu, Yusuf Zainab Hikmawati, Zainab Zainuddin, Asnia