Filter By Year

1945 2024


Found 339 documents
Search PERSPEKTIF MAHASISWA ITB TERHADAP UU ITE

Dampak Penundaan Akad Nikah Setelah Khitbah Terhadap Kehidupan Individu Perspektif Maqashid Syariah: Studi Kasus Mahasiswa STDI Imam Syafi`i Jember Rizky, Fadhlan; Khuluq, Arif Husnul; Putra, Muhammad Gilang Bayu
Al-Usariyah: Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 3 No 3 (2025): AL-USARIYAH: JURNAL HUKUM KELUARGA ISLAM
Publisher : Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi'i Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37397/al-usariyah.v3i3.920

Abstract

Pernikahan merupakan ikatan yang halal antara dua insan dalam rangka menjalankan ibadah yang dianjurkan dalam Islam. Tujuan utama dari pernikahan adalah untuk melanjutkan keturunan, menyempurnakan separuh agama, serta meraih berbagai maslahat lainnya dalam kehidupan rumah tangga. Dalam praktiknya, proses dari khitbah menuju akad nikah tidak memiliki batas waktu yang ditentukan secara syar’i, selama terdapat kesepakatan dan kerelaan dari kedua belah pihak keluarga calon mempelai. STDI Imam Syafi’i Jember sebagai salah satu Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS) yang berlandaskan Al-Qur’an dan Sunnah memiliki empat program studi utama, yaitu Hukum Keluarga Islam, Ilmu Hadist, Bahasa dan Sastra Arab, serta Hukum Ekonomi Syariah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pandangan para ulama mengenai penundaan akad nikah setelah khitbah, mengidentifikasi faktor-faktor penyebabnya, serta menganalisis dampaknya berdasarkan perspektif maqashid syariah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, serta memperoleh data melalui penyebaran angket dan wawancara terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penundaan akad nikah merupakan persoalan yang diperselisihkan oleh para ulama dan berpotensi menimbulkan dampak yang beragam. Meskipun terdapat dampak positif, namun dampak negatif cenderung lebih dominan dan berpotensi menimbulkan mafsadat yang besar, sehingga penundaan akad nikah tidak dianjurkan.
Perspektif Mahasiswa Jurusan Bisnis Terhadap Penggunaan Aplikasi Digital Banking Dalam Pembayaran UKT Di Politeknik Negeri Balikpapan Made Lia Ananda Dewi; Ferdy Novri
Jurnal Publikasi Ekonomi dan Akuntansi Vol. 5 No. 2 (2025): Mei: Jurnal Publikasi Ekonomi dan Akuntansi (JUPEA)
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/jupea.v5i2.3975

Abstract

This study explores the perceptions of Business Department students at Politeknik Negeri Balikpapan regarding the use of digital banking applications for paying the Single Tuition Fee (UKT). Employing a qualitative approach, primary data was collected through in-depth interviews with selected respondents. Digital banking is designed to streamline financial transactions in line with technological advancements and the growing digitalization of Indonesia's banking sector. As part of the younger generation immersed in an increasingly digital environment, students are viewed as a key demographic expected to adopt and utilize digital banking systems not only for tuition payments but also for managing.
PENGARUH HARGA DAN PROMOSI KUOTA INTERNET TERHADAP PERILAKU KONSUMSI PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM Studi Kasus Pada Mahasiswa Ekonomi Syariah Fakultas Ilmu Agama Islam Universitas Islam Indragiri Siti Aisyah; Sinta Aulia Sari
Digital Business Insights Journal Vol 1 No 1 (2025): DIGITAL BUSINESS INSIGHTS JOURNAL
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/bidi.v1i1.4051

Abstract

Artikel ini dilatar belakangi oleh perkembangan teknologi yang semakin dinamis memberikan pengaruh positif salah satunya kemudahan dalam mengakses internet. Kemajuan internet erat kaitannya dengan perilaku konsumsi kuota internet. Namun, banyaknya pilihan kuota internet diduga mempengaruhi perilaku konsumsi mahasiswa Ekonomi Syariah Fakultas Ilmu Agama Islam Universitas Islam Indragiri. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh harga dan promosi kuota internet terhadap perilaku konsumsi perspektif Ekonomi Islam pada mahasiswa Ekonomi Syariah Fakultas Ilmu Agama Islam Universitas Islam Indragiri. Jenis penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Penelitian ini menggunakan teknik non probability sampling yaitu sampling jenuh atau sampling sensus. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini mahasiswa Ekonomi Syariah Fakultas Ilmu Agama Islam Universitas Islam Indragiri angkatan 2020 sampai angkatan 2022. pada saat ini yaitu sebanyak 62 mahasiswa. Analisis dilakukan dengan pengolahan data menggunakan SPSS 25. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu regresi linier berganda. Berdasarkan hasi Uji F (Simultan) dapat diperoleh keputusan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima. Hal ini dapat dilihat dari nilai F hitung yaitu sebesar 26,794. Sedangkan nilai signifikansi yang dihasilkan yaitu 0,000 yang dimana lebih kecil dari 0,05. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa variabel independen yang meliputi Harga dan Promosi memiliki pengaruh secara simultan terhadap variabel dependen yaitu Perilaku Konsumsi. Diantara variabel harga dan promosi yang paling dominan mempengaruhi perilaku konsumsi pada Mahasiswa Ekonomi Syariah Fakultas Ilmu Agama Islam Universitas Islam Indragiri adalah Variabel promosi. Hal ini ditunjukan melalui nilai thitung variabel promosi (X2) tertinggi dibandingkan variabel harga yaitu sebesar 3,369.
Persepsi Mahasiswa terhadap Kurikulum Pendidikan Tinggi dalam Perspektif Ideologi dan Nilai-Nilai Pancasila Shinta Aulia Munandar; Nabila Ulfa Ayu; Siti Fatimatul Azzahro; Hindun Hindun
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menggambarkan pandangan mahasiswa terhadap kurikulum pendidikan tinggi dalam kerangka ideologi dan nilai-nilai Pancasila. Kurikulum dianggap berperan penting dalam membentuk karakter bangsa yang berlandaskan Pancasila dan perlu terus menyesuaikan diri dengan perkembangan IPTEK serta ketentuan dalam Standar Nasional Pendidikan Tinggi. Pendekatan yang digunakan yaitu dengan metode kuantitatif -kualitatif secara deskriptif, melalui penyebaran kuesioner kepada mahasiswa. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa mahasiswa menilai pada nilai-nilai Pancasila telah dihadirkan dalam kurikulum, meskipun penerapannya masih perlu diperkuat agar lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat saat ini. Dengan demikian, internalisasi nilai Pancasila sudah berjalan baik, namun peningkatan strategi pembelajaran dan perbaikan kurikulum tetap diperlukan untuk mendapatkan hasil yang lebih optimal.
PENGARUH INTENSITAS MENDENGARKAN MUSIK TERHADAP PERSPEKTIF KEHIDUPAN MAHASISWA DI YOGYAKARTA Nazwa Wulan Aulia; Anisa Siti Nur Kolisa; Destiana Dwi Ardianti
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 4 No. 1 (2026): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Januari
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/yr0wcf30

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah memicu peningkatan intensitas dalam mendengarkan musik terutama pada kalangan mahasiswa. Hal itu menjadikan musik tidak hanya sebagai sarana hiburan, tetapi juga sebagai media refleksi diri dan membentuk cara pandang mereka terhadap kehidupan. Mahasiswa di Yogyakarta, sebagai bagian dari generasi muda yang berada pada fase pencarian jati diri dan rentan mengalami quarter-life crisis, kerap memanfatkan musik untuk mengelola emosi, membangun identitas, serta menafsirkan makna hidup. Penelitian ini secara empiris bertujuan untuk menguji pengaruh dari intensitas mendengarkan musik terhadap perspektif kehidupan mahasiswa di Yogyakarta. Penelitian ini didasari paradigma positivistik dengan metode kuantitatif. Variabel intensitas mendengarkan musik diukur berdasarkan dimensi identitas diri, hubungan personal, dan diversi. Sedangkan perspektif kehidupan diukur berdasarkan dimensi autonomy, competence, dan relatedness berdasarkan teori Self-Determination. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoritis dalam pengembangan kajian komunikasi dan psikologi musik, serta manfaat oraktis bagi mahasiswa dan institusi pendidikan dalam memahami peran musik terhadap pembentukan pandangan hidup.
Perspektif Mahasiswa Terhadap #KaburAjaDulu dalam Konteks Kewarganegaraan di Era Digital Deva Lutfi Azizah; Elvira Ade Fadhila; Joko Tri Nugraha; Putri Ayu Amanda; Restu Sri Widyaningrum; Ridha Tsaniya Putri
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i4.1370

Abstract

The hashtag #KaburAjaDulu, which gained traction on social media in early 2025, embodies the unease and dissatisfaction of Indonesia's youth, especially university students, regarding the nation's socio-political and economic climate. This online manifestation signifies increasing disenchantment with systemic disparities, political inertia, and restricted economic prospects. This research seeks to analyze students’ interpretations of the hashtag through the lens of digital citizenship, emphasizing its role as a novel mode of civic participation in the contemporary digital landscape. A descriptive quantitative methodology was utilized, employing an online survey directed at students from diverse academic disciplines who actively engage with social media. A total of 55 participants were chosen through purposive sampling, based on their familiarity or involvement with the #KaburAjaDulu conversation. The data were processed using SPSS version 27, applying both descriptive and correlational analysis techniques. Results indicate that the majority of students do not view the hashtag as an indication of apathy, but rather as a thoughtful critique of the perceived shortcomings of national values like justice and meritocracy. Additionally, a positive correlation was identified between digital literacy and students’ critical perspectives on national matters. This implies that enhanced digital literacy fosters constructive engagement in digital environments. The research concludes that civic education must evolve with digital advancements by fostering contextual, interactive, and pertinent pedagogical methods. Such strategies are vital for cultivating digitally literate citizens who are critical, accountable, and actively involved in civic affairs.
PEMAHAMAN KUALITAS GIZI DAN KEHALALAN PROGRAM MBG DALAM PERSPEKTIF MAHASISWA GIZI : TINJAUAN HADIS NABI MUHAMMAD SAW TERHADAP ISU KONTAMINASI DAN PANGAN ULTRA – PROSES Chikita Ramadhani; Farrelio Syafiq; Musthofa Muyassar Firdaus; Mokh Iman Firmansyah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 15 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/jik.v15i1.3408

Abstract

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan upaya strategis pemerintah untuk meningkatkan status gizi anak dan mengurangi kerawanan pangan di Indonesia, dengan tinjauan khusus pada hadis Nabi Muhammad SAW terkait isu kontaminasi dan pangan ultra-proses. Penelitian ini bertujuan mengetahui pemahaman mahasiswa Gizi Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) terhadap kualitas gizi dan kehalalan makanan dalam program MBG. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi, melibatkan 53 mahasiswa gizi angkatan 2023–2025 sebagai informan yang dipilih melalui teknik convenience sampling berbasis waktu. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur menggunakan Google Form dan diskusi kelompok terfokus, kemudian dianalisis dengan pendekatan tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memahami pentingnya kualitas gizi (98,1% paham/sangat paham), meskipun sebagian menilai standar gizi MBG masih perlu ditingkatkan. Sebanyak 94,3% responden menilai aspek kehalalan sangat penting, namun pemahaman terhadap prinsip hadis Nabi SAW masih terbatas (56,6% kurang paham). Tingkat keyakinan bahwa makanan MBG bebas dari kontaminasi bahan haram cukup tinggi (69,8%), meski masih ada keraguan. Dukungan masyarakat terhadap pengawasan ketat kualitas gizi dan kehalalan juga sangat kuat (88,7%), dengan 79,2% responden sangat percaya bahwa makanan halal dan bergizi berdampak positif pada kesehatan fisik dan spiritual. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa aspek gizi dan kehalalan dalam MBG tidak hanya berpengaruh pada kesehatan fisik, tetapi juga memenuhi tuntunan spiritual sesuai nilai Islam, sehingga diperlukan penguatan pengawasan dan edukasi berbasis agama agar program MBG dapat dijalankan secara optimal dan berkelanjutan.
Pola Perilaku Konsumtif Mahasiswa Terhadap Penggunaan Aplikasi Belanja Online Ditinjau dari Perspektif Ekonomi Islam Layla Novitasari; Nurti Budiyanti; Hayatin Nufus; Muhammad Ahyar; Putri Wulandari
TAFAQQUH Vol. 8 No. 1 (2023): Tafaqquh : Jurnal Hukum Ekonomi Syariah dan Ahwal Syahsiyah
Publisher : STIS DAFA MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70032/9q5n1002

Abstract

This research is motivated by the existence of excessive consumptive behavior by students whose goal is only for self-satisfaction. The purpose of this study is to analyze how opinions regarding the consumer behavior of students using Online shopping applications are seen from an Islamic economic perspective. This study used a descriptive qualitative method. Data collected using data collection techniques, by means of literature studies. Data collected using data collection techniques, by means of literature studies. Judging from the data from the Central Statistics Agency (BPS), smartphone use in Indonesia grew significantly in 2019 by 89.09%, this value was greater than in 2015. From the latest data by sirclo, after the pandemic, in 2021, according to published data there are 88% of internet users who buy products Online in Indonesia. 47.4% of respondents set aside less than IDR 100,000, 50.9% of respondents set aside around IDR 100,000 - IDR 500,000 and the most consumptive 1.8% of respondents set aside IDR 600,000 - IDR 1000,000. It It can be concluded that the level of consumerism in Indonesia is quite high, judging from the data that has been studied.
Pengaruh Pendidikan Keuangan di Keluarga, Financial Literacy dan Financial Self Efficacy terhadap Financial Management Behavior pada Mahasiswa Kota Bandar Lampung: Perspektif Manajemen Syariah Solehah, Azmi Fadhilatus; Bahrudin, Moh.; Nurmalia, Gustika
Jurnal Disrupsi Bisnis Vol. 8 No. 6 (2025): Jurnal Disrupsi Bisnis
Publisher : Prodi Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/drb.v8i6.55009

Abstract

Penelitian ini bertujuan adalah untuk menganalisis pengaruh antara pendidikan keuangan di keluarga, financial literaci dan financial self-efficacy terhadap financial management behavior pada mahasiswa kota Bandar Lampung dalam perspektif manajemen syariah. Penelitian ini menggunakan pendekatan mix method dengan design concurent embeded. Metode pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling sempel dihitung menggunakan rumus lemeshow sebanyak 97 sampel. Data dianalisis menggunakan aplikasi SMART PLS4. Hasil penelitian menunjukkan pendidikan keuangan di keluarga berpengaruh positif dan signifikan terhadap financial management behavior pada mahasiswa di Kota Bandar Lampung, financial literacy berpengaruh positif dan signifikan terhadap financial management behavior  pada mahasiswa di Kota Bandar Lampung. Sedangkan, financial self-efficacy tidak berpengaruh signifikan terhadap financial management behavior. Namun, secara simultan ketiga variabel independen tersebut tetap berpengaruh signifikan dengan kontribusi sebesar 61,5% terhadap variabel financial management behavior. Penelitian ini menegaskan bahwa pendidikan keuangan di keluarga dan literasi keuangan lebih efektif berperan dalam pengelolaan keuangan sehari-hari dibandingkan dengan hanya keyakinan individu itu sendiri terhadap kemampuannya dalam mengelola keuangan sebab tidak secara otomatis menentukan perilaku pengelolaan keuangan yang baik. Serta dilihat dari perspektif manajemen syariah disimpulkan bahwa pendidikan keuangan di keluarga, financial literacy dan financial self-efficacy memiliki peran signifikan dalam membentuk financial management behavior, hal ini sesuai dengan akuntabilitas dan tanggung jawab atas amanah harta sehingga mendukung pengelolaan keuangan yang sesuai prinsip halal, beretika dan berkelanjutan.
PENGARUH PENGGUNAAN KECERDASAN BUATAN (AI) TERHADAP KECERDASAN KOGNITIF MAHASISWA: PERSPEKTIF ERGONOMI KOGNITIF Ansar Bora; Ririt Dwiputri Permatasari; Luki Hernando; Ahmad Hanafie; Anisya Maylani; Adriyanto Adriyanto
ILTEK : Jurnal Teknologi Vol. 20 No. 02 (2025): ILTEK : Jurnal Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47398/iltek.v20i02.299

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kecerdasan buatan (AI) terhadap kemampuan kognitif mahasiswa, khususnya berpikir kritis, pemecahan masalah, dan daya ingat, serta menilai persepsi mahasiswa terhadap penggunaannya dalam pembelajaran. Latar belakang penelitian ini berangkat dari meningkatnya pemanfaatan AI di pendidikan tinggi yang menghadirkan peluang sekaligus risiko ketergantungan kognitif. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan desain post-test only control group pada 120 mahasiswa, dibagi kelompok eksperimen (menggunakan AI) dan kontrol (metode konvensional). Instrumen kuesioner skala Likert digunakan untuk menggali persepsi mahasiswa. Analisis dilakukan dengan uji-t, ANOVA, dan regresi linier. Hasil menunjukkan perbedaan signifikan antara kedua kelompok, dengan skor kognitif lebih tinggi pada kelompok eksperimen (t = 4.210; p < 0.01). Pengaruh terbesar AI terdapat pada aspek pemecahan masalah (F = 6.73; p < 0.01), sedangkan peningkatan daya ingat relatif rendah. Persepsi mahasiswa cenderung positif, terutama pada indikator pemahaman konsep (mean = 4.0) dan motivasi belajar (mean = 3.8), meski muncul indikasi ketergantungan (mean = 3.5) dan penurunan daya ingat (mean = 3.3). Regresi menunjukkan intensitas penggunaan AI berkontribusi signifikan terhadap peningkatan kognitif (R² = 0.420). Kesimpulannya, AI efektif sebagai cognitive enhancer namun perlu diintegrasikan dengan prinsip ergonomi kognitif agar tidak melemahkan kemandirian berpikir mahasiswa.

Page 26 of 34 | Total Record : 339