Filter By Year

1945 2024


Found 1,176 documents
Search l3 BIPA

Kata Berfrekuensi Tinggi dalam Pembelajaran BIPA Pemula Esra Nelvi Siagian
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 9, No 2 (2020): Ranah: Jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v9i2.2320

Abstract

Vocabulary plays an important role in foreign language learning, but teachers are often confused about what vocabulary should be taught or targeted so that learners can communicate well according to their level. This study aims to produce a list of the most frequently used vocabulary, knows as High Frequency Words-HFW, in Beginner Indonesian as Foreign Language (ILF) level. The results of this research will be great used for IFL students, teachers, writers, and observers, as well as parties related to IFL. The use of HFW in foreign language learning is proven to have positive effects, such as increasing learning motivation, increasing self-confidence to produce one's own sentences, helping to understand texts, and using repeated words that will make the vocabulary familiar to learners. This qualitative research used corpus of BIPA books for the beginner level based on the level one and two IFL Competency Standards according to the regulation of education ministry Number 27 of 2017 then processed using the AntCont application. The results showed that 1) HFW for IFL is different from Indonesian HFW in general; 2) the form of word classes taught varies; and 3) limited of affix used.  AbstrakKosakata memegang peranan penting dalam pembelajaran bahasa asing, tetapi pengajar sering bingung menentukan kosakata apa saja yang harus diajarkan atau dijadikan target agar pemelajar dapat berkomunikasi dengan baik sesuai dengan tingkatannya. Penelitian ini bertujuan menghasilkan daftar kosakata yang paling sering digunakan, High Frequency Words-HFW, pada pembelajaran BIPA pemula. Hasil penelitian ini akan sangat bermanfaat bagi para pemelajar, pengajar, penulis, dan pengamat BIPA, serta pihak-pihak yang berkaitan dengan kebipaan. Pemanfaatan HFW dalam pembelajaran bahasa asing terbukti memberi efek positif, seperti meningkatkan motivasi belajar, meningkatkan rasa percaya diri untuk memproduksi kalimat sendiri, membantu memahami teks, dan pemanfaatan kata berulang-ulang akan membuat kosakata tersebut familiar bagi pemelajar. Penelitian kualitatif ini menggunakan korpus data buku-buku BIPA untuk level pemula dengan berbasis Standar Kompetensi Lulusan BIPA level satu dan dua sesuai Permendikbud Nomor 27 Tahun 2017 kemudian diolah menggunakan aplikasi AntCont. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) HFW bahasa Indonesia untuk pemelajar BIPA berbeda dengan HFW bahasa Indonesia secara umum; 2) bentuk kelas kata yang diajarkan bervariasi; dan 3) bentuk imbuhan yang digunakan terbatas
Standardisasi Pengajaran Bipa: Revaluasi Metode Menuju Kompetensi Komunikatif I Ketut Darma Laksana
Journal Social and Humaniora Vol 20 No 2 (2020)
Publisher : Udayana University Press bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/PJIIB.2020.v20.i02.p05

Abstract

The method of language teaching to achieve communicative competencies to be a choice in second language learning has not developed widely at this time. This paper aims to present the workings of the Linguistic Method as a form of revaluation of traditional methods of language teaching which are considered to have not met the requirements of BIPA Teaching Standardization. The traditional teaching methods applied so far still revolve around the Direct Method and Translation Method. Both of these methods are suspected of not being able to bring learners to communicative competence. The application of the Direct Method has not shown maximum results because it only relies on teaching methods by prioritizing the use of the target language (second language), but the issue of teaching material does not receive an adequate portion to achieve the expected communicative competence. Similarly the Translation Method which basically attempts to convey material by translating it into learner language (generally in English to deal with heterogeneous classes), nor touching teaching material. In connection with that, Cognitive Linguistics which gave birth to Cognitivism Theory and is known as the Linguistic Method in second language teaching is important to be applied to achieve communicative competence. By the standardization it means that method of language teaching must be measured by the linguistic methods itself as a guidance: teaching each aspect of language, such as grammatical patterns, vocabulary groups, and sound devices is carried out in five stages, namely recognition, imitation, repetition, variation, and selection.
PENGEMBANGAN BUKU AJAR BIPA UNTUK TINGKAT PEMULA BERBASIS KEBUTUHAN PEMBELAJAR Retma Sari; Dzikrina Dian Cahyani
Indonesian Journal of Education and Learning Vol 4, No 1 (2020): Indonesian Journal of Education and Learning
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/ijel.v4i1.3398

Abstract

Program BIPA (Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing) mempunyai peranan penting untuk memperkenalkan bahasa Indonesia tetapi juga adat istiadat dan budaya Indonesia kepada dunia. Bersinergi dengan kebutuhan tersebut Program BIPA dituntut untuk dapat melayani kebutuhan pembelajar. Ketersediaan buku ajar BIPA yang masih terbatas menjadi kendala utama dalam pembelajaran. Seiring dengan tuntutan pembelajar maka perlu adanya pembaharuan buku ajar yang lebih praktis dan komunikatif. Membicarakan pembelajaran bahasa, lingkungan merupakan sesuatu yang sangat penting dalam kaitan dengan keberhasilan pembelajaran bahasa itu. Sehingga sehingga perlu adanya refleksi dari pola pembelajaran sebelumnya dengan konteks yang disesuaikan dengan kebutuhan pembelajar serta berinteraksi langsung dengan masyarakat untuk mendapatkan pengalaman nyata sehingga maksimal dalam pembelajarannya. Kondisi yang terlihat secara natural ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan para pembelajar yang menuntut untuk mampu berkomunikasi dengan bahasa Indonesia secara aktif dan lancar. Langkah-langkah dalam penelitian ini dibagi tiga yaitu metode pengumpulan data, metode analisis data dan pembuatan buku ajar.Metode pengumpulan data yang dilakukan yaitu: observasi, wawancara, angket, dan melakukan studi pustaka. Subjek penelitian ini dibedakan menjadi dua macam, yakni (1) subjek  yang digunakan untuk penjaringan data dalam analisis kebutuhan belajar dan (2) subjek yang digunakan untuk triangulasi dan uji coba produk. Analisis dalam penelitian ini dimulai setelah data dari instrument dikodekan dan ditafsirkan berdasarkan checklist dan skala. Data verbal dan pemetaan domain pembelajaran BIPA digunakan untuk mengembangkan rancangan buku ajar. Data hasil triangulasi dan uji coba tersebut selanjutnya dianalisis kembali menggunakan teknik analisis domain untuk revisi produk. Jadi secara garis besar tahapan dalam penelitian ini yaitu (1) observasi, (2) merancang dan mengembangkan buku ajar, (3 validasi oleh ahli, (4) revisi produk, (5) pengimplementasian buku ajar dan (6) evaluasi/ refleksi.
PENGAJARAN BAHASA DAN PEMEROLEHAN BAHASA KEDUA DALAM PEMBELAJARAN BIPA (BAHASA INDONESIA PENUTUR ASING) Rosiyana, Rosiyana
Jurnal Korpus Vol 4 No 3: DESEMBER 2020
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jik.v4i3.13839

Abstract

Bahasa merupakan alat komunikasi manusia dalam kehidupan sehari-hari, bahasa digunakan untuk menyampaikan sesuatu baik lisan maupun tulisan. Dalam pembelajaran bahasa pada BIPA dibutuhkan pengajaran bahasa yang baik agar pengajaran bahasa bagi pentur asing mudah dipahami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesalahan mahasiswa penutur asing dalam pembelajaran bahasa Indonesia , dan untuk mengetahui pengajaran bahasa kedua dalam pembelajaran bahasa Indonesia bagi penutur asing (BIPA). Penelitian ini menggunkan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini (1) wawancara, (2) Kuesioner, dan (3) referensi buku. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penutur asing terdapat kesalahan yaitu terdapat pemilihan kata, penggunaan afiks, kesalahan pada stuktur kalimat , dan penggunaan kefektifan dalam penggunaan bahasa Indonesia. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah Pengajar BIPA yaitu Dosen UIN  Syarif Hidayatullah Jakarta, dan Dosen Universitas Pakuan sebagai pengajar BIPA dengan mahasiswa asing 20 berasal dari beberapa Negara yaitu di lembaga Bimbel Education Laboratory dan Mahasiswa  UIN  Syarif Hidayatullah Jakarta sebagai mahasiwa penutur asing, . Agar mahasiswa asing tidak kesulitan dalam pembelajaran bahasa sebaiknya pengajar mengetahui apa kesulitan mahasiswa asing, dan pengajar harus mempunyai strategi yang kreatif agar tidak menyebabkan mahasiswa asing belajar bahasa Indonesia. Dengan penelitian ini diharapkan dapat membantu guru menjadi lebih sadar akan hal ini kesalahan karena dengan mengidentifikasi kesalahan yang bermasalah, guru mampu menghubungkan konsep dasar kalimat serta itu terkait dengan pemahaman mereka sendiri tentang konsep linguistik, bahasa dan pengajaran BIPA.
STRATEGI FONOLOGIS TERHADAP REALISASI BUNYI BAHASA TRIL /r/ DAN LATERAL /l/ PADA KATA-KATA BAHASA INDONESIA OLEH PENUTUR BERBAHASA KOREA (Studi Kasus pada Pemelajar BIPA (Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing)) Aprilia Kristiana Tri Wahyuni
PARAFRASE : Jurnal Kajian Kebahasaan & Kesastraan Vol 20 No 2 (2020)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/parafrase.v20i2.4181

Abstract

Peraturan-peraturan fonologis dari bahasa pertama (L1) seringkali menjadi penghalang dalam keberhasilan pemerolehan bahasa kedua (L2). Fenomena inilah yang digambarkan oleh hasil penelitian terhadap keberterimaan realisasi bunyi bahasa alir tril /r/ dan lateral /l/ oleh penutur berbahasa ibu Bahasa Korea dalam proses pemerolehan bahasa kedua, yaitu Bahasa Indonesia, dalam program Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA). Penelitian ini mengambil objek bunyi bahasa alir yang ditemukan dalam kata-kata Bahasa Indonesia. Bunyi -bunyi bahasa tersebut menduduki posisi koda dan onset. Bahasa Korea yang merupakan bahasa morfo-fonemik memiliki banyak peraturan fonologis yang membedakan bentuk fonemik dan bentuk fonetik dari bunyi-bunyi bahasa. Keberadaan peraturan-peraturan fonologis dalam bahasa asal menyebabkan penutur Korea menerapkan strategi fonologis pada saat mereka menemukan bunyi yang menduduki posisi yang tidak berterima di dalam bahasa mereka. Data diambil dengan menggunakan sampel 5 orang penutur Korea yang mengambil program in-country dan sedang menjalani pendidikan formal di Jurusan Bahasa Indonesia. Dengan menggunakan teknik rekam data dari realisasi bunyi-bunyi tersebut dikumpulkan dan kemudian ditranskripsikan secara fonetis dengan menggunakan IPA international phonetic symbols. Hasil transkripsi tersebut dibahas dengan menggunakan metode padan. Dari penelitian ini didapatkan bahwa bunyi tril tidak dapat diproduksi dan digantikan dengan bunyi tap. Selain itu pada posisi tertentu di dalam sistem silabel Bahasa Indonesia, bunyi-bunyi alir tersebut tidak dapat dibunyikan sehingga membutuhkan strategi fonologis yang dipengaruhi oleh peraturan-peraturan fonologis dari bahasa asal. Strategi fonologis yang muncul adalah retrofleksi, geminasi, paragog, velarisasi, alternasi bunyi terhadap bunyi /r/ di posisi koda, alternasi bunyi terhadap bunyi /l/ di posisi onset, dan pelesapan bunyi.
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN DENGAN MODEL DIFERENSIASI MENGGUNAKAN BOOK CREATOR UNTUK PEMBELAJARAN BIPA DI KELAS YANG MEMILIKI KEMAMPUAN BERAGAM Verdiana Puspitasari; Rufi’i .; Djoko Adi Walujo
Jurnal Education and Development Vol 8 No 4 (2020): Vol.8.No.4.2020
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (575.917 KB)

Abstract

Mengajar Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA) di suatu kelas yang mana peserta didiknya memiliki kemampuan beragam adalah suatu tantangan bagi guru. Guru dituntut untuk berpikir kreatif sehingga semua kebutuhan peserta didik terpenuhi baik yang level pemula, menengah, maupun mahir. Diferensiasi adalah suatu kegiatan yang memodifikasi proses, mendesain berbagai aktivitas untuk membantu peserta didik memahami materi dan memodifikasi produk, serta memberikan kesempatan bagi peserta didik menunjukkan apa yang mereka pahami atau hasil belajar melalui berbagai bentuk produk. Berawal dari definisi ini, penelitian ini betujuan untuk mengembangkan perangkat pembelajaran dengan model diferensiasi dengan menggunakan Book Creator. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembanga (Research and Development/R&D). Model penelitian ini menggunakan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Model rancangan produk menggunakan model pembelajaran diferensiasi yang menggunakan teori dari Hocket (2018) mengenai proses perencanaan dan implementasi pembelajaran diferensiasi. Model SAMR yang dikembangkan oleh Puentedura juga digunakan untuk mengembangkan penggunaan Book Creator dalam proses pembelajaran. Pengumpulan data dilakukan melalui dua hal yakni, validasi dua ahli yang digunakan untuk menilai kelayakan perangkat pembelajaran dan revisi jika diperlukan, dan angket respon peserta didik untuk mengetahui respon dan pendapat peserta didik tentang pengembangan model ini di kelas. Kelas uji coba yang digunakan dalam penelitian ini adalah Bahasa Indonesia untuk penutur asing kelas IV di salah satu sekolah Spk (satuan pendidikan kerjasama) di surabaya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) perangkat pembelajaran yang dikembangkan dengan model diferensiasi mendapatkan nilai dari hasil validasi ahli materi sebesar 92,22%, yang berarti bahwa perangkat pembelajaran ini sangat layak digunakan untuk uji coba, (2) perangkat pembelajaran juga mendapatkan nilai dari hasil validasi ahli desain sebesar 92%, yang berarti perangkat pembelajaran ini sangat layak digunakan untuk uji coba, (3) hasil respon peserta didik terhadap pembelajaran model diferensiasi ini diperoleh hasil yang positif dengan prosentase hasil rating sebesar 82%, hal ini menunjukkan bahwa peserta didik memiliki ketertarikan terhadap penerapan produk yang dikembangkan.
DEVELOPMENT OF MULTIMODAL LANGUAGE TEACHING MATERIALS FOR INDONESIAN LANGUAGE FOR FOREIGN SPEAKERS (BIPA) DURING PANDEMIC TIME Dieni Amalia Zamzamy
English Language and Literature International Conference (ELLiC) Proceedings Vol 4 (2021): Creative and Innovative Learning Strategies in The Field of Language, Literature, Ling
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The application of multimodal teaching and learning materials for BIPA has become increasingly more prevalent during the new normal period. As a consequence of various limitations imposed on them due to the lockdown, BIPA teachers are increasingly required by necessity to start producing multimodal teaching and learning materials so BIPA learning can still continue. It should be noted however that this sudden transition of BIPA learning from the initial direct face-to-face mode to an emergency online learning approach, has significantly affected the teachers in writing, compiling, and authoring multimodal materials. Noting such circumstance and predicaments, this literature review research paper aims to examine the modes applied by teachers in compiling teaching and learning materials, to investigate the role of multimodality implemented by teachers in BIPA learning, and to identify the impacts of multimodal teaching and learning materials on students. The results of the research suggest that teachers do have preference of a certain mode in teaching for a particular language competence. Furthermore, multimodal teaching and learning materials have been demonstrated to be able to effectively improve BIPA learning process, making it more attractive, and increase students’ learning interests despite the fact that multimodal teaching and learning materials are in dire need of more attention and have so much room for improvement
Listening Learning of Indonesian for Speakers of Other Languages (BIPA) for Academic Purposes Widi Astuti; Nurhadi Bewe
JETL (Journal of Education, Teaching and Learning) Vol 5, No 2 (2020): Volume 5 Number 2 September 2020
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.632 KB) | DOI: 10.26737/jetl.v5i2.1985

Abstract

Indonesian is now increasingly in demand to be studied by foreign speakers for various purposes. One of the purposes for foreign speakers to learn Indonesian is related to academic purpose. BIPA learning with academic purposes has different characteristics from BIPA learning in general. This study aims to describe listening learning in the BIPA program for academic purposes at Universitas Negeri Yogyakarta based on the aspects of learning preparation and implementation which includes learning activities, learning materials, learning media, learning assessments, problems, and solutions in learning. The subject of this research is a lecturer of listening skills in the BIPA program for academic purposes in the class of Yunnan Minzu University, China. This research used a descriptive qualitative method. Data collection was carried out by observation, interviews, and document study. Data analysis techniques include data reduction, data display, and verification. The validity of the research data was carried out using triangulation methods. The results showed that the learning preparation was carried out by making a syllabus and developing learning materials. Listening learning activities were carried out through pre-listening, while-listening, and post-listening activities. Listening learning materials tailored the academic needs and adjusted to the speaking skills that learners will learn. The learning media used are handouts, audio, and video that were connected from the laptop to speakers and/or projectors. Learning assessment was carried out at the middle of the semester and the end of the semester. Problems encountered in learning include a technical problem and a non-technical problem. To overcome technical problems, the lecturer reported this to the program manager for improvement, while for non-technical problems, the lecturer was proactive to ask the students. Based on the results of this study, it can be concluded that the planning and implementation of listening learning in the BIPA program for academic purposes is following the principles of learning listening in a second or foreign language. However, some things need attention related to technical and non-technical problems that occur so that they can be minimized.
Common European Framework of Reference for Languages (CEFR) dan Implikasinya bagi Buku Ajar BIPA Sudaryanto Sudaryanto; Pratomo Widodo
Jurnal Idiomatik: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 3 No 2 (2020): Jurnal Idiomatik
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46918/idiomatik.v3i2.777

Abstract

Common European Framework of Reference for Languages (CEFR) merupakan kerangka umum acuan Eropa untuk bahasa yang meliputi masalah belajar, mengajar, dan penilaian bahasa. Konsep CEFR ini penting diketahui dan dipelajari oleh para pemelajar/siswa dan pembelajar/guru bahasa asing, terutama di dalam konteks pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA). Desain penelitian ini adalah penelitian analisis konten. Fokus penelitiannya terletak pada implikasi konsep CEFR pada buku ajar BIPA berjudul Sahabatku Indonesia yang terdiri atas enam jilid (Tingkat A1, A2, B1, B2, C1, dan C2) terbitan Pusat Pengembangan Strategi dan Diplomasi Kebahasaan, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun 2016. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep CEFR telah diterapkan dalam buku ajar BIPA Sahabatku Indonesia dengan enam tingkatan, yaitu A-1 Breakthrough: Pemula 1 dan A-2 Waystage: Pemula 2, B-1 Threshold: Madya 1 dan B-2 Vantage: Madya 2, dan C-1 Effective Operational Proficiency: Mahir 1 dan C-2 Mastery: Mahir 2. Kategori A disebut Penutur Tingkat Dasar, kategori B disebut Penutur Tingkat Mandiri, dan kategori C disebut Penutur Tingkat Mahir. Selain itu, materi ajar BIPA yang dikembangkan di dalam buku Sahabatku Indonesia berbasis CEFR menyajikan empat keterampilan berbahasa, tata bahasa, dan budaya Indonesia. Tiap unit buku itu tersajikan materi Membaca, Tata Bahasa, Menyimak, Menulis, Berbicara, dan Catatan Budaya.
PENGENALAN PERMAINAN TRADISIONAL INDONESIA DI KELAS BIPA Asteria, Prima Vidya
Paramasastra: Jurnal Ilmiah Bahasa Sastra dan Pembelajarannya Vol 4, No 1 (2017): Vol 4 No 1 Bulan Maret Tahun 2017
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/parama.v4n1.p%p

Abstract

This study aimed to describe the introduction of Indonesian Traditional Games in Unesa BIPA’s Class that includes planning, implementation, and evaluation. This study used descriptive qualitative method. This research was conducted in classes BIPA Unesa in the course Introduction to Indonesian Culture, February 17, 2016. The subjects were students who take the program BIPA Unesa Dharmasiswa class of 11 students . The stages of this study include the initial, core, end. In the early stage, researcher collecting information about situation in BIPA class at Unesa and creating syllabus and instruments. At the core stage, researcher doing learning and teaching process based on syllabus. At the last stage is evaluating of learning. Things that exist during the learning and teaching process that the students are very enthusiastic attention and focus on lecturer and model. Based on the task, students' ability is quite good with an average of 83. 

Page 28 of 118 | Total Record : 1176