Filter By Year

1945 2024


Found 841 documents
Search RADIOLOGI

Teknik Radiografi Knee Joint Dextra Dengan Sangkaan Fraktur Os Patella Di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Efarina Pematang Siantar Tahun 2024 Basuki, Bayu; Damanik, Dasty Arni Krisdayanti; Kustoyo, Bambang
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 7, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v7i2.10643

Abstract

Fraktur os patella adalah hilangnya kontinuitas tulang patela yang dapat terjadi akibat dari kontraksi yang hebat otot kuadriceps, misalnya menekuk secara keras dan tiba-tiba. Penyebab fraktur patella di sebabkan oleh trauma langsung maupun tidak langsung. Teknik pemeriksaan dengan menggunakan proyeksi AP dan Lateral bertujuan untuk mengetahui hasil gambar radiograf dengan jelas secara anatomi, dengan menggunakan kondisi penyinaran faktor ekposi kv,mA,S dan FFD. adapun tujuan penelitian ini mengetahui prosedur proteksi radiasi dan penatalaksanaan teknik pemeriksaan radiograf Knee Joint dextra dengan sangkaan fraktur Os Patella di instalasi radiologi rumah sakit efarina pematang siantar tahun 2024. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dan deskriptif dengan teknik pengambilan data dengan cara observasi, studi dokumentasi, dan studi kepustakaan
Teknik Radiografi Knee Joint Dextra Dengan Sangkaan Fraktur Os Patella Di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Efarina Pematang Siantar Tahun 2024 Sari, Sri Kumala; Sihombing, Elida; Afrilia, Masraini; Siboro, Sihat Manisia
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 7, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v7i2.10644

Abstract

Fraktur Costae, yaitu terputusnya kontinuitas/jaringan tulang rawan akibat cedera langsung. Tetapi pada pasien ortoporotik tulang rusuk dapat patah dengan tekanan kecil misal batuk atau berbangkis. Menurut Noviana teknik pemeriksaan thorax dengan kasus Fraktur menggunakan proyeksi PA,AP Supine, Lateral,LLD & RLD. Menurut Wulandari Sry dalam artikelnya menyatakan bahwa teknik radiografi thorax dengan kasus fraktur menggunakan proyeksi PA,AP & Lateral. Sedangkan tenik pemeriksaan thorax dengan kasus fraktur os cotae 5 di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Efarina Etaham Berastagi menggunakan proyeksi AP Supine. Penelitian ini memiliki tujuan guna mengetahui teknik radiografi thorax dengan kasus fraktur os costae 5. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan metode penelitian studi kasus. Peneliti mengumpulkan data dengan teknik observasi,wawancara serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik radiografi thorax pada kasus fraktur os costae 5 posterior dextra di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Efarina Etaham Berastagi menggunakan proyeksi AP Supine. Penggunaan proyeksi tersebut dikarenakan proyeksi tersebut sudah sesuai dengan standar operasional prosedur. Proses pengolahan film di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Efarina Etaham Berastagi menggunakan Computer Radiography
Teknik Radiografi Antebrachi Sinistra Dengan Kasus Fraktur Distal Os Radius Di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Efarina Etaham Berastagi Ermafina, Pratiwi; Handayani, Meli; Sihombing, Putri Sarah; Pelawi, Awan
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 7, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v7i2.10645

Abstract

Antebrachi terdiri dari dua tulang panjang yaitu radius dan ulna, namun kita harus memperhatikan syarat pada setiap pemeriksaan tulang panjang. Radius atau tulang pengumpil ada sepasang dan berbentuk tulang panjang yang melebar di bagian distalnya. Ulna atau tulang hasta ada sepasang dan berbentuk tulang panjang dengan bagian proksimal yang lebih tebal dibandingkan bagian distalnya. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif melalui observasi. wawancara, serta dokumentasi. Penelitian ini dilakukan di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Efarina Etaham Berastagi. Rontgen Antebrachi tidak memerlukan persiapan khusus selama pemeriksaan hanya saja melepaskan benda- benda asing yang dapat mengganggu gambaran radiogaf. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik radiografi Antebrachi pada kasus fraktur di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Efarina Etaham Berastagi menggunakan proyeksi Antero Posterior (AP) dan Lateral. Penggunaan proyeksi tersebut dikarenakan proyeksi tersebut sudah sesuai dengan standar operasional prosedur. Proses pengolahan film di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Efarina Etaham Berastagi menggunakan Computed Radiography
Teknik Radiografi Ossa Pedis Dextra pada Kasus Dislokasi Phalang Distal Digiti I di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Efarina Etaham Pematangsiantar Tahun 2024 Saragih, Rafael; Lumbantobing, Josua; Sitohang, Putra; Hervina, Hervina; Sinarinta, Juni
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 7, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v7i2.10646

Abstract

Penegakan diagnosis membutuhkan pencitraan organ yang mengalami kelainan fisiologis atau patologis. Sinar-X, ditemukan oleh Rontgen pada 1895, berperan penting dalam visualisasi organ untuk diagnosis dan pengobatan. Radiologi mendukung diagnosis, termasuk pemeriksaan pedis, membantu mendeteksi kelainan akibat cedera atau kondisi bawaan. Teknik radiografi berkualitas diperlukan untuk hasil optimal dalam diagnosis.Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif yang bertujuan memberikan gambaran objektif. Lokasi penelitian di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Efarina Etaham Pematangsiantar, dilakukan 13 Maret 2023. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, serta studi literatur. Etika penelitian meliputi izin rumah sakit dan menjaga kerahasiaan pasien.Penelitian di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Efarina Pematangsiantar tentang prosedur radiografi ossa pedis pada pasien dislokasi Tn.F menunjukkan bahwa proyeksi AP (Anteroposterior) dan oblique medial rotation digunakan untuk melihat area dislokasi. Pasien hanya melepas alas kaki dan tidak perlu apron. Alat yang digunakan mencakup pesawat sinar-X, imaging plate, CR, dan image console. Penelitian radiografi ossa pedis dislokasi di RS Efarina menunjukkan penggunaan proyeksi AP dan oblique sesuai SOP. Disarankan memakai imaging plate 24x30 cm, marker sebagai penanda objek, dan sudut sinar 10° cephalad untuk hasil optimal. Evaluasi proyeksi AP disarankan sebelum memilih proyeksi oblique agar gambaran dislokasi lebih jelas
Gambaran Kadar Perak (Ag) Pada Limbah Cair Fixer Di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Pertamedika Ummi Rosnati Banda Aceh Pocut Zairiana Finzia; Dewi Febriyanti; Adam S
Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 4 (2024): Oktober: Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/jumkes.v2i4.2330

Abstract

A study on the description of silver (Ag) levels in liquid waste fixer originating from a radiology installation before being processed at the Waste Treatment Installation is sometimes necessary to avoid environmental pollution. The time and place of this research were conducted at the radiology installation for approximately 1 (one) month. The purpose of this writing is to determine the description of the silver (Ag) levels of fixer in the radiology installation. This research method is field observation. and the processing of silver levels was carried out at the Medan standardization research agency (baristand) with researchers sending samples of 100 mg/l to be tested for silver levels. The thing studied in this study was to determine the description of silver levels using the Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS) method. From the observation results after processing, the Ag content was 0.03 mg/L. After processing, the silver content was allowed to be discharged directly into the environment or public channels because the results were still below the established quality standards, namely 5.0 mg/L. However, it would be better if each hospital was advised to process the liquid waste at the Wastewater Treatment Plant to avoid environmental pollution.
PENGUKURAN DOSIS RADIASI RUANGAN RADIOLOGI II RUMAH SAKIT GIGI DAN MULUT (RSGM) BAITURRAHMAH PADANG MENGGUNAKAN SURVEYMETER UNFORS-XI Martem, Dira Rizki; Milvita, Dian; Yuliati2, Helfi; Kusumawati, Dyah Dwi
Jurnal Fisika Unand Vol 4 No 4: Oktober 2015
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.4.4.%p.2015

Abstract

ABSTRAKTelah dilakukan pengukuran dosis radiasi di Ruangan Radiologi II Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Baiturrahmah Padang menggunakan Surveymeter Unfors-Xi.  Pengukuran dosis radiasi dilakukan pada 10 titik pengukuran yang di tempatkan di dalam ruangan maupun di sekitar ruangan.  Pengukuran dosis radiasi dilakukan saat penyinaran panoramik dan intraoral.  Hasil pengukuran dosis radiasi digunakan untuk menentukan efektivitas perisai radiasi.  Hasil penelitian menunjukkan interval dosis radiasi pada penyinaran panoramik sebesar 0,37 – 55,69 nGy dan pada penyinaran intraoral sebesar 0,074 – 43,76 nGy.  Perisai radiasi Ruangan Radiologi II termasuk perisai yang baik, mampu mengurangi radiasi sebesar 99,33% saat penyinaran panoramik dan 99,83% saat penyinaran intraoral.Kata kunci : dosis radiasi, Surveymeter Unfors-Xi, efektivitas perisai radiasi ABSTRACTResearch on measurement of radiation dose in Radiology Room II in the Dental Hospital of  Baiturrahmah Padang using Surveymeter Unfors-Xi has been done.  Measurement of radiation dose was conducted at 10 measurement points either in the room or around the room. Measurement of dose radiation was applied at panoramic and intraoral irradiation. The result of dose radiation measurement was used to determine shielding effectiveness of radiation. The result showed that dose interval of panoramic irradiation is 0.37-55.69 nGy and the dose interval of intraoral irradiation is 0.074-43.76 nGy. The radiation shield of Radiology Room II has a good radiation shield, which is able to diminish 99,33% and 99,83% of radiation on panoramic and intraoral irradiation, respectively.Keywords : radiation dose, Surveymeter Unfors-Xi, shielding effectiveness of radiation
Uji Kesesuaian Pesawat CT – Scan 64 Slice Merek Philips di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Universitas Andalas Padang Menggunakan Detektor Unfors Raysafe X2 Khairunnisak, Khairunnisak; Milvita, Dian; Sandy, Kri Yudi Pati
Jurnal Fisika Unand Vol 6 No 4 (2017)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.6.4.355-361.2017

Abstract

Telah dilakukan uji kesesuaian pesawat CT-Scan 64 slice merek Philips menggunakan detektor unfors raysafe X2 di Instalansi Radiologi Rumah Sakit Universitas Andalas.  Jenis pengujian yang dilakukan diantaranya, uji akurasi tegangan, uji liniearitas keluaran radiasi, uji indeks dosis CT (CTDI), uji posisi meja pemeriksaan dan uji kesesuaian laser penanda. Hasil yang didapatkan yaitu akurasi tegangan memiliki rata-rata % error sebesar 0,86%; liniearitas keluaran radiasi memiliki CL (Coefisient of Linearity) sebesar 0,010; indeks dosis CT (CTDI) dengan rata-rata CTDI100 sebesar 15,0536; Δz posisi meja pemeriksaan sebesar 0; uji laser penanda Δlaser  ≤ tebal slice minimum yaitu 0,5 mm. Pesawat        CT–Scan 64 slice merek Philips dalam kondisi andal menurut Paraturan BAPETEN Nomor 9 Tahun 2011.Kata kunci : pesawat CT-Scan, uji kesesuaian, unfors raysafe x2
Evaluasi Penerapan Proteksi Radiasi pada Pekerja Radiasi di Instalasi Radiologi RS Naili DBS, RS Selaguri, dan RS UNAND Syahda, Aprizka Smartalova; Milvita, Dian; Prasetio, Heru
Jurnal Fisika Unand Vol 9 No 4 (2020)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.9.4.517-523.2020

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang penerapan proteksi radiasi pada pekerja radiasi di Instalasi Radiologi RS Naili DBS, RS Selaguri dan RS UNAND.  Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi dosis radiasi perorangan yang diterima pekerja radiasi, mengestimasi efek yang diterima pekerja radiasi serta mengevaluasi penerapan prinsip proteksi radiasi bagi pekerja radiasi.  Pada penelitian digunakan data sekunder untuk dosis radiasi perorangan pekerja radiasi dan data primer untuk laju paparan radiasi di instalasi radiologi menggunakan surveymeter fluke dengan tegangan pesawat sinar-X 80 kV.  Hasil penelitian menunjukkan dosis radiasi perorangan yang diterima pekerja radiasi pada ketiga rumah sakit dalam waktu 3 bulan di bawah Nilai Batas Dosis (NBD) yaitu (0-0,46) mSv dengan acuan NBD berdasarkan Perka BAPETEN No. 4 Tahun 2013 yaitu 20 mSv dalam satu tahun.  Efek radiasi yang diterima pekerja radiasi diperkirakan efek stokastik karena dosis radiasi perorangan yang diterima pekerja radiasi rendah.  Penerapan proteksi radiasi terkait waktu, jarak, dan penggunaan perisai radiasi ruang memenuhi standar BAPETEN No. 4 Tahun 2013, akan tetapi penggunaan APD sebagai perisai diri belum mengikuti standar. A research on the application of protection from radiation has been done in the radiology installation at Naili DBS Hospital, Selaguri Hospital, and University of Andalas Hospital.  This study aims to evaluate the radiation dose received by radiation workers, to estimate the effect of the radiation to the radiation workers and to evaluate the principal application of radiation protection to radiation workers. The research uses primary data for the radiation exposure rate in radiology installation by using survey meter fluke with 80 kV of X-ray energy and secondary data for the radiation dose for each individual. The result shows that the radiation dose received by the radiation workers on the aforementioned hospitals are below the Dose Limits (NBD) based on Perka BAPETEN No. 4 of 2013, which is (0–0.46) mSv for 3 months compared to 20 mSv for year which is the maximum amount allowed. The radiation effect sustained by the radiation workers is projected to be stochastic, due to the low rate of radiation dose rate. The application of radiation protection related to time, distance and the usage of a radiation shield meets the required standard of BAPETEN, but the usage of personal protective equipment as a self-defence mechanism has not met the required standard yet.
Uji Kesesuaian Kinerja Generator dan Tabung Pesawat Sinar-X Merek Siemens di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Universitas Andalas Tohiri, Novelia; Muttaqin, Afdhal
Jurnal Fisika Unand Vol 11 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.11.1.37-43.2022

Abstract

Penelitian mengenai uji kesesuaian pesawat sinar-X telah dilakukan untuk mengukur dan menganalisis parameter uji kesesuaian kinerja generator dan tabung pesawat sinar-X merek Siemens di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Universitas Andalas menggunakan alat ukur RaySafe X2 R/F Sensor dan RaySafe X2 Survey Sensor yang dilengkapi dengan RaySafe X2 Base Unit mAs sebagai penampil nilai besaran terukur. Pengukuran dilakukan dengan meletakkan detektor pada jarak 100 cm dari tabung sinar-X. Hasil yang didapatkan yaitu persentase error maksimal untuk uji akurasi tegangan  sebesar 0,67%, uji akurasi waktu penyinaran sebesar 1,4%, uji linearitas keluaran radiasi dengan nilai CL sebesar 22% untuk fokus besar dan 23,1% untuk fokus kecil, uji reproduksibilitas dengan nilai CV maksimal sebesar 0,000641, uji kualitas berkas sinar-X untuk tegangan 50 kV, 60 kV, 70 kV, 80 kV, dan 90 kV dengan nilai HVL untuk masing-masing tegangan sebesar 1,93 mmAl, 2,36 mmAl, 2,74 mmAl, 3,16 mmAl, 3,54 mmAl, dan uji kebocoran tabung maksimal sebesar 0,069 mGy/jam. Hasil penelitian menunjukkan secara umum pesawat sinar-X merek Siemens memenuhi standar yang telah ditetapkan mengacu kepada Perka BAPETEN No 2 Tahun 2018 dan dinyatakan dalam kondisi andal dengan perbaikan karena salah satu parameter uji yaitu linearitas keluaran radiasi tidak memenuhi standar yang telah ditetapkan. 
Evaluasi Proteksi Radiasi di Ruang CT-Scan Intalasi Radiologi Rumah Sakit Otak (RSO) DR. Drs. M Hatta Bukittinggi Harwin, Cindy Wulanda; Milvita, Dian; Nuraeni, Nunung; Manzil, Emidatul
Jurnal Fisika Unand Vol 12 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.12.1.77-81.2023

Abstract

Evaluasi proteksi radiasi telah dilakukan di sekitar ruangan CT-Scan Instalasi Radiologi Rumah Sakit Otak (RSO) DR. Drs. M Hatta Bukittinggi menggunakan Surveymeter Fluke 451b. Penelitian bertujuan untuk mengukur laju dosis radiasi dan dan evaluasi fasilitas ruangan CT-Scan. Pengambilan data dilakukan di titik yang berbeda sebanyak tiga kali dengan tegangan 120 kV dan arus 240 mA. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa laju dosis radiasi di sekitar ruangan CT-Scan berkisar antara 0-0,367 µSv/h. Laju dosis yang didapatkan masih berada di bawah nilai yang ditentukan oleh Perka BAPETEN No. 8 Tahun 2011. Fasilitas proteksi radiasi di sekitar ruangan CT-Scan instalasi radiologi rumah sakit telah memenuhi syarat Safety Report Series (SRS) No. 39 IAEA

Page 56 of 85 | Total Record : 841