Filter By Year

1945 2024


Found 841 documents
Search RADIOLOGI

Analisis Kontur Isodosis Radiasi pada Pesawat Sinar-X di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Universitas Andalas Putra, Muhammad Ivana Harika; Adrial, Rico; S, Amel Oktavia
Jurnal Fisika Unand Vol 12 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.12.2.328-333.2023

Abstract

Telah dilakukan analisis kontur isodosis radiasi dari pesawat sinar-X di instalasi radiologi Rumah Sakit Universitas Andalas menggunakan  software surfer. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran sebaran laju dosis radiasi pada jarak dan ketinggian yang berbeda agar pekerja radiasi dapat mengetahui titik aman bagi pekerja. Pengukuran radiasi dilakukan menggunakan surveymeter fluke pada 9 titik pengukuran dengan 3 variasi ketinggian yang berbeda. Pengambilan data dimulai dengan mengukur radiasi latar kemudian laju dosis radiasi sesaat dan 20 s setelah pesawat sinar-X dipaparkan. Pengolahan data dimulai dengan menghitung laju dosis radiasi sebenarnya yang selanjutnya dibuat dalam kontur isodosis radiasi menggunakan software surfer dengan cara menginterpolasi data yang tidak beraturan menjadi bentuk grid data teratur yang dipisahkan garis-garis dengan rentang nilai yang sama. Hasil perhitungan menunjukan laju dosis radiasi tertinggi saat pesawat sinar-X dipaparkan 0,9 mSv/jam dan turun menjadi 0,002 mSv/jam setelah 20 s dipaparkan. Perubahan nilai paparan yang terlihat pada kontur menunjukkan terjadinya perubahan kontur dimana sebaran laju dosis radiasi tertinggi berada pada ketinggian 1,5 m saat pesawat sinar-X dipaparkan dan pada ketinggian 1,0 m setelah pesawat sinar-X dipaparkan selama 20 s.
Pengujian Efektivitas Perisai Radiasi dan Evaluasi Penerapan Proteksi Radiasi di Instalasi Radiologi RSUD Prof. Dr. MA Hanafiah SM Batusangkar Sahfira, Maya Putri; Milvita, Dian; Hiswara, Eri
Jurnal Fisika Unand Vol 13 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.13.2.190-196.2024

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pengujian efektivitas perisai radiasi dan evaluasi penerapan proteksi radiasi di Instalasi Radiologi RSUD Prof. Dr. MA Hanafiah SM Batusangkar. Penelitian bertujuan untuk menguji efektivitas perisai radiasi, mengevaluasi fasilitas proteksi radiasi, dan mengevaluasi laju dosis radiasi yang diterima pekerja radiasi. Pengujian efektivitas perisai radiasi dilakukan dengan cara mengukur dosis radiasi sebelum dan setelah melewati perisai radiasi menggunakan TLD-100. Evaluasi fasilitas proteksi radiasi dilakukan dengan cara mengamati secara langsung ruangan radiologi. Evaluasi laju dosis radiasi yang diterima pekerja radiasi dilakukan dengan cara mendata laju dosis yang diterima pekerja radiasi yang terukur pada TLD badge selama bulan November 2022-Januari 2023, kemudian dilakukan wawancara terhadap pekerja radiasi terkait proteksi radiasi. Hasil pengujian efektivitas perisai radiasi menunjukkan persentase tertinggi terdapat pada ruangan CT-Scan, nilai persentase efektivitas diperoleh >80%. Nilai efektivitas perisai radiasi pada ruangan dental panoramic diperoleh >47% dan ruangan sinar-X konvensional diperoleh >74%. Hasil evaluasi fasilitas ruangan radiologi secara umum telah memenuhi ketentuan Peraturan BAPETEN No. 4 Tahun 2020. Nilai laju dosis radiasi yang diterima pekerja radiasi sebesar (0-0,132) mSv/tahun, dan masih berada di bawah nilai yang ditetapkan oleh PERKA BAPETEN No. 4 Tahun 2013 sebesar 20 mSv/tahun.
Evaluasi Kelayakan dan Efektivitas lead apron sebagai Alat Pelindung Diri di Instalasi Radiologi Taufiq, Vara; Milvita, Dian; Sofyan, Hasnel; S., Amel Oktavia
Jurnal Fisika Unand Vol 13 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.13.1.110-116.2024

Abstract

Pemanfaatan radiasi sinar-X dalam instalasi radiologi memiliki dampak posistif dan negatif. Dampak negative paparan radiasi sinar-X dapat dikurangi dengan cara menggunakan lead apron. Penelitian bertujuan untuk mengetahui luas kerusakan sebagai penentu kelayakan lead apron dan mengevaluasi efektivitas lead apron dalam memberikan perlindungan yang memadai. Evaluasi kelayakan dan efektivitas dilakukan terhadap 5 lead apron milik Rumah Sakit Universitas Andalas. Metode evaluasi kelayakan dilakukan dengan membagi lead apron menjadi 4 kuadran, lalu dilakukan penyinaran menggunakan pesawat sinar-X konvensional dengan faktor eksposi 58,5 kV dan 8 mAs. Hasil penyinaran diolah menggunakan computed radiography (CR) untuk mengukur luas kerusakan pada lead apron. Efektivitas lead apron dievaluasi menggunakan dosimeter OSL yang ditempatkan di bagian atas dan dalam lead apron, kemudian dilakukan penyinaran dengan faktor eksposi 102 kV dan 2,5 mAs. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerusakan tidak melebihi batas toleransi yang disarankan Lambert dan McKeon, dimana lead apron dinyatakan layak apabila kerusakan <670 mm2 pada area kurang sensitif dan <15 mm2 pada area sensitif, sedangkan efektivitas lead apron berkisar antara (94,5-98,2) %. Berdasarkan hasil evaluasi diperoleh bahwa lead apron masih layak digunakan dan efektif dalam memberikan perlindungan terhadap radiasi sinar-X kepada pekerja radiasi, pasien maupun keluarga pasien.
Uji Kualitas Citra Pesawat CT-Scan Menggunakan Phantom ACR (American College of Radiology) di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Universitas Andalas Machmudah; Muttaqin, Afdhal; Oktavia, Amel
Jurnal Fisika Unand Vol 14 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.14.1.45-51.2025

Abstract

This research aims to obtain optimal image quality by ensuring that the CT Number measurement results do not exceed the limits set using Phantom ACR in the Radiology Installation of Andalas University Hospital with a Philips brand CT-Scan 64 Slice machine, because CT-Scan image quality testing is an important step to ensure optimal performance of radiology diagnostic tools and guarantee the accuracy of examination results. This research uses an experimental method with an evaluation consisting of four modules: Module 1 (CT Number accuracy) shows that the values for Polyethylene, Air, Acrylic and Water materials are within the tolerance limits of BAPETEN No. 2 of 2022 is ±5 HU, while the bone material does not meet the criteria, which indicates the need for additional calibration for high density materials. Module 2 (low contrast resolution), CNR (Contrast to Noise Ratio) value of 2.91 shows clear contrast between structures with low noise, meets BAPETEN standard No. 2 of 2022. Module 3 (CT Number uniformity), uniformity testing produces standard deviation values below the limit ≤ 2 HU, indicating good uniformity in the center and edges of the image, making it reliable for clinical applications. Module 4 (spatial resolution with high contrast), the CT-Scan system shows a resolution of 6 lp/cm, in accordance with the minimum limit set by BAPETEN No. 2 of 2022. Overall, this research shows that the CT-Scan system can produce images that meet BAPETEN standards No. 2 of 2022 for good image quality and can be applied in clinical practice, but for bone material it does not meet the criteria with an average value of 838.1 ± 17.4 HU.
Penyuluhan Masyarakat Mengenai Proteksi Radiasi pada Pemeriksaan Radiologi Darwansyah, Alfino Eka Putra; Putri, Meva Relita Setia; Putra, Alief Chandra Subiantara; Abdullah, Muhammad Akbar; Masso, Nur Fadillah Amanda; Saraswati, Noviana Putri; Nasokha, Ildsa Maulidya Maratus
Ahmar Metakarya: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2025): Ahmar Metakarya: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Ahmad Mansyur Nasirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53770/amjpm.v4i2.445

Abstract

Keselamatan radiasi adalah tindakan yang dilakukan untuk melindungi pasien, pekerja, anggota masyarakat, dan lingkungan hidup dari bahaya radiasi. Radiasi adalah gelombang elektromagnetik dan partikel bermuatan yang karena energi yang dimilikinya mampu mengionisasi media yang dilaluinya. Proteksi Radiasi adalah tindakan yang dilakukan untuk mengurangi pengaruh radiasi yang merusak akibat paparan radiasi.Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat untuk mengenal proteksi radiasi pada pemeriksaan radiologi. Metode yang digunakan yaitu metode ceramah dengan menggunakan poster dan power point sebagai media penyuluhan. Tahapan pelaksanaan  kegiatan penyuluhan ini terdiri dari 3 tahap yaitu survei kelompok sasaran, persiapan, dan pelaksanaan kegiatan. Hasil pengabdian masyarakat ini adalah karang karuna Desa Candran mendapatkan informasi mengenai proteksi radiasi. Pada saat diskusi berlangsung ada seorang pemudi yang menceritakan pengalamannya saat melakukan pemeriksaan gigi di instalasi radiologi, pemudi tersebut mengatakan bahwa dia tidak diberikan APD saat pemeriksaan berlangsung Sebagai orang awam, pemudi tersebut tidak tahu jika pada semua peme riksaan radiologi pasien harus menggunakan APD, setelah kami memaparkan materi barulah dia menyadari betapa pentingnya APD saat pemeriksaan radiologi untuk melindungi diri dari paparan radiasi. Kesimpulan dari pengabdian masyarakat ini adalah karang taruna Desa Candran dapat mengetahui mengenai pemeriksaan radiologi serta proteksi yang ada dalam pemeriksaan radiologi.
Lesi Litik Punched-Out pada Tengkorak: Laporan Kasus Granuloma Eosinofilik dengan Temuan Radiologi dan Histopatologi Zulda Musyarifah; Meta Zulyati Oktora; Rahmi Ramadhani; Tiara Febrina
Scientific Journal Vol. 4 No. 2 (2025): SCIENA Volume IV No 2, March 2025
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56260/sciena.v4i2.199

Abstract

Latar Belakang: Granuloma eosinofilik (EG) adalah bentuk terlokalisasi dari Langerhans Cell Histiocytosis (LCH), suatu kelainan langka yang ditandai oleh proliferasi klonal sel Langerhans. Tengkorak merupakan salah satu tulang yang paling sering terkena, di mana EG muncul sebagai lesi litik berbatas jelas ("punched-out") yang dapat menyerupai kondisi patologis lainnya. Diagnosis yang akurat memerlukan korelasi antara temuan klinis, radiologis, dan histopatologis. Laporan Kasus : seorang anak perempuan berusia 8 tahun yang datang dengan massa tidak nyeri di tengkorak. Pasien menjalani pemeriksaan radiologi, termasuk CT-scan dengan kontras, yang dilanjutkan dengan biopsi bedah dan pemeriksaan histopatologi. Pemeriksaan imunohistokimia (IHC) dilakukan untuk mengonfirmasi diagnosis, dengan penekanan pada ekspresi Cyclin D1 sebagai penanda alternatif dalam kondisi dengan keterbatasan sumber daya. Pemeriksaan CT-scan dengan kontras menunjukkan lesi litik punched-out dengan komponen jaringan lunak di tulang frontal kiri, yang meluas hingga ke atap orbita. Pemeriksaan histopatologi menunjukkan infiltrasi padat sel Langerhans, dengan ukuran 12–15 mikron, sitoplasma eosinofilik pucat yang melimpah, inti tidak teratur dan memanjang dengan lekukan dan lipatan nukleus yang menonjol, kromatin halus, serta nukleolus yang tidak mencolok. Latar belakang inflamasi mengandung banyak eosinofil, sel raksasa multinukleasi, dan pembentukan tulang reaktif. Pemeriksaan IHC menunjukkan ekspresi positif Cyclin D1, yang mendukung diagnosis granuloma eosinofilik. Kesimpulan : Kasus ini menyoroti pentingnya integrasi antara temuan radiologis dan histopatologi untuk memastikan diagnosis yang akurat pada lesi tengkorak pediatrik akibat granuloma eosinofilik. Korelasi antara gejala klinis, pemeriksaan radiologi, dan histopatologi sangat diperlukan. Mengenali morfologi sel Langerhans merupakan aspek krusial dalam diagnosis histopatologi. Pemeriksaan IHC diperlukan untuk mengonfirmasi asal sel tumor, dan Cyclin D1 dapat digunakan sebagai penanda alternatif yang berguna. Penilaian terpadu ini memungkinkan klasifikasi yang lebih akurat, sehingga dapat membimbing penatalaksanaan klinis yang tepat.
Hubungan Antara Karakteristik Klinis Pasien TB Paru dengan Gambaran Radiologi CT Scan Thorax: The Relationship Between Clinical Characteristics of Pulmonary TB Patients and Radiologic Features of Thorax CT Scan Utami, Nurfika; Rahmawati, Rahmawati; Natsir, Bulkis
Journal of Aafiyah Health Research (JAHR) Vol. 6 No. 1 (2025): JANUARY-JUNE
Publisher : Postgraduate Program in Public Health, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52103/jahr.v6i1.2011

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Infeksi tuberkulosis menjadi salah satu infeksi manusia yang paling umum dan berbahaya. Infeksi tuberkulosis adalah masalah kesehatan yang jumlahnya sepertiga penduduk dunia terinfeksi Mycobacterium tuberculosis. penegakan diagnosis TB masih terbatas pada hasil pemeriksaan klinis, pemeriksaan laboratorium sputum BTA dan foto X-ray thorax konvensional. Sementara itu, CT scan belum menjadi modalitas standar, karena biayanya yang mahal dan tidak tersedia di berbagai pusat pelayanan kesehatan primer. Namun CT-scan dianggap memiliki kelebihan dalam mendiagnosis lesi-lesi minimal, membedakan kondisi aktif dan non-aktif, menilai perluasan endobronkial, serta mendiagnosis TB paru dengan hasil pemeriksaan sputum bakteri tahan asam (BTA) negatif secara lebih baik. Metode: Metode yang digunakan yaitu literature review dengan desain Narrative Review untuk mengidentifikasi dan merangkum artikel yang telah diterbitkan sebelumnya mengenai hubungan antara karakteristik klinis pasien TB Paru dengan gambaran radiologi CT Scan. Hasil: Dari 4 artikel yang dirangku, banyaknya variasi yang tidak khas dari gambaran CT-scan thorax pasien TB paru membuat penegakan diagnosis TB paru menjadi lebih rumit. Dibutuhkan ketelitian dan kerjasama yang baik antara ahli radiologi dengan klinisi untuk bersama-sama menegakkan diagnosis TB paru secara tepat. ABSTRACT Background: Tuberculosis infection is one of the most common and dangerous human infections. Tuberculosis infection is a health problem in which one-third of the world's population is infected with Mycobacterium tuberculosis. The diagnosis of TB is still limited to the results of clinical examination, laboratory examination of BTA sputum and conventional thoracic X-rays. Meanwhile, CT scanning has not yet become a standard modality, due to its high cost and unavailability in many primary health care centres. However, CT scans are considered to have advantages in diagnosing minimal lesions, differentiating active and inactive conditions, assessing endobronchial expansion, and better diagnosing pulmonary TB with negative acid-resistant bacteria (BTA) sputum examination results. Method: The method used was a literature review with a Narrative Review design to identify and summarise previously published articles on the relationship between clinical characteristics of pulmonary TB patients and CT scan radiological images. Results: From the 4 articles summarised, it was found that the large number of variations that are not typical of thoracic CT scans of pulmonary TB patients make the diagnosis of pulmonary TB more complicated. It takes precision and good cooperation between radiologists and clinicians to jointly make a correct diagnosis of pulmonary TB.
PENERAPAN FISIKA DALAM RADIOLOGI UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN MASYARAKAT TERHADAP KESELAMATAN RADIASI Niwele, Amelia; Malisngorar, Maritje SJ; Tunny, Ira Sandi
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i1.43078

Abstract

Penggunaan teknologi radiologi dalam bidang kesehatan semakin berkembang, terutama dalam diagnostik dan terapi. Namun, pemahaman masyarakat mengenai aspek fisika dalam radiologi, termasuk keselamatan radiasi, masih terbatas. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terkait prinsip dasar fisika dalam radiologi dan pentingnya keselamatan radiasi. Melalui metode penyuluhan serta diskusi interaktif, diharapkan masyarakat lebih memahami risiko dan cara perlindungan dari paparan radiasi. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman dan kesadaran masyarakat terhadap proteksi radiasi dalam pemeriksaan medis.
GAMBARAN MANAJEMEN ALAT PELINDUNG DIRI (APD) PROTEKSI RADIASI DI INSTALASI RADIOLOGI RSUD dr. ADNAAN WD PAYAKUMBUH Rahmadianti, Yori; Setiara, Mela
HUMAN CARE JOURNAL Vol 10, No 1 (2025): Human Care Journal
Publisher : Universitas Fort De Kock

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/hcj.v10i1.3350

Abstract

Instalasi radiologi pada rumah sakit tentunya memiliki bahaya terutama bagi petugas di ruang radiologi. Paparan dalam jangka panjang dan terus menerus pada petugas di ruang radiologi dapat mengancam kesehatan dan kehidupan mereka. Oleh karena itu dibutuhkan alat pelindung yang melindungi mereka dari paparan radiasi. Peralatan Alat Pelindung Diri (APD) yang tersedia masih belum lengkap dan penggunaan APD pada radiografer kurang rutin di gunakan karena merasa aman, saat pemakaian APD memperlambat waktu pemeriksaan terhadap pasien dikarenakan APD yang berat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran manajemen alat pelindung diri (APD) proteksi radiasi dari aspek input,proses,output. Jenis penelitian kualitatif dengan metode pendekatan deskriptif. Dilakukan di instalasi radiologi RSUD dr. Adnaan WD Payakumbuh pada bulan agustus 2023  sampai juni 2024. Wawancara mendalam dilakukan dengan informan 1 orang kepala ruangan, 1 orang petugas proteksi radiasi (PPR), 3 orang radiografer. Uji keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik disajikan dalam bentuk tabel. Hasil penelitian yang meliputi input, dari segi SDM sudah tercukupi, pendanaan mengalami keterhambatan anggaran, kurangnya sosialisasi terhadap kebijakan, sarana dan prasarana belum memenuhi standar pelayanan, rekaman laporan selalu di buat pemeliharaan selalu dijaga. Proses, pemantauan kesehatan belum dilaksanakan kembali, pelatihan proteksi hanya diikuti oleh Petugas Proteksi Radiasi (PPR),  limitasi dosis menggunakan alat TLD penggunaan APD belum diterapkan, masih terjadinya pengulangan foto pada pemeriksaan. Output, pelaksanaan manajemen alat pelindung diri (APD) proteksi radiasi belum dilakukan sesuai dengan PERKA BAPETEN No.4 Tahun 2020. Kata kunci : Alat Pelindung Diri (APD), Manajemen, Proteksi Radiasi
UJI KEBOCORAN PAPARAN RADIASI PADA RUANG PEMERIKSAAN SINAR-X DI INSTALASI RADIOLOGI RUMAH SAKIT PKU BANTUL Ananda, Dea; Dewi, Sofie Nornalita; Utami, Asih Puji
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.42547

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana desain ruang pemeriksaan dan untuk mengetahui ada tidaknya kebocoran paparan radiasi pada ruang pemeriksaan sinar-X dan lingkungan sekitar ruang pemeriksaan sinar-X di Instalasi Radiologi Rumah Sakit PKU Bantul. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan eksperimental. Data dikumpulkan dengan cara observasi pada ruang pemeriksaan serta melakukan pengukuran paparan radiasi pada dua belas area yang telah ditentukan. Hasil penelitian menunjukkan ukuran ruang pemeriksaan sinar-X yaitu 8 m × 4 m × 6 m, ketebalan dinding ruangan 30 cm menggunakan bata merah yang setara dengan 2 mm Pb, dan pintu dilapisi Pb setebal 2 mm. Hasil pengukuran uji kebocoran nilai paparan radiasi tertinggi yang terukur sebesar 189,2 µSv/h terdapat pada area 10 dan 11 yang merupakan WC pada ruang pemeriksaan. disimpulkan bahwa desain ruang pemeriksaan sinar-X sudah efektif dan sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh BAPETEN No. 8 Tahun 2011 dan standar menurut Permenkes No. 24 Tahun 2020. Hasil uji kebocoran paparan radiasi, ruang pemeriksaan sinar-X di instalasi radiologi rumah sakit PKU Bantul secara umum dapat dikategorikan aman sesuai dengan BAPETEN No. 5 Tahun 2016, kecuali pada area 10 dan 11 yaitu area WC yang tidak dilapisi timbal.

Page 57 of 85 | Total Record : 841