Filter By Year

1945 2024


Found 841 documents
Search RADIOLOGI

Karakteristik Foto Toraks Pasien Pneumonia Di Instalasi Radiologi RSD Kota Tidore Kepulauan Sashikirana, Najla Resmala; Darmayanti, Dewi; Handoko, Dwi
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 2 (2025): Volume 12 Nomor 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i2.18920

Abstract

Pneumonia adalah kondisi inflamasi yang mempengaruhi parenkim paru, khususnya pada bronkiolus respiratorius dan alveolus distal bronkiolus terminalis. Profil Kesehatan Indonesia tahun 2018 menunjukkan sebanyak 468.172 balita di Indonesia menderita pneumonia dengan angka kematian sebanyak 551 balita. Faktor penyebab kematian pneumonia multifaktorial, termasuk inflamasi yang berlebihan, baik secara sistemik maupun lokal di organ paru. Penyebab lain yaitu sindrom distress pernapasan akut, disfungsi endotel pada vaskuler dan koagulopati. Salah satu teknik untuk membantu dokter dalam mendiagnosis pneumonia adalah melalui penggunaan identifikasi berbasis citra foto toraks, yang dimungkinkan oleh kemajuan teknologi yang pesat saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik foto toraks pasien pneumonia di Instalasi Radiologi RSD Kota Tidore Kepulauan tahun 2023. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif observasional dengan desain cross-sectional menggunakan pendekatan retrospektif untuk mengetahui gambaran foto toraks pada pasien pneumonia di RSD Kota Tidore Kepulauan tahun 2023. Data yang diambil termasuk dalam kategori data sekunder yang menggunakan expertise pasien pneumonia di instalasi radiologi RSD Kota Tidore Kepulauan pada tahun 2023. Hasil terhadap 292 sampel ditemukan 35,6% berusia <18 tahun, 53,4% berjenis kelamin laki-laki, 61,7% dengan bentuk lesi bercak infiltrat.
UJI KENDALI MUTU KUALITAS CITRA PESAWAT CT SCAN MULTISLICE UNITED IMAGING HEALTHCARE DI UNIT RADIOLOGI RUMAH SAKIT BALIMED BULELENG Widiatmika, Alit Hardy; Jeniyanthi, Ni Putu Rita; Wikanadi, Nyoman Sri
Jambura Journal of Health Sciences and Research Vol 7, No 1 (2025): JANUARI: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/jjhsr.v7i1.27712

Abstract

CT Scan adalah alat diagnostik penting dalam bidang radiologi yang memerlukan uji kendali mutu kualitas citra untuk memastikan keandalannya. Uji kendali mutu meliputi evaluasi CT Number, artefact, dan visual checklist sesuai dengan Peraturan Kepala BAPETEN Nomor 2 Tahun 2018. CT Number berperan dalam membedakan kelainan organ, artefact mendeteksi kesalahan informasi pada citra, dan visual checklist memastikan fungsi alat. Kebaruan Penelitian ini merupakan yang pertama kali dilakukan di Unit Radiologi Rumah Sakit Balimed Buleleng untuk menguji kendali mutu kualitas citra pada perangkat CT Scan Multislice merek United Imaging Healthcare. Penelitian ini bertujuan menganalisis hasil kendali mutu kualitas citra pada alat CT-Scan di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Balimed Buleleng. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan pendekatan observasional. Data diambil melalui pengujian phantom menggunakan alat CT-Scan. Hasil penelitian menunjukkan CT Number di ROI pusat pada tiga irisan berturut-turut adalah -0,3; -0,1; dan 1,2. Pengukuran ROI di tepi pada irisan kedua menunjukkan nilai arah jam 12 sebesar 0,1; jam 3 sebesar 0,4; jam 6 sebesar 0,7; dan jam 9 sebesar 0,5. Semua hasil berada dalam batas toleransi standar BAPETEN. Tidak ditemukan artefact pada pengujian citra, dan hasil visual checklist menunjukkan kondisi alat dalam keadaan layak pakai.  Kesimpulannya yaitu Uji kendali mutu kualitas citra CT Number, artefact, dan visual checklist pada alat CT-Scan Rumah Sakit Balimed Buleleng telah sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh BAPETEN Nomor 2 Tahun 2018. Alat CT-Scan dinyatakan dalam kondisi andal dan layak digunakan untuk pemeriksaan diagnostik.
UJI KESESUAIAN PESAWAT CT SCAN MULTISLICE GE HEALTHCARE DI UNIT RADIOLOGI RUMAH SAKIT UMUM KERTHA USADA Putra, Gede Pramana; Prasetya, I Made Lana; Wijaya, Nyoman Moga
Jambura Journal of Health Sciences and Research Vol 7, No 1 (2025): JANUARI: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/jjhsr.v7i1.27479

Abstract

Multi Slice Computed Tomography (MSCT) adalah teknologi pencitraan medis yang memungkinkan pemindaian tubuh dalam beberapa irisan sekaligus, menghasilkan gambar yang lebih rinci dibandingkan CT Scan konvensional. Uji kesesuaian diperlukan untuk memastikan MSCT tetap menghasilkan gambar diagnostik yang akurat dan berkualitas. Kebaruan dalam penelitian ini adalah uji kesesuaian pesawat CT Scan Multislice Ge Healthcare di Unit Radiologi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kesesuaian dan kinerja pesawat CT Scan Multislice di Unit Radiologi RSU Kertha Usada. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan pendekatan survei. Uji kesesuaian meliputi analisis CT Number, evaluasi artefak, dan pemeriksaan visual checklist. Penelitian dilakukan selama 30 hari dengan menggunakan water phantom sebagai objek uji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa CT Scan Multislice memenuhi standar kesesuaian dengan nilai CT Number dalam batas toleransi (-4 HU hingga +4 HU untuk akurasi dan ≤ 2 HU untuk keseragaman). Tidak ditemukan streak, shading, atau ring artefak yang mengganggu kualitas gambar. Pemeriksaan visual checklist menunjukkan bahwa semua komponen perangkat berfungsi baik dan aman digunakan. Kesimpulannya penelitian ini yakni perangkat CT Scan Multislice GE Healthcare di RSU Kertha Usada beroperasi sesuai dengan regulasi BAPETEN.
PENERAPAN TEKNOLOGI API GRAPHQL UNTUK PEMBANGUNAN SISTEM INFORMASI INSTALASI RADIOLOGI MENGGUNAKAN FRAMEWORK NEXTJS Sutono; Ai Musrifah; Lalan Jaelani; Rivaldi ZS
INFOTECH journal Vol. 11 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/infotech.v11i1.12970

Abstract

Radiologi sudah menjadi bagian dari kebutuhan dunia medis khususnya di Rumah Sakit. Pemeriksaan Radiologi merupakan pemeriksaan yang tepat digunakan untuk mengetahui Anatomi dan Fisiologi dari suatu organ pada tubuh manusia. Sistem informasi instalasi radiologi saat ini seringkali menghadapi tantangan dalam hal fleksibilitas dan efisiensi dalam memenuhi kebutuhan pengguna yang beragam. Penelitian ini mengusulkan solusi dengan menerapkan API GraphQL dan framework Next.js. GraphQL memungkinkan fleksibilitas dalam query data, sedangkan Next.js menyediakan platform pengembangan yang kuat untuk membangun antarmuka pengguna yang modern. Dengan pendekatan ini, diharapkan dapat dihasilkan sistem informasi yang lebih responsif, mudah diintegrasikan dengan sistem lain, dan mampu mengatasi kompleksitas data pada instalasi radiologi. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan sistem informasi kesehatan dengan mengaplikasikan teknologi terkini, yaitu API GraphQL dan framework Next.js, sehingga dihasilkan sebuah sistem yang multilevel user yang memudahkan dalam mengelola website serta melakukan proses rekam medis yang terintegrasi dan terdapat fitur workflow sebagai bentuk transparansi proses yang sedang berjalan agar pengguna mampu melihat segala perubahan dalam bentuk realtime.
Teknik Pemeriksaan CT Scan Kepala Non Kontras Pada Kasus Vertigo Cerebral Di Instalasi Radiologi RSUD Haji Provinsi Jawa Timur Amanda Sari; Nanik Suraningsih
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 4 No. 1: Desember 2024
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v4i1.7147

Abstract

Gangguan keseimbangan yang dikenal sebagai vertigo umumnya ditandai dengan berbagai gejala seperti sensasi berputar, hilang keseimbangan, perasaan mengambang, mual hingga muntah, keluarnya keringat berlebih, dan dapat menyebabkan kolaps. Meskipun demikian, penderita vertigo tidak sampai kehilangan kesadaran dan seringkali mengalami gejala gangguan telinga lainnya. Berdasarkan data di Amerika Serikat, dari setiap 6 orang, 1 orang (16,54%) atau sekitar 45 juta penduduk mengalami sakit kepala kronis. Dari jumlah tersebut, 20 juta penderitanya adalah wanita. Lebih lanjut, 75% dari total kasus merupakan tension headache yang berdampak signifikan terhadap penurunan konsentrasi dalam aktivitas belajar dan bekerja, mencapai 62,7%. (J. P. Melo, 2013).  Salah satu pemeriksaan penunjang untuk menegakkan diagnosis Vertigo adalah CT-Scan. Pada pemeriksaan CT-Scan berupa penampang anatomi pasien, selain itu CT- Scan juga menunjukkan gambar 3D (tiga dimensi) yang dihasilkan oleh komputer setelah diproses sehingga dapat menampilkan berbagai indikasi (E. Seeram, 2016). Karya tulis ilmiah ini menggunakan metodologi penelitian kualitatif dengan jenis deskriptif dan mengadopsi pendekatan studi kasus. Dalam mengumpulkan data, peneliti menggunakan dua metode utama yaitu observasi dan dokumentasi. Proses dokumentasi dilaksanakan dengan mengumpulkan informasi yang berasal dari rekam medis pasien serta data klinis yang relevan. Pengumpulan data direncanakan akan berlangsung selama dua bulan, yaitu dari Mei hingga Juni 2024. Pada klinis Vertigo diperlukan pemeriksaan CT- Scan agar mempermudah tindakan selanjutnya. Penelitian yang dilakukan di Instalasi Radiologi RSUD Haji Provinsi Jawa Timur mengungkapkan bahwa pemeriksaan CT-Scan kepala tanpa kontras pada pasien Vertigo memberikan hasil diagnostik yang jelas. Hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi parenkim otak dalam keadaan baik, tidak ditemukan adanya pendarahan maupun indikasi iskemia. Namun, ditemukan kemungkinan adanya kista retensi kecil pada sinus maksilaris kanan. Dalam prosedur pemeriksaan ini, tidak diperlukan persiapan khusus bagi pasien, hanya perlu melepaskan aksesoris atau benda logam yang dikenakan di area kepala. Posisi pemeriksaan dilakukan dengan kepala pasien dimasukkan terlebih dahulu ke dalam alat CT-Scan (head first position). Pemilihan parameter pemeriksaan CT-Scan diantaranya: KV:120, mA 350, slice thickess: 5, Cp pertengahan glabella, Windowing: W:100 L:40. Pemeriksaan CT- Scan kepala pada kasus vertigo di buat scan area menggunakan 1 range mulai dari vertex sampai mandibula dengan menggunakan tampilan window brain.
Teknik Radiografi Ossa Pelvis Dengan Sangkaan Fraktur Os Pubis Di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Efarina Etaham Berastagi Kabupaten Karo Juni Sinarinta Purba
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 5: April 2022
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fraktur adalah patah tulang, biasanya disebabkan oleh trauma atau tenaga fisik,kekuatan dan sudut dari tenaga tersebut, keadaan tulang itu sendiri, dan jaringan lunak di sekitar tulang akan menentukan apakah fraktur yang terjadi itu lengkap atau tidak lengkap. Pemeriksaan bertujuan untuk mengetahui hasil gambar radiografi, Apabila terjadi fraktur atau benturan serta diakibatkan oleh faktor KLL(kecelakaan lalulintas). Adapun tujuan penelitian untuk mengetahui bagaimana teknik pemeriksaan radiogrfi Ossa Pelvis dengan sangkaan Fraktur Os Pubis di instalasi Radiologi Rumah Sakit Efarina Berastagi Tahun 2020. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan teknik pengambilan data dengan cara observasi, studi dokumentasi dan studi literature (kepustakaan). Hasil penelitian pemeriksaan Ossa Pelvis dengan sangkaan Fraktur Os Pubis di instalasi Radiologi Rumah Sakit Efarina Etaham Berastagi adalah secara umum dengan menggunakan proyeksi AP(AnteriorPosterior). Pesawat Rontgen yang ideal untuk radiografi Ossa Pelvis adalah jenis pesawat rontgen yang portable atau mobile X-Ray unit dengan kemampuan yang relatif rendah. Film rontgen yang digunakan jenis high speed yang dikombinasikan dengan intensifying screen (IS) yang fast screen dimana jenis film dan intensifying screen (IS) ini dapat menghasilkan gambaran dengan detail dan ketajaman yang baik. Dengan demikian dosis radiasi juga dapat dikurangi bagi pasien dan operator itu sendiri. Proses pencucian film rontgen yang digunakan sebaiknya menggunakan Automatic Processing. Diharapkan dapat digunakan sebagai referensi dari hasil radiografi khususnya pada kasus Fraktur Os Pubis.
Teknik Pemeriksaan Radiografi Clavicula Pada Kasus Fraktur Clavicula Sinistra Di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Efarina Etaham Berastagi Kabupaten Karo Saufa Taslimah
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 5: April 2022
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Clavicula atau tulang selangka adalah tulang panjang yang berfungsi sebagai penyangga antara tulang belikat dan sternum (tulang dada). Ada dua Clavicula, yaitu kanan dan kiri. Clavicula adalah satu-satunya tulang panjang di tubuh yang terletrak secara horizontal. Bersama dengan tulang belikat, itu membuat korset bahu. Ini adalah tulang yang biasa disentuh, dan pada orang yang memiliki lebih sedikit lemak di wilayah ini, lokasi tulang tersebut terlihat sangat jelas, karena menimbulkan tonjolan di kulit. Ia menerimanya dari bahasa Latin “Clavicula” yang artinya kunci kecil, Karen atulang berputar sepanjang porosnya sepertikunci. Clavicula adalah tulang yang paling sering retak. Tulang tersebut dapat dengan mudah patah karena benturan pada bahu dari kekuatan jatuh dengan lengan yang terulur atau pukulan langsung.
ANALISA TINGKAT PAPARAN RADIASI PESAWAT SINAR- X KONVENSIONAL TERHADAP BESAR DOSIS YANG DITERIMA PEKERJA DI LABORATORIUM DAN KLINIK RADIOLOGI ( STIKes Widya Cipta Husada Malang ) Yeni Cahyati; Roni Prisyanto
Health Care Media Vol 3 No 1 (2017): JURNAL HEALTH CARE MEDIA
Publisher : ITKM WIDYA CIPTA HUSADA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70633/2721-6993.23

Abstract

Sinar-X yang ditemukan Wilhelm Rontgen pada tahun 1895, merupakan foton-foton berenergi tinggi (1-100 keV) dengan panjang gelombang dalam orde 1Ao. Sinar-X dapat diproduksi dengan cara menembaki target logam dengan elektron cepat dalam suatu tabung vakum sinar katoda. Sinar-X selain memiliki manfaat yang luar biasa dalam dunia medis juga memiliki efek negatif. Efek negatif tersebut disebabkan karena sifat radiasi sinar-X yang dapat merusak sel-sel hidup [1]. Proses dalam meminimalisir efek radiasi biasa disebut dengan proteksi radiasi. Terdapat tiga prinsip proteksi radiasi yang harus dilaksanakan yaitu, justifikasi, limitasi dan optimasi [2]. Penelitian ini dilakukan di lingkungan STIKes Widya Cipta Husada Malang. Cara ukur dalam penelitian ini dilakukan dengan mengukur besar dosis di Laboratorium dan Klinik Radilogi dan lingkungan STIKes berdasar tiga prinsip proteksi radiasi. Adapun titik pengukuran sebanyak 16 titik baik di dalam maupun diluar klinik. Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa tingkat proteksi radiasi di Laboratorium dan Klinik Radiologi sudah cukup baik, hal tersebut terlihat dari penggunaan timbale pada dinding serta besar dosis yang masih jauh di bawah batas yang telah ditetapkan oleh BAPETEN. Besar dosis yang diterima pekerja di Laboratorium dan Klinik Radiologi sebesar 0.009 mSv/tahun dan masih berada pada batas aman dan sesuai dengan ketetapan BAPETEN.
Pembuatan Saklar Otomatis Lampu Peringatan Pintu Ruang Foto Rongten Dalam Peningkatan Quality Control Laboratorium Radiologi Yeni Cahyati; Agus Wahyojatmiko; Ahmad Baha Udin
Health Care Media Vol 3 No 4 (2018): JURNAL HEALTH CARE MEDIA
Publisher : ITKM WIDYA CIPTA HUSADA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70633/2721-6993.83

Abstract

Sinar-X memiliki manfaat besar juga dapat menimbulkan bahaya bagi pekerja radiasi maupun masyarakat umum.Peraturan BAPETEN menyebutkan bahwa instalasi radiologi harus memiliki lampu peringatan yang berfungsi sebagai indikator bagi orang lain selain petugas agar tidak memasuki ruangan. Saklar adalah alat penyambung atau pemutus aliran listrik, dan berfungsi sebagai alat untuk menghidupkan dan mematikan lampu merah. Umumnya petugas saat melakukan tindakan di Instalasi Radiologi lupa menyalakan lampu peringatan, dan ha tersebut cukup berbahaya jika ada masyarakat umum tiba-tiba memasuki ruangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kontruksi saklar otomatis lampu peringatan pada pintu ruang foto roentgen dalam peningkatan quality control Laboratorium Radiologi. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen. Peneliti membuat saklar otomatis dan melakukan pengujian dengan cara observasi selama 1 bulan.Hasil pada penelitian ini yaitu saklar otomatis sudah layak digunakan karena dari uji ketahanan selama 1 bulan menunjukkan hasil yang baik tanpa adanya eror, dan responden menilai dengan adanya saklar otomatis dapat meningkatkan quality control karena indikator peringatan memberi informasi secara tepat dan akurat sehigga efek akibat paparan radiasi dapat terminimalisir.
PENGARUH WAKTU TUNGGU PASIEN RAWAT JALAN FOTO THORAX DALAM PENINGKATAN MUTU PELAYANAN INSTALASI RADIOLOGI Yeni Cahyati; Sri Sugiarti; Dewi Mahfudhoh
Health Care Media Vol 3 No 6 (2019): JURNAL HEALTH CARE MEDIA
Publisher : ITKM WIDYA CIPTA HUSADA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70633/2721-6993.113

Abstract

Waktu tunggu dalam pelayanan foto thorax adalah waktu yang dibutuhkan mulai pasien difoto sampai dengan menerima hasil bacaan radiograf. Foto thorax digunakan untuk mendiagnosis banyak kondisi yang melibatkan dinding thorax, tulang thorax dan struktur yang berada di dalam kavitas thorax. Mutu pelayanan di Instalasi Radiologi harus senantiasa di evaluasi demi meningkatnya kualitas dari pelayanan radiologi. Salah satu hal yang harus diperhatikan dalam peningkatan mutu adalah waktu tunggu yang diperlukan oleh pasien rawat jalan, sehingga pada penelitian ini akan di cari pengaruh waktu tunggu foto thorax pasien rawat jalan dalam peningkatan mutu pelayanan di Instalasi Radiologi. Desain penelitian menggunakan deskriptif kuantitatif. Terdapat 2 variabel dalam penelitian ini yaitu variabel dependen waktu tunggu dan variabel independen mutu pelayanan di Instalasi Radiologi. Dari hasil penelitian rata-rata waktu tunggu foto thorax rawat jalan yaitu 50,15 menit dan sudah sesuai dengan standar Kepmenkes No. 129 tahun 2008, sehingga mutu pelayanan di Instalasi Radiologi termasuk dalam kategori baik dan bermutu.

Page 58 of 85 | Total Record : 841