Filter By Year

1945 2024


Found 841 documents
Search RADIOLOGI

Pencitraan kegawatdaruratan abdomen pediatrik pada kasus corpus alienum di instalasi radiologi Maulidya, Ildsa; Afiat, Nurul
Avicenna : Journal of Health Research Vol 8, No 1 (2025): MARET
Publisher : STIKES Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36419/avicenna.v8i1.1360

Abstract

Peran Artificial Intelligence (AI) dalam Diagnostik Radiologi: Tinjauan Terkini tentang Aplikasi dan Tantangan di Indonesia Muhammad Kurnia Caesar
Jurnal Adijaya Multidisplin Vol 3 No 02 (2025): Jurnal Adijaya Multidisiplin (JAM)
Publisher : PT Naureen Digital Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam dekade terakhir, Artificial Intelligence (AI) telah menjadi sorotan utama dalam bidang kesehatan, khususnya dalam diagnostik radiologi. Teknologi ini menjanjikan peningkatan efisiensi serta akurasi dalam analisis citra medis. Namun, penerapannya di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan, baik dari segi teknologi, regulasi, maupun sumber daya manusia. Literatur ini bertujuan untuk meninjau secara komprehensif aplikasi AI dalam diagnostik radiologi di Indonesia, serta tantangan yang dihadapi dalam proses implementasinya.
STUDI LITERATUR: NILAI DLP DAN CTDIVOL PADA PROSEDUR CT-SCAN KEPALA DI TIGA INSTALASI RADIOLOGI Samaliwu, Evelin Trivena
PHYDAGOGIC : Jurnal Fisika dan Pembelajarannya Vol 7 No 2 (2025): Phydagogic : Jurnal Fisika dan Pembelajarannya
Publisher : PHYDAGOGIC : Jurnal Fisika dan Pembelajarannya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/phy.v7i2.4724

Abstract

CT Scan banyak dimanfaatkan untuk pemeriksaaan berbagai organ pada manusia, seperti kepala, abdomen, thorax, dan pemeriksaan lainnya. Dalam bidang radiologi, Pesawat CT Scan merupakan modalitas dengan dosis tertinggi dibandingkan dengan modalitas lainnya. 70% dosis radiasi pada pencitraan medis disumbang oleh CT Scan. Risiko kanker dapat meningkat bergantung pada tinggi rendahnya paparan radiasi yang diterima oleh pasien. Oleh karena itu, perlu diterapkan Diagnostic Reference Level (DRL) agar perlindungan radiasi terhadap pasien dapat dioptimalkan. Penulis mendapatkan bahwa meskipun terdapat sedikit perbedaan dalam metode penelitian, ketiga jurnal tersebut memiliki tujuan yang sama, yaitu mengkaji dosis radiasi yang diterima pasien berdasarkan nilai DLP dan CTDIvol CT Scan. Karya Tulis Ilmiah ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan Studi Literatur Review (SLR). Penulis melakukan penelusuran literatur atau bahan pustaka, menganalisis literatur tersebut, melakukan analisis data, menginterpretasikan hasil, kemudian menyusun kesimpulan. Perhitungan nilai CTDIvol dan DLP pada ketiga jurnal berbeda-beda. Jurnal pertama untuk nilai DRL kuartil 2 sebesar 55.51 mGy untuk CTDIvol dan 867.00 mGy*cm untuk DLP. Sementara, Jurnal kedua untuk nilai DRL kuartil 3 sebesar 49.84 mGy untuk CTDIvol dan 1133 mGy*cm untuk DLP. Untuk jurnal ketiga, nilai DRL kuartil 3 sebesar 49.90 mGy untuk CTDIvol dan 1199.10 mGy*cm untuk nilai DLP. Hasil penelitian dari ketiga jurnal menunjukkan bahwa nilai DLP dan CTDIvol untuk prosedur CT Scan kepala di instalasi radiologi yang dianalisis masih berada di bawah nilai referensi dari BAPETEN.
GAMBARAN PERILAKU KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) RADIOGRAFER DI INSTALASI RADIOLOGI RUMAH SAKIT PKU MUHAMMADIYAH BANTUL Yusuf, Mohammad Isran; Utami, Asih Puji
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.42309

Abstract

Perilaku Keselamatan dan kesehatan kerja di instalasi radiologi merupakan suatu keadaan terhindar dari bahaya saat melakukan kerja pemeriksaan radiologi seperti yang diatur dalam PP No. 45 Tahun 2023 tentang Keselamatan Radiasi Pengion Dan Keamanan zat Radioaktif diwujudkan dengan cara membuat standar operasi prosedur dan kebijakan yang menempatkan proteksi dan keselamatan radiasi pada prioritas tertinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Gambaran Perilaku Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K3) Radiografi di Instalasi Radiologi Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Bantul. Metoder penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan observasional dan wawancara yang dilakukan dari bulan agustus – september 2024. Subjek atau informan dalam penelitian ini adalah 12 radiografer sebagai petugas di Instalasi Radiologi RSU PKU Muhammadiyah Bantul. Hasil penelitian menunjukan bahwa kesadaran Radiografer dalam penggunaan APD selama bertugas di instalasi radiologi masih kurang, Tidak menggunakan TLD selama pemeriksaan radiaografi, tidak menutup pintu selama proses pemeriksaan radiologi berlangsung, dan tidak mencuci tangan setelah melakukan pemeriksaan terhadap pasien. Kesimpulan bahwa pelaksanaan keselamatan radiasi pada radiografer belum sesuai dengan Peraturan Kepala BAPETEN Nomor 45 Tahun 2023. Disarankan dilakukan elaborasi kebijakan Rumah Sakit, menyelenggarakan pelatihan, menambah APD, membuat anggaran tahunan program Keselamatan radiasi dengan rinci, memberikan punishment dan reward penggunaan APD, menyelenggarakan pemantauan kesehatan kepada Radiografer dan membentuk unit K3 Rumah Sakit.
ANALISIS RIWAYAT DOSIS DAN KESEHATAN PEKERJA RADIASI DI INSTALASI RADIOLOGI RS PKU MUHAMMADIYAH BANTUL DAN RS PANTI NUGROHO SLEMAN Nursan Alfarizi, Salman; Utami, Asih Puji
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.42842

Abstract

Instalasi Radiologi adalah unit penting di rumah sakit yang berfungsi memberikan layanan diagnostik dan intervensi medis. Namun, paparan radiasi pengion dapat memberikan risiko kesehatan bagi pekerja radiasi. Untuk memastikan keselamatan mereka, diperlukan pemantauan dosis radiasi dan pemeriksaan kesehatan secara berkala. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis riwayat dosis radiasi dan kesehatan pekerja di Instalasi Radiologi RS PKU Muhammadiyah Bantul dan RS Panti Nugroho Sleman. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara, studi pustaka, dan dokumentasi dari 12 radiografer di RS PKU Muhammadiyah Bantul serta 6 radiografer di RS Panti Nugroho Sleman. Analisis dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Dosis radiasi yang diterima pekerja di Instalasi Radiologi RS PKU Muhammadiyah Bantul dan RS Panti Nugroho Sleman masih dalam batas aman sesuai regulasi BAPETEN. Namun, pemantauan dosis belum dilakukan secara konsisten oleh semua pekerja. Pemeriksaan kesehatan menunjukkan kadar hemoglobin normal, tetapi beberapa pekerja mengalami peningkatan leukosit dan gangguan fungsi hati, serta kasus leukosituria pada tes urin. Penelitian ini menunjukkan bahwa dosis radiasi pekerja di Instalasi Radiologi RS PKU Muhammadiyah Bantul dan RS Panti Nugroho Sleman masih dalam batas aman sesuai regulasi BAPETEN. Pemantauan dosis dilakukan berkala, namun beberapa pekerja belum rutin karena status kepegawaian. Pemeriksaan kesehatan menunjukkan kadar hemoglobin normal, tetapi ada peningkatan leukosit, gangguan fungsi hati, dan kasus leukosituria
Teknik Pemeriksaan Kontras Bipolar Voiding Uretrocysthography Pada Kasus Strictur Uretra Cystonomy Di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Umum Daerah Jombang Ahmad Fauzan Shiddiq; Falentina Syivasari
Strada Journal of Radiography Vol. 4 No. 1 (2023): June
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/sjr.v4i1.29

Abstract

Salah satu pemeriksaan radiologi dengan menggunakan media kontras ialah Uretrocystografi. Pemeriksaan uretrografi digunakan untuk melihat adanya lokasi penyempitan pada uretra. Sedangkan, bipolar uretrocystografi untuk melihat lokasi dan panjang penyempitan seperti yang terjadi pada penderita dengan klinis striktur uretra, maka dilakukan pemeriksaan bipolar uretrocystografi dengan memasukkan cairan kontras memalui kateter cyctotomy (searah aliran dengan perkemihan) dan melalui orificium urethra secara retrograde (berlawanan arah dengan perkemihan. Ada beberapa prosedur pemeriksaan radiologi untuk dapat melihat apakah ada keabnormalan pada jalannya suatu sistem organ pada manusia. Diantaranya yang sering kali kita jumpai adalah gangguan pada sistem organ urinaria/perkemihan. Pada orang tua, sistem organ urinaria sangat rentan sekali terganggu. Hal ini menarik penulis untuk mengangkat kasus pemeriksaan radiografi pada sistem perkemihan dengan menggunakan bantuan kontras atau biasa disebut dengan BVUC untuk diangkat menjadi laporan studi kasus.
Teknik Pemeriksaan Intravenous Pyelography (IVP) Pada Klinis Nefrolitiasis Di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Umum Daerah Mardi Waluyo Wisda Widianti R. Timumun; Djuli Pontjowijono
Strada Journal of Radiography Vol. 4 No. 1 (2023): June
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/sjr.v4i1.30

Abstract

Intravenous pyelography atau yang di singkat dengan IVP yaitu suatu jenis pemeriksaan radiologi yang dilakukan untuk memeriksa fungsi ginjal dan fraktus urinarius. Teknik Pemeriksaan ini di lakukan dengan pengambilan foto Plain terlebih dahulu kemudian di suntikan media kontras berupa Water soluble melalui intravena sebanyak 50 cc dan kemudian dilakukan pengambilan citra 5 menit, 15 menit, 30 menit, 60 menit dan foto Miksi. Pada pemeriksaan intravenous pylography yang di lakukan Tn, MD citra yang dihasilkan cukup baik, struktur anatomi dan patologi (batu ureter bagian kiri pasien) dapat dilihat akan tetapi pasien atas nama Tn, MD tidak melakukan persiapan dengan maksimal yang dapat mengganggu pengamatan.
Pemeriksaan Colon In Loop Dengan Klinis Hischsprung Dengan Menggunakan Modalitas Digital Radiografi Di Instalasi Radiologi Rumah Sakit Umum Daerah Jombang Kevin Pramudya Sejati; Andica Apriannis
Strada Journal of Radiography Vol. 4 No. 1 (2023): June
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/sjr.v4i1.32

Abstract

Pemeriksaan colon in loop adalah pemeriksaan radiologi yang bertujuan untuk memvisualisasikan colon atau usus besar dengan mengunakan media kontras positif yaitu barium sulfat dan media kontras negatif yaitu udara yang dimasukkan ke dalam tubuh melalui anus. Menurut Rasad (2015) pada penyakit hirschsprung disease (megacolon congenital) dan atresia esofagus media kontras yang dipakai adalah zat-zat yang mengandung iodium. Karena, media kontras yang berbasis iodium dapat larut dalam air dan tidak berbahaya bagi tubuh.Pada pemeriksaan colon in loop untuk memperlihatkan gambaran colon dilakukan dengan beberapa proyeksi foto. Dilakukan foto pendahuluan dengan proyeksi Antero Posterior (AP) dengan posisi supine. Selanjutnya dilakukan foto setelah pemasukan media kontras yang meliputi AP supine, Lateral Decubitus, Dorsal Decubitus dan AP post evakuasi. Proyeksi yang digunakan pada pemeriksaan colon in loop dengan klinis hirschsprung disease yaitu proyeksi Antero Posterior (AP) dan Lateral lalu dilanjutkan dengan pengambilan foto 24 jam sampai 48 jam post pemasukan media kontras.Proyeksi yang digunakan pada pemeriksaan colon in loop dengan klinis hirschsprung disease yaitu proyeksi Antero Posterior (AP) dan Lateral dilanjutkan dengan foto post evakuasi.
Teknik Pemeriksaan Radiografi Colon In Loop Pediatrik Pada Kasus Megakolon Di Instalasi Radiologi Rsud Jombang Prima Sandra Iqbal Nur Handi; Noer Soelistijaningsih
Strada Journal of Radiography Vol. 4 No. 1 (2023): June
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/sjr.v4i1.33

Abstract

Setiap pemeriksaan radiografi yang dilakukan di instalasi radiologi digunakan untuk menegakkan diagnosa. Pemeriksaan secara radiografi digolongkan menjadi dua yaitu pemeriksaan radiografi menggunakan media kontras dan tanpa menggunakan media kontras. Pemeriksaan radiografi dengan menggunakan media kontras dengan dua cara yaitu secara antegrade retrograde melalui anus. Salah satu pemeriksaan yang dilakukan secara retrograde yaitu pemeriksaan colon in loop. Pemeriksaan colon in loop adalah pemeriksaan secara radiologi dari usus besar dengan menggunakan media kontras positif maupun negatif guna menegakkan diagnosa. Kelainan-kelainan yang biasa terjadi pada kolon ini adalah carsinoma (keganasan), divertikel, kolitis, obstruksi atau illeus, stenosis, volvulus, atresia dan megakolon. Megakolon menggambarkan adanya kerusakan primer dengan tidak adanya sel ganglion pada dinding sub mukosa kolon distal. Segmen aganglionic hampir selalu ada dalam rectum dan bagian proksimal pada usus besar. Ketidakadaan ini menimbulkan keabnormalan atau tidak adanya gerakan tenaga pendorong ( peristaltik ) dan tidak adanya evakuasi usus spontan serta spinkter rectum tidak dapat berelaksasi sehingga mencegah keluarnya feses secara normal yang menyebabkan adanya akumulasi pada usus dan distensi pada saluran cerna. Bagian proksimal sampai pada bagian yang rusak pada Mega Colon ( Betz, Cecily & Sowden, 2002:197).
Teknik Pemeriksaan Kontras Upper Gastrointestinal Dengan Klinis Vomiting Instalasi Radiologi Rsud Jombang Fenilia Teti Nahak; Ridha Rachmathiany
Strada Journal of Radiography Vol. 4 No. 1 (2023): June
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/sjr.v4i1.34

Abstract

Radiologi adalah cabang atau spesialisasi kedokteran yang berhubungan dengan studi dan penerapan berbagai teknologi pencitraan untuk mendiagnosis dan mengobati penyakit. Pencitraan dapat menggunakan sinar-X, USG, CT scan, tomografi emisi positron (PET) dan MRI.Pencitraan tersebut menciptakan gambar dari konfigurasi dalam dari sebuah objek padat, seperti bagian tubuh manusia, dengan menggunakan ormon radiasi. Radiologi juga kadang-kadang disebut radioskopi atau radiologi klinis. Radiologi intervensi adalah prosedur medis dengan bimbingan teknologi pencitraan. Pencitraan medis biasanya dilakukan oleh ahli radiografi atau penata rontgen. Seorang radiolog (dokter spesialis radiologi) kemudian membaca atau menginterpretasikan gambar untuk menentukan cedera, menentukan seberapa serius cedera tersebut atau membantu mendeteksi kelainan seperti tumor. Itulah sebabnya mengapa pasien seringkali harus menunggu untuk mendapatkan hasil “resmi” sinar-X atau gambar lainnya bahkan setelah dokter utamanya telah mengkajinya. Seorang spesialis radiologi juga harus menginterpretasikan hasil dan berkonsultasi dengan dokter utama untuk menegakkan diagnosis yang akurat. Klinik dan fasilitas medis yang tidak mempekerjakan spesialis radiologi harus mengirimkan gambar keluar untuk interpretasi dan menunggu temuan.

Page 60 of 85 | Total Record : 841