Filter By Year

1945 2024


Found 1,176 documents
Search l3 BIPA

PERAN SOSIOLINGUISTIK DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA BAGI PENUTUR ASING (BIPA) Mayasari, Diana; Irwansyah, Irwansyah
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 4 No. 1 (2020): April 2020
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v4i1.443

Abstract

Sosiolinguistik memiliki peran dalam pembelajaran bahasa,yakni adanya berbagai sumbangan terhadap pengajaran bahasa sebagai manifestasi sosiolinguistik dalam bidang linguistik terapan. Sosiolinguistik sebagai bagian dari linguistik makro tidak hanya membahas aspek-aspek yang sempit, namun juga berbagai aspek yang luas, seperti variasi bahasa yang digunakan dalam sekolah, interferensi sebagai bentuk penyimpangan bahasa, dan etnografi komunikasi sebagai wujud masyarakat yang beraneka budaya. Bahan atau materi di dalam pengajaran bahasa juga ditentukan oleh sosiolinguistik, yakni untuk menentukan variasi bahasa yang muncul di sekolah, adanya kesalahan bahasa karena pengaruh kontak bahasa sehingga muncul interferensi, serta adanya etnografi komunikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeksripsikan kontribusi sosiolinguistik dalam penentuan variasi bahasa yang digunakan di sekolah, penentuan interferensi yang muncul pada komunikasi pembelajar sebagai suatu bentuk kesalahan bahasa, etnografi komunikasi dalam pengajaran bahasa Indonesia untuk pengguna bahasa asing, dan penyediaan bahan pengajaran bahasa dari sudut pandang sosiolinguistik. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa dokumentasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan adanya peran dalam pembelajaran BIPA yakni untuk menentukan bahasa pengantar, materi pembelajaran dan perencanaan pembelajaran (silabus). Pemilihan variasi bahasa dengan menggunakan etnografi komunikasi dibutuhkan dalam pembelajaran untuk terwujudnya komunikasi yang dapat dipahami antarpartisipan yang memiliki perbedaan budaya, bahasa dan adat istiadat.
MEDIA KOMIK SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PENGUASAAN KOSAKATA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA BAGI PENUTUR ASING (BIPA) Randi Ramliyana
Riksa Bahasa Vol 2, No 2 (2016): Riksa Bahasa Vol. 2 No.2 November 2016
Publisher : Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/rb.v2i2.9568

Abstract

This study used a qualitative method with case study approach. The purpose of this study describes the use of comics media to increase vocabulary of participants in learning Indonesian for Foreign Speakers (BIPA) at Trisakti University Language Center. One of the biggest problems faced in learning vocabulary BIPA is a lack of participants, especially first participants learn Indonesian. To improve the vocabulary of participants is to give something extraordinary and new in BIPA learning, especially among participants adolescence and early adulthood. The results showed that comics can be used efficiently to improve the mastery of vocabulary BIPA participants. Therefore, the use of comics into learning will have the same impact with the use of the method of learning the game in BIPA. It provides a pleasant atmosphere in the classroom. Comics are not just entertaining and engaging participants, but many benefits in learning BIPA. 
MRU Keterampilan Membaca Pada Pengajaran BIPA Tingkat 1 Menggunakan Media Canva Maysita Rizky Utami; Khaerunnisa Khaerunnisa
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol 1 No 2 (2024): Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi
Publisher : Pijar Pustaka Widyadhana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendekripsikan pengajaran BIPA (Bahasa Indonesia Bagi Penutur Asing) tingkat 1 pada keterampilan membaca menggunakan media canva. Keterampilan membaca dalam BIPA memiliki peran yang sangat penting untuk menangkap pesan yang ingin disampaikan penulis melaui kata-kata atau bahan tertulis juga untuk memilih serta memahami makna yang terkandung dalam bahan tertulis. Media canva dapat digunakan untuk membuat bahan bacaan yang terstruktur. Selain itu juga, tujuan penelitian untuk menerapkan media canva sebagai pengajaran BIPA agar pengajar lebih mudah dalam menyampaikan materi. Penelitian dilakukan melalui pendekatan deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui pembelajaran daring oleh empat pemelajar BIPA Universitas Muhammadiyah Jakarta yang berasal dari Tajikistan. Hasil penelitian berbentuk langkah-langkah proses pada  pembelajaran BIPA melalui zoom meeting 1) penerapan kegiatan pembelajaran menggunakan media canva, 2) langkah-langkah pengajar pada proses pembelajaran BIPA. Salah satu media digital, seperti Canva dapat meningkatkan kemampuan pemelajar BIPA dalam membaca kata. Canva juga memungkinkan pembuatan materi pembelajaran yang menarik, seperti cerita bergambar, kartu kosakata, dan lain sebagainya. Dalam pengajaran BIPA Tingkat 1 di Universitas Muhammadiyah Jakarta, 3 pemelajar BIPA yang berasal dari Tajikistan ini sudah cukup fasih membaca dalam bahasa Indonesia. Namun, masih terdapat beberapa mahasiswa yang kesulitan untuk melafalkan dan memahami teks dikarenakan masih tingkat 1 atau pemula sehingga, perlu adanya latihan terus menerus agar pemelajar BIPA mempunyai kesempatan untuk membaca sesuai ejaan yang benar dan tepat dalam berbahasa Indonesia.
Kesalahan Perubahan Bunyi pada Pelafalan Pembelajar BIPA Dasar Asal Korea Selatan Nunung Sitaresmi; Afina Naufalia; Lilis Siti Sulistyaningsih; Isah Cahyani
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i1.3003

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya perbedaan aturan berbahasa antara bahasa Indonesia dan Korea. Hal ini menyebabkan pembelajar BIPA asal Korea mengalami kesalahan berbahasa, khususnya kesalahan pelafalan. Aturan fonetik antara bahasa Indonesia dengan bahasa Korea sangat berbeda. Kesalahan pelafalan tersebut menyebabkan pembelajar BIPA Korea melakukan perubahan bunyi atau fonem, yakni melafalkan bunyi lain untuk mengganti bunyi yang seharusnya dilafalkan. Dengan begitu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perubahan fonem yang terjadi ketika pembelajar BIPA asal Korea melafalkan kata dalam bahasa Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sumber dan subjek data penelitian ini adalah pembelajar BIPA asal Korea di Balai Bahasa UPI. Adapun teknik pengambilan data yang dilakukan adalah teknik wawancara. Hasil wawancara kemudian dianalisis dengan mengklasifikasikan kesalahan pelafalan yang berupa perubahan bunyi. Hasil menunjukkan bahwa terdapat perubahan bunyi dari bunyi [ə] menjadi bunyi [ε], bunyi [s] berubah menjadi bunyi [š], dan bunyi [r] berubah menjadi [l]. Penyebabnya adalah pembelajar BIPA masih terpengaruh oleh aturan pelafalan bahasa Korea yang berbeda dengan bahasa Indonesia. Berdasarkan penelitian ini, peneliti berharap penelitian ini dapat menjadi referensi bagi penelitian BIPA dan mempermudah pengajar BIPA untuk menyusun perangkat pembelajaran yang dapat membantu melancarkan pelafalan pembelajar BIPA asal Korea.
PERAN BIPA SEBAGAI MEDIA PROMOSI DAERAH (KEK MANDALIKA) Putra, Agus Darma; Wahidah, Baiq Yulia Kurnia
NUSRA : Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2023): NUSRA: Jurnal Penelitian dan Ilmu Pendidikan, November 2023
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/nusra.v4i4.1850

Abstract

Indonesian for Foreign Speakers (BIPA) plays a very active role as a regional promotional media. In this research, BIPA plays an active role as a regional promotional media, especially in the Mandalika Special Economic Zone (KEK). In this case, Mandalika utilizes natural resources and the cultural diversity of the local community as a tourist attraction that is introduced to foreign speakers. With the active role of BIPA, Mandalika has become a very popular tourist destination both locally, nationally and internationally. The aim of this research is to describe the role of BIPA as a regional promotional media in the Mandalika Special Economic Zone (KEK). Meanwhile, the method used in this research is a descriptive method with a qualitative approach. The results of this research are: (1) BIPA as a tourism promotion media in the Mandalika Special Economic Zone; (2) BIPA as a media for promoting religious culture; (3) BIPA as a media for promoting the art of Gendang Belek; (4) BIPA as a promotional media for the Bau Nyale tradition; and (5) BIPA as a media for promoting regional languages (Bahasa Sasak), and BIPA as a media for diplomacy.
Introducing Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA): Method and challenges of teaching Indonesian as a Foreign Language (IFL) Tira Nur Fitria
Inovasi Kurikulum Vol 20, No 2 (2023): Inovasi Kurikulum, August 2023
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v20i2.60374

Abstract

This research describes the method and challenges in teaching Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) or Indonesian as a Foreign Language (IFL) to foreign learners. Effective teaching BIPA relies on various factors, including teaching methods. BIPA teachers should consider effective teaching methods for learners’ language acquisition. Teachers can build a pleasant initial atmosphere in the BIPA class using direct methods, grammar translation, audio-linguistic, community-based learning, and communicative approaches. Several obstacles may occur while teaching BIPA. The internal aspects are the teacher, learners, teaching and learning process, media, and teaching materials. Indonesian learners’ challenges are pronunciation or spelling, limited practice time, self-confidence, student motivation or interest, age factors, personality or characteristics, and student abilities. Teachers’ challenges are related to teaching experience, low competence, and urgent needs of the teacher. The other obstacles are the availability of teaching materials in the textbooks, audio video, and additional online sources of BIPA teaching materials, time teaching, and BIPA curriculum. The external factors are inadequate educational support facilities and infrastructure, cross-cultural learning, different perspectives, students’ cultural and linguistic background, self-adaptation, heterogeneous class situations, search for cultural similarities, and students’ needs, environment, overseas administration, place of residence, weather, natural conditions, and geography of the country, even government policy. AbstrakPenelitian ini mendeskripsikan metode dan tantangan dalam pengajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) atau Indonesian as a Foreign Language (IFL) kepada pembelajar asing. Pengajaran BIPA yang efektif bergantung pada berbagai faktor, termasuk metode pengajaran. Guru BIPA harus mempertimbangkan metode pengajaran yang efektif untuk pemerolehan bahasa pembelajar. Guru dapat membangun suasana awal yang menyenangkan di kelas BIPA dengan menggunakan metode langsung, tata bahasa terjemahan, audio-linguistik, pembelajaran berbasis masyarakat, dan pendekatan komunikatif. Beberapa kendala dapat terjadi selama pengajaran BIPA. Aspek internal adalah guru, peserta didik, proses belajar mengajar, media, dan bahan ajar. Tantangan pembelajar bahasa Indonesia adalah dalam pengucapan atau ejaan, waktu latihan yang terbatas, kepercayaan diri, motivasi atau minat siswa, faktor usia, kepribadian atau karakteristik siswa, dan kemampuan siswa. Tantangan guru terkait dengan pengalaman mengajar, rendahnya kompetensi guru, dan kebutuhan guru yang mendesak. Kendala lainnya adalah ketersediaan bahan ajar berupa buku teks, audio video, dan tambahan sumber online bahan ajar BIPA, waktu pengajaran, dan kurikulum BIPA. Faktor eksternal adalah sarana dan prasarana penunjang pendidikan yang kurang memadai, pembelajaran lintas budaya, perbedaan perspektif, latar belakang budaya dan bahasa siswa, penyesuaian diri, situasi kelas yang heterogen, pencarian kesamaan budaya, dan kebutuhan siswa, lingkungan, administrasi luar negeri, tempat tempat tinggal, cuaca, kondisi alam, dan geografi negara, bahkan kebijakan pemerintah.Kata Kunci: Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing; Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Asing; BIPA; IFL; mengajar Bahasa Indonesia untuk Pembelajar Asing
The need analysis of BIPA speaking materials and modules for foreign athletes Ray Ardi Putra; Nuny Sulistyani Idris; Suci Sundusiah
Inovasi Kurikulum Vol 21, No 2 (2024): Inovasi Kurikulum, May 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i2.66856

Abstract

BIPA (Indonesian Language for Foreign Speakers) is very popular among the international community. This situation can be seen in many foreign students studying Indonesian. BIPA students come from various backgrounds, including business, health, military, academics, and sports. The BIPA sports learning module has also become necessary for BIPA sports students. This is driven by the interest of foreign athletes in studying BIPA, such as Danish badminton players who want to learn Indonesian. This research is an analysis of research and development (RnD) needs with the ADDIE concept, which will produce a product that is developed and validated for the world of education, intending to renew or innovate the development of existing educational products. There are five RnD research procedures with the ADDIE analysis concept: needs, planning and design, development, implementation, and evaluation. Analysis steps were carried out on BIPA students to get responses regarding Indonesian language needs. The type of product being developed is an open BIPA speaking skills module for BIPA athletes learners. However, this research analyzes the need to develop BIPA modules for athletes. Analysis of needs for developing BIPA modules is necessary for BIPA teachers to provide an overview of what modules should be developed. AbstrakBahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA) saat ini sangat populer di kalangan masyarakat internasional. Situasi ini terlihat dari banyaknya pelajar luar negeri yang belajar bahasa Indonesia. Pemelajar BIPA berasal dari berbagai latar belakang, antara lain bisnis, kesehatan, militer, akademik, dan olahraga. Modul pembelajaran BIPA olahraga juga sudah menjadi kebutuhan bagi Pemelajar BIPA olahraga. Hal ini didorong oleh minat olahragawan mancanegara untuk mempelajari BIPA, seperti pebulu tangkis Denmark yang ingin belajar bahasa Indonesia. Penelitian ini merupakan analisis kebutuhan penelitian dan pengembangan (RnD) dengan konsep ADDIE yang akan menghasilkan suatu produk yang dikembangkan dan divalidasi bagi dunia pendidikan, dengan tujuan memperbaharui atau menginovasi pengembangan produk pendidikan yang sudah ada. Terdapat lima prosedur penelitian RnD dengan konsep ADDIE, yaitu analisis kebutuhan, perancangan dan desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Langkah analisis dilakukan terhadap mahasiswa BIPA untuk mendapatkan tanggapan mengenai kebutuhan bahasa Indonesia. Adapun jenis produk yang dikembangkan yaitu modul ajar BIPA keterampilan berbicara bagi pembelajar BIPA olahragawan. Namun, dalam penelitian ini berfokus pada analisis kebutuhan pengembangan modul BIPA untuk para olahragawan.Analisis kebutuhan untuk pengembangan modul ajar BIPA menjadi suatu kebutuhan bagi para pengajar BIPA agar dapat memberikan gambaran seperti apa modul sebaiknya dikembangkan.Kata Kunci: Bahasa Indonesia; BIPA; modul; olahragawan
Technology in listening and writing learning for BIPA learners Hazhiyah Flldzah Nurramdhani; Nuny Sulistiany Idris; Ida Widia
Inovasi Kurikulum Vol 21, No 1 (2024): Inovasi Kurikulum, February 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i1.65481

Abstract

This research discusses the use of technology in BIPA learning, with a particular focus on listening and writing skills. This research will explore how technology can improve BIPA students' listening and writing skills. By understanding the potential and challenges of using technology in BIPA learning, it is hoped that this research will contribute to developing more effective learning methods in the BIPA context. This research method uses a descriptive qualitative design. This is based on research data in the form of the results of filling out a questionnaire, and the researcher acts as the main instrument. It was found that, on average, BIPA teachers have used technology in BIPA learning, especially for listening and writing. In the context of BIPA learning, technology has proven to be an effective tool for improving BIPA students' listening and writing skills. Technology also positively influences BIPA learning, especially when it can make learning more exciting and varied. Learners have rich exposure and experience of languages used today. However, the research results also show that the use of technology in BIPA learning also has challenges, barriers, and obstacles. AbstrakPenelitian ini membahas tentang penggunaan teknologi dalam pembelajaran BIPA, dengan fokus khusus pada keterampilan menyimak dan menulis. Penelitian ini akan mengeksplorasi bagaimana teknologi dapat digunakan secara efektif untuk meningkatkan keterampilan menyimak dan menulis siswa BIPA. Dengan memahami potensi dan tantangan penggunaan teknologi dalam pembelajaran BIPA, diharapkan penelitian ini dapat memberikan kontribusi penting dalam pengembangan metode pembelajaran yang lebih efektif dalam konteks BIPA. Metode penelitian ini menggunakan desain kualitatif deskriptif. Hal ini didasarkan pada data penelitian berupa hasil pengisian angket dan peneliti bertindak sebagai instrumen utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pengajar BIPA telah menggunakan teknologi dalam pembelajaran BIPA, terutama untuk menyimak dan menulis. Dalam konteks pembelajaran BIPA, teknologi terbukti menjadi alat yang efektif untuk meningkatkan kemampuan menyimak dan menulis siswa BIPA. Teknologi juga memberikan pengaruh positif dalam pembelajaran BIPA, terutama ketika teknologi dapat membuat pembelajaran menjadi lebih menarik dan bervariasi. Para pembelajar memiliki eksposur dan pengalaman yang kaya akan bahasa yang digunakan saat ini. Namun, hasil penelitian juga menunjukkan bahwa penggunaan teknologi dalam pembelajaran BIPA juga memiliki tantangan, hambatan, dan rintangan tersendiri.Kata Kunci: BIPA; menulis; menyimak; pembelajaran; teknologi
Utilization of digital technology to improve the speaking skills of BIPA Francophone students Muhammad Farhan Basarah; Dadang Sunendar
Inovasi Kurikulum Vol 21, No 1 (2024): Inovasi Kurikulum, February 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i1.66754

Abstract

This research discusses using digital technology to improve speaking skills for BIPA francophone students. BIPA students frequently struggle to interact and communicate with Indonesian society daily, particularly those who identify as francophones. EC, a French BIPA UPI Education student, encountered one specific instance of these challenges. Her strong French accent interfered with his ability to pronounce words correctly in Indonesian and with her interactions with other Indonesians. Therefore, to realize active and communicative learning of BIPA speaking skills, appropriate media is needed to support it. In learning BIPA speaking skills, online platforms such as digital modules can improve verbal interaction and understanding of language context. This research method uses a qualitative descriptive design. This is based on research results in interviews with BIPA teachers. The research results show that digital technology-based BIPA teaching with Indonesian tourism and culture content significantly improves the speaking skills of francophone BIPA students. Improving speaking skills focuses on improving vocabulary and daily dialogue, including Indonesian tourism and cultural content, especially Bandung, Paris Van Java. AbstrakPenelitian ini membahas tentang penggunaan teknologi digital untuk meningkatkan keterampilan berbicara bagi para siswa BIPA frankofon. Pemelajar BIPA khususnya frankofon seringkali mengalami kendala dalam berkomunikasi dan berbaur dengan Masyarakat Indonesia dalam berkehidupan sehari-hari. Salah satu contoh konkret kendala tersebut dialami oleh EC, mahasiswa Pendidikan BIPA UPI asal Prancis yang memiliki aksen bahasa Prancis yang sangat kental sehingga mempengaruhi artikulasi pengucapan bahasa Indonesianya dan hubungan komunikasinya dengan orang Indonesia. Oleh karena itu, untuk mewujudkan pembelajaran keterampilan berbicara BIPA yang aktif dan komunikatif, diperlukan media yang tepat untuk menunjangnya. Dalam pembelajaran keterampilan berbicara BIPA, pemanfaatan berbagai platform daring seperti modul digital dapat meningkatkan interaksi verbal dan pemahaman konteks bahasa. Metode penelitian ini menggunakan desain deskriptif kualitatif. Hal ini berdasarkan hasil penelitian yang berupa hasil wawancara kepada para pengajar BIPA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengajaran BIPA berbasis teknologi digital bermuatan wisata dan budaya Indonesia memiliki peran yang signifikan dalam meningkatkan kemampuan berbicara siswa BIPA frankofon. Peningkatan keterampilan berbicara tidak hanya terfokuskan pada peningkatan kosakata dan dialog sehari-hari, tetapi juga meliputi muatan wisata dan budaya Indonesia khususnya Bandung sebagai kota Paris Van Java.Kata Kunci: Frankofon; Penutur BIPA; Teknologi Digital; Wisata Bandung
Analysis of the need for a survival thematic BIPA dictionary for Handai Indonesia Agus Setiadi; Suci Sundusiah; H. Halimah
Inovasi Kurikulum Vol 21, No 2 (2024): Inovasi Kurikulum, May 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i2.65951

Abstract

The use of dictionaries in beginner-level BIPA learning is important, considering the limited vocabulary students master. Things like this apply to formal students in class and Handai Indonesia who are in Indonesia. Handai Indonesia refers to foreign citizens who can speak Indonesian. Apart from being required to adapt to learning in the classroom, Handai Indonesia, who immediately learned Indonesian in Indonesia, was also necessary to survive in his new living environment. Therefore, there needs to be supported vocabulary materials packaged based on their needs. Supported by this vocabulary material, it can be made into a special thematic survival dictionary that is easy to use. This research analyzes Handai Indonesia's need for a survival thematic dictionary. The method used in this research is descriptive. The needs analysis results show that public transportation is the place or situation that Handai Indonesia most needs in terms of survivability in Indonesia. Many Handai Indonesians experience vocabulary problems when using public transportation services, so they need a transportation-themed survival dictionary, and the type of dictionary they need is a digital dictionary. Images contain explanations and examples of sentences, conversations, and audio. AbstrakPenggunaan kamus dalam pembelajaran BIPA level pemula merupakan hal yang penting mengingat terbatasnya kosakata yang dikuasai oleh pemelajar. Hal ini tidak hanya berlaku bagi pemelajar formal di kelas tetapi juga para Handai Indonesia yang berada di Indonesia. Handai Indonesia merujuk pada warga negara asing yang mampu berbahasa Indonesia. Selain dituntut untuk dapat beradaptasi dengan pembelajaran di kelas, Handai Indonesia yang langsung belajar bahasa Indonesia di Indonesia juga dituntut untuk dapat bertahan hidup di lingkungan tempat tinggalnya yang baru. Oleh karena itu, perlu adanya sokongan materi kosakata yang dikemas berdasarkan kebutuhan mereka. Sokongan materi kosakata tersebut dapat dibuat menjadi sebuah kamus khusus kesintasan yang bersifat tematik sehingga mudah digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan Handai Indonesia terhadap kamus tematik kesintasan. Metode yang digunakan di dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Hasil analisis kebutuhan menunjukkan bahwa transportasi umum menjadi tempat atau situasi yang paling banyak dibutuhkan handai Indonesia dalam hal kesintasan di Indonesia. Para handai Indonesia banyak mengalami kendala kosakata pada saat menggunakan layanan transportasi umum sehingga membutuhkan kamus kesintasan bertema transportasi dan jenis kamus yang mereka butuhkan adalah jenis kamus digital, rancangan awal kamus dilakukan berdasarkan hasil analisis kebutuhan dengan pengembangan lema kesintasan tema transportasi berbantuan aplikasi digital Android dengan fitur gambar dilengkapi dengan penjelasan dan contoh kalimat, percakapan, dan suara.Kata Kunci: Analisis kebutuhan; Handai Indonesia; kesintasan; kamus tematik kesintasan

Page 64 of 118 | Total Record : 1176