Filter By Year

1945 2024


Found 896 documents
Search Pengembangan Modul Ajar PTK

PENGEMBANGAN MODUL AJAR BERBASIS PROBLEM SOLVING PADA MATERI TATA SURYA DALAM IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA Sobriyah, Lailatus; Partono, Partono; Salim, M. Berkah
Relativitas: Jurnal Riset Inovasi Pembelajaran Fisika Vol. 8 No. 2 (2025): Jurnal Riset Inovasi Pembelajaran Fisika
Publisher : Department of Physics Education, Faculty of Teacher Training and Education, UNIVERSITAS MA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/relativitas.v8i2.22384

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji kelayakan modul ajar berbasis problem solving pada materi Tata Surya dalam konteks implementasi Kurikulum Merdeka untuk peserta didik kelas VII SMP. Pengembangan modul dilakukan menggunakan model ADDIE yang difokuskan hingga tahap development. Subjek penelitian meliputi siswa kelas VII SMP Negeri 9 Metro. Kelayakan modul dievaluasi oleh tiga ahli media dan tiga ahli penyajian materi dengan meninjau aspek desain, tampilan visual, struktur penyajian, dan kesesuaian dengan pendekatan problem solving. Hasil validasi menunjukkan bahwa modul memperoleh persentase rata-rata kelayakan sebesar 89,6%, yang termasuk dalam kategori sangat layak untuk digunakan dalam pembelajaran. Modul ini dinilai mampu mendukung guru dalam melaksanakan pembelajaran IPA yang kontekstual, interaktif, dan berorientasi pada pengembangan keterampilan berpikir kritis serta kemampuan pemecahan masalah siswa. Temuan penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan bahan ajar IPA inovatif yang sejalan dengan prinsip Kurikulum Merdeka dan relevan dengan tuntutan pembelajaran abad ke-21.
PENINGKATAN KEMAMPUAN GURU DALAM PENGEMBANGAN MODUL AJAR BERBASIS KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS UNTUK GURU IPA DI SMP NEGERI 1 BAKTIRAJA Imelda Simamora, Ince; Nancy Susianna; Nerru Pranuta Murnaka; Alvin Stanza Kiswandhi
Jurnal Tunas Pendidikan Vol. 8 No. 1 (2025): JURNAL TUNAS PENDIDIKAN
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52060/pgsd.v8i1.3426

Abstract

This study aims to improve the ability of science teachers to develop teaching modules based on critical thinking skills at SMP Negeri 1 Baktiraja. It compares the effectiveness of online and offline teacher training methods. The research employed an experimental design involving two groups of teachers who received training in different formats. The first group participated in online training through a digital learning platform, while the second group attended offline training conducted face-to-face. The population of this study comprised all public junior high schools under the UPTD of Humbang Hasundutan Regency. The samples selected were UPT SMP Negeri 019 Sibuntuon and UPT SMP Negeri 001 Pasar Doloksanggul, chosen through purposive sampling. The study was conducted over a period of six days. The research instrument used was a test, with data collected through pre-tests and post-tests to measure the improvement in teachers' abilities to develop critical thinking-based teaching modules. Additionally, observations and interviews were conducted to explore participants’ experiences during the training sessions. The results showed that both training methods significantly improved teacher competence. However, there were notable differences in certain aspects. Offline training was found to be more effective in enhancing teachers' abilities to develop critical thinking-based teaching modules. This was attributed to direct interaction, in-depth discussions, and hands-on practice. In contrast, while online training also led to improvements, its effectiveness was lower due to limited direct interaction, fewer in-depth discussions, and challenges in providing structured practice. Nevertheless, online training offered flexibility and broader accessibility, enabling more teachers to participate regardless of geographic location.
Pengembangan Modul Ajar P5 Berbasis Pendekatan Saintifik Sebagai Penguatan Karakter Siswa di Sekolah Dasar Windi Asmawati; Sukardi Sukardi; Siti Istiningsih
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 8 (2025): August
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i8.11663

Abstract

This study aims to develop a P5 teaching module integrated with a scientific approach in strengthening the character of students in elementary schools. The research method used is Research and Development (R&D) with a Design Based Research (DBR) development model with four stages: preliminary study, design and product development, interactive testing cycle and reflection on refinement. The sampling technique uses purposive sampling. Data collection techniques use observation, interviews, and questionnaires. Data processing techniques use descriptive statistics. Stages 1 and 2, the problem analysis and design and product development stages involve fourth-grade teachers of SD Negeri 2 Santong. Stage 3, validation involves 3 experts, namely design, material, and language experts. Stage 4, reflection and product refinement involve fourth-grade students of SD Negeri 2 Santong. The results of the study show that the P5 teaching module based on a scientific approach meets the eligibility criteria with a feasibility percentage of 88% from design experts with feasible criteria, 80% from media experts with feasible criteria, and 94% from language experts with very feasible criteria. The results of statistical testing using the T test obtained a significance value of 0.00 < 0.05, which indicates that there is a significant difference between the pretest and posttest results, while the effectiveness criteria obtained a value of 62.21% with a moderate category in improving the character of fourth grade students at SD Negeri 2 Santong.
PENGEMBANGAN MODUL AJAR INOVATIF BERBASIS ETNOBUDAYA BATAK TOBA UNTUK MENINGKATKAN LITERASI BUDAYA Purba, Nancy Angelia; Eva Pratiwi Pane; Jennifer Demi Arta Simamora
BASASTRA: JURNAL KAJIAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol. 14 No. 1 (2025): BASASTRA: JURNAL KAJIAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study was motivated by the low level of cultural literacy among PGSD UHKBPNP students concerning Batak Toba culture, due to the lack of teaching materials integrating local values. The objective of this research is to develop an innovative teaching module based on Batak Toba ethnoculture to enhance students’ cultural literacy. The research employed a development method using the Nieveen, McKenney, and Van den Akker model, which consists of three stages: preliminary, development, and evaluation. The research instruments included expert validation sheets and cultural literacy tests (pretest–posttest) administered to 45 PGSD students enrolled in the Advanced Indonesian Language Learning course. Validation results by experts indicated that the module achieved an average score of 88.5%, categorized as very good. Effectiveness testing using n-gain analysis showed a significant improvement in students’ cultural literacy, with average pretest and posttest scores of 56.2 and 82.4, respectively, and an n-gain value of 0.59 (medium–high category). These findings demonstrate that the innovative Batak Toba ethnocultural-based teaching module is valid, practical, and effective in improving students’ cultural literacy. The development of this module contributes to strengthening students’ cultural identity and supports the preservation of local culture in the globalization era. Keywords: Teaching module, Batak Toba ethnoculture, Cultural literacy
Pengembangan Modul Ajar Kurikulum Merdeka Berorientasi Pendekatan Realistics Mathematics Education Konteks Budaya Luwu dan Higher Order Thinking Skills (HOTS) Taufiq, Taufiq; Sukmawati, Sukmawati; Baharuddin, Muhammad Rusli; Patmaniar, Patmaniar
Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 3 (2024): July - September 2024
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/kognitif.v4i3.2132

Abstract

Pentingnya merancang modul ajar secara maksimal, namun pada kenyataannya masih banyak guru yang masih belum memahami bagaimana mengembangkan suatu modul ajar khususnya yang berbasis kurikulum merdeka. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Modul Ajar Kurikulum Merdeka Berorientasi Pendekatan Realistics Mathematics Education Budaya Luwu Terintegritas dengan Profil Pelajar Pancasila. Kami menggunakan penelitian Pengembangan (R&D) model 4D untuk menjawab permasalahan. Hasil penilaian menunjukkan bahwa modul ajar ini efektif dalam meningkatkan keterampilan Higher Order Thinking Skills (HOTS) siswa. Nilai validitas menunjukkan bahwa modul mencerminkan kualitas modul dalam hal keterkaitan materi, kelengkapan informasi, dan kejelasan penyajian. Sedangkan Penilaian kepraktisan modul ajar menunjukkan bahwa modul ini sangat praktis dan mudah diterapkan dalam pembelajaran sehari-hari. Aspek kepraktisan mencakup kemudahan penggunaan, efektivitas pembelajaran, dan efisiensi waktu pelaksanaan. Pada evaluasi kemampuan HOTS siswa, kategori PIK mengindikasikan bahwa 6% siswa masih membutuhkan intervensi khusus, sementara kategori Mahir menunjukkan bahwa sekitar 5% siswa sudah memiliki kemampuan HOTS yang sangat baik. Sebagian besar siswa berada pada kategori Dasar dan Cakap, yang mengindikasikan bahwa modul ini efektif dalam mengembangkan kemampuan dasar dan menengah siswa.
Pengembangan Modul Ajar Baju Daerah Sunda untuk Siswa di RA As Sunnah Kota Sukabumi Malihah, Siti Hilma; Elnawati, Elnawati; Poppariyana, Alfian Ash-Shidiqi
SELING: Jurnal Program Studi PGRA Vol. 10 No. 1 (2024): Januari 2024
Publisher : Program Studi PGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dewasa ini pengembangan adalah suatu proses merencanakan pembelajaran secara logis, dan sistematis dalam rangka untuk menetapkan segala sesuatu yang akan dilaksanakan dalam proses kegiatan belajar dengan memperhatikan potensi dan kompetensi peserta didik. Modul ajar kerap menjadi bahan perbincangan guru di sekolah seluruh jenjang, baik tingkat dasar, menengah dan atas. Pada dasarnya modul ajar merupakan materi pembelajaran yang disusun secara ekstensif dan sistematis dengan acuan prinsip pembelajaran yang diterapkan guru kepada siswa pada kurikulum terbaru yaitu Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan atau yang biasa disebut sebagai Kurikulum Merdeka. Modul ajar merupakan dokumen yang berisi tujuan, langkah, dan media pembelajaran, serta asesmen yang dibutuhkan dalam satu topik berdasarkan alur tujuan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengembangan modul ajar baju daerah sunda untuk siswa di RA As-Sunnah Kota Sukabumi. Penelitian ini menggunakan metode research and development (R&D) atau penelitian dan pengembangan dengan menggunakan model pengembangan ADDIE (Analyze, Design, Develop, Implement, dan Evaluate). Pengumpulan data yang digunakan peneliti yaitu lembar observasi dan studi dokumentasi. Hasil dari peneltian ini berupa produk Modul Ajar Baju Daerah Sunda yang bisa diimplementasikan di sekolah Pendidikan Anak Usia Dini. Hasil uji lapangan menunjukan dapat modul yang telah dibuat dapat menjadikan pembelajaran efektif dalam pengenalan baju daerah.
PENGEMBANGAN MODUL AJAR BERDIFERENSIASI YANG TERINTEGRASI PEMBELAJARAN SOSIAL EMOSIONAL MATERI KEKAYAAN ALAM Z.V. Afya; S. Sahari; A. Widodo
PENDASI Jurnal Pendidikan Dasar Indonesia Vol 8 No 2 (2024): Agustus, PENDASI (Jurnal Pendidikan Dasar Indonesia)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jurnal_pendas.v8i2.3444

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi hasil pengamatan dan pengalaman peneliti, bahwa dalam proses pembelajaran berdiferensiasi masih jarang dilakukan, guru masih jarang menggunakan media pembelajaran yang mampu memenuhi karakteristik gaya belajar siswa. Pengumpulan dan penilaian produk juga belum mencakup potensi dan bakat masing–masing siswa.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan modul ajar berdiferensiasi. Penelitian ini menggunakan penelitian pengembangan Riset and Development (R&D) dengan model pengembangan (4-D), dengan subyek penelitian adalah siswa kelas 4 dari SDN Burengan 2 Kota Kediri, SDN Wonocatur, dan SDN Plosorejo 1. Jumlah subjek uji coba terbatas 9 siswa secara acak, sedangkan uji coba luas berjumlah 45 siswa dengan 15 siswa masing-masing sekolah. Penelitian dilakukan dalam dua tahap yaitu uji coba terbatas dan uji coba luas. Penelitian menggunakan instrumen angket dan tes. Teknik analisis data menggunakan persentase yang kemudian dituangkan dalam hasil penelitian yang berupa kuantitatif deskriptif. Kesimpulan hasil penelitian ini adalah Modul ajar berdiferensiasi yang terintegrasi pembelajarn sosial emosional materi kekayaan alam sangat valid dan layak digunakan, sangat praktis, dan efektif untuk digunakan.
Pengembangan Modul Ajar PAI Berbasis Nilai Karakter Bangsa “Religius” pada Materi Menguatkan Iman di SMA PGRI 2 Jombang Anggraini, Sofiah; Zulfah, Machnunah Ani; Fodhil, Muhammad
YASIN Vol 5 No 5 (2025): OKTOBER
Publisher : Lembaga Yasin AlSys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/yasin.v5i5.6978

Abstract

This study is motivated by the low level of student understanding regarding religious character values in Islamic Religious Education (PAI), despite the implementation of the Kurikulum Merdeka. The objective of the research is to examine the planning and assess the effectiveness of a PAI teaching module integrated with national religious character values for Phase F at SMA PGRI 2 Jombang. The study employs a Research and Development (R&D) method using the 4D model (Define, Design, Develop, Disseminate). The define stage includes needs analysis, learner characteristics, and content analysis; the design stage involves formulating learning objectives, developing assessment instruments, and designing the module format; while the develop stage includes expert validation and field trials. Validation results show that the module is valid, with scores of 78% from practitioner experts, 89% from content experts, and 100% from module reviewers. Small- and large-scale trials demonstrate increased learning effectiveness, with an N-Gain score of 17.32%. The study concludes that the developed teaching module is effective in enhancing students’ understanding and religious attitudes and is suitable for use in character-based PAI instruction. The findings emphasize the importance of developing contextual teaching materials that integrate religious character values into the national curriculum to cultivate morally upright and nationally conscious generations. Keywords: Islamic Religious Education; Religious Character; Kurikulum Merdeka; Teaching Module; 4D Model
Pengembangan Modul Ajar Pada Materi Penerapan Nilai-nilai Pancasila Dalam Kehidupan Sehari-hari Di Kelas X SMA Negeri 2 Palangka Raya Lion Nanda Murya Sallom; Karliani, Eli; Ikbal, Asep
Jurnal Penelitian UPR Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Penelitian UPR: Kaharati
Publisher : LPPM Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52850/jpt-upr.v5i2.21011

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil validasi terhadap modul ajar pada materi penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Jenis penelitian adalah penelitian pengembangan dengan model pengembangan ADDIE. Model ADDIE memiliki lima tahapan yaitu tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi dan evaluasi. Model ADDIE yang digunakan peneliti dalam proses pengembangan modul ajar hanya sampai tahap development (pengembangan) yang bertujuan menghasilkan produk yang dikembangkan berdasarkan hasil validasi. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 2 Palangka Raya. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah menggunakan penilaian lembar validasi dosen ahli dan lembar validasi guru PPKn. Hasil analisis penilaian validasi isi menunjukkan persentase rata-rata 74% dengan kriteria valid sehingga modul ajar dinyatakan valid. Hasil analisis penilaian validasi guru PPKn terhadap modul ajar menunjukkan persentase rata-rata 82% dengan kriteria sangat layak, modul ajar yang dikembangkan dinyatakan valid.
Pengembangan Modul Ajar Biologi Berbasis Keanekaragaman Hayati Buah Lokal di Desa Sumberjambe Kabupaten Jember untuk Siswa Kelas X SMA Kristi, Kristi; Danuji, Sarwo; Sugianto, Ferdy
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 8, No 2 (2025): September 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v8i2.12202

Abstract

Pembelajaran biologi di sekolah menengah seringkali kurang kontekstual sehingga siswa mengalami kesulitan dalam memahami konsep secara mendalam dan relevan dengan lingkungan sekitar. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan mengembangkan modul ajar biologi berbasis potensi lokal berupa buah-buahan khas Desa Sumberjambe yang sesuai dengan prinsip Kurikulum Merdeka dan kebutuhan siswa di lingkungan agraris. Pengembangan modul dilakukan menggunakan model ADDIE secara sistematis melalui lima tahapan, yaitu analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Validasi ahli dilakukan untuk menilai kelayakan isi dan media modul, sedangkan uji coba terbatas di lapangan dilakukan untuk mengukur kemudahan pemahaman dan daya tarik modul bagi siswa. Hasil validasi menunjukkan modul ini layak digunakan dengan skor tinggi pada aspek kelayakan isi dan media pembelajaran. Uji coba terbatas mengindikasikan modul mudah dipahami dan menarik minat belajar siswa. Implementasi modul pada siswa kelas X SMA Baitul Azhar menghasilkan peningkatan hasil belajar yang signifikan dengan nilai N-Gain sebesar 0,63, yang tergolong sedang hingga tinggi. Selain itu, modul ini mampu meningkatkan keterlibatan dan motivasi belajar siswa, yang terlihat dari respon positif pada aspek tampilan visual, keterbacaan, serta kesesuaian materi dengan kebutuhan pembelajaran

Page 71 of 90 | Total Record : 896