Filter By Year

1945 2024


Found 1,304 documents
Search KEAMANAN INFORMASI

Penerapan Teknologi Blockchain Pada Sistem Keamanan Informasi Isma Elan Maulani; Tedi Herdianto; Dwi Febri Syawaludin; Medika Oga Laksana
Jurnal Sosial Teknologi Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Sosial dan Teknologi
Publisher : CV. Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsostech.v3i2.634

Abstract

Dalam era digital saat ini, keamanan informasi menjadi hal yang sangat penting untuk diperhatikan. Terdapat banyak metode untuk menjaga keamanan informasi, namun masih banyak juga kerentanan yang dapat dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Teknologi blockchain memberikan solusi dengan menyediakan sistem keamanan informasi yang kuat dan handal. Teknologi blockchain dapat digunakan untuk memastikan integritas dan validitas data yang disimpan. Hal ini dapat dilakukan dengan cara menyimpan data dalam bentuk blok yang tersambung satu sama lain dan menggunakan enkripsi untuk menjaga privasi. Selain itu, sistem terdesentralisasi yang ada pada teknologi blockchain membuatnya sulit untuk diubah atau dihapus oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Penerapan teknologi blockchain pada sistem keamanan informasi dapat dilakukan pada berbagai sektor, seperti perbankan, perdagangan, dan pemerintahan. Dalam sektor perbankan, teknologi blockchain dapat digunakan untuk menjaga integritas data transaksi dan memastikan bahwa transaksi yang dilakukan benar-benar valid. Dalam sektor perdagangan, teknologi blockchain dapat digunakan untuk memastikan bahwa barang yang diperdagangkan benar-benar asli dan memiliki sumber yang dapat diverifikasi. Dalam sektor pemerintahan, teknologi blockchain dapat digunakan untuk menyimpan dan memverifikasi data pemilihan, serta memastikan bahwa hasil pemilihan benar-benar valid dan representatif.
Analisis Perilaku Pengguna Mobile Banking Terhadap Keamanan Informasi Menggunakan Metode Human Aspects of Information Security Questionnaire (HAIS-Q) Anastasiah, Maria; Pandia, Henry
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 2 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i2.9684

Abstract

Penelitian ini merupakan studi tentang perilaku para pengguna mobile banking terhadap keamanan informasi di Indonesia. Tujuan studi ini adalah untuk mengevaluasi apakah perilaku pengguna mobile banking telah memadai dalam menjaga keamanan informasi mereka dari ancaman kejahatan di sektor jasa keuangan yang mungkin memanfaatkan kelalaian atau kelemahan dari pengguna mobile banking. Penelitian ini diukur menggunakan metode HAIS-Q. Populasi untuk penelitian ini adalah 100 responden yang menggunakan layanan aplikasi mobile banking di Indonesia. 30 responden menjadi sampel dalam penelitian ini. Instrumen penelitian ini adalah angket pertanyaan bedasarkan instrumen HAIS-Q. Angket pertanyaan terdiri dari 15 butir pertanyaan yang meliputi instrumen HAIS-Q. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner yang disebarkan melalui platform google form. Tentang hasil penelitian ini, diharapkan bahwa perilaku pengguna mobile banking dalam menjaga keamanan informasi data pribadi dapat mencapai tingkat yang optimal dan penelitian ini bisa Memberikan referensi atau pemahaman kepada masyarakat dalam berprilaku menjaga keamanan informasi data pribadinya. Dari hasil perhitungan beberapa nilai focus area yang bernilai rendah terdapat pada focus area “password management” dengan sub area “Sharing Password” (M=2,83) dan “mobile device” dengan sub area “Sending sensitive information via WI-FI” (M=2,68).
Pengelolaan Keamanan Informasi dan Persandian di Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Timur Saputra, Aldi Dinata; Dione, Frans; Uluputty, Irfan
Jurnal Teknologi dan Komunikasi Pemerintahan Vol 5 No 2 (2023): Jurnal Teknologi dan Komunikasi Pemerintahan
Publisher : Program Studi Teknologi Rekayasa Informasi Pemerintahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33701/jtkp.v5i2.3735

Abstract

Informasi dan data merupakan aset yang sangat penting untuk dilindungi karena saat ini informasi dan data merupakan aset yang berharga karena berisikan segala keterangan mengenai sebuah organisasi. Karena anggapan demikian maka hal ini menyebabkan timbulnya kejahatan di dunia digital yang disebut kejahatan siber. Maraknya kejahatan siber yang terjadi maka diperlukan Keamanan Informasi dan Persandian yang mahir pula untuk mencegah pencurian data dan informasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengelolaan keamanan informasi dan persandian dan tingkat kematangan dalam pengamanan informasi di Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Timur. model penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif dengan pendekatan induktif. Peneliti melakukan wawancara, observasi dan dokumentasi pada lokasi penelitian sebagai teknik pengumpulan data. Pada penelitian ini, peneliti menggunakan teori CIA TRIAD oleh Michael E. Whitman dengan dimensi Confidentiality, Integrity dan Avalaibility. Penelitian ini juga menggunakan alat evaluasi Indeks Keamanan Informasi (KAMI 4.2) dengan standar ISO/IEC 27001: 2013 yang menentukan aspek-aspek yang perlu dipenuhi untuk mencapai keamanan informasi. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa pengelolaan keamanan informasi dan persandian di Dinas Komunikasi dan Informatika masih kurang dan rentan terhadap serangan siber karena beberapa fasilitas yang belum memadai dan regulasi yang belum mengatur penuh mengenai keamanan informasi, hal ini juga dibuktikan dari hasil evaluasi Indeks Keamanan Informasi yang menunjukkan tingkat kematangan keamanan informasi yang masih berada pada Tingkat I+ - Tingkat II+, dimana seharusnya dalam standar ISO/IEC 27001: 2013 bahwa ambang batas minimum kesiapan sertifikasi adalah Tingkat III+. Kata Kunci: Informasi, Kejahatan Siber, Keamanan Informasi, Persandian.
PENGEMBANGAN SISTEM KEAMANAN INFORMASI DENGAN METODE KRIPTOGRAFI SUBSTITUSI Bambang Suhartono
Insan Pembangunan Sistem Informasi dan Komputer (IPSIKOM) Vol 6, No 1 (2018): JUNI
Publisher : Universitas Insan Pembangunan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58217/ipsikom.v6i1.95

Abstract

ABSTRAKSistem Informasi pengelolaan keamanan informasi sangat penting bagi perusahaan untuk menjagakerahasiaan data dan privacy. Untuk menghindari pencurian data perlu dibuatkan sistem pengelolaankeamanan informasi yang diharapkan dapat memberikan keamanan serta kemudahan pada pengguna.PT.Pandu Cipta Solusi merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dalam bidang dibidang ICT(Information Comunication and Technology) serta bidang Management. Proses pertukaran informasi melaluiemail sering dilakukan antar karyawan maupun melalui partner kerja (perusahaan). Oleh karena itu, akandibangun suatu sistem pengelolaan keamanan informasi untuk melindungi kerahasiaan data yang dimilikiperusahaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merancang suatu sistem pengelolaan keamanan informasiyang dapat menunjang sistem keamanan yang berjalan saat ini sehingga menghasilkan laporan dan keamanandata lebih terjamin. Dari penelitian tersebut peneliti berhasil membuat aplikasi keamanan informasimenggunakan metode kriptografi subtitusi dengan menggunakan bahasa pemrograman Visual Basic dandatabase Microsoft Office Access. Hasil dari penelitian yang penulis lakukan adalah aplikasi aplikasi keamananinformasi kriptografi menggunakan metode subtitusi. Kesimpulan yang dapat diambil dari penulisan ini adalahsistem informasi yang berjalan saat ini kurang terjamin dari segi keamanan dan masih memiliki beberaparesiko, untuk itu penulis memberikan saran kepada Pengelola Perushaaan untuk menjaga kerahasiaan dataperusahaanKata Kunci : Perancangan Sistem, Keamanan Informasi, Kriptografi, Subtitusi
Analisis Keamanan Siber pada Implementasi Sistem Informasi Rekam Medis Openemr V7.0.2 Herdadi, Anintyo
Jurnal Nasional Komputasi dan Teknologi Informasi (JNKTI) Vol 7, No 4 (2024): Agustus 2024
Publisher : Program Studi Teknik Komputer, Fakultas Teknik. Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jnkti.v7i4.7887

Abstract

Abstrak - Sistem Informasi Rekam Medis pada rumah sakit memiliki banyak data sensitif seperti data pasien, data asuransi kesehatan. Data tersebut rentan terjadi kebocoran dan pihak rumah sakit harus memiliki standar keamanan yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan mengevaluasi keamanan siber dari OpenEMR, sebuah sistem manajemen rekam medis elektronik open-source. OpenEMR adalah perangkat lunak open-source, yang berarti dapat diunduh dan digunakan secara gratis. Hal ini sangat menguntungkan bagi klinik kecil atau organisasi kesehatan di Indonesia yang mungkin memiliki anggaran terbatas untuk pengembangan maupun biaya operasional teknologi informasi. Dengan menggunakan perangkat lunak open-source, klinik dan organisasi kesehatan dapat menghemat biaya lisensi yang signifikan dan mengalokasikan dana tersebut untuk keperluan lain. Dalam penelitian ini, dilakukan berbagai pengujian keamanan untuk mengidentifikasi potensi kerentanan dan ancaman terhadap sistem informasi rekan medis OpenEMR. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi untuk meningkatkan keamanan sistem informasi rekam medis OpenEMR. Analisis yang dilakukan meliputi penyelidikan kerentanan yang melekat pada sistem informasi OpenEMR, potensi konsekuensi dari pelanggaran data, dan langkah-langkah penting yang harus diambil oleh penyedia layanan kesehatan untuk memastikan keamanan dan integritas informasi pasien. Metode penelitian ini menggunakan panduan Web Security Testing Guide (WSTG) dari OWASP untuk mengevaluasi efektivitas panduan WSTG dalam mengidentifikasi dan mengatasi kerentanan keamanan pada sistem informasi rekam medis OpenEMR.Kata Kunci; Keamanan Siber, Sistem Informasi, Rekam Medis,  Openemr V7.0.2 Abstract - Medical Record Information Systems in hospitals have a lot of sensitive data such as patient data and health insurance data. This data is vulnerable to leakage and hospitals must have high security standards. This study aims to test and evaluate the cybersecurity of OpenEMR, an open-source electronic medical records management system. OpenEMR is open-source software, which means it can be downloaded and used for free. This is very beneficial for small clinics or health organizations in Indonesia which may have a limited budget for information technology development and operational costs. By using open-source software, clinics and healthcare organizations can save significant licensing costs and allocate those funds for other purposes. In this research, various security tests were carried out to identify potential vulnerabilities and threats to the OpenEMR medical partner information system. It is hoped that the results of this research can provide recommendations for improving the security of the OpenEMR medical record information system. The analysis performed included an investigation of inherent vulnerabilities in the OpenEMR information system, the potential consequences of a data breach, and important steps that healthcare providers should take to ensure the security and integrity of patient information. This research method uses the Web Security Testing Guide (WSTG) from OWASP to evaluate the effectiveness of the WSTG guide in identifying and overcoming security vulnerabilities in the OpenEMR medical record information system.Keywords; Cyber Security, Information Systems, Medical Records, Openemr V7.0.2
Analisis Teknik Penyerangan Phishing Pada Social Engineering Terhadap Keamanan Informasi di Media Sosial Profesional Menggunakan Kombinasi Black Eye dan Setoolkit Sri Wahyuni; Irfan Murti Raazi; Ima Dwitawati
Jurnal Nasional Komputasi dan Teknologi Informasi (JNKTI) Vol 5, No 1 (2022): Februari 2022
Publisher : Program Studi Teknik Komputer, Fakultas Teknik. Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jnkti.v5i1.3962

Abstract

Abstrak - Di era teknologi yang kian maju dan berkembang luas seperti sekarang ini, informasi merupakan aset yang sangat perlu dilindungi oleh suatu organisai ataupun individu, informasi yang bersifat privasi penting untuk dilindungi agar tidak dapat diakses oleh pihak yang tidak berwenang. Penyerangan social engineering hingga saat ini masih terus meningkat, hal ini terjadi karena pelaku mengetahui bahwa rantai terlemah pada sistem keamanan jaringan itu sendiri ialah pengguna, sehingga perancangan sistem keamanan yang baik harus disertai pemahaman tentang penyerangan dan ancaman oleh pengguna itu sendiri. Adapun tujuan penulisan artikel ini untuk dapat menjelaskan teknik penyerangan dengan memanfaatkan manipulasi psikologis yang dilakukan berdasarkan bagaimana cara korban berpikir dan bertindak. Teknik penyerangan phishing email spoofing adalah salah satu jenis penyerangan social engineering yang dilakukan dengan menggabungkan black eye dan setoolkit. Sehingga dapat memberikan informasi terkait dalam mengambil tindakan dalam melakukan suatu hal tentang social engineering dan acamannya.Kata kunci : Social engginering, Phishing, Email Spoofing, Black Eye, Setoolkit Abstract - In the era of increasingly advanced and widespread technology as it is today, information is an asset that really needs to be protected by an organization or individual, information that is privacy is important to protect so that it cannot be accessed by unauthorized parties. Social engineering attacks are still increasing, this happens because the hacker know that the weakest chain in the network security system itself is the user, so that a good security system design must be accompanied by an understanding of attacks and threats by the users themselves. The purpose of writing this article is to be able to explain attack techniques by utilizing psychological manipulation that is carried out based on how the victim thinks and acts. Email spoofing phishing attack technique is one type of social engineering attack that is carried out by combining black eye and setoolkit. So that it can provide information related to taking action in doing something about social engineering and its threats.Keywords : Social engginering, Phishing, Email Spoofing, Black Eye, Setoolkit
Tantangan Dan Manfaat AI Dalam Perlindungan Data Kantor: Mengoptimalkan Keamanan Informasi Joy Phillip Nehemia; Muhammad Rifky Hendrayana
Jurnal Transformasi Bisnis Digital Vol. 1 No. 3 (2024): Mei : Jurnal Transformasi Bisnis Digital (JUTRABIDI)
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Manajemen Kewirausahaan dan Bisnis Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/jutrabidi.v1i2.108

Abstract

The presence of artificial intelligence (AI) technology has revolutionized efforts to protect data in offices. The challenges organizations face in maintaining information security are becoming increasingly complex as technology advances, but the benefits of AI provide an effective solution to optimize information security. In this summary, we discuss the challenges and benefits of AI in office data protection, focusing on enhancing information security.The first challenge is the increasing complexity of cyber attacks. Attackers are constantly looking for new vulnerabilities and using more sophisticated attack techniques to breach security systems. Adequate data protection is needed to address this challenge and prevent unauthorized access to critical company information. Additionally, a lack of knowledge about managing and monitoring security systems is a major challenge for many businesses.However, the use of AI to protect office data offers several advantages. First, AI's ability to quickly and accurately detect security threats aids in early detection of cyber attacks. Predictive analysis supported by AI can also detect dangerous patterns and prevent attacks before they occur. Furthermore, using AI to automate security processes can optimize operational efficiency and accountability for events that occur. AI-based security can significantly reduce the risk of data breaches and cyber attacks.The use of AI technology in office data protection is not only a supportive tool but also an innovative and efficient solution to address increasingly complex challenges in information security. We hope this overview provides a deeper understanding of the challenges and benefits of AI in protecting office data, as well as efforts to optimize information security in this digital era.
Penerapan Metode Kualitatif Berbasis SNI ISO/IEC 27001:2013 Untuk Mengukur Tingkat Kematangan Unit Tik Pusat Pada Sistem manajemen keamanan informasi Khusnul Khotimah; Lussiana ETP
Explore Vol 12 No 2 (2022): Juli 2022
Publisher : Universitas Teknologi Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35200/ex.v12i2.100

Abstract

Unit TIK Pusat memiliki layanan untuk Unit TIK seluruh Unit Eselon I diantaranya menyediakan layanan hosting di Data Center (DC) Kementerian X. Adanya layanan hosting, Unit TIK seluruh Unit Eselon I di lingkungan Kementerian X dapat merilis aplikasi yang dimiliki tanpa perlu memikirkan kesediaan infrastruktur dan pengelolaannya, karena Unit TIK Pusat yang bertanggung jawab dalam penyediaan infrastruktur serta pengelolaan aplikasi setelah rilis (hosting). Salah satu aplikasi yang hosting pada DC Kementerian X yaitu Portal X yang mana portal ini merupakan wajah dari Kementerian X yang menyimpan berbagai informasi yang dapat dikonsumsi secara publik. Sehingga, portal ini juga bisa diakses oleh Stakeholder manapun. Portal X pernah mengalami penggantian laman yang dilakukan oleh hacker sehingga berdampak pada reputasi Kementerian X. Evaluasi tata kelola sangat penting dilakukan sehingga organisasi dapat mengetahui seberapa mumpuni layanan pengelolaan TIIK yang diberikan pada stakeholder. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengukur tingkat kematangan pengelolaan TIK Unit TIK Pusat meliputi infrastruktur (server, sistem operasi, basis data, jaringan dan web service) dan fasilitas pendukung Data Center dengan menerapkan meode kualitatif berbasis SNI ISO/IEC 27001:2013. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan TIK Unit TIK Pusat termasuk kategori baik dan temuan pada pengelolaannya perlu ditindaklanjuti untuk perbaikan.
Pengukuran Tingkat Kesadaran Keamanan Informasi Pegawai Pada Instansi Pemerintah Krisna Maria Rosita Dewi; Yudistira, Ricko Dwiki; Ruldeviyani, Yova
The Indonesian Journal of Computer Science Vol. 13 No. 2 (2024): The Indonesian Journal of Computer Science
Publisher : AI Society & STMIK Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33022/ijcs.v13i2.3950

Abstract

Human Resources (HR) have become a factor that affects the success of e-government implementation in the era of rapid technological development. However, HR also play a role in creating information security risks for the organization. In order to deal with information security risks, BMKG implemented an information security management system by implementing ISO/IEC 27001:2013 in 2020. It also plans to implement it at three locations of the BMKG Regional Office. Therefore, this study aims to measure employees' level of information security awareness at the three locations using the Knowledge, Attitude, Behavior (KAB) concept and the HAIS-Q method combined with the information asset management sub-area of the KAMI’s Index. The results showed that employees' level of information security awareness is classified in the good category with a value of 81.67%. Some areas that need to be improved are password management (79.81%), mobile computing (75.59%), and incident reporting (79.81%). Regional Center A has the lowest employee information security awareness level, with an average score of 79.75%.
Manajemen Risiko Keamanan Informasi: Studi Kasus Pusat Data Dinas XYZ Putra, Ramadhoni; Setiyadi Yazid
The Indonesian Journal of Computer Science Vol. 13 No. 4 (2024): The Indonesian Journal of Computer Science
Publisher : AI Society & STMIK Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33022/ijcs.v13i4.4129

Abstract

The increasing number of cyber attacks on government institutions in Indonesia demands assurance of security to protect crucial data. Given the high dependence on data centers and in order to maintain the credibility of these institutions, a comprehensive information security risk management plan is required to ensure the confidentiality, integrity, and availability of data center services. In developing the information security risk management plan for data centers, this research utilizes the ISO/IEC 27005:2018 framework as the primary framework in the risk management process, NIST SP 800-30 Rev. 1 as a guide for conducting risk assessment activities, and CIS CSC as a reference for determining recommendations. From the risk assessment, 47 risks were identified. Out of these 47 risks, 30 require mitigation, while the remaining 17 can be accepted by the organization

Page 72 of 131 | Total Record : 1304