Filter By Year

1945 2024


Found 1,305 documents
Search KEAMANAN INFORMASI

Pengenalan Keamanan Informasi Digital dalam Peningkatan Resiliensi Cyber di Masyarakat Desa Panji Novantara; Tito Sugiharto
ORAHUA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 02 (2025): Januari
Publisher : Faatuatua Media Karya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70404/orahua.v2i02.119

Abstract

Perkembangan pesat dalam pemanfaatan teknologi informasi dalam kebutuhan informasi di lingkungan masyarakat pedesaan sangat penting. Namun, tantangan adopsi teknologi yang cepat ini juga membawa risiko dan ancaman keamanan informasi digital yang semakin. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, program Pengenalan Keamanan Informasi Digital (PKID) dikembangkan sebagai bentuk pengabdian masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, pengetahuan, dan keterampilan masyarakat desa dalam menghadapi ancaman keamanan informasi digital. PKID dilaksanakan dengan metode melalui serangkaian kegiatan edukasi dan pelatihan yang berfokus pada penguatan resiliensi siber masyarakat desa. Program ini mencakup penyampaian konsep dasar keamanan informasi digital, identifikasi risiko siber, penerapan praktik keamanan yang efektif, serta langkah-langkah tanggap terhadap serangan siber seperti malware, phishing, dan ransomware. Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman tentang pentingnya membangun rencana darurat siber yang inklusif dan adaptif terhadap berbagai skenario ancaman. PKID mendorong kolaborasi antara masyarakat desa dengan pemerintah daerah, lembaga swadaya masyarakat, dan institusi pendidikan dalam membangun kesadaran kolektif serta resiliensi siber yang berkelanjutan. Dalam kegiatan pengabdian ini hasilnya adalah terciptanya lingkungan digital yang lebih aman dan terpercaya yang mendukung percepatan transformasi digital yang aman di Desa Sindangbarang - Kabupaten Kuningan. Dukungan penuh dari berbagai pihak diharapkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan dalam meningkatkan kualitas hidup digital masyarakat, sekaligus mendukung percepatan transformasi digital yang aman di Desa Sindangbarang.
Evaluasi Keamanan Sistem Informasi Pada Penyedia Layanan Cloud Dan Perlindungan Data Pribadi Berdasarkan Index Kami Versi 4.2 (Studi Kasus : PTIPD UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta) Hafizuddin, Faiz Akhmad; Sugiantoro, Bambang
Cyber Security dan Forensik Digital Vol. 7 No. 1 (2024): Edisi Bulan Mei Tahun 2024
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/csecurity.2024.7.1.4280

Abstract

Pusat Teknologi Informasi Dan Pangkalan Data (PTIPD) merupakan salah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang ada di Universitas Islam Negri Sunan Kalijaga Yogyakarta yang memiliki tugas untuk mengelola dan mengembangkan sistem informasi manajemen, pengembangan, pemeliharaan jaringan dan aplikasi, pengelolaan basis data, pengembangan teknologi lainnya, dan kerjasama jaringan. Perkembangan teknologi yang pesat dan pola bisnis yang dinamis menyebabkan munculnya risiko keamanan informasi baru. Keterlibatan pihak ketiga penyedia layanan dalam suatu instansi menimbulkan risiko terkait keberadaan dan keterlibatan pihak eksternal. Layanan berbasis infrastruktur awan (Cloud) memberikan peluang efisiensi dan peningkatan kinerja yang sangat signifikan bagi instansi, akan tetapi risiko terkait data yang berada pada pengendalian pihak ketiga (penyelenggara layanan) perlu dimitgasi. Penggunaan tools indeks KAMI dalam penelitian ini hanya berfokus dalam tiga area diantaranya: pengamanan keterlibatan pihak ketiga, pengamanan layanan infrastrukutur awan dan perlindungan data pribadi. Hasil dari evaluasi tingkat presentase kelengkapan dan efektifitas penggunaan teknologi dalam pengamanan aset informasi di PTIPD UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yaitu: untuk pengamanan keterlibatan pihak ketiga mendapatkan presentase 49%, pengamanan layanan infrastruktur awan (cloud) sebesar 33% dan untuk pengamanan perlindungan data pribadi mendapatkan presentase 67%. Rekomendasi dari penelitian ini dapat di jadikan sebagai bahan pertimbangan da evaluasi bagi instansi dalam melakukan perbaikan yang berkaitan dengan mitigasi risiko dan pencegahan terhadap kerentanan keamanan informasi, serta dapat memastikan aturan dapat tercapai dengan baik dan keputusan terhadap kebijakan keamanan informasi dalam satu instansi di masa depan. Evaluation Of Information System Security In Cloud Service Provider And Protection Of Personal Data Based On Index Kami Version 4.2 (Case Study: PTIPD UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta) Kata kunci: Indeks KAMI, PTIPD, Keamanan Informasi, Penyedia Layanan Cloud, Perlindungan Data Pribadi ------------------------------------------------------------------------- The Center for Information Technology and Database (PTIPD) is one of the Technical Implementation Units (UPT) at the Islamic University of Sunan Kalijaga, Yogyakarta, which has the task of managing and developing management information systems, developing, maintaining networks and applications, managing databases, developing other technologies, and network cooperation. Rapid technological developments and dynamic business patterns have led to the emergence of new information security risks. The involvement of third party service providers in an agency creates risks related to the presence and involvement of external parties. Cloud infrastructure-based services (Cloud) provide significant efficiency and performance improvement opportunities for agencies, but risks related to data that are in the control of third parties (service providers) need to be mitigated. The use of the KAMI index tools in this study focuses only on three areas including: securing third party involvement, securing cloud infrastructure services and protecting personal data. The results of evaluating the percentage level of completeness and effectiveness of using technology in securing information assets at PTIPD UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, namely: for securing third party involvement gets a percentage of 49%, securing cloud infrastructure services (cloud) for 33% and for securing personal data protection getting a percentage 67%. Recommendations from this research can be used as material for consideration and evaluation for agencies in making improvements related to risk mitigation and prevention of information security vulnerabilities, and can ensure that rules can be achieved properly and decisions on information security policies within an agency in the future. Keywords: KAMI Index, PTIPD, Information Security, Cloud Service Provider,  Protection Of Personal Data
Evaluasi Tingkat Kesiapan Keamanan Informasi Pada SMK XYZ Menggunakan Indeks KAMI Versi 4.2 Imtikhan Azmi, Himawan; tulus_akbar; Tasya Kumala Dewi, Bella; Sugiantoro, Bambang
Cyber Security dan Forensik Digital Vol. 7 No. 1 (2024): Edisi Bulan Mei Tahun 2024
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/csecurity.2024.7.1.4422

Abstract

Keamanan informasi penting untuk diperhatikan agar kerahasiaan informasi, data, manusia dan alat pendukung terlindungi. Namun, bahaya ancaman dalam bidang TI mengintai penyelenggara sistem elektronik (PSE), kejahatan yang timbul tidak hanya menyerang organisasi besar, melainkan menyerang berbagai tingkatan,   ukuran, maupun tingkat kepentingan organisasi penyelenggara layanan TI. Oleh karena itu pentingnya melakukan evaluasi ke penyedia layanan informasi untuk memaksimalkan sumberdaya dalam menghadapi ancaman. Tujuan penelitian ini untuk melakukan evaluasi penyelenggaraan layanan TI  menggunakan Indeks KAMI pada SMK XYZ. Proses evaluasi dilakukan dengan pendekatan kuantitatif. Data dikumpulkan dari hasil wawancara dan observasi dari PSE. Data yang terkumpul kemudian di analisis menggunakan aplikasi Indeks KAMI 4.2. Hasilnya, SMK XYZ termasuk kategori Rendah dengan skor SE 14, dengan status kesiapan Tidak Layak dengan skor Tingkat Penerapan Standar ISO27001 sesuai Kategori SE yaitu 314. Skor tiap area yang dievaluasi yaitu Tata Kelola memperoleh skor 72 dengan tingkat kematangan valid Tingkat II, Pengelolaan Risiko memperoleh skor 15 dengan tingkat kematangan valid Tingkat I, Kerangka Kerja Keamanan Informasi memperoleh skor 91 dengan tingkat kematangan valid Tingkat II, Pengelolaan Aset memperoleh skor 78 dengan tingkat kematangan valid Tingkat I+, Teknologi dan Keamanan Informasi memperoleh skor 58 dengan tingkat kematangan valid Tingkat II, dan bagian terakhir adalah Suplemen sebagai bagian tambahan pengukuran dengan tiga aspek di dalamnya yaitu aspek Pengamanan Keterlibatan Pihak Ketiga memperoleh nilai 33%, aspek Pengamanan Layanan Infrastruktur Awan memperoleh nilai 33%, dan aspek Perlindungan Data Pribadi memperoleh nilai 67%. Hasil evaluasi kesiapan (kelengkapan dan kematangan) yang telah dilakukan menjadi perhatian untuk meningkatkan keamanan informasi pada area dilakukan. Kata kunci: Indeks KAMI, SMKI, Keamanan Informasi, ISO/IEC27001:2013 ---------------------------- Ensuring information security is imperative to safeguard the confidentiality of data, individuals, and supporting tools. However, persistent threats in the realm of Information Technology (IT) pose a constant risk to electronic system providers. These threats target organizations of diverse sizes, levels, and interests within the IT service domain. Consequently, evaluating information service providers becomes crucial for optimizing resources in countering potential threats. This study focuses on assessing IT service delivery using the KAMI Index at SMK XYZ, employing a quantitative approach. Data is gathered through interviews and observations within the electronic system provider context. The collected data is then analyzed using the OUR Index 4.2 application. The evaluation reveals that SMK XYZ falls into the Low category, scoring 14 in the SE index, indicating an Unfit readiness status with an ISO27001 Standard Implementation Level score of 314, aligning with the SE Category. Further analysis of specific areas shows varying maturity levels. Governance scores 72 at Level II, Risk Management scores 15 at Level I, Information Security Framework scores 91 at Level II, Asset Management scores 78 at Level I +, and Technology and Information Security scores 58 at Level II. The Supplement section, addressing additional measurement aspects, records scores of 33% for Securing Third Party Involvement, 33% for Securing Cloud Infrastructure Services, and 67% for Personal Data Protection. These findings underscore the need for enhanced information security measures within the evaluated context. Keywords: KAMI Index, SMKI, Information Security, ISO/IEC27001:2013.
Analisis Evaluasi Keamanan Informasi Pada Badan pemerintahan Pemerintahan XYZ Menggunakan Indeks KAMI 4.2 Ahmad Yudistira Fahmi Zaini; Bambang Sugiantoro; Yudha Riwanto
Cyber Security dan Forensik Digital Vol. 7 No. 2 (2024): Edisi November 2024
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/csecurity.2024.7.2.4549

Abstract

Badan pemerintahan XYZ merupakan pelaksana otonomi daerah dimana dipimpin oleh seorang kepala instansi, yang berada dibawah Gubernur dan bertanggung jawab kepada Gubernur melalui Sekretaris Daerah. Dalam memenuhi visi dari Badan pemerintahan XYZ masyarakat melalui reformasi kalurahan, pemberdayaan kawasan selatan, serta pengembangan budaya inovasi dan pemanfaatan Teknologi Informasi dimana Badan pemerintahan XYZ telah menggunakan berbagai macam teknologi informasi salah satunya layanan dalam website dengan adanya layanan ini dapat memudahkan masyarakat untuk mendapatkan informasi tentang kegiatan gubernur, kegiatan TI, kegiatan kebudayaan, dan berbagai macam kegiatan lainnya. Kegiatan evaluasi perlu dilakukan untuk memastikan keamanan informasi pada Badan pemerintahan XYZ agar sesuai dengan standar yang berlaku. Evaluasi dilakukan dengan menggunakan indeks KAMI 4.2 pada Badan pemerintahan XYZ dapat mengevaluasi tingkat kematangan kelengkapan penerapan ISO 27001 dan memberikan gambaran tata kelola keamanan informasi pada sebuah organisasi. Selain evaluasi imenggunakan indeks KAMI akan dilakukan peninjauan hasil dari evaluasi indeks KAMI 4.2 terhadap ISO 27001 untuk mengetahui apa saja standar keamanan informasi pada Badan pemerintahan XYZ yang sudah sesuai dengan ISO 27001 dan standar apa saja yang belum sesuai lalu harus diberikan rekomendasi. Dari hasil penelitian tentang Tingkat Kematangan Keamanan Informasi pada Badan pemerintahan XYZ menggunakan Indeks KAMI 4.2, dapat diketahui bahwa untuk kategori sistem elektronik tingkat ketergantungan TIK masing-masing tergolong “strategis, tinggi dan tinggi”   Kata kunci : Evaluasi, Keamanan Informasi, Indeks KAMI 4.2, ISO 27001 ---------------------------------- Abstract   Governnment Agency XYZ is the implementer of regional autonomy which is led by an agency head, who is under the Governor and is responsible to the Governor through the Regional Secretary. In fulfilling the vision of Agency , IT activities, cultural activities, and various other activities. Evaluation activities need to be carried out to ensure that information security at XYZ Agency complies with applicable standards. Evaluations carried out using the KAMI 4.2 index at XYZ Agency can evaluate the maturity level of complete implementation of ISO 27001 and provide an overview of information security governance in an organization. In addition to the evaluation using the KAMI index, a review of the results of the KAMI 4.2 index evaluation against ISO 27001 will be carried out to find out what information security standards at XYZ Agency are in accordance with ISO 27001 and what standards are not appropriate and then recommendations must be given. From the results of research on Information Security Maturity Levels at XYZ Agency using the KAMI 4.2 index, it can be seen that for the electronic systems category the level of ICT dependency is classified as strategic, high and high, respectively.   Keywords: Evaluation, Information Security, KAMI Index 4.2, ISO 27001
Analisis Keamanan Sistem Informasi Pusaka Magelang Menggunakan Open Web Application Security Project (OWASP) Dan Information Systems Security Assessment Framework (ISSAF) NUGROHO, SAEROZI ALFAN; Rochmadi, Tri
Cyber Security dan Forensik Digital Vol. 7 No. 1 (2024): Edisi Bulan Mei Tahun 2024
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/csecurity.2024.7.1.4555

Abstract

Satu dasawarsa terakhir indonesia telah memiliki pengguna internet sebanyak 174 juta, peningkatan sebesar 17% internet usage dalam kurun waktu satu tahun. Peningkatan juga dipengaruhi oleh tumbuhnya 25 juta komunitas online selama bulan januari 2020. Lonjakan pengguna internet ini menunjukkan kesiapan indonesia dalam mengadopsi praktik E-government. Diskominfo magelang yang merupakan sebuah layanan pemerintahan daerah telah membuat kemajuan dalam memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi. Teknologi yang dihasilkan adalah sebuah web sistem informasi bernama “Pusaka Magelang”. Dalam  memperkuat keamanan situs web pusaka magelang, maka diperlukan proses security assesment. Proses ini memerlukan sebuah framework OWASP dan ISSAF. Dengan menggunakan metode eksperimen, hasil pengujian menggunakan OWASP berhasil mengidentifikasi sebanyak 27 kerentanan dengan rincian 5 severity high, 5 severity medium 11 severity low dan 7 informational. Dari kerentanan yang ditemukan kemudian ditindak lanjuti dengan menilai tingkat risiko menggunakan OWASP Risk Rating diperoleh hasil skor likelihood sebesar 5,678 dan impact sebesar 5,9. Terakhir proses pengujian menggunakan kerangka ISSAF berhasil menemukan celah sensitive data exposure berupa info.php() yang bisa diakses secara publik sedangkan pengujian menggunakan teknik SQL Injection gagal dilakukan karena tidak berhasil mendapatkan database target. Kata kunci: Internet Usage, Vulnerability Assessment, E-government, Vulnerability Assesment, OWASP,  ISSAF. ----------------------------------------- In the last decade Indonesia has had 174 million internet users, a 17% increase in internet usage in one year. The increase was also influenced by the growth of 25 million online communities during January 2020. This surge in internet users shows Indonesia's readiness to adopt E-government practices. Diskominfo Magelang, which is a local government service, has made progress in utilizing information and communication technology. The resulting technology is a web information system called “Pusaka Magelang”. In strengthening the security of the Pusaka Magelang website, a security assessment process is required. This process requires an OWASP and ISSAF framework. Using the experimental method, the test results using OWASP successfully identified 27 vulnerabilities with details of 5 high severity, 5 medium severity 11 low severity and 7 informational. From the vulnerabilities found, it was then followed up by assessing the level of risk using the OWASP Risk Rating, resulting in a likelihood score of 5.678 and an impact of 5.9. Finally, the testing process using the ISSAF framework succeeded in finding sensitive data exposure in the form of info.php() which can be accessed publicly while testing using SQL Injection techniques failed because it did not succeed in getting the target database. Keywords: Internet Usage, Vulnerability Assessment, E-government, Vulnerability Assesment, OWASP,  ISSAF
Evaluasi Keamanan Sistem Informasi Dengan Indeks KAMI Dan COBIT 5 Di Pesantren Habibullah, Ricky; Nuruzzaman, Muhammad Taufiq; Mulyanto, Agus
Cyber Security dan Forensik Digital Vol. 7 No. 2 (2024): Edisi November 2024
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/csecurity.2024.7.2.4576

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi keamanan sistem informasi di pondok pesantren se-Kabupaten Jombang dengan menggunakan Indeks KAMI dan kerangka kerja COBIT 5. Sampel penelitian mencakup 10 pesantren yang dipilih secara purposive sampling, mewakili dari total populasi sebanyak 210 pesantren. Evaluasi dilakukan dengan mengumpulkan data melalui kuesioner yang mengukur tingkat kapabilitas pada enam domain utama COBIT 5, yaitu DSS01 (Mengelola Operasi), DSS02 (Mengelola Permintaan Layanan dan Insiden), DSS03 (Mengelola Masalah), DSS04 (Mengelola Keberlanjutan), DSS05 (Mengelola Layanan Keamanan), dan DSS06 (Mengelola Kontrol Proses Bisnis). Analisis menunjukkan bahwa sebagian besar pesantren berada pada Level 2 kapabilitas, yang mencerminkan implementasi praktik dasar keamanan informasi, namun belum optimal. Analisis Indeks KAMI mengungkapkan bahwa hanya sedikit pesantren yang memenuhi validitas Tingkat III, dengan mayoritas pesantren berada pada Tingkat II, menunjukkan perlunya perbaikan dalam tata kelola keamanan informasi. Temuan penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan manajemen keamanan informasi melalui pelatihan, pengembangan kebijakan yang komprehensif, dan penerapan teknologi yang lebih canggih untuk memastikan integritas, kerahasiaan, dan ketersediaan data dalam mendukung operasional pendidikan. Kata kunci: Keamanan Informasi, Indeks KAMI, COBIT 5, Pondok Pesantren, Evaluasi Sistem. ----------------------------------- Abstract This study aims to evaluate the information system security in pondok pesantren across Jombang Regency using the KAMI Index and the COBIT 5 framework. The study sample consisted of 10 pesantren selected through purposive sampling, representing 10% of the total population of 210 pesantren. The evaluation was conducted by collecting data through questionnaires that assessed capability levels across six main domains of COBIT 5, namely DSS01 (Manage Operations), DSS02 (Manage Service Requests and Incidents), DSS03 (Manage Problems), DSS04 (Manage Continuity), DSS05 (Manage Security Services), and DSS06 (Manage Business Process Controls). The analysis revealed that most pesantren were at Capability Level 2, indicating the implementation of basic information security practices, though not yet optimal. The KAMI Index analysis showed that only a few pesantren met the validity criteria for Level III, with the majority positioned at Level II, highlighting the need for improvements in information security governance. These findings underscore the importance of strengthening information security management through training, comprehensive policy development, and the adoption of advanced technologies to ensure data integrity, confidentiality, and availability in supporting educational operations. Keywords: Information Security, KAMI Index, COBIT 5, Pondok Pesantren, System Evaluation
Audit Keamanan Sistem Informasi Menggunakan Framework COBIT 5 Morizha, Khaysa Al; Mayla, Zuhrina; Legiatik, Legiatik
Jurnal Warta Dharmawangsa Vol 19, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/wdw.v19i1.5559

Abstract

Salah satu utama bagi perusahaan adalah keamanan sistem informasi ,yang menjaga kerahasiaan dan mencegah penyalahgunaan informasi dalam organisasi.Untuk meningkatkan keamanan operasi bisnis dan kualitas sumber daya teknologi informasi, perlu dilakukan evaluasi dan pengoptimalan keamanan aset teknologi informasi yang ada.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melakukan audit keamanan sistem informasi pada kerangka kerja COBIT 5 dan mendokumentasikan temuan audit sistem informasi tersebut. berdasarkan padatemuan penelitian temuan penelitiandilakukan melalui kuesioner dan wawancara dengan menggunakan kerangka kerja COBIT 5 dan subdomain APO13 . 
Pengukuran Risiko Indeks Keamanan Informasi(Kami) Bagian Tata Kelola Kota XYZ Menggunakan Framework Nist Sp 800-30 Juliharta, I Gede Putu Krisna; Adrian, A; Erawan, Ayu Pradnyandari Dananjaya
Brahmana : Jurnal Penerapan Kecerdasan Buatan Vol 6, No 1 (2024): Edisi Desember
Publisher : LPPM STIKOM Tunas Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30645/brahmana.v6i1.527

Abstract

The XYZ City Government has conducted an assessment using the KAMI Index, revealing that the governance aspect is weaker compared to other areas. Given this issue, a risk assessment was conducted to provide recommendations for the City of XYZ to improve its information security. The risk assessment was carried out using the NIST SP 800-30 framework, designed as a guideline for evaluating risk management. There are five risk categories: Very Low, Low, Moderate, High, and Very High. Based on the assessment using NIST 800-30, several critical areas for improvement were identified: Policy with a High level of risk, Data and Information with a Very High level of risk, Information Security Education with a Moderate level of risk, Accountability with a High level of risk, Implemented Programs with a High level of risk, Legal Aspects with a High level of risk, BCP and DRP Implementation with a High level of risk, Information Security Standards and Performance with a Moderate level of risk, and Information Security Management with a High level of risk.
Integrasi Prinsip Etika Profesional dalam Data Governance untuk Mendukung Keamanan dan Akurasi Informasi di Era Digital Parhusip, Jadiaman; Michael, Michael
Journal of Multidisciplinary Inquiry in Science, Technology and Educational Research Vol. 2 No. 1 (2025): NOVEMBER 2024 - JANUARI 2025
Publisher : UNIVERSITAS SERAMBI MEKKAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/mister.v2i1.2570

Abstract

In the digital era, data integrity and security serve as the cornerstone for ensuring the accuracy of information generated by computing systems. This article examines the importance of professional ethical principles adopted from the Computing Curricula 2020 in the practice of data governance. Focusing on a case study of ethical violations in financial reporting, this research aims to provide guidance on implementing ethical standards in data management across various sectors. The research methodology involves a literature review to identify the correlation between ethical practices and the quality of computational outcomes. The findings indicate that integrating ethics into information technology can minimize the risk of data manipulation and enhance public trust in digital systems
Keamanan Cyber Dalam Sistem Informasi Manajemen: Ancaman dan Solusi Terbaru Wijoyo, Agung; Abdillah, Bentar; Khalbi, Fathurrahman; Saputra, Reza Adi; Khoiriyah, Wafiatul
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 10 No 23 (2024): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam era digital saat ini, keamanan cyber sistem informasi manajemen (SIM) semakin diperhatikan. Dalam artikel ini, kami membahas masalah utama yang dihadapi dalam keamanan cyber SIM, seperti serangan malware, phishing, meretas data, dan kebocoran pada informasi data, bersama dengan solusi terbaru yang dapat diterapkan untuk mengatasi masalah ini. Metode penelitian kualitatif digunakan untuk memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang masalah keamanan cyber. Penelitian ini berfokus pada pengalaman dan perspektif ahli keamanan cyber, manajer SIM, dan praktisi terkait. Penelitian menunjukkan bahwa untuk melawan ancaman cyber yang semakin kompleks dalam SIM, kebijakan keamanan yang cermat, menjadikan teknologi keamanan canggih, pelatihan dan kesadaran pengguna, kontrol aktif terhadap aksi yang mencurigakan, dan peningkatan kerja sama antar organisasi adalah langkah-langkah yang penting.

Page 88 of 131 | Total Record : 1305