cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. indragiri hilir,
Riau
INDONESIA
Sistemasi: Jurnal Sistem Informasi
ISSN : 23028149     EISSN : 25409719     DOI : -
Sistemasi adalah nama terbitan jurnal ilmiah dalam bidang ilmu sains komputer program studi Sistem Informasi Universitas Islam Indragiri, Tembilahan Riau. Jurnal Sistemasi Terbit 3x setahun yaitu bulan Januari, Mei dan September,Focus dan Scope Umum dari Sistemasi yaitu Bidang Sistem Informasi, Teknologi Informasi,Computer Science,Rekayasa Perangkat Lunak,Teknik Informatika
Arjuna Subject : -
Articles 1,011 Documents
Analisis Proses Bisnis Pengemasan Semen Menggunakan 7 Tools dan 11 Improvements Patterns Sari Setyaningsih; Nur Kholifathin Nadhiroh; Renny Sari Dewi
Sistemasi: Jurnal Sistem Informasi Vol 10, No 1 (2021): Sistemasi: Jurnal Sistem Informasi
Publisher : Program Studi Sistem Informasi Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (750.545 KB) | DOI: 10.32520/stmsi.v10i1.1167

Abstract

AbstrakMenurut Direktur Utama Semen Indonesia Group, terdapat 19 perusahaan semen yang bermain di tahun 2020 ini, artinya terdapat kenaikan persaingan bisnis semen dibandingkan tahun 2015 yang hanya 7 perusahaan. Salah satu cara memenangkan persaingan ini yaitu dengan memahami proses bisnis, analisis kualitas, dan pengembangan proses bisnis. Penelitian ini bertujuan untuk menhasilkan saran yang dapat meningkatkan kualitas release semen dengan menggunakan metode 7 tools quality dan 11 improvement patterns. Objek penelitian yang digunakan ialah salah satu divisi packer pada salah satu plant di PT. XYZ. PT. XYZ sendiri merupakan salah satu produsen semen di Indonesia yang saat ini turut barmain pada pasar produksi semen. Data yang digunakan pada penelitian ini merupakan data primer yang didapatkan melalui pengamatan lapangan dan wawancara selama bulan Juli 2020 dan data sekunder yang didapatkan dari staff divisi packer. Analisis ini dapat digunakan untuk mengakomodir kebutuhan perusahaan untuk mengetahui masalah proses bisnis di salah satu divisi packer PT.XYZ agar perusahaan bisa mendapatkan saran untuk meningkatkan proses bisnis yang ada.Kata Kunci: analisis proses bisnis, 7 tools, 11 improvement patterns AbstractAccording to the Managing Director of the Semen Indonesia Group, there are 19 cement companies playing in 2020, meaning that there is an increase in competition in the cement business compared to 2015 which only 7 companies. One way to win this competition is by understanding business processes, quality analysis, and business process development. This study aims to produce suggestions that can improve the quality of the cement release using the 7 quality tools and 11 improvement patterns. The object of research used is one of the packer divisions at one of the plants at PT. XYZ. PT. XYZ itself is one of the cement producers in Indonesia which is currently playing in the cement production market. The data used in this study are primary data obtained through field observations and interviews during July 2020 and secondary data obtained from the packer division staff. This analysis can be used to accommodate the company's needs to find out business process problems in one of the packer divisions of PT. XYZ so that the company can get suggestions for improving existing business processes.Keywords: business process analysis, 7 tools, 11 improvement patterns
ANALISIS STRATEGI BISNIS PT. TOLU DENGAN PENDEKATAN BMC MENGGUNAKAN METODE EFAS, IFAS DAN SWOT riamande jelita tambunan; Dewi Agushinta R
Sistemasi: Jurnal Sistem Informasi Vol 9, No 3 (2020): Sistemasi: Jurnal Sistem Informasi
Publisher : Program Studi Sistem Informasi Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (898.573 KB) | DOI: 10.32520/stmsi.v9i3.774

Abstract

ABSTRACTPT. Tolu Tiopan Tondi (PT. Tolu) is a company engaged in the manufacture of furniture. Standards and product quality can be maintained by the company to meet consumer needs. But with so many business ventures in the same field, PT. Tolu must understand and have plan business strategies to continue to compete in the business world and still get full trust from customers as one of the company's survival guarantees. So that the business of PT. Tolu grows and recognized by the wider community, it is necessary to plan a business strategy. PT. Tolu uses a Business Model Canvas (BMC) approach that can develop business strategies for the present as well as the future to analyse the business strategy. The results of the analysis of the existing business strategy indicate that the strategy used by PT. Tolu is included in the criteria of feasible. It means that the organization is in prime and steady condition. It is possible to continue to expand, enlarge growth and achieve maximum progress. Based on the results of the analysis the development of the business model canvas is carried out on the channel component, key resource component, and customer relationship component.Keywords: business model canvas, EFAS, IFAS, SWOTABSTRAKPT. Tolu Tiopan Tondi (PT. Tolu) merupakan perusahaan di bidang pembuatan furnitur. Standar dan kualitas produk mampu dipertahankan perusahaan tersebut untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Namun dengan banyaknya usaha bisnis di bidang yang sama, PT. Tolu harus memahami serta merencanakan strategi bisnis agar dapat terus bersaing dalam dunia bisnis dan tetap mendapat kepercayaan penuh dari pelanggan sebagai salah satu jaminan kelangsungan hidup perusahaan. Agar bisnis PT. Tolu berkembang dan semakin dikenal oleh masyarakat luas, maka perlu direncanakan strategi bisnis. Untuk menganalisis strategi bisnis PT. Tolu menggunakan pendekatan Business Model Canvas yang dapat mengembangkan strategi bisnis untuk masa sekarang maupun masa yang akan datang. Hasil analisis terhadap strategi bisnis eksisting menunjukkan bahwa strategi yang digunakan oleh PT. Tolu termasuk dalam kriteria “layak” artinya organisasi dalam kondisi prima dan mantap sehingga benar-benar dimungkinkan untuk terus menjalankan ekspansi, memperbesar pertumbuhan dan meraih kemajuan secara maksimal. Hasil analisis menunjukkan perlu dilakukan pengembangan pada Business Model Canvas yaitu pada komponen channel, key resource dan dengan menambahkan website untuk memasarkan produk agar lebih dikenal masyarakat luas customer relationship.Kata Kunci: business model canvas, EFAS, IFAS, SWOT
C5.0 Algorithm Implementation on Web-Based Software and Usability Evaluation Ricky Wijaya; Deny Jollyta
Sistemasi: Jurnal Sistem Informasi Vol 10, No 2 (2021): Sistemasi: Jurnal Sistem Informasi
Publisher : Program Studi Sistem Informasi Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (879.67 KB) | DOI: 10.32520/stmsi.v10i2.1260

Abstract

AbstrakPerangkat lunak merupakan alat bantu yang memudahkan pengguna dalam pengolahan data dengan cepat dan tepat. Para pengambil keputusan membutuhkan alternatif perangkat lunak yang dapat digunakan setiap saat dengan teknik klasifikasi data algoritma C5.0 sesuai kriteria yang diinginkan. Namun perangkat lunak yang ada umumnya terdiri dari sejumlah teknik dan belum dapat digunakan secara online. Sebagai salah satu algoritma klasifikasi yang popular dalam ilmu data mining, C5.0 dapat memberikan hasil yang lebih baik. Penelitian bertujuan untuk membangun perangkat lunak yang dapat melakukan klasifikasi data menggunakan algoritma C5.0 berbasis web. Perangkat lunak dapat digunakan oleh siapa saja, terutama para pengambil keputusan. Penelitian ini juga dilengkapi dengan pengujian perangkat lunak usability sebelum digunakan. Hasil pengujian memperlihatkan bahwa perangkat lunak yang dibangun dapat diterima dengan nilai usability 76,892% dan berada pada predikat Baik. Diharapkan melalui penelitian ini, dapat memberikan alternatif perangkat lunak yang mampu menyelesaikan masalah klasifikasi menggunakan algoritma C5.0.Kata kunci: perangkat lunak, klasifikasi, algoritma c5.0, usability AbstractSoftware is a tool that makes it easy for users to process data quickly and precisely. Decision makers need an alternative software that can be used at any time with the C5.0 algorithm data classification technique according to the desired criteria. However, the existing software generally consists of a number of techniques and cannot be used online. As one of the popular classification algorithms in data mining science, C5.0 can provide better results. This study aims to build software that can classify data using the web-based C5.0 algorithm. Software can be used by anyone, especially decision makers. This research is also complemented by testing Usability software before used. The test results showed that the software built can be accepted with a Usability value of 76.892% and is in the Good predicate. It is hoped that through this research, it can provide alternative software that is able to solve classification problems using the C5.0 algorithm.Keywords: software, classification, c5.0 algorithm, usability
Penerapan metode case based reasoning untuk mendiagnosa penyakit hepatitis Abdul Gafur
Sistemasi: Jurnal Sistem Informasi Vol 6, No 1 (2017): Sistemasi: Jurnal Sistem Informasi
Publisher : Program Studi Sistem Informasi Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/stmsi.v6i1.5

Abstract

sistem pakar, diagnosa, metode case based reasoning, penyakit hepatitis, php dan mySQL, berbasis web..
Pengembangan dan Testing Marker 3D Printed Model pada Augmented Reality Planet Tata Surya Ika Asti Astuti; Angga Gusti Mahardika
Sistemasi: Jurnal Sistem Informasi Vol 10, No 3 (2021): Sistemasi: Jurnal Sistem Informasi
Publisher : Program Studi Sistem Informasi Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1028.725 KB) | DOI: 10.32520/stmsi.v10i3.1465

Abstract

AbstrakTeknologi Augmented Reality memungkinkan digunakan untuk menampilkan bentuk 3D objek serta informasi dari sebuah planet dalam tata surya. Pembelajaran tata surya seringkali menggunakan sebuah alat peraga berupa planet-planet berbentuk bulat yang ditempel pada sebuah tiang. Penggunaan marker 3D printed model dimaksudkan untuk memberikan kesan nyata pada marker seperti yang ada pada alat peraga pembelajaran tata surya. Masalah yang mungkin timbul adalah apakah aplikasi dapat mengenali bentuk planet yang memiliki bentuk dasar yang sama (bulat) dan bagaimana efektifitas pengujian marker 3D printed model ini terhadap jarak dan sudut. Maka dari itu, penelitian ini melakukan eksperimen terhadap planet yang memiliki bentuk dasar sama (bulat) untuk melihat apakah aplikasi Augmented Reality yang dibuat dapat mengenali bentuk planet yang diminta, serta eksperimen marker 3D printed model ini terhadap jarak dan sudut deteksi marker. Berdasarkan perolehan point-point yang didapat dari pengujian menunjukkan bahwa persentase marker yang telah diuji berdasarkan sudut dan jarak mempunyai nilai ke akuratan ≥50%. Dari segi sudut, semua marker memiliki nilai persentase keakuratan sebesar 100% sedangkan dari segi jarak, persentase akurasi yang dimiliki mars dan saturnus sama yaitu 50%, yang terakhir bumi memiliki persentase 75% pada pengujian jarak.Kata kunci: 3d printed model, augmented reality, eksperimen jarak, eksperimen sudut AbstractAugmented reality technology can be used to display 3D shapes of objects and information from a planet in the solar system. Learning the solar system usually uses educational props. The use of 3D printed model markers is intended to give a real impression on markers such as those on solar system learning props. The problem that may arise is whether the application can recognize the shape of the planet that has the same basic shape (spherical) and how effective is the testing of the 3D printed marker model on distances and angles. Therefore, this study conducted experiments on planets that have the same basic shape (spherical) to see if the Augmented Reality application made can recognize the shape of the requested planet, as well as experiments with 3D printed marker models on the distance and angle of marker detection. The results of this study prove that the application can recognize several kinds of planets and each marker has a good marker detection at a certain distance and angle.Keywords: 3d printed model, augmented reality, distance experiment, angle experiment
Penilaian Manajemen Risiko TI Menggunakan Quantitative dan Qualitative Risk Analysis Andry Gerson Rinding Padang; Awalludiyah Ambarwati; Eman Setiawan
Sistemasi: Jurnal Sistem Informasi Vol 10, No 3 (2021): Sistemasi: Jurnal Sistem Informasi
Publisher : Program Studi Sistem Informasi Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (803.865 KB) | DOI: 10.32520/stmsi.v10i3.1340

Abstract

AbstrakMenurut Pepres no. 95 Tahun 2018, rumah sakit diwajibkan memiliki dan menggunakan teknologi informasi dalam segala pelayanannya. Instalasi IT (Information Technology) merupakan unit departemen pada RSUD XYZ yang memiliki fungsi dalam mengatur dan mengelola semua penggunaan TI (Teknologi Informasi) dalam rumah sakit, untuk menjauhkan hal yang tidak diinginkan butuh penilaian manajemen risiko buat meminimalkan ancaman atau risiko yang bisa terjadi. Metode Analisis yang digunakan pada penelitian ini ada dua yaitu Quantitative dan Qualitative Risk Analysis. Dimana nantinya untuk metode QRA (Quantitative Risk Analysis) lebih fokus pada analisis perawatan aset TI untuk menemukan faktor risiko yang memerlukan penanganan utama dan perhatian khusus. Sedangkan untuk metode qualitative Risk Analysis menggunakan panduan NIST SP 800-30 untuk menganalisis berbagai atribut ancaman dan risiko, agar dapat menghasilkan rekomendasi kontrol pada Instalasi IT RSUD XYZ. Hasil penelitian dari penilaian risiko menurut metode QRA, ditemukan bahwa ada pada aset TI jenis Server mempunyai perhitungan untuk menjadi potensi kerugian terburuk bagi rumah sakit. Hal ini dapat dilihat dari aspek risiko dimana kehilangan daya listrik mempunyai potensi kerugian terbesar. Untuk penilaian manajemen risiko kualitatif dengan NIST SP 800-30 menunjukkan bahwa sumber ancaman listrik dan jaringan internet memiliki tingkat risiko yang tinggi. Tingkat risiko ini bisa didapati pada waktu proses pengolongan sumber-sumber ancaman. Saat semua hasil analisis risiko sudah dikemukakan, hal itu dapat memberikan hasil rekomendasi risiko untuk diberikan kepada pihak management ataupun instalasi IT. Untuk nantinya dapat membantu manajemen senior dalam membuat keputusan tentang kebijakan, prosedur, anggaran, dan operasional sistem dan perubahan manajemen.Kata kunci: qualitative risk analysis, nist sp 800-30, penilaian manajemen risiko, aset ti AbstractAccording to Perpres no. 96 of 2018, hospitals are required to have and use information technology in all their services. The IT installation is a departmental unit at XYZ Hospital which has a function in regulating and managing all IT usage in the hospital. To stay away from unwanted things, a risk management assessment is needed to minimize any threats or risks that can occur. There are 2 methods of analysis used in this study, namely Quantitative and Qualitative Risk Analysis. Which later for the Quantitative Risk Analysis (QRA) method, it focuses more on analyzing IT asset maintenance to find risk factors that require primary handling and special attention. Meanwhile, the Qualitative Risk Analysis method uses the NIST SP 800-30 guide to analyze various threat and risk attributes, in order to produce control recommendations on the XYZ Hospital IT Installation. The results of the research from the risk assessment according to the QRA method, it was found that the server type IT assets have calculations to be the worst potential loss for the hospital. This can be seen from the aspects of the risks (threats) where the loss of electrical power has the greatest potential loss. The qualitative risk management assessment using NIST SP 800-30 shows that the threat of electricity and internet networks has a high level of risk. When all the results of the risk analysis have been presented, it can provide the results of risk recommendations to be given to the management or IT installation.Keywords: qualitative risk analysis, nist sp 800-30, risk management assessment, it asset
Pemanfaatan AES dengan Key Dinamis sebagai Metode Pengamanan Data pada Smart Card Noprianto Noprianto; Vivi Nur Wijayaningrum; Rudy Ariyanto
Sistemasi: Jurnal Sistem Informasi Vol 10, No 3 (2021): Sistemasi: Jurnal Sistem Informasi
Publisher : Program Studi Sistem Informasi Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (514.538 KB) | DOI: 10.32520/stmsi.v10i3.1413

Abstract

AbstrakTerjadinya pandemi Covid-19 di hampir seluruh belahan dunia, termasuk Indonesia, menjadikan masyarakat mempunyai gaya hidup baru dalam bertransaksi untuk mencegah penularan virus sesuai anjuran Pemerintah. Semua transaksi cenderung dilakukan secara non tunai dengan memanfaatkan teknologi smart card untuk menghindari adanya kontak fisik dengan orang lain. Tingginya penggunaan smart card pada berbagai bidang untuk mendukung aktivitas sehari-hari menyebabkan rawannya terjadi pencurian data di dalam smart card oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. AES sebagai algoritma kriptografi dapat digunakan untuk mengamankan data di dalam smart card dengan melakukan enkripsi data sebelum data yang bersifat rahasia tersebut disimpan ke dalam smart card. Untuk meningkatkan keamanan data, diusulkan sebuah mekanisme penggunaan key yang bersifat dinamis dengan memanfaatkan Unique Identifier (UID) setiap smart card. Dengan demikian, key yang digunakan untuk melakukan enkripsi dan dekripsi data dibentuk berdasarkan UID dan berbeda-beda untuk setiap smart card. Hasil pengujian menunjukkan bahwa penggunaan AES dengan key yang bersifat dinamis ini mampu mengamankan data 40 byte plainteks menjadi 48 byte cipherteks, dengan rata-rata waktu komputasi sebesar 71.2 ms untuk penulisan data dan 89.4 ms untuk pembacaan data menggunakan key 128 bit, 70.8 ms untuk penulisan data dan 88 ms untuk pembacaan data menggunakan key 192 bit, dan 72 ms untuk penulisan data dan 88.4 ms untuk pembacaan data menggunakan key 256 bit. Waktu komputasi ini hanya mempunyai selisih sekitar 2 ms dibandingkan dengan penulisan dan pembacaan data tanpa mekanisme enkripsi dan dekripsi.Kata kunci: covid-19, dekripsi, enkripsi, keamanan, kriptografi AbstractThe occurrence of the Covid-19 pandemic in almost all parts of the world, including Indonesia, has made people have a new lifestyle in transactions to prevent transmission of the virus as recommended by the Government. All transactions tend to be carried out in non-cash using smart card technology to avoid physical contact with other people. The high use of smart cards in various fields to support daily activities makes it prone to data theft on the smart card by irresponsible parties. AES as a cryptographic algorithm can be used to secure data on the smart card by encrypting the data before the confidential data is stored on the smart card. To improve data security, a dynamic key usage mechanism is proposed by utilizing the Unique Identifier (UID) of each smart card. Thus, the key used to encrypt and decrypt data is formed based on the UID and is different for each smart card. The test results show that the use of AES with a dynamic key is able to secure 40 bytes of plaintext to 48 bytes of ciphertext, with an average computation time of 71.2 ms for writing data and 89.4 ms for reading data using 128-bit keys, 70.8 ms for writing data and 88 ms for reading data using a 192-bit key, and 72 ms for writing data and 88.4 ms for reading data using a 256-bit key. This computation time only has a difference of about 2 ms compared to writing and reading data without encryption and decryption mechanisms.Keywords: covid-19, decryption, encryption, security, cryptography  dan pembacaan data tanpa mekanisme enkripsi dan dekripsi.
Klasifikasi Penyakit Mata Menggunakan Convolutional Neural Network (CNN) Fani Nurona Cahya; Nila Hardi; Dwiza Riana; sri hadiyanti
Sistemasi: Jurnal Sistem Informasi Vol 10, No 3 (2021): Sistemasi: Jurnal Sistem Informasi
Publisher : Program Studi Sistem Informasi Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (12317.28 KB) | DOI: 10.32520/stmsi.v10i3.1248

Abstract

AbstrakGangguan pada mata atau disebut juga penyakit mata adalah suatu kondisi yang mampu mempengaruhi jangka waktu hidup bagi sebagian orang. Gangguan mata atau penyakit mata banyak sekali jenisnya, diantaranya yaitu katarak, glaukoma dan retina disease. Gangguan atau penyakit mata tersebut merupakan penyebab kebutaan yang paling sering terjadi. Melihat dari uraian tersebut, penting sekali untuk mendeteksi penyakit mata atau kelaianan sebelum terjadi kebutaan. Penelitian  ini bertujuan untuk klasifikasi penyakit mata menggunakan Convolutional Neural Network (CNN) berarsitekstur Alexnet dengan pembaruan berupa menggunakan 4 kelas yang membutuhkan 3 tahap proses yaitu melakukan tahap pre-processing yang menghasilkan ukuran citra menjadi 224x224px. Tahap selanjutnya adalah ekstraksi fitur dengan 3 layer yaitu Convutional Layer, Pooling Layer, Fully Connected Layer, Pada implementasi CNN menggunakan 150 epoch. Hasil akurasi dari penelitian klasifikasi penyakit mata menggunakan  metode CNN adalah 98.37%.Kata kunci: penyakit mata, klasifikasi, convolutional neural network (CNN) AbstractAn eye disorder, also called a disease of the eye, is a condition that can affect the lifespan of some people. Eye disorders or diseases of which there are many types, including kataraks, glaukoma and retina disease. This eye disorder or disease is the most common cause of blindness. Seeing from the description. It is very important to detect eye disease or negligence before blindness occurs This study aims to classify eye diseases using the Alexnet textured Convolutional Neural Network (CNN) with an update in the form of using 4 classes that require 3 stages of the process, namely conducting ahap pre-processing which results in an image size of 224x224px. The next stage is Feature Extraction with 3 layers, namely Convutional Layer, Pooling Layer, Fully Connected Layer, the implementation of the Convolutional Neural Network implementation uses 150 epochs. The accuracy of the eye disease classification study using the Convolutional Neural Network method was 98.37%.Keywords: eye disease, classification, convolutional neural network (CNN).
Evaluasi Kesuksesan Website PT Yogyakartas Mega Grafika Saat COVID-19 Menggunakan Model DeLone-McLean Afifah Rismayanti; Evi Maria; Hanna Prillysca Chernovita
Sistemasi: Jurnal Sistem Informasi Vol 10, No 3 (2021): Sistemasi: Jurnal Sistem Informasi
Publisher : Program Studi Sistem Informasi Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (768.161 KB) | DOI: 10.32520/stmsi.v10i3.1451

Abstract

AbstrakPT Yogyakartas Mega Grafika adalah Usaha Mikro Kecil Menengah di bidang percetakan yang sudah menggunakan website untuk memasarkan produk dan jasanya. PT Yogyakartas Mega Grafika belum pernah melakukan evaluasi untuk mengukur kesuksesan penggunaan website saat COVID-19, karena penilaian kesuksesan sistem informasi tidak bisa dilakukan secara langsung. Tujuan riset ini adalah untuk melakukan evaluasi kesuksesan penggunaan website di PT Yogyakartas Mega Grafika saat pandemi COVID-19 menggunakan model DeLone-McLean. Model ini telah terbukti secara empiris dapat digunakan untuk menilai kesuksesan sistem informasi. Sampel riset ini adalah pengguna website PT Yogyakartas Mega Grafika saat pandemi, dengan total sampel sebanyak 66 responden. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang diukur menggunakan skala likert. Data dianalisis menggunakan analisis korelasi Pearson Product Moment. Hasil riset menemukan bukti empiris bahwa  penggunaan website di PT Yogyakartas Mega Grafika sukses berperan dalam meningkatkan kinerja perusahaan saat pandemi. Temuan ini juga kokoh dalam analisis tambahan dengan menghitung bobot rata-rata item pengukuran dibagi dengan nilai skala likert. Hasil riset menemukan bahwa bobot rata-rata item pengukuran sebesar 4,13 dan hasil persentase kesuksesan adalah 82,6 persen. Ini artinya website PT. Yogyakartas Mega Grafika dinyatakan sangat sukses digunakan meningkatkan kinerja perusahaan saat pandemi COVID-19.Kata kunci: Model DeLone-McLean, evaluasi kesuksesan website, COVID-19. AbstractPT Yogyakartas Mega Grafika is a Micro, Small and Medium Enterprises in the printing sector that has used the website to market its products and services. PT Yogyakartas Mega Grafika has never conducted an evaluation to measure the success rate of using the website during COVID-19, because the success of the information system cannot be assessed directly. The purpose of this research is to evaluate the success of using the website at PT Yogyakartas Mega Grafika during the COVID-19 pandemic using the DeLone-McLean models. This model has been empirically proven to be used to assess the success of information systems. The sample of this research is users of the PT Yogyakartas Mega Grafika website during the pandemic, with a total sample of 66 respondents. Data were collected using a questionnaire which was measured using a scale Likert. Data were analyzed using correlation analysis Pearson Product Moment. The results of the research found empirical evidence that the use of the website at PT Yogyakartas Mega Grafika successfully played a role in improving company performance during the pandemic. This finding is also robust in the additional analysis by calculating the average weight of the measurement items divided by the scale value Likert. The results of the research found that the average weight of the measurement items was 4.13 and the percentage of success was 82.6 percent. This means that the website of PT. Yogyakartas Mega Grafika was declared very successful in being used to improve company performance during the COVID-19 pandemic.Keywords: DeLone-McLean Models, success evaluation website, COVID-19
Implementasi Location Based Service Pada Sistem Informasi Kehadiran Pegawai Berbasis Android Naviza Qois; Yuwan Jumaryadi
Sistemasi: Jurnal Sistem Informasi Vol 10, No 3 (2021): Sistemasi: Jurnal Sistem Informasi
Publisher : Program Studi Sistem Informasi Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (927.476 KB) | DOI: 10.32520/stmsi.v10i3.1369

Abstract

AbstrakSeiring dengan perkembangan teknologi yang begitu cepat serta pengembangan berbagai aplikasi pada smartphone yang bertujuan untuk kemudahan dan kenyamanan pengguna, khususnya pada masa pandemic COVID-19 saat ini dimana banyak perusahaan yang melakukan kebijakan work from home (WFH), pegawai yang melakukan kerja lapangan dan pegawai dinas luar kota. Sehingga terjadi masalah terhadap absensi kehadiran pegawai karena biasanya proses absensi dilakukan di kantor. Bagaimanapun, absensi merupakan indikator utama dalam penilaian pegawai. Sehingga diperlukan sebuah aplikasi mobile yang dapat digunakan pegawai dalam melakukan absensi kehadiran tanpa perlu datang ke kantor. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan laporan absensi secara realtime dan disertai dengan koordinaat pegawai saat absensi, validasi yang digunakan dengan melakukan foto selfie wajah pegawai dan validasi atasan terhadap daily timesheet yang diberikan melalui aplikasi. Pengembangan aplikasi ini menggunakan metodologi waterfall. Metodologi waterfall memiliki 5 tahapan yaitu Communication, Planning, Modeling, Construction, dan Deployment. Sedangkan untuk metode pengujian yang digunakan dalam penelitian ini adalah black box dan usability testing. Sistem yang dikembangkan dalam penelitian ini dapat digunakan ketika karyawan melakukan absensi saat mereka bekerja dari rumah, kerja lapangan atau dinas ke luar kota. Dengan menggunakan teknologi GPS, maka HRD dapat mengetahui lokasi karyawan ketika melakukan absensi.Kata kunci: kehadiran, foto, report, mobile, pegawai AbstractAlong with the rapid development of technology and the development of various applications on smartphones aimed at the convenience and comfort of users, especially during the current COVID-19 pandemic where many companies are implementing work from home (WFH) policies, employees who do field work and employees out of town duty. So that there is a problem with employee attendance because usually the attendance process is carried out in the office. However, absenteeism is the main indicator in employee appraisal. So we need a mobile application that can be used by employees in carrying out attendance without the need to come to the office. The purpose of this study is to obtain real-time attendance reports accompanied by employee coordinates during attendance, validation used by taking selfies of employees' faces and supervisor validation of the daily timesheet provided through the application. The development of this application uses the waterfall methodology. The waterfall methodology has 5 stages, namely Communication, Planning, Modeling, Construction, and Deployment. Meanwhile, the testing method used in this research is black box and usability testing. The system developed in this study can be used when employees take attendance when they work from home, field work or work out of town. By using GPS technology, HRD can find out the location of employees when doing attendance.Keywords: attendance, photo, report, mobile, employee 

Page 29 of 102 | Total Record : 1011


Filter by Year

2013 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 15, No 3 (2026): Sistemasi: Jurnal Sistem Informasi Vol 15, No 2 (2026): Sistemasi: Jurnal Sistem Informasi Vol 15, No 1 (2026): Sistemasi: Jurnal Sistem Informasi Vol 14, No 6 (2025): Sistemasi: Jurnal Sistem Informasi Vol 14, No 5 (2025): Sistemasi: Jurnal Sistem Informasi Vol 14, No 4 (2025): Sistemasi: Jurnal Sistem Informasi Vol 14, No 3 (2025): Sistemasi: Jurnal Sistem Informasi Vol 14, No 2 (2025): Sistemasi: Jurnal Sistem Informasi Vol 14, No 1 (2025): Sistemasi: Jurnal Sistem Informasi Vol 13, No 6 (2024): Sistemasi: Jurnal Sistem Informasi Vol 13, No 5 (2024): Sistemasi: Jurnal Sistem Informasi Vol 13, No 4 (2024): Sistemasi: Jurnal Sistem Informasi Vol 13, No 3 (2024): Sistemasi: Jurnal Sistem Informasi Vol 13, No 2 (2024): Sistemasi: Jurnal Sistem Informasi Vol 13, No 1 (2024): Sistemasi: Jurnal Sistem Informasi Vol 12, No 3 (2023): Sistemasi: Jurnal Sistem Informasi Vol 12, No 2 (2023): Sistemasi: Jurnal Sistem Informasi Vol 12, No 1 (2023): Sistemasi: Jurnal Sistem Informasi Vol 11, No 3 (2022): Sistemasi: Jurnal Sistem Informasi Vol 11, No 2 (2022): Sistemasi: Jurnal Sistem Informasi Vol 11, No 1 (2022): Sistemasi: Jurnal Sistem Informasi Vol 10, No 3 (2021): Sistemasi: Jurnal Sistem Informasi Vol 10, No 2 (2021): Sistemasi: Jurnal Sistem Informasi Vol 10, No 1 (2021): Sistemasi: Jurnal Sistem Informasi Vol 9, No 3 (2020): Sistemasi: Jurnal Sistem Informasi Vol 9, No 2 (2020): Sistemasi: Jurnal Sistem Informasi Vol 9, No 1 (2020): Sistemasi: Jurnal Sistem Informasi Vol 8, No 3 (2019): Sistemasi: Jurnal Sistem Informasi Vol 8, No 2 (2019): Sistemasi: Jurnal Sistem Informasi Vol 8, No 1 (2019): Sistemasi Vol 8, No 1 (2019): Sistemasi: Jurnal Sistem Informasi Vol 7, No 3 (2018): Sistemasi: Jurnal Sistem Informasi Vol 7, No 2 (2018): Sistemasi: Jurnal Sistem Informasi Vol 7, No 2 (2018): SISTEMASI Vol 7, No 1 (2018): Sistemasi: Jurnal Sistem Informasi Vol 6, No 3 (2017): Sistemasi: Jurnal Sistem Informasi Vol 6, No 2 (2017): Sistemasi: Jurnal Sistem Informasi Vol 6, No 1 (2017): Sistemasi: Jurnal Sistem Informasi Vol 5, No 3 (2016): Sistemasi: Jurnal Sistem Informasi Vol 5, No 2 (2016): sistemasi Vol 5, No 2 (2016): Sistemasi: Jurnal Sistem Informasi Vol 5, No 1 (2016): Sistemasi: Jurnal Sistem Informasi Vol 4, No 3 (2015): Sistemasi: Jurnal Sistem Informasi Vol 4, No 2 (2015): Sistemasi: Jurnal Sistem Informasi Vol 4, No 1 (2015): Sistemasi: Jurnal Sistem Informasi Vol 3, No 4 (2014): SISTEMASI: Jurnal Sistem Informasi Vol 3, No 3 (2014): Sistemasi: Jurnal Sistem Informasi Vol 3, No 2 (2014): Sistemasi: Jurnal Sistem Informasi Vol 3, No 1 (2014): Sistemasi: Jurnal Sistem Informasi Vol 2, No 4 (2013): Sistemasi: Jurnal Sistem Informasi Vol 2, No 3 (2013): Sistemasi: Jurnal Sistem Informasi Vol 2, No 2 (2013): Sistemasi:Jurnal Sistem Informasi Vol 2, No 1 (2013): Sistemasi: Jurnal Sistem Informasi More Issue