cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. indragiri hilir,
Riau
INDONESIA
Sistemasi: Jurnal Sistem Informasi
ISSN : 23028149     EISSN : 25409719     DOI : -
Sistemasi adalah nama terbitan jurnal ilmiah dalam bidang ilmu sains komputer program studi Sistem Informasi Universitas Islam Indragiri, Tembilahan Riau. Jurnal Sistemasi Terbit 3x setahun yaitu bulan Januari, Mei dan September,Focus dan Scope Umum dari Sistemasi yaitu Bidang Sistem Informasi, Teknologi Informasi,Computer Science,Rekayasa Perangkat Lunak,Teknik Informatika
Arjuna Subject : -
Articles 1,011 Documents
Implementasi dan Pengukuran Pengalaman Pengguna Sistem Informasi Rehabilitasi Korban Penyalahgunaan Napza Menggunakan Heart Framework Okta Verina Tri Utami; Citra Wiguna; Dwi Mustika Kusumawardani
Sistemasi: Jurnal Sistem Informasi Vol 10, No 2 (2021): Sistemasi: Jurnal Sistem Informasi
Publisher : Program Studi Sistem Informasi Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (828.664 KB) | DOI: 10.32520/stmsi.v10i2.1304

Abstract

AbstrakSistem informasi rehabilitasi korban penyalahgunaan NAPZA merupakan sebuah sistem yang dibangun oleh developer systems untuk mengelola dan mendistribusikan informasi guna mempermudah pengambilan keputusan oleh pihak manajemen Kantor BRSKPN Satria. Dalam penerapan tahap awal sistem informasi rehabilitasi, pihak manajemen melakukan pengukuran guna mendapatkan feedback terhadap pengalaman pengguna sistem. Sistem ini telah digunakan selama satu bulan sebagai tahap awal penerapan. Penelitian ini menggunakan metode HEART framework untuk mengukur pengalaman pengguna dengan lima variabel, yaitu Happiness, Engagement, Adoption, Retention, dan Task Success. Hasil penelitian ini menunjukkan variabel Happiness 50% Sangat Setuju, variabel Engagement 43% Sangat Setuju, variabel Adoption 45% Sangat Setuju, variabel Retention 34% Sangat Setuju, dan Task Success 38% Sangat Setuju. Hasil menunjukkan tiga dari lima variabel HEART framework bernilai sangat setuju, yang memiliki arti sistem informasi rehabilitasi yang telah dievaluasi dapat diterima berdasarkan pengalaman pengguna. Sistem informasi rehabilitasi telah dilakukan pengukuran dan menunjukkan level usability pada kriteria “very high” dengan menggunakan Correlation Coefficient berdasarkan lima variabel HEART framework.Kata kunci: Sistem informasi, rehabilitasi, pengalaman pengguna, user experience, HEART framework AbstractThe rehabilitation information system for drug abuse victims is a system developed by developer systems to manage and distribute information to facilitate decision making by the management of the Satria BRSKPN Office. In implementing the early stages of the rehabilitation information system, the management takes measurements in order to get feedback on the experience of the system users. This system has been in use for one month as an initial stage of implementation. This study uses the HEART framework method to measure user experience with five variables, namely Happiness, Engagement, Adoption, Retention, and Task Success. The results of this study indicate the variable Happiness 50% Strongly Agree, 43% Strongly Agree Engagement variable, 45% Strongly Agree Adoption variable, 34% Strongly Agree Retention variable, and 38% Strongly Agree Task Success variable. The results show that three of the five HEART framework variables are highly agree, which means that the rehabilitation information system that has been evaluated is acceptable based on user experience. The rehabilitation information system has been measured and shows the level of usability on the “very high” criteria using the Correlation Coefficient based on the five HEART framework variables.Keywords: Information systems, rehabilitation, user experience, user experience, HEART framework
Perbandingan Algoritma Multi-Thresholding, Konversi Biner, Low-Pass Filtering pada Segmentasi Rambut Kaki Ridan Nurfalah; Sri Hadianti; Nissa Almira Mayangky; Muhammad Faitullah Akbar
Sistemasi: Jurnal Sistem Informasi Vol 10, No 1 (2021): Sistemasi: Jurnal Sistem Informasi
Publisher : Program Studi Sistem Informasi Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (727.792 KB) | DOI: 10.32520/stmsi.v10i1.1117

Abstract

AbstrakRambut berada tersebar pada bagian tubuh manusia dan memiliki fungsi yang berbeda, untuk mementingkan estetika tidak sedikit orang yang melakukan pencukuran rambut pada beberapa bagian tubuh, salah satunya bagian kaki. Terdapat banyak metode pencukuran yang tersedia saat ini, mulai dari cara alami, terapi, modern sampai penggunaan laser, namun pada penelitian ini berfokus pada metode laser. Pencukuran rambut dengan metode laser kelebihannya dapat menghilangkan rambut dalam jangka waktu yang cukup lama dengan pengaplikasian yang cukup mudah, dan tidak memerlukan waktu yang lama dibandingkan dengan teknik pengaplikasian tradisional. Dengan permasalahan itu dibutuhkan sistem yang bisa membedakan wilayah rambut dan kulit, sehingga tujuan untuk hair removal lebih fokus pada bagian rambut dan tidak mencederai bagian atau lapisan kulit. Pemisahan dua bagian tersebut dilakukan dengan cara segmentasi helai rambut dan menghilangkan bagian kulit. Empat metode dibandingkan dalam penelitian ini yaitu multi-thresholding, Konversi biner, low-filter dan high- filter, hasil dari perbandingan empat metode diketahui jika metode Multi-Thresholding diyakini dapat melakukan segmentasi rambut dengan baik, karena pola rambut dapat terlihat jelas dan tidak banyak noise yang terlihat.Kata Kunci: konversi biner, low-pass filtering, multi-thresholding, high-pass filtering, segmentasi AbstractHair is scattered in various parts of the human body and has different functions. To emphasize the aesthetics, many people shave their hair on several parts of the body, one of which is the legs. Today, there are many shaving methods, ranging from natural, therapeutic, modern to laser use, but this research focuses on laser methods. Laser hair removal has the advantage that it can remove hair in a fairly long period of time with a fairly easy application and does not require a long time compared to traditional application techniques. With this problem, a system that can differentiate between hair and skin areas is needed so that hair removal aims to focus more on the hair and not injure any part or layer of the skin. The separation of the two parts is done by segmenting the hair strands and removing part of the skin. Four methods were compared in this study, namely multi-thresholding, binary conversion, low-filter, and high-filter. Comparing the four methods shows that the multi-thresholding method is believed to segment hair well because the hair pattern can be seen clearly, and not much noise is visible.Keywords: binary conversion, low-pass filtering, multi-thresholdinghigh-pass filtering, segmentation
RANCANG BANGUN APLIKASI GIZI BERBASIS ANDROID BERDASARKAN TABEL KOMPOSISI PANGAN INDONESIA (TKPI Nelly Apriningrum; Carudin Carudin; Eka Andriani
Sistemasi: Jurnal Sistem Informasi Vol 9, No 3 (2020): Sistemasi: Jurnal Sistem Informasi
Publisher : Program Studi Sistem Informasi Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.745 KB) | DOI: 10.32520/stmsi.v9i3.917

Abstract

ABSTRACTVarious nutritional health problems require prevention from several sectors, including the health and information technology sector. Deficiency or excess nutrition is currently associated with the risk of chronic diseases such as obesity, heart and blood vessel disease, hypertension, stroke and diabetes mellitus. To prevent the emergence of these nutritional problems, balanced nutrition guidelines need to be socialized that can be used as guidelines for eating, physical activity, clean living and maintaining a normal body weight. Guidelines relating to nutrition include the development of the Indonesian Food Composition Table (TKPI). This study aims to design an Android-based TKPI application that is useful to help people know nutritional information and know the nutritional needs that must be consumed in daily formations based on TKPI guidelines. This research method uses the Software Development Life Cycle (SDLC) methodology with the Waterfall method approach. The research was carried out through several stages including system design, interface design, TKPI application creation, application testing and evaluation. The test results found that the majority of respondents gave a like and very good response to the appearance of the design, image size, IMT assessment structure, consumption assessment structure, conformity of IMT assessment results, suitability of consumption assessment results, ease of IMT assessment, ease of consumption assessment, ease of consumption levels , the speed of IMT assessment, the speed of consumption assessment and the speed of consumption level.Keywords :android, composition, food, indonesia, tableABSTRAKBerbagai permasalahan kesehatan gizi masyarakat memerlukan penanggulangan dari beberapa sektor, tidak terkecuali sektor kesehatan dan teknologi informatika. Kekurangan maupun kelebihan gizi saat ini dikaitkan dengan risiko terjadinya penyakit kronis seperti obesitas, penyakit jantung dan pembuluh darah, hipertensi, stroke serta diabetes mellitus. Untuk mencegah timbulnya permasalahan gizi tersebut, perlu disosialisasikan pedoman gizi seimbang yang bisa dijadikan sebagai pedoman makan, beraktivitas fisik, hidup bersih dan mempertahankan berat badan normal. Pedoman yang berkaitan dengan gizi diantaranya adalah pengembangan Tabel Komposisi Pangan Indonesia (TKPI). Penelitian ini bertujuan merancang aplikasi TKPI berbasis android yang bermanfaat membantu masyarakat mengetahui informasi gizi dan mengetahui kebutuhan gizi yang harus dikonsumsi dalam bentukan harian berdasarkan pedoman TKPI. Metode penelitian ini menggunakan metodologi Software Development Life Cycle (SDLC) dengan pendekatan metode Waterfall. Penelitian dilakukan melalui beberapa tahapan diantaranya perancangan sistem, perancangan interface, pembuatan aplikasi TKPI, pengujian dan evaluasi aplikasi. Hasil pengujian didapatkan bahwa sebagian besar responden memberikan respon suka dan sangat suka baik pada tampilan desain, ukuran gambar, struktur penilaian IMT, struktur penilaian konsumsi, kesesuaian hasil penilaian IMT, kesesuaian hasil penilaian konsumsi, kemudahan penilaian IMT, Kemudahan penilaian konsumsi, kemudahan tingkat konsumsi, kecepatan penilaian IMT, kecepatan penilaian konsumsi serta kecepatan tingkat konsumsi.Kata Kunci : android, indonesia, komposisi, pangan, tabel
DESAIN SISTEM SMART ATTENDANCE MENGGUNAKAN KOMBINASI SMART CARD DAN SIDIK JARI Ahmadi Yuli Ananta; N Noprianto; Vivi Nur Wijayaningrum
Sistemasi: Jurnal Sistem Informasi Vol 9, No 3 (2020): Sistemasi: Jurnal Sistem Informasi
Publisher : Program Studi Sistem Informasi Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (723.269 KB) | DOI: 10.32520/stmsi.v9i3.874

Abstract

ABSTRACTMonitoring student attendance during class hours required by each university due to the presence of the students proved to have a positive correlation with the performance of students during their studies. Most universities still use conventional techniques to record student attendance during teaching and learning in the classroom. Conventional techniques are inefficient and ineffective because they tend to spend a lot of time to record attendance and fraud appeared in the form of false presence. In this study a system that combines smart card and fingerprint technology is proposed to reduce fraud during the process of recording attendance in class, as well as making it easier for academics to manage attendance data. This system consists of card personalization applications, card reading applications, and attendance monitoring applications. The test results show that all three applications in this system give the expected results. In addition, the system is proven to be able to reduce frauds that occur in the classroom because there are two validation processes at the time of recording attendance namely smart card and fingerprint validation. With fingerprint validation, students cannot commit fraud because fingerprints are difficult to be manipulated or duplicated.Keywords: attendance, fraud,identification, illegal attendance , near field communicationABSTRAKPemantauan kehadiran mahasiswa selama jam perkuliahan di kelas sangat perlu dilakukan oleh setiap perguruan tinggi karena kehadiran mahasiswa terbukti mempunyai korelasi positif terhadap kinerja mahasiswa tersebut selama masa studinya. Sebagian besar perguruan tinggi masih menggunakan teknik konvensional untuk mencatat kehadiran mahasiswa selama proses belajar mengajar di kelas. Teknik konvensional tersebut tidak efisien dan tidak efektif karena cenderung menghabiskan banyak waktu untuk pencatatan kehadiran dan muncul tindak kecurangan berupa kehadiran palsu. Penelitian ini mengusulkan sebuah sistem yang mengombinasikan teknologi smart card dan sidik jari untuk mengurangi tindakan kecurangan pada saat proses pencatatan kehadiran di kelas, serta memudahkan pihak akademik untuk mengelola data kehadiran. Sistem ini terdiri dari aplikasi personalisasi kartu, aplikasi pembacaan kartu, dan aplikasi monitoring kehadiran. Hasil pengujian menunjukkan bahwa ketiga aplikasi di dalam sistem ini memberikan hasil sesuai yang diharapkan. Selain itu, sistem terbukti dapat mengurangi tindakan kecurangan yang terjadi di dalam kelas karena adanya dua kali proses validasi pada saat pencatatan kehadiran yaitu validasi smart card dan sidik jari. Dengan adanya validasi sidik jari, mahasiswa tidak dapat melakukan titip absen karena sidik jari sulit untuk dimanipulasi atau diduplikasi.Kata Kunci: kehadiran, kecurangan, identifikasi, titip absen, near field communication
Klasifikasi Kopra Putih Menggunakan Algoritma k-Nearest Neighbor Rosi Rahayu Marlis; Abdullah Abdullah; Fitri Yunita
Sistemasi: Jurnal Sistem Informasi Vol 10, No 2 (2021): Sistemasi: Jurnal Sistem Informasi
Publisher : Program Studi Sistem Informasi Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (837.205 KB) | DOI: 10.32520/stmsi.v10i2.1200

Abstract

Buah kelapa adalah bagian pohon kelapa yang sering dimanfaatkan untuk kehidupan manusia yaitu kehidupan pangan, daunnya sering dimanfaatkan untuk pembuatan kerajinan tangan di beberapa daerah, batangnya sering digunakan untuk bahan bangunan, selain itu buah kelapa juga bisa diolah menjadi minyak kelapa, bahkan kelapa juga dijadikan bahan baku pada sejumlah industri penting seperti kosmetik, sabun, dan lain-lain. Kopra putih merupakan komoditi ekspor yang telah ada sejak lama. Sebagian besar hasil produksi kopra putih di ekspor ke India, Pakistan, Uni Emirat Arab, dan Bangladesh. Kopra putih memiliki nilai ekonomis lebih baik dibanding kopra hitam. Tujuan penelitian ini adalah membangun sistem prediksi kualitas kopra putih dengan menggunakan ciri warna (RGB) dan bentuk (Area dan Perimeter). R, G, dan B masing-masing merupakan besaran yang menyatakan nilai intensitas warna merah, hijau, dan biru. Area suatu objek adalah jumlah piksel penyusun objek tersebut dan unit umum digunakan adalah piksel, karena sejumlah piksel tadi membentuk suatu luasan. Area dapat mencerminkan ukuran atau berat objek sesunggunhnya. Hal ini berlaku untuk benda pejal dengan bentuk yang hampir seragam, tetapi tidak demikian untuk benda yang berongga. Perimeter, adalah bagian terluar dari suatu objek yang bersebelahan dengan piksel latar. Metode klasifikasi yang digunakan untuk melakukan prediksi adalah k-Nearest Neighbor. Metode k-Nearest Neighbor memiliki prinsip kerja mencari kemiripan antara data yang akan dievaluasi dengan data sampelnya. Nilai k yang digunakan pada penelitian ini adalah k= 1, k=3 dan k=5. Pengukuran kemiripan menggunakan Euclidean Distance, yang merupakan selisih nilai piksel 2 vektor ciri yang dievaluasi. Pengujian hasil prediksi menggunakan metode Holdout. Akurasi yang diperoleh pada saat menggunakan k=1 sebesar 93,33%, pada k = 3 sebesar 83,33%, dan pada k=5 sebesar 81,67%. Akurasi terbaik untuk prediksi kopra putih menggunakan metode k-nearest neighbor  didapat pada k=1, yakni sebesar 93,33%.
Analisis Sentimen Publik dari Twitter Tentang Kebijakan Penanganan Covid-19 di Indonesia dengan Naive Bayes Classification Ni Putu Gita Naraswati; Rani Nooraeni; Delvira Cindy Rosmilda; Dinda Desinta; Fadhilatul Khairi; Riska Damaiyanti
Sistemasi: Jurnal Sistem Informasi Vol 10, No 1 (2021): Sistemasi: Jurnal Sistem Informasi
Publisher : Program Studi Sistem Informasi Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (757.02 KB) | DOI: 10.32520/stmsi.v10i1.1179

Abstract

AbstrakBeberapa bulan terakhir, penanganan COVID-19 menjadi salah satu permasalahan kompleks yang dihadapi oleh hampir seluruh negara di dunia. Menilik dari hal tersebut, pemerintah membentuk kebijakan guna mencegah semakin meluasnya penyebaran virus diantaranya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), wajib masker, dan jam malam. Kebijakan tersebut mendapat tanggapan yang beragam, tidak terkecuali di media sosial seperti twitter. Berdaarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sentimen publik dari cuitan Twitter mengenai penanganan COVID-19 di Indonesia. Adapun metode yang digunakan Naïve Bayes Classification karena memiliki algoritma yang sederhana dengan akurasi yang tinggi. Hasil penelitian menunjukkan, masyarakat lebih banyak memberikan sentimen negatif terhadap kebijakan penanganan COVID-19 khususnya PSBB, wajib masker, dan jam malam. Pada sentimen positif, tiga kata dengan frekuensi kemunculan terbanyak yaitu demo, jakarta, dan kerja. Sedangkan pada sentimen negatif yaitu jakarta, demo, dan orang. Kemunculan kata “demo” dan “jakarta” pada kedua sentimen menunjukkan bahwa tweet masyarakat mengenai kebijakan penanganan COVID-19 tidak lepas dari peristiwa/kejadian saat pengumpulan data dilakukan. Selain itu, tingginya frekuensi kata “jakarta” pada sentimen negatif juga menunjukkan bahwa pelaksanaan kebijakan penanganan COVID-19 di Jakarta belum dilaksanakan secara optimal. Berdasarkan hasil evaluasi, diperoleh tingkat akurasi klasifikasi sebesar 87,34%, sensitivitas sebesar 93,43%, dan spesifisitas 71,76% yang berarti metode ini sudah cukup baik.Kata Kunci: COVID-19, naïve bayes classification, kebijakan, text mining, twitter AbstractIn recent months, handling COVID-19 has become one of the complex problems faced by almost all countries in the world. In view of this, the government formed policies to prevent the spread of the virus, including Large-Scale Social Restrictions (PSBB), mandatory masks, and curfews. This policy received various responses, including on social media such as Twitter. Based on this, this study aims to analyze public sentiment from Twitter tweets regarding the handling of COVID-19 in Indonesia. The method used is the Naïve Bayes Classification because it has a simple algorithm with high accuracy. The results showed that the public gave more negative sentiments towards the policy of handling COVID-19, especially PSBB, mandatory masks, and curfews. On the positive sentiment, the three words with the highest frequency were “demo”, “jakarta”, and “work”. Meanwhile, the negative sentiment is “jakarta”, “demo”, and “orang”. The appearance of the words "demo" and "jakarta" in both sentiments shows that the public's tweet regarding the policy for handling COVID-19 cannot be separated from the events / incidents when data collection was carried out. In addition, the high frequency of the word “jakarta” in negative sentiments also shows that the implementation of policies for handling COVID-19 in Jakarta has not been implemented optimally. Based on the evaluation results, the classification accuracy rate is 87.34%, the sensitivity is 93.43%, and the specificity is 71.76%, which means that this method is good enough.Keywords: COVID-19, naïve bayes classification, policy, text mining, twitter
SISTEM PREDIKSI KUALITAS SANTAN KELAPA MENGGUNAKAN NEAREST MEAN CLASSIFIER (NMC) Masparudin Masparudin; Abdullah Abdullah; Usman Usman
Sistemasi: Jurnal Sistem Informasi Vol 9, No 3 (2020): Sistemasi: Jurnal Sistem Informasi
Publisher : Program Studi Sistem Informasi Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.5 KB) | DOI: 10.32520/stmsi.v9i3.1015

Abstract

Santan kelapa adalah salah satu bahan pokok yang selalu dijadikan bahan untuk segala jenis makanan. Kualitas menjadi hal yang penting dalam pemilihan santan kelapa. Bagaimanapun juga pengidentifikasian kualitas santan secara manual tidak efisien, hal ini terjadi karena sulitnya membedakan mana santan yang murni dan mana santan yang bercampur dengan air. Tujuan penelitian ini adalah membangun sistem deteksi kualitas santan berdasarkan warna santan. Algoritma klasifikasi yang digunakan adalah nearest mean classifier (NMC),  Metode ini menghitung jarak vektor input citra ke masing-masing mean kelas dari citra latih, jarak terdekat merupakan dasar dalam menentukan hasil dari klasifikasi.  Evaluasi menggunakan metode validasi holdout menggunakan total 135 citra dengan perbandingan 2/3 untuk data sampel dan 1/3 digunakan untuk data uji. Evaluasi dilakukan dengan 3 menggunakan 3 jenis kamera smartphone yaitu kamera 1 Xiaomi Mi 8 Lite, kamera 2 Oppo F7, dan kamera 3 Samsung Galaxy J3 Pro. Pada pengujian kamera pertama memiliki tingkat akurasi tertinggi yaitu 86,66% dibandingkan dengan kamera 2 dengan akurasi 60% dan kamera 3 dengan akurasi 46%.
Analisis Usability Mobile Apps Edlink dengan Menggunakan Heuristic Evaluation Finka Fatihahsari; Cahyo Darujati
Sistemasi: Jurnal Sistem Informasi Vol 10, No 2 (2021): Sistemasi: Jurnal Sistem Informasi
Publisher : Program Studi Sistem Informasi Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (621.451 KB) | DOI: 10.32520/stmsi.v10i2.1263

Abstract

AbstrakMobile apps Edlink adalah aplikasi berbasis android yang dikembangkan PT. SEVIMA untuk membantu mahasiswa dan dosen dalam melakukan kegiatan pembelajaran secara daring. Saat ini pengguna mobile apps Edlink mencapai 65.308 pengguna aktif. Berdasarkan rating pengguna yang didapat pada playstore yakni sebesar 3,9 dari 5 bintang. Rendahnya nilai rating tersebut dapat dipengaruhi dari beberapa ulasan pengguna pada playstore seperti aplikasi tidak dapat terhubung ke server, tidak dapat melakukan klik button submit kuis, dan tidak dapat melakukan unggah tugas perkuliahan. Permasalahan tersebut tentu menyebabkan pengguna kecewa dan menurunkan kepuasan pengguna (satisfaction). Pada penelitian ini menggunakan metode evaluasi heuristik, dengan tujuan untuk mengetahui kondisi usability saat ini secara spesifik dan diberikan rekomendasi perbaikan sesuai dengan prioritas temuan masalah. Peneliti membuat 40 pertanyaan yang digunakan sebagai bahan evaluasi. Dari hasil evaluasi 3 evaluator ahli diketahui kondisi saat ini terdapat 84 temuan masalah. Permasalahan usability terbanyak ditemukan pada prinsip H1- Visibility of System Status dengan persentase 23,8% dari total 82 permasalahan serta didapatkan rata-rata severity rating sebesar 2,5. Sedangkan, rata-rata severity rating tertinggi sebesar 3,22 pada prinsip H3-User Control and Freedom dari total 3 temuan masalah. Peneliti memberikan 38 rekomendasi perbaikan yang dapat digunakan dalam pengembangan Edlink.Kata Kunci: Mobile apps Edlink, evaluasi heuristik, usability, severity ratingAbstractEdlink Mobile apps is an android based application developed by PT. SEVIMA to assist students and lecturers in carrying out learning activities online. Currently Edlink mobile apps users reach 65,308 active users. Based on the user rating obtained in the Playstore, which is 3.9 out of 5 stars. The low rating value can be influenced by several user reviews on the playstore, such as the application cannot connect to the server, cannot click the submit quiz button, and cannot upload lecture assignments. These problems certainly cause users to be disappointed and reduce user satisfaction (satisfaction). This study uses the heuristic evaluation method, with the aim of knowing the current usability conditions specifically and providing recommendations for improvements in accordance with the priority of problem findings. The researcher made 40 questions which were used as evaluation materials. From the evaluation results of 3 expert evaluators, it is known that there are 84 problem findings at this time. The most usability problems are found in the H1-Visibility of System Status principle with a percentage of 23.8% of the total 82 problems and an average severity rating of 2.5 is obtained. Meanwhile, the highest average severity rating is 3.22 on the H3-User Control and Freedom principle from a total of 3 problem findings. Researchers provide 38 recommendations for improvements that can be used in the development of Edlink.Keywords: Mobile apps Edlink, heuristic evaluation, usability, severity rating
Identifikasi Kematangan Cabai Menggunakan Operasi Morfologi (Opening dan Closing) dan Metode Backpropagation Khairullah khairullah; Erwin Dwika Putra
Sistemasi: Jurnal Sistem Informasi Vol 10, No 1 (2021): Sistemasi: Jurnal Sistem Informasi
Publisher : Program Studi Sistem Informasi Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (887.809 KB) | DOI: 10.32520/stmsi.v10i1.1094

Abstract

AbstrakIdentifikasi kualitas buah cabai biasanya masih menggunakan cara visual secara langsung atau sortir secara manual oleh petani, dengan menggunakan sistem ini sering kali terjadi beberapa kesalahan setiap melakukan sortir yang disebabkan oleh petani yang melakukan sortir merasa terlalu lelah. Dengan menggunakan komputasi pengolahan citra digital, untuk melakukan identifikasi pengelompokan buah cabai yang matang dan mentah dapat membantu para petani, Teknik pengelompokan ini akan menggunakan metode pengelompokan berdasarkan warna. Metode pengelompokan tersebut sebelumnya akan dilakukan operasi morfologi pada citra yang telah diambil. Pendekatan operasi morfologi pada penelitian ini adalah Opening and Closing, pada operasi morfologi akan menghilangkan noise dan menebalkan objek dari inputan gambar. Metode Bacpropagatioan akan mengolah data latih sebanyak 10 data latih mendapatkan 6 iterasi perhitungan dan setelah diuji menggunakan data uji hasil yang didapatkan yaitu tingkat pengenalan rata-rat mendapatkan perhitungan sebanyak 7 iterasi metode Bacpropagation. Hasil dari penelitian ini juga dihitung menggunakan Confusion Matrix dimana nilai Precision 90%, Recall 74%, dan Accuracy 70%, maka dapat disimpulkan bahwa Operasi Morfologi dan Metode Backpropagation dapat digunakan untuk mengidentifikasi objek cabai.Kata Kunci: backpropagation, morfologi, identifikasi, opening and closing  AbstractIdentification of the quality of chili fruit is usually still using a visual way directly or sorting manually by farmers, using this system often occurs several errors, every sorting caused by farmers who do the sorting feel too tired. By using digital image processing computing, to identify the grouping of ripe and raw chili fruits can help farmers, this grouping technique will use a method of grouping based on color. The grouping method will previously perform morphological surgery on the image that has been taken. The morphological operation approach in this study is Opening and Closing, in morphological operations will eliminate noise and thicken objects from image input. Bacpropagatioan method will process training data as much as 10 training data get 6 iterations of calculations and after being tested using the test data obtained results that is the level of introduction of the average rat get a calculation of 7 iterations bacpropagation method. The results of this study were also calculated using Confusion Matrix where precision values of 90%, Recall 74%, and Accuracy 70%, it can be concluded that Morphological Operations and Backpropagation Method can be used to identify chili objects.Keywords: backpropagation, morfologi, identification, opening and closing
Literature Review: Elements and Criteria Methodology of Enterprise Architecture for E-Government ari cahaya puspitaningrum
Sistemasi: Jurnal Sistem Informasi Vol 10, No 1 (2021): Sistemasi: Jurnal Sistem Informasi
Publisher : Program Studi Sistem Informasi Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (629.399 KB) | DOI: 10.32520/stmsi.v10i1.1027

Abstract

AbstractEnterprise Architecture (EA) has become a major requirement for organizations to addresses business, data, infrastructure, and information systems. EA Implementation in the government is considered very important to improve the efficiency of electronic-based services. The documentation process is challenging and is often seen as very time consuming, error-prone, and requires the collection of quality data. To create a successful, it requires to emphasize the aspects of EA development properly to prevent failure of the documentation. So, this study aims to identify the aspects of how to develop EA for e-government. The method of this study was literature review of 30 previous studies that related with the topic. Thus, this study analyzed and synthesized the studies and it can be mapped into 2 categories. The mapping consists of 1) elements and 2) criteria methodology of EA development for e-government. The findings are 23  and 11 criteria methodology of development for e-government. This study also provides some reference for further research and also provides insight into EA development for e-government that will be used by practitioners.Keywords: enterprise architecture, e-Government, e-Government EA, EA methodology AbstrakArsitektur perusahaan telah menjadi kebutuhan utama bagi organisasi untuk mengembangkan bisnis, data, infrastruktur, dan sistem informasi. Penerapan arsitektur perusahaan di pemerintahan dinilai sangat penting untuk meningkatkan efisiensi layanan berbasis elektronik. Proses dokumentasi cukup menantang dan sering kali dianggap sangat memakan waktu, rawan kesalahan, dan memerlukan pengumpulan data yang berkualitas. Untuk menciptakan kesuksesan, perlu adanya penekanan pada aspek pengembangan arsitektur perusahaan dengan baik untuk mencegah kegagalan pendokumentasian. Jadi, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi aspek bagaimana mengembangkan arsitektur perusahaan untuk e-government. Metode penelitian ini adalah studi pustaka dari 30 penelitian sebelumnya yang berhubungan dengan topik. Dengan demikian, studi ini menganalisis dan mensintesis studi tersebut dan dapat dipetakan menjadi 2 kategori. Pemetaan terdiri dari 1) elemen dan 2) metodologi kriteria pengembangan arsitektur perusahaan untuk e-government. Temuan tersebut adalah 23 dan 11 kriteria metodologi pengembangan e-government. Studi ini juga memberikan beberapa referensi untuk penelitian selanjutnya dan juga memberikan wawasan tentang pengembangan arsitektur perusahaan untuk e-government yang akan digunakan oleh para praktisi.Kata Kunci: arsitektur perusahaan, arsitektur perusahaan e-Government, e-Government, metodologi arsitektur perusahaan

Page 27 of 102 | Total Record : 1011


Filter by Year

2013 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 15, No 3 (2026): Sistemasi: Jurnal Sistem Informasi Vol 15, No 2 (2026): Sistemasi: Jurnal Sistem Informasi Vol 15, No 1 (2026): Sistemasi: Jurnal Sistem Informasi Vol 14, No 6 (2025): Sistemasi: Jurnal Sistem Informasi Vol 14, No 5 (2025): Sistemasi: Jurnal Sistem Informasi Vol 14, No 4 (2025): Sistemasi: Jurnal Sistem Informasi Vol 14, No 3 (2025): Sistemasi: Jurnal Sistem Informasi Vol 14, No 2 (2025): Sistemasi: Jurnal Sistem Informasi Vol 14, No 1 (2025): Sistemasi: Jurnal Sistem Informasi Vol 13, No 6 (2024): Sistemasi: Jurnal Sistem Informasi Vol 13, No 5 (2024): Sistemasi: Jurnal Sistem Informasi Vol 13, No 4 (2024): Sistemasi: Jurnal Sistem Informasi Vol 13, No 3 (2024): Sistemasi: Jurnal Sistem Informasi Vol 13, No 2 (2024): Sistemasi: Jurnal Sistem Informasi Vol 13, No 1 (2024): Sistemasi: Jurnal Sistem Informasi Vol 12, No 3 (2023): Sistemasi: Jurnal Sistem Informasi Vol 12, No 2 (2023): Sistemasi: Jurnal Sistem Informasi Vol 12, No 1 (2023): Sistemasi: Jurnal Sistem Informasi Vol 11, No 3 (2022): Sistemasi: Jurnal Sistem Informasi Vol 11, No 2 (2022): Sistemasi: Jurnal Sistem Informasi Vol 11, No 1 (2022): Sistemasi: Jurnal Sistem Informasi Vol 10, No 3 (2021): Sistemasi: Jurnal Sistem Informasi Vol 10, No 2 (2021): Sistemasi: Jurnal Sistem Informasi Vol 10, No 1 (2021): Sistemasi: Jurnal Sistem Informasi Vol 9, No 3 (2020): Sistemasi: Jurnal Sistem Informasi Vol 9, No 2 (2020): Sistemasi: Jurnal Sistem Informasi Vol 9, No 1 (2020): Sistemasi: Jurnal Sistem Informasi Vol 8, No 3 (2019): Sistemasi: Jurnal Sistem Informasi Vol 8, No 2 (2019): Sistemasi: Jurnal Sistem Informasi Vol 8, No 1 (2019): Sistemasi Vol 8, No 1 (2019): Sistemasi: Jurnal Sistem Informasi Vol 7, No 3 (2018): Sistemasi: Jurnal Sistem Informasi Vol 7, No 2 (2018): Sistemasi: Jurnal Sistem Informasi Vol 7, No 2 (2018): SISTEMASI Vol 7, No 1 (2018): Sistemasi: Jurnal Sistem Informasi Vol 6, No 3 (2017): Sistemasi: Jurnal Sistem Informasi Vol 6, No 2 (2017): Sistemasi: Jurnal Sistem Informasi Vol 6, No 1 (2017): Sistemasi: Jurnal Sistem Informasi Vol 5, No 3 (2016): Sistemasi: Jurnal Sistem Informasi Vol 5, No 2 (2016): sistemasi Vol 5, No 2 (2016): Sistemasi: Jurnal Sistem Informasi Vol 5, No 1 (2016): Sistemasi: Jurnal Sistem Informasi Vol 4, No 3 (2015): Sistemasi: Jurnal Sistem Informasi Vol 4, No 2 (2015): Sistemasi: Jurnal Sistem Informasi Vol 4, No 1 (2015): Sistemasi: Jurnal Sistem Informasi Vol 3, No 4 (2014): SISTEMASI: Jurnal Sistem Informasi Vol 3, No 3 (2014): Sistemasi: Jurnal Sistem Informasi Vol 3, No 2 (2014): Sistemasi: Jurnal Sistem Informasi Vol 3, No 1 (2014): Sistemasi: Jurnal Sistem Informasi Vol 2, No 4 (2013): Sistemasi: Jurnal Sistem Informasi Vol 2, No 3 (2013): Sistemasi: Jurnal Sistem Informasi Vol 2, No 2 (2013): Sistemasi:Jurnal Sistem Informasi Vol 2, No 1 (2013): Sistemasi: Jurnal Sistem Informasi More Issue