Share : Social Work Journal
Share Social Work Journal adalah jurnal yang memuat hasil-hasil penelitian lapangan dan atau pustaka mengenai isu-isu kesejahteraan sosial, di tingkat nasional, regional dan internasional. Share Social Work Journal adalah tempat publikasi yang tepat sebagai sumber referensi dan juga sebagai sumber diskusi topik-topik yang berkaitan dengan kesejahteraan sosial karena telah ber ISSN printed dan elektronik. ISSN p: 2339-0042 ISSN e: 2528-1577
Articles
356 Documents
KOMUNIKASI ORGANISASI BERBASIS KEYAKINAN DALAM PROGRAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
Hadiyanto Abdul Rachim;
Nunung Nurwati;
Gigin Ginanjar Basar
Share : Social Work Journal Vol 8, No 1 (2018): Share: Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (156.702 KB)
|
DOI: 10.24198/share.v8i1.15912
Isu penelitian ini seputar komunikasi Organisasi Pengelola Zakat (OPZ) sebagai Faith-Based Organization (FBO). Masalah utama penelitian adalah bagaimana OPZ dapat bekerjasama meningkatkan kepercayaan masyarakat dan produktivitas lembaga. Pendekatan Interpretif melalui Teori Konstruksi Sosial menjadi acuan guna melihat proses komunikasi organisasi melalui etos komunikator OPZ. Metode penelitian adalah kualitatif dengan teknik studi kasus dan informan dari OPZ tingkat Jawa Barat . Hasil penelitian menunjukan bahwa etos komunikator sebagai source of credibility dalam komunikasi OPZ, bersumber dari Ajaran Islam, hukum positif, dan pedoman dasar OPZ dapat menciptakan nilai-nilai organisasi sebagai dasar melaksanakan kerjasama pogram pemberdayaan masyarakat. Kerjasama OPZ dalam program pemberdayaan lebih banyak ke aspek personal power dan interpersonal power dan sedikit ke aspek political power. Diperlukan penguatan nilai-nilai keterbukaan dan saling percaya diantara OPZ, perubahan regulasi zakat, tata kelola lebih transparan, akuntabel dan berkeadilan guna meningkatkan kepercayaan, realisasi potensi zakat, dan kesejahteraan
PRAKTEK PEKERJAAN SOSIAL BAGI “STIGMATIZED GROUP”: UPAYA MEWUJUDKAN KESERASIAN SOSIAL BERBASIS HAM DAN PENDIDIKAN MULTIKULTURAL
SITI NAPSIYAH ARIEFUZZAMAN
Share : Social Work Journal Vol 6, No 2 (2016): Share Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (795.955 KB)
|
DOI: 10.24198/share.v6i2.13199
Kelompok terstigmatisasi (stigmatized group) merupakan kelompok orang yang memiliki pengalaman diskriminasi dan eksklusi di masyarakat karena stigma yang dilekatkan kepada mereka. Stigma negatif yang diarahkan kepada kelopok ini beragam latar belakangnya: fisik, status ekonomi, identitas social, dan sebagainya. Bagaimana kelompok ini bertahan di masyarakat, dan apa yang harus dilakukan oleh pekerja social untuk membantu kelompok ini agar bisa keluar dari masalah yang dihadapi di masyarakat.Tulisan ini berusaha menjelaskan tentang pengalaman terstigmatisai di kalangan anak-anak dari keluarga terduga dan terpidana kasus terorisme. Kelompok ini mendapatkan stigma sebagai “anak teroris”. Stigma tersebut menjadikan anak-anak mengalami eksklusi social dan diskriminasi di masyarakat. Dampaknya anak-anak dari keluarga ini semakin “eksklusif” di masyarakat dan berpotensi untuk tetap berada dalam rantai jaringan kelompok “radikal”.Pekerja social dapat bekerja bersama keluarga terduga dan terpidana kasus terorisme melalui program pendampingan psikososial, pelayanan social berbasis Hak Asasi Manusia (HAM) dan pendidikan multikulturalisme bagi masyarakat atau lingkungan tinggal keluarga. Hal ini karena di antara benih terjadinya aksi gerakan radikal dan teror berasal dari tidak adanya keserasian social di masyarakat.
EKSISTENSI PEKERJA SOSIAL DI INDONESIA, MALAYSIA DAN AMERIKA SERIKAT
Adetya Nuzuliani Rahma;
Nunung Nurwati;
Budi Muhammad Taftazani
Share : Social Work Journal Vol 4, No 2 (2014): Share Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (86.773 KB)
|
DOI: 10.24198/share.v4i2.13080
Dengan masyarakat sejahtera di dalam suatu negara, dapat dijadikan indikator negara tersebut maju atau berkembang. Sehingga kesejahteraan sosial menjadi salah satu indikator yang penting dalam pembangunan suatu negara. Berbicara mengenai kesejahteraan sosial, sangat erat kaitannya dengan profesi pekerjaan sosial. Pekerja sosial dengan keterampilan, nilai-nilai, dan metode serta pendekatan yang dimilikinya mampu meningkatkan keberfungsian sosial individu, keluarga, masyarakat, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan sosial suatu negara. Dengan demikian keberadaan profesi pekerjaan sosial penting dan berpengaruh terhadap kesejahteraan suatu negara.Dalam tulisan ini, penulis menggambarkan profesi pekerjaan sosial di beberapa negara, seperti Indonesia, Malaysia, dan Amerika Serikat dengan tujuan untuk memberikan informasi, gambaran umum dan pengetahuan mengenai eksistensi pekerja sosial di masing-masing negara. Selain itu, dari informasi-informasi tersebut dapat dijadikan rujukan untuk meningkatkan eksistensi pekerja sosial di Indonesia.
PARTISIPASI PEREMPUAN DALAM PROGRAM TERPADU PENINGKATAN PERAN WANITA MENUJU KELUARGA SEHAT DAN SEJAHTERA (P2WKSS) DI RW 12 KELURAHAN PASIRKALIKI KECAMATAN CIMAHI UTARA KOTA CIMAHI
Astri Yuni Lestari;
Sahadi Humaedi;
Binahayati Rusyidi
Share : Social Work Journal Vol 9, No 1 (2019): Share: Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (147.389 KB)
|
DOI: 10.24198/share.v9i1.20689
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan partisipasi masyarakat khususnya perempuan dalam kegiatan usaha ekonomi produktif Program Terpadu P2WKSS di RW 12 Kelurahan Pasirkaliki Kecamatan Cimahi Utara Kota Cimahi. Partisipasi atau keterlibatan masyarakat khususnya perempuan yang diteliti adalah bentuk dari partisipasi masyarakat di RW 12 Kelurahan Pasirkaliki. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara mendalam, observasi non partisipan, studi kepustakaan, dan studi dokumentasi. Teknik penentuan informan bersifat purposive. Informan dalam penelitian ini berjumlah delapan orang yang terdiri dari Penanggungjawab Program Terpadu P2WKSS Dinas Sosial P2KBP3A Cimahi, Seksi Pemberdayaan Masyarakat dan Kesejahteraan Rakyat Kelurahan Pasirkaliki, dan kelompok sasaran Program Terpadu P2WKSS. Teknik pengolahan dan analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data serta penarikan kesimpulan dan verifikasi.Hasil penelitian secara umum menunjukan bahwa pada tahap perencanaan, kelompok sasaran terlibat dalam kegiatan rapat dan berpartisipasi dalam bentuk pikiran. Kelompok sasaran berpartisipasi dalam bentuk pikiran, tenaga, keterampilan dan materi dalam berbagai kegiatan pada tahap pelaksanaan, dan pemanfaatan hasil. Namun fakta di lapangan menunjukkan bahwa partisipasi pikiran pada tahap evaluasi masih belum maksimal. Hal ini dikarenakan kurangnya kesempatan yang diberikan pihak penyelenggara program terhadap kelompok sasaran.
STUDI DESKRIPTIF TINGKAT PERKEMBANGAN MORAL REMAJA PUNK DI KECAMATAN JATINANGOR KABUPATEN SUMEDANG
Irvan Sudirman;
Amirio Tri Kusuma;
Muhamad Rizky Nurdin;
Neng Desty Cahyanti Shabilla;
Hery Wibowo;
Santoso Tri Raharjo
Share : Social Work Journal Vol 9, No 2 (2019): Share: Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (197.646 KB)
|
DOI: 10.24198/share.v9i2.25608
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tahapan perkembangan moral remaja Punk di kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang. Selain itu, penelitian ini pun secara implisit berusaha untuk menjawab alasan dibalik perilaku-perilaku yang terlihat dari remaja Punk. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik observasi dan wawancara. Sedangkan, untuk menganalisis datanya digunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan menggunakan teori perkembangan moral dari L. Kohlberg. Hasil dari penelitian ini memperlihatkan bahwa remaja Punk di Kecamatan Jatinangor Kabupaten Sumedang memiliki kecenderungan memiliki pemahaman moral pada tahapan ketiga dari teori L. Kohlberg.The purpose of this research is to find out about the moral developmental stages of Punk teenagers in the jatinangor sub-district of sumedang. Moreover, this research is implicitly trying to answer the reasons behind the perceived behaviors of Punk teenagers. As for the techniques used in this study are observation techniques and interviews. However, to analyze the data used a descriptive qualitative approach using the moral development theory of L.Kohlberg. The results from this study show that Punk teenagers at the jatinangor district of sumedang have a conscious awareness of morals at the third phase of the L. kohlberg theory.
PERGESERAN PEKERJAAN MIGRAN DI WILAYAH PEMBANGUNAN BANDARA INTERNASIONAL JAWA BARAT (BIJB)
Meilanny Budiarti Santoso;
Nunung Nurwati;
Nurliana Cipta Apsari
Share : Social Work Journal Vol 9, No 2 (2019): Share: Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (203.047 KB)
|
DOI: 10.24198/share.v9i2.25553
Pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) telah menjadi faktor pendorong terjadinya perubahan sosial dan perubahan ekonomi pada masyarakat sekitar, sehingga perhatian semua pihak tidak cukup hanya diberikan pada kondisi fisik kewilayahannya saja, dinamika demografi pada masyarakat sekitar pembangunan BIJB pun harus diperhatikan. Salah satu bentuknya adalah terjadinya pergeseran mata pencaharian warga masyarakat sekitar, namun faktanya sangat sulit bagi masyarakat untuk berpindah pola dari kultur masyarakat agraris ke bidang pekerjaan lainnya. Penelitian deskriptif ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan in-depth interview dan studi litelatur sebagai teknik pengumpulan data yang dilakukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat di wilayah pembangunan BIJB telah berupaya untuk melakukan berbagai bentuk usaha dalam menyikapi pergeseran mata pencaharian yang terjadi, salah satu pilihan pekerjaan baru yang banyak diminati dan dipandang sesuai dengan keadaan kapasitas masyarakat dengan tingkat pendidikan rendah dan tidak memiliki keahlian khusus dalam bekerja adalah menjadi pekerja migran ke luar negeri pada sektor informal. Berbagai upaya yang dapat dilakukan oleh pemerintah, pengelola BIJB beserta berbagai pihak terkait lainnya dalam menyikapi dinamika pada masyarakat sekitar pembangunan BIJB tersebut adalah dengan: menciptakan peluang usaha, melakukan opportunity job dengan adanya bantuan modal dan pelatihan, serta melakukan upaya penyediaan lahan pertanian baru oleh pemerintah (tukar guling lahan), sehingga petani dapat membeli lahan tersebut dengan harga yang sesuai dengan kemampuan petani.
ANALISIS SELEKSI DAN PENEMPATAN PEKERJA SOSIAL DI PUSAT KESEJAHTERAAN SOSIAL (PUSKESOS) KOTA BANDUNG
Rizeki Hardiansyah;
Soni Akhmad Nulhaqim
Share : Social Work Journal Vol 9, No 2 (2019): Share: Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (193.711 KB)
|
DOI: 10.24198/share.v9i2.25584
Pegawai merupakan asset sebuah organisasi dan berfungsi sebagai penggerak utama dari seluruh aktivitas sebuah organisasi. Tersedianya pegawai yang handal dan profesional di bidangnya merupakan kunci keberhasilan sebuah organisasi. Pihak organisasi harus menempatkan orang yang berkompeten pada posisi yang tepat. Dengan penempatan pegawai yang tetap yang didasari oleh proses seleksi yang efektif akan mengurangi permasalahan-permasalahan organisasi yang muncul kedepannya. Jenis penelitian yang digunakan untuk menganalisis pelaksanaan proses seleksi, dan penempatan pegawai pada Pusat Kesejahteraan Sosial (PUSKESOS) Kota Bandung adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif, dalam penelitian ini menganalisa tentang bagaimana proses seleksi, dan penempatan pekerja sosial di Pusat Kesejahteraan Sosial (PUSKESOS) Kota Bandung untuk mendapatkan calon pegawai. Hasil penelitian menemukan bahwa proses seleksi dilimpahkan secara penuh kepada pihak ketiga dalam merekrut pegawai di PUSKESOS, sehingga peran organisasi ini pun yang notabene lebih tau akan kebutuhan organisasinya bersifat minoritas. Penggunaan alat skrining kurang efektif karena menggunakan metode sistem gugur, sehingga tidak semua kandidat mempunyai kesempatan yang sama dalam rangkaian proses seleksi ini.
MITIGASI BENCANA BERBASIS SENSITIVE GENDER
Dodi Nuriana;
Binahayati Rusyidi;
Muhammad Fedryansyah
Share : Social Work Journal Vol 9, No 2 (2019): Share: Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (204.709 KB)
|
DOI: 10.24198/share.v9i2.25562
Dampak yang ditimbulkan oleh bencana berbeda berdaskarkan kepada perbedaan kebutuhan dan kondisi gender. Upaya untuk mengurangi dampak dari bencana tersebut dilakukan melalui serangkain kegiatan yang terstruktur dan terintegrasi melalui mitigasi. Artikel ini bertujuan untuk menkonseptualisasikan mitigasi bencana yang memperhatikan kebutuhan gender melalui pendekatan sensitive gender. Metode penelitian ini yaitu studi literatur dengan menggunakan kajian-kajian empiris dan teoritis terkait dengan mitigasi bencana dan sensitive gender. Hasil penelitian membagi mitigasi bencana yang sensitive gender menjadi dua yaitu berdasarkan kepada kebutuhan strategis dan kebutuhan praktis. Kebutuhan strategis meliputi peningkatan kekuatan perempuan dalam pengambilan keputusan, peningkatan keberhakan terhadap posisi kepemimpinan, akses yang setara ke pekerjaan hak-hak hukum yang setara, serta perlindungan dari kekerasan, hak-hak reproduksi, peningkatan mobilitas. Sedangkan kebutuhan praktis yaitu Gathering gender-sensitive data, Legal infrastructure, Physical infrastructure, Human development, Insurance, Knowledge dissemination, Early Warning, Shelter, Aid Distribution dan Aid Composition
Community Practice Melalui Program Inovasi Pembangunan dan Pemberdayaan Kewilayahaan (PIPPK) di Kota Bandung
Didin Dikayuana;
Sri Sulastri;
Muhammad Fedryansyah
Share : Social Work Journal Vol 9, No 2 (2019): Share: Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (207.435 KB)
|
DOI: 10.24198/share.v9i2.24776
Community practice merupakan pendekatan partisipatif yang melibatkan komunitas untuk terlibat dalam pembangunan di wilayah. Artikel ini bertujuan untuk menggambarkan proses kolaboratif pembangunan di wilayah melalui Program yang digagas oleh Pemerintah Kota Bandung. Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif dengan pembahasan secara deskriptif. Informan terdiri dari 20 yang meliputi aparat pemerintahan kecamatan, pemerintahan kelurahan, ketua RW, karang taruna, kelompok Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM). Hasil penelitian menunjukan bahwa Program Inovasi Pembangunan dan Pemberdayaan Kewilayahaan (PIPPK) mendorong keterlibatan masyarakat dalam penyelesaian masalah dan pembangunan di wilayahnya. Dampak lainnya adalah peningkatan pengetahuan dan keterampilan, memicu gotong royong antara anggota komunitas, pelestarian lingkungan dan nilai budaya, serta secara politik masyarakat terlibat dalam pembangunan di wilayah urban.
THE ELDERLY’S QUALITY of LIFE IN THE PANTI WERDHA AND THE COMMUNITY OF BANDUNG CITY: WHOQOL-BREF and WHOQOL-OLD Indonesian Version
Nadya Ayudiawati Nurbasari;
Sharon Gondodiputro;
Lazuardhi Dwipa
Share : Social Work Journal Vol 9, No 2 (2019): Share: Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1051.703 KB)
|
DOI: 10.24198/share.v9i2.25611
The inability of families to care for their elderly causes them to place the elderly in the Panti Werdhas. The elderly who move to a Panti Werdha usually have difficulties to adapt the new surroundings that can affect their quality of life. The World Health Organization (WHO) developed instruments to measure quality of life, a multidimensional and cross-cultural approach, namely WHO Quality of Life-BREF (WHOQOL-BREF) and WHO Quality of Life-OLD (WHOQOL-OLD). Both instruments have been translated into Indonesian language. The aim of the study was to analyze the differences in quality of life between the elderly who live in the Panti Werdhas and in the community. A cross-sectional analytic quantitative study was carried out from October to November 2019 at 5 Panti Werdhas and 6 public health centers (Puskesmas) in Bandung City, West Java, Indonesia. The total number of respondents in the Panti Werdha and at the Puskesmas as many as 42 respondents. The selection of respondents in the Panti Werdhas used purposive sampling, whereas in the puskesmas used consecutive sampling. The Chi-square or Fisher's Exact test was used to analyze the respondent's characteristics and the Mann-Whitney test was used to analyze differences in the quality of life. This study discovered that respondents living in the Panti Werdhas were older, not married/divorced and less educated compared to respondents in the community. The quality of life of the elderly in Panti Werdhas was lower compared to the elderly in the community for all dimensions (p=≤0.05) except the dimensions of death and dying (p=0.741). It can be concluded that there are differences in the quality of life between the elderly who live in Panti Werdhas and in the community except at the dimensions of death and dying.