cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Share : Social Work Journal
ISSN : 23390042     EISSN : 25281577     DOI : -
Core Subject : Social,
Share Social Work Journal adalah jurnal yang memuat hasil-hasil penelitian lapangan dan atau pustaka mengenai isu-isu kesejahteraan sosial, di tingkat nasional, regional dan internasional. Share Social Work Journal adalah tempat publikasi yang tepat sebagai sumber referensi dan juga sebagai sumber diskusi topik-topik yang berkaitan dengan kesejahteraan sosial karena telah ber ISSN printed dan elektronik. ISSN p: 2339-0042 ISSN e: 2528-1577
Arjuna Subject : -
Articles 356 Documents
IMPLEMENTASI PROGRAM BANTUAN PANGAN NON TUNAI (STUDI KASUS DI KOTA CIMAHI) Ishak Fadlurrohim; Soni Akhmad Nulhaqim; Sri Sulastri
Share : Social Work Journal Vol 9, No 2 (2019): Share: Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (143.079 KB) | DOI: 10.24198/share.v9i2.20326

Abstract

Bantuan Pangan Non Tunai adalah bantuan sosial pangan yang disalurkan dalam bentuk non tunai dari pemerintah kepada KPM (keluarga penerima manfaat) setiap bulannya melalui mekanisme uang elektronik yang digunakan hanya untuk membeli bahan pangan di pedagang bahan pangan atau disebut E-warong yang bekerjasama dengan Bank Penyalur. Kekuatan bantuan sosial pangan non tunai ini adalah penerima manfaat secara efisien dan efektif mampu mengoptimalkan bantuan yang diberikan berdasarkan tingkat kebutuhannya sehingga secara tidak langsung dapat menggairahkan kehidupan ekonomi yang bersangkutan, terjadinya proses internalisasi keuangan inklusif kepada fakir miskin melalui revitalisasi peran lembaga perbangkan, terhindarnya sejumlah kasus inefisien dan inektivitas sebagaimana penyaluran bantuan sosial pangan sebelumnya dan memerlukan manajemen yang baru. Pelaksanaan program BPNT (mencakup : registrasi, penggantian data, kontak informasi dan pengaduan) yang terdiri dari Kordinator Tenaga Kesejahteraan Sosial (TKS) Kabupaten/ Kota, Kordinator Program Keluarga Harapan (PKH) Kabupaten/ Kota, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), Pendamping PKH dan Asisten pendamping PKH untuk daerah sulit. Hal ini sejalan dengan yang disampaikan Weinbach (1994) dalam Kettner (2002), mengatakan bahwa, manajemen dapat dianggap sebagai fungsi spesifik yang dilakukan oleh orang-orang dalam lingkungan kerja yang dimaksudkan untuk meningkatkan produktivitas dan pencapaian tujuan organisasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif yang bertujuan menggambarkan tentang implementasi program Bantuan Pangan Non Tunai (studi kasus di Kota Cimahi). Informan ditentukan berdasarkan purposive sampling (Informan ditentukan berdasarkan pertimbangan tertentu peneliti), teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara mendalam (indeph interview, observasi partisipatif dan studi dokumentasi. Artikel ini menunjukkan Penyaluran bantuan sosial non tunai dengan menggunakan sistem perbankan dapat mendukung perilaku produktif penerima bantuan serta meningkatkan transparansi dan akuntabilitas program bagi kemudahan mengontrol, memantau dan mengurangi penyimpangan. Inilah yang menjadi sistem manajemen baru.
Model Pengembangan Ekowisata Mangrove di Pesisir Timur Lampung (Studi di Desa Margasari, Kecamatan Labuhan Maringgai, Lampung Timur) Annissa Valentina; M. Hadziq Qulubi
Share : Social Work Journal Vol 9, No 2 (2019): Share: Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (140.238 KB) | DOI: 10.24198/share.v9i2.24881

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengetahui potensi yang dapat dikembangkan untuk kegiatan ekowisata dari mulai potensi alam, potensi budaya, potensi SDM hingga ketersediaan energi di Desa Margasari, Kecamatan Labuhan Maringgai, Lampung Timur. Kembalinya hutan mangrove di Desa Margasari yang berada di wilayah pesisir sebelah Timur Lampung mendorong usaha pembelajaran tentang fungsi-fungsinya, baik secara ekologis, ekonomis maupun social yang ditandai dengan pulihnya keanekaragaman hayati ekosistem mangrove. Hal ini berdampak baik karena memunculkan peningkatankeragaman tanaman mangrove, jenis ikan, invertebrata bahkan jenis burung yang menjadikannya memiliki daya tariknya sebagai tujuan ekowisata. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan alternatif strategi bagi pengembangan ekowisata di wilayah Desa Margasari.Metodologi yang digunakan yakni metode deskriptif, namun bersifat aplikatif, sehingga secara aktual dapat digunakan oleh para perencana dan pengambil keputusan pembangunan di wilayah ini.. Melalui observasi, survey dengan menyebarkan kuesioner, seta wawancara pada stakeholder pengelola hingga penduduk setempat hingga pengunjung, didapatkan data mengenai pengembangan ekowisata mangrove yang telah dilakukan oleh pengelola (pemerintah desa dan pokdarwis) dan perkembangannya sejak awal dibangunnya lokasi wisata setahun yang lalu. Model yang paling tepat digunakan untuk pengembangan ekowisata mangrove Desa Margasari adalah community based on tourism yang mengangkat potensi ekowisata melalui masyarakat setempat.
Strategi Pemberdayaan Masyarakat dalam Pelaksanaan Program Desa Mandiri Energi Ichda Umul Aisah; Herdis Herdiansyah
Share : Social Work Journal Vol 9, No 2 (2019): Share: Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.664 KB) | DOI: 10.24198/share.v9i2.21015

Abstract

Energi merupakan komponen terpenting dalam rangka pembangunan suatu bangsa. Tidak dapat dipungkiri bahwa energi adalah penggerak aktivitas ekonomi dan sosial. Energi yang umumnya dipakai oleh negara di dunia adalah bahan bakar fosil baik dalam bentuk minyak maupun gas dan batu bara. Dewasa ini ketersediaan bahan bakar fosil terus menyusut, sementara kebutuhannya terus meningkat seiring dengan meningkatnya aktivitas sosial dan ekonomi. Tantangan terbesar kedepan adalah inovasi energi yang dapat menggantikan peran bahan bakar fosil. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemberdayaan dan menyusun strategi pelaksanaan program Desa Mandiri Energi di desa Haurngombong. Metode penelitian yang dilakukan adalah metode kualitatif dengan melakukan studi kasus melalui observasi dan wawancara mendalam pada masyarakat. Selain itu, dalam penelitian ini juga dilakukan analisis SWOT untuk menemukan strategi pelaksanaan program Desa Mandiri Energi di desa Haurngombong. Hasil penelitian menunjukkan bahwa energi alternatif yang diproduksi oleh masyarakat desa Haurngombong adalah biogas dari kotoran ternak sapi yang dikembangkan dengan melalui pemberdayaan masyarakat khususnya peternak sapi. Jenis konstruksi biogas yang dikembangkan adalah plastik, fiber, dan beton. Pembuatan biogas ini dipelopori oleh seorang peternak, pemanfaatan biogas hingga saat ini digunakan untuk biogas dan listrik. Untuk memastikan keberlanjutan produksi biogas ini diperlukan adanya ketersediaan bahan baku (kotoran sapi), peningkatkan mutu biogas, serta upaya pengembangan teknologi instalasi biogas, upaya penguatan anggota peternak dengan kelompok, upaya peningkatkan kerjasama dengan pihak luar program, upaya peningkatkan manajemen usaha ternak, upaya pemasyarakatkan biogas sebagai energi alternatif dan menjalin kerjasama jasa kredit perbankan guna pengembangan program. Namun demikian perlu adanya antisipasi kelemahan program yang telah berlangsung dengan optimalisasi jangkauan instalasi biogas, dan pemberian modal instalasi genset biogas.
RASIONALITAS KULI CANGKUL DI KOTA BANDUNG Rudi Saprudin Darwis; Nita Sri Apriliani; Muhammad Fedryansyah
Share : Social Work Journal Vol 9, No 2 (2019): Share: Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.203 KB) | DOI: 10.24198/share.v9i2.25253

Abstract

Sulitnya mendapatkan penghasilan di desa membuat banyak buruh tani yang memilih untuk migrasi ke kota meskipun pilihan untuk bekerja di kota juga tidak lebih baik dari pekerjaan di desa. Kondisi tersebut juga dialami oleh buruh tani asal Desa Jatiserang Kecamatan Panyingkiran Kabupaten Majalengka yang umumnya meninggalkan desanya ke Kota Bandung untuk bekerja sebagai kuli cangkul. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan rasionalitas kuli cangkul asal Desa Jatiserang yang memilih untuk bekerja sebagai kuli cangkul di Kota Bandung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif yang melibatkan 12 orang informan. Fokus dari peneltian ini adalah aspek-aspek dari pilihan rasional yang terdiri dari aktor, sumber daya dan kelangkaan sumber daya, nilai atau pilihan, dan lembaga sosial. Dari semua aspek pilihan rasional tersebut, rasionalitas pada buruh tani dipengaruhi oleh sumber daya dan kelangkaan sumber daya serta nilai atau pilihan (preferensi) pribadi.
STRENGTHS-PERSPECTIVE DALAM PENGEMBANGAN KEBIJAKAN SOSIAL Marcelino Vincentius Poluakan; Nandang Mulyana; Hadiyanto A Rachim
Share : Social Work Journal Vol 10, No 1 (2020): Share: Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/share.v10i1.26529

Abstract

Strengths-Perspective sebagai pendekatan dalam pekerjaan sosial telah mulai digunakan dalam pengembangan kebijakan sosial. Penggunaan pendekatan ini sejalan dengan cita-cita yang ingin dicapai dalam intervensi pekerjaan sosial yaitu untuk mewujudkan self-determination serta keadilan sosial. Oleh karena itu, setiap kebijakan yang disusun seharusnya memuat nilai-nilai di atas. Tulisan ini akan membahas pentingnya Strengths-Perspective dalam pengembangan kebijakan sosial, apa manfaatnya serta bagaimana kerangkanya. Tulisan ini akan menggunakan studi literatur berupa buku, artikel, dan sumber lain yang relevan dengan topik yang dibahas. Hasil kajian menunjukkan Strengths-Perspective sangat diperlukan dalam pengembangan sebuah kebijakan sosial. Strengths-Perspective dapat menjadi pendekatan yang memperkaya sebuah kebijakan sosial sehingga dapat menjawab masalah sosial dengan lebih efektif. Dengan demikian, kebijakan yang dihasilkan juga akan memberikan nilai tambah bagi setiap sasarannya seperti kemandirian, ketahanan, keberdayaan, keterlibatan, dan sebagainya. Walaupun terdapat tantangan sebagai sebuah pendekatan yang baru, Strengths-Perspective dapat terus diperjuangkan oleh pekerja sosial dalam praktik makronya.
Kebutuhan Keterampilan Kerja Staf Bidang Layanan Rehabilitasi Sosial, Pemulangan, dan Reintegrasi Sosial P2TP2A Andita Ratih; Soni Ahmad Nulhaqim
Share : Social Work Journal Vol 10, No 1 (2020): Share: Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/share.v10i1.26426

Abstract

Pada struktur organisasi PPT terdapat Bidang Layanan Rehabilitasi Sosial, Pemulangan, dan Reintegrasi Sosial yang memiliki tugas untuk: 1) Melakukan pendampingan selama proses penanganan kasus; 2) Melakukan konseling; 3) Melakukan koordinasi dengan instansi terkait untuk pemulangan korban; 4) Membuat laporan perkembangan proses pendampingan pemulangan dan rehabilitasi sosial; dan 5) Melakukan pemantauan sekurang-kurangnya tiga bulan setelah korban dipulangkan ke keluarganya. Penelitian ini membahas tentang kebutuhan keterampilan kerja staf bidang Layanan Rehabilitasi Sosial, Pemulangan, dan Reintegrasi Sosial P2TP2A yang dapat membantu P2TP2A memiliki sumber daya manusia kompeten dalam menjalankan tugas. Maka itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ciri-ciri keterampilan kerja yang perlu dimiliki staf bidang Layanan Rehabilitasi Sosial, Pemulangan, dan Reintegrasi Sosial P2TP2A sebagai bagian dari rencana pelatihan. Keterampilan kerja yang dimaksud terdiri dari beberapa keterampilan, yaitu: 1) Manajemen diri, 2) Komunikasi, 3) Kesadaran pada karir, 4) Kerjasama, 5) Penyelesaian masalah, 6) Keterampilan mengelola teknologi dan informasi, 7) Keterampilan matematik, 8) Keberanian berusaha, 9) Kepemimpinan, dan 10) Kecerdasan emosional. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif jenis kajian literatur. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi literatur dan kemudian dianalisa menggunakan metode deskriptif dengan jenis analisis pekerjaan. Rumusan ciri-ciri keterampilan kerja yang perlu dimiliki staf bidang Layanan Rehabilitasi Sosial, Pemulangan, dan Reintegrasi Sosial dalam rencana pelatihan diharapkan mampu memberikan gambaran pencapaian sebagai upaya peningkatan profesionalitas kerja.
INTERVENSI PEKERJAAN SOSIAL DALAM MENANGANI ANAK KORBAN KEKERASAN SEKSUAL Tintin Tintin; Hetty Krisnani; R Nunung Nurwati
Share : Social Work Journal Vol 10, No 1 (2020): Share: Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/share.v10i1.22776

Abstract

Dewasa ini kasus kekerasan seksual yang menimpa anak-anak, khususnya anak perempuan semakin marak terjadi. Pelakunya pun bukan hanya dari lingkungan luar korban, tetapi orang terdekat bahkan sedarah dengan korban. Dalam praktik pekerjaan sosial, seorang pekerja sosial harus berupaya mewujudkan ketercapaian akan kesejahteraan bagi anak selaku korban. Dalam melakukan penanganan terhadap anak korban kekerasan seksual, pekerja sosial dapat memberikan berbagai layanan kepada korban, seperti konseling, psikoterapi, serta support system. Di samping itu terdapat beberapa peran pekerja sosial yang bisa dilakukan dalam menghadapi kasus ini antara lain pekerja sosial berperan sebagai pendamping bagi korban dan pelaku, pekerja sosial berperan sebagai konselor bagi korban dan keluarga, pekerja sosial berperan sebagai mediator bagi keluarga terdekat, sekolah, maupun lembaga perlindungan serta pengadilan, pekerja sosial berperan sebagai broker untuk menghubungkan korban dengan sistem sumber yang dibutuhan, pekerja sosial harus mampu mengembangkan dan memelihara jaringan dengan berbagai pihak/profesional lain seperti psikolog, psikiater, dokter, jaksa, polisi, dan lain sebagainya bagi korban, pekerja sosial berperan sebagai support system bagi korban, pekerja sosial berperan sebagai pendidik bagi korban dan keluarga, serta pekerja sosial berperan sebagai advokator dalam memberikan layanan advokasi bagi anak. Metode dalam penulisan artikel ini menggunakan studi literatur. Studi literatur yaitu data sekunder yang dilakukan dengan diawali mencari kajian kepustakaan dari berbagai literatur seperti buku, jurnal ilmiah, artikel, ataupun hasil penelitian sejenis yang telah dipublikasikan mengenai anak korban kekerasan seksual dalam keluarga.Kata Kunci : Anak , Keluarga, Kekerasan Seksual, Pekerja Sosial, Intervensi
POTRET MANTAN PENDERITA SKIZOFRENIA DITINJAU DARI STRENGTH PERSPECTIVE Lukman Effendi; Rudi Saprudin Darwis; Nurliana Cipta Apsari
Share : Social Work Journal Vol 10, No 1 (2020): Share: Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/share.v10i1.26896

Abstract

Fenomena relapse mantan penderita skizofrenia menjadi salah satu isu global, demikian pula di Indonesia. Kondisi seperti ini menjadi permasalahan bagi keluarga, masyarakat maupun pemerintah apabila tidak ditanganis secara serius. Profesi pekerja sosial menjadi salah satu yang telibat dalam penanganan mantan penderita skizofrenia, dalam perkembangannya memiliki satu perspektif dalam mengintervensi klien dari segi kekuatan, perspektif ini dikenal sebagai perspektif kekuatan. Graybeal mencoba mengkonseptualisasi 5 (lima) aspek perspektif kekuatan. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan kekuatan atau potensi yang dimiliki mantan penderita skizofrenia dipandang dari perspektif kekuatan berdasarkan 5 (lima) aspek dari Graybeal. Metode yang digunakan dalam artikel ini adalah studi literatur. Hasil dari artikel ini adalah mantan penderita skizofrenia memiliki potensi yang dapat dijabarkan dari aspek sumber-sumber, aspek pilihan-pilihan, aspek kemungkinan-kemungkinan, aspek pengecualian-pengecualian dan aspek solusi. Dengan adanya perspektif kekuatan diharapkan dapat mengubah cara pandang terhadap mantan penderita skizofrenia dan menjadi penuntun bagi praktisi pekerja sosial dalam memberikan intervensi kepada mantan penderita skizofrenia sehingga tercapai kemandirian yang keberlanjutan.
Transendensi Diri Pekerja Sosial (Studi kasus tentang transendensi diri pekerja sosial di Unit Pelaksana Tugas Pusat Kesejahteraan Sosial Dinas Sosial Kota Bandung) Andita Ratih; Ahmad Saalik Hudan Alfariz; Lina Putri Pasaribu; Hery Wibowo
Share : Social Work Journal Vol 10, No 1 (2020): Share: Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/share.v10i1.26428

Abstract

Demi terlaksananya tujuan praktik pekerja sosial berdasarkan Undang-undang Nomor 14 Tahun 2019, perlu adanya upaya meningkatkan usaha tenaga pekerja sosial untuk menjadi manusia yang berdaya sehingga mampu memberdayakan manusia lain. Dalam konteks ini kita akan melihat pekerja sosial mampu memanajemen diri, mampu meningkatkan keberfungsian, kepedulian, ketahanan, dan terampil dalam menghadapi masalah sosial. Upaya yang dapat dilakukan untuk mendorong peningkatan usaha calon tenaga pekerja sosial menjadi manusia yang berdaya adalah dengan meningkatkan target kebutuhan. Pekerja sosial tidak hanya fokus memenuhi kebutuhan aktualisasi diri (self-actualization) dengan memiliki pengetahuan dan penghargaan, tetapi meningkat ke tahap transendensi diri (self-transcendence). Penelitian ini bertujuan untuk mengenai tingkat transendensi diri pekerja sosial di Unit Pelaksana Tugas Pusat Kesejahteraan Sosial (UPT PUSKESOS) Dinas Sosial Kota Bandung dengan menggunakan metode survey deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan pengambilan data menggunakan Self-Transendence Scale. Teknik sampling yang digunakan adalah teknik sampling jenuh, di mana terdapat 23 orang pekerja sosial yang diteliti. Penelitian menemukan bahwa hampir seluruh pekerja sosial berada pada tingkat kebutuhan transendensi diri yang terdiri dari aspek interpersonal dan intrapersonal. Hal tersebut menunjukan bahwa pengembangan SDM yang ada perlu dipertahankan bahkan ditingkatkan.
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM ADAPTASI BENCANA DI KABUPATEN PADANG PARIAMAN Syarfina Mahya Nadila; Annisa Meutia Ratri
Share : Social Work Journal Vol 10, No 1 (2020): Share: Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/share.v10i1.23707

Abstract

 ABSTRAKKabupaten Padang Pariaman merupakan wilayah yang rentan terhadap bencana, baik alam maupun ekologis.  Masyarakat di Kabupaten Padang Pariaman tidak hanya menghadapi kerentanan dari sisi ekologis tetapi juga sosial ekonomi. Kompleksitas sosial, ekonomi dan budaya masyarakat menunjukan pentingnya strategi komprehensif dalam meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap bencana. Tulisan ini bermaksud untuk mengelaborasi partisipasi masyarakat dalam strategi adaptasi bencana dalam rangka mewujudkan wilayah yang tangguh dari bencana di wilayah Padang Pariaman. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang berbasis data primer yang bersumber dari wawancara mendalam dan observasi yang juga dilengkapi dengan data dan literatur sekunder.  Penelitian ini mendapati  upaya adaptasi  bencana berbasiskan pada partisipasi masyarakat. Peta kerentanan, living food bank, kelompok siaga bencana, serta early warning system merupakan salah satu ruang partisipasi masyarakat dalam kolaborasi kolektif dengan pemerintah atau organisasi masyarakat sipil. Penelitian ini menunjukan bahwa adaptasi sosial merupakan aspek penting untuk mendukung kebelangsungan livelihood masyarakat dan adaptasi bencana yang inklusif. Kata Kunci: Partisipasi masyarakat; Adaptasi; Bencana; Padang Pariaman ABSTRACT Padang Pariaman Regency is highly vulnerable to disasters.  People in the regency face significant socio-economic  and  ecological challenges. It is  importance to have comprehensive strategies that consist the complexity in social, culture, and economics of society. This research aims to elaborate social participation as disaster adaptation strategy to foster  resiliency in the Padang Pariaman area. This research used qualitative as a method. Data collected both from primary (in-depth  interview and observation) and secondary data ( desk and literature study). This research found that vulnerability maps, living food bank, disaster preparedness groups, and early warning systems are the spaces for community participation to be as strategy to adapt the disaster collectively among stakeholders in government, people and civil society. Further, This research shows that social adaptation is an important aspect to support community livelihood sustainability and inclusive disaster adaptation.  Keywords: Social Participation; Adaptation; Disaster; Padang Pariaman 

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 15, No 2 (2025): Share : Social Work Journal Vol 15, No 1 (2025): Share : Social Work Journal Vol 14, No 2 (2024): Share : Social Work Journal Vol 14, No 1 (2024): Share : Social Work Journal Vol 13, No 2 (2023): Share : Social Work Journal Vol 13, No 1 (2023): Share : Social Work Journal Vol 12, No 2 (2022): Share : Social Work Journal Vol 12, No 1 (2022): Share : Social Work Journal Vol 11, No 2 (2021): Share : Social Work Journal Vol 11, No 1 (2021): Share : Social Work Journal Vol 10, No 2 (2020): Share: Social Work Journal Vol 10, No 1 (2020): Share: Social Work Journal Vol 9, No 2 (2019): Share: Social Work Journal Vol 9, No 1 (2019): Share: Social Work Journal Vol 8, No 2 (2018): Share: Social Work Journal Vol 8, No 1 (2018): Share: Social Work Journal Vol 8, No 1 (2018): Share: Social Work Journal Vol 7, No 2 (2017): Share Social Work Journal Vol 7, No 2 (2017): Share Social Work Journal Vol 7, No 1 (2017): Share Social Work Journal Vol 7, No 1 (2017): Share Social Work Journal Vol 6, No 2 (2016): Share Social Work Journal Vol 6, No 2 (2016): Share Social Work Journal Vol 6, No 1 (2016): Share Social Work Journal Vol 6, No 1 (2016): Share Social Work Journal Vol 5, No 2 (2015): Share Social Work Journal Vol 5, No 2 (2015): Share Social Work Journal Vol 5, No 1 (2015): Share Social Work Journal Vol 5, No 1 (2015): Share Social Work Journal Vol 4, No 2 (2014): Share Social Work Journal Vol 4, No 2 (2014): Share Social Work Journal Vol 4, No 1 (2014): Share Social Work Journal Vol 4, No 1 (2014): Share Social Work Journal Vol 3, No 2 (2013): Share Social Work Journal Vol 3, No 2 (2013): Share Social Work Journal More Issue