cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Share : Social Work Journal
ISSN : 23390042     EISSN : 25281577     DOI : -
Core Subject : Social,
Share Social Work Journal adalah jurnal yang memuat hasil-hasil penelitian lapangan dan atau pustaka mengenai isu-isu kesejahteraan sosial, di tingkat nasional, regional dan internasional. Share Social Work Journal adalah tempat publikasi yang tepat sebagai sumber referensi dan juga sebagai sumber diskusi topik-topik yang berkaitan dengan kesejahteraan sosial karena telah ber ISSN printed dan elektronik. ISSN p: 2339-0042 ISSN e: 2528-1577
Arjuna Subject : -
Articles 356 Documents
RESIDIVIS ANAK SEBAGAI AKIBAT DARI RENDAHNYA KESIAPAN ANAK DIDIK LEMBAGA PEMASYARAKATAN DALAM MENGHADAPI PROSES INTEGRASI KE DALAM MASYARAKAT Dyana C Jatnika; Nandang Mulyana; Santoso Tri Raharjo
Share : Social Work Journal Vol 5, No 1 (2015): Share Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (122.155 KB) | DOI: 10.24198/share.v5i1.13086

Abstract

Anak didik lembaga pemasyarakatan merupakan anak berhadapan dengan hukum yang harus menjalani masa tahanan dalam sebuah proses pembinaan di Lembaga Pemasyarakatan Anak. Problematika yang dihadapi saat ini adalah banyaknya kasus kenakalan anak dengan pelaku adalah mantan narapidana anak yang bersifat residivis. Residivis anak adalah mantan narapidana anak yang melakukan kembali tindak kejahatan serupa dalam masyarakat atau disebut sebagai penjahat kambuhan. Penyebab dari adanya residivis anak adalah rendahnya kesiapan anak didik lembaga pemasyarakatan dalam menghadapi proses integrasi ke dalam masyarakat oleh karena pembinaan di Lembaga Pemasyarakatan Anak yang kurang efektif dan tidak terintegrasi dengan kehidupan bermasyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesiapan anak didik lembaga pemasyarakatan, baik secara fisik, mental, maupun sosial dalam menghadapi proses integrasi ke dalam masyarakat. Subyek penelitian adalah anak didik lembaga pemasyarakatan yang sedang menjalani 1/3 sisa masa tahanan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian atas dasar studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akibat dari rendahnya kesiapan anak didik lembaga pemasyarakatan dalam menghadapi proses integrasi ke dalam masyarakat adalah kasus residivis anak. Kesiapan anak dapat ditinjau berdasarkan jenis pembinaan fisik, mental, dan sosial yang dilaksanakan di Lembaga Pemasyarakatan Anak. Rendahnya kesiapan anak didik lembaga pemasyarakatan disebabkan oleh pembinaan di Lembaga Pemasyarakatan Anak yang kurang efektif. Adapun kebutuhan anak didik lembaga pemasyarakatan menjelang masa kebebasan dalam kehidupan bermasyarakat diantaranya adalah kebutuhan sosialisasi yang memungkinkan dirinya untuk mendapatkan kembali pemenuhan hak dan kebutuhan sebagai seorang warga negara.
PERANAN PERPUSTAKAAN KOMUNITAS DALAM MINAT BACA ANAK (STUDI KASUS DI RUMAH BACA ZHAFFA MANGGARAI) Hafizal Indra; Nunung Nurwati
Share : Social Work Journal Vol 7, No 2 (2017): Share Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.115 KB) | DOI: 10.24198/share.v7i2.15686

Abstract

ABSTRAKPeranan yang dilaksanakan Rumah Baca Zhaffa diadaptasi dari peranan perpustakaan komunitas yang tidak lain juga sebagai peran dari perpustakaan. Sebagai tempat penyedia fasilitas pendidikan, menjadikan rumah baca juga dapat menjadi peralihan masyarakat dalam mengakses sumber bahan bacaan dan segala informasi. Adanya rumah baca disekitar masyarakat dapat diharapkan ada pemberian minat kepada masyarakat dan khususnya anak-anak dalam membaca. Peranan perpustakaan dalam rumah baca seperti sebagai tempat pendidikan, penyedia informasi, pengembangan kegiatan positif, dan agen kbudayaan menjadi aspek yang diteliti dalam penelitian ini.Metode penelitian dengan pendekatan kualitatif dengan teknik penelitian studi kasus, untuk mendapatkan data/Informasi digunakan dengan wawancara mendalam, observasi non-partisipatif, dan studi kepustakaan. Informan yaitu pemilik rumah baca, tokoh masyarakat, dan pengguna rumah baca.Hasil penelitian ini menunjukkan, perlu dilakukannya upaya untuk meningkatkan publikasi dan kerja sama. Hal ini perlu dilakukan untuk memberikan peningkatan pada rumah baca dalam melaksanakan peranannya. Melihat kurangnya sumber daya dalam hal materil dan manusia, maka rumah baca perlu mendatangkan relawan secara berkala dan mencari donatur atau sponsor tetap dalam hal pendanaan untuk kepentingan peningkatan fasilitas rumah baca. ABSTRACTThis thesis is a research on the role of a library called Rumah Baca Zhaffa, Manggarai, South Jakarta.The role that Rumah Baca Zhaffa takes part is adapted from the role of community library serves as well as a functioning as a facilitator in education, such literacy shelter functions as well as an alternative in accessing literary and information in general.With the existence of this literacy shelter among the people hopefully it gains interest to read especially for children.The traits of library in literacy shelters that serve the kind of education source, information provider, development of positive acts and cultural agent are the main objectives of this reaearch.Researcher works with the method of qualitative in combination with case studies. Whereas the instrument used in collecting data is interview as guidance. The technique used is in-depth interview, non-participative observation, and literary study. Informant selected for this research are namely, the owner of literacy shelter, public figure, and two of their returning visitors.This research shows that it is essential to increase publication and partnership.This is necessary for the reading shelter to continue to serve its roles.Owing to the lack of resources both material and human, therefore this literacy shelter needs regular volunteers and seek for patrons to fund its facilitation upgrade.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI SIKAP MAHASISWA PROGRAM STUDI KESEJAHTERAAN SOSIAL TERHADAP TINDAK KEKERASAN FISIK SUAMI TERHADAP ISTRI: STUDI DI 6 PROVINSI Binahayati Rusyidi; Nunung Nurwati; Sahadi Humaedi
Share : Social Work Journal Vol 6, No 1 (2016): Share Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (675.473 KB) | DOI: 10.24198/share.v6i1.13154

Abstract

Penelitian kuantitatif berjudul faktor-faktor yang mempengaruhi sikap mahasiswa Ilmu Kesejahteraan Sosial mengenai kekerasan fisik terhadap istri ini bertujuan menganalisa faktor-faktor yang yang berasosiasi dengan sikap terhadap justifikasi kontekstual kekerasan fisik terhadap istri. Penelitian ini didasarkan pada kerangka teoritis dari perspektif sosio-demografis, structural dan feminis.Responden merupakan mahasiswa dari 7 perguruan tinggi yang menyelenggarakan program Ilmu Kesejahteraan Sosial di provinsi Bengkulu, Jawa Barat, Yogyakarta, Jawa Timur, Sulawesi Selatan dan Papua. Universitas dipilih secara purposive untuk menjamin keterwakilan wilayah Indonesia. Responden dipilih melalui convinience sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner terstruktur. Data analysis dilakukan dengan teknik hierarchical regression.Sebanyak 582 mahasiswa tahun rata-rata berusia 19,8 tahun berpartisipasi dalam penelitian ini. Mayoritas mahasiswa memandang tindak kekerasan fisik oleh suami terhadap istri dapat diterima dalam kondisi tertentu yaitu jika istri berselingkuh dengan pria lain, istri menggunakan zat yang memabukkan, istri bermesraan dengan laki-laki lain atau istri menyakiti anak-anak. Penelitian menemukan bahwa sikap mahasiswa terhadap kekerasan fisik oleh suami terhadap istri dipengaruhi oleh faktor-faktor sosial demografis dan sosial budaya yaitu sikap mengenai peran jender, affiliasi agama dan tingkat pendidikan ibu responden.Sikap terhadap peran peran jender merupakan prediktor yang paling berpengaruh; semakin egaliter sikap terhadap peran jender, maka responden akan semakin menunjukkan ketidaksetujuannya terhadap tindak kekerasan fisik terhadap istri dalam berbagai konteks. Responden non-Muslim menunjukkan sikap yang lebih tidak mendukung tindak kekerasan dibandingkan responden Muslim. Sementara itu, semakin tinggi tingkat pendidikan ibu responden maka responden semakin tidak setuju terhadap tindak kekerasan fisik terhadap istri.Implikasi terhadap pendidikan pekerjaan sosial didiskusikan dalam artikel ini. Termasuk di dalamnya meningkatkan sensitivitas mahasiswa terhadap kesetaraan jender dan perhatian terhadap isu-isu mengenai isu dan korban kekerasan terhadap perempuan.
PEKERJAAN SOSIAL SEKOLAH DAN COPING BEHAVIOR SISWA SMA DALAM MENGHADAPI LINGKUNGAN SOSIAL DI SEKOLAH Rizkia Annisa Frabandani; Agus Wahyudi Riana; Santoso Tri Raharjo
Share : Social Work Journal Vol 4, No 2 (2014): Share Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (93.787 KB) | DOI: 10.24198/share.v4i2.13074

Abstract

Coping behavior atau penyesuaian diri yang dilakukan siswa SMA dalam menghadapi lingkungan sosial di sekolah adalah topik yang akan digambarkan dalam pembahasan ini. Dari tujuan tersebut maka fenomena yang menjadi latar belakang akan dibahas secara deskriptif.Untuk seorang remaja yang bersekolah, sekolah merupakan lingkungan yang hampir setiap hari dihadapi oleh remaja selain lingkungan rumah dan keluarganya. Sebagaimana halnya keluarga, sekolah sebagai lembaga pendidikan juga mengajarkan nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku dalam masyarakat disamping mengajarkan berbagai ilmu pengetahuan kepada para siswa. Pada dasarnya setiap siswa yang masuk ke sekolah berasal dari beragam latar belakang, maka dari itudibutuhkanlah penyesuaian diri untuk menghadapi lingkungan sekolah. Sekolah tentunya diharapkan memberikan pengaruh positif dalam perkembangan jiwa remaja agar mereka dapat berfungsi secara sosial, namun pada kenyataannya jika penyesuaian diri yang dilakukan siswa tidak sesuai dengan harapan, tidak dapat dipungkiri bahwa pengaruh negatif juga dapat muncul pada diri siswa yang terbukti dengan adanya fenomena perilaku menyimpang pada siswa seperti tawuran antar siswa, seks bebas dan penggunaan obat-obatan terlarang dikalangan siswa.Penyesuaian diri terhadap lingkungan sosial sekolah baik dengan Problem Focused Coping (PFC) ataupun Emotion Focused Coping (EFC) tergantung pada faktor-faktor yang mempengaruhi siswa, baik itu faktor jenis kelamin, kepribadian, tingkat pendidikan, situasi sosial ekonomi dan sebagainya. Oleh karena itu dibutuhkanlah dukungan sosial yang mendorong siswa untuk dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan sosial di sekolahnya agar mereka tetap bisa bersekolah.
Gender dan Stereotipe: Konstruksi Realitas dalam Media Sosial Instagram Feryna Nur Rosyidah; Nunung Nurwati
Share : Social Work Journal Vol 9, No 1 (2019): Share: Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.199 KB) | DOI: 10.24198/share.v9i1.19691

Abstract

Artikel ini berfokus pada permasalahan gender dan stereotipe khususnya dalam hal konstruksi realitas sosial yang terjadi dalam media sosial Instagram. Pendekatan kualitatif  dengan metode etnografi virtual yang dilakukan untuk melihat fenomena sosial dan kultur pengguna di ruang siber. Fokus kajian dalam artikel ini adalah membahas; (1) konstruksi realitas dalam media sosial, dan (2) hubungan antara gender dan stereotipe yang terjadi dalam ruang media sosial Instagram. Informasi yang berkembang dalam media sosial telah menciptakan suatu area tanpa batas yuridiksi, sehingga interaksi yang terjadi juga telah menciptakan suatu hubungan tanpa batas. Media sosial menjadi salah satu sarana bagi masyarakat untuk mengumpulkan kepercayaan diri serta dukungan dari lingkungannya, memudahkan mereka dan meningkatkan rasa ingin tahu akan dunia yang lebih luas, serta dijadikan sebagai sarana untuk memuaskan hasrat baik yang bersifat positif maupun negatif yang tidak dapat mereka lakukan di dunia nyata. Pada penggunaan media sosial ini ternyata gender adalah satu-satunya variabel demografi yang sangat signifikan berpengaruh dalam penggunaan media sosial, karena ada beberapa perbedaan antara pengguna media sosial laki-laki dan perempuan. Dapat disimpulkan bahwa dalam hal perubahan ini, telah terjadi pembentukan identitas yang di rekonfigurasi ruang dan waktu yang terikat dengan teknologi baru.
PENGELOLAAN HUTAN BERSAMA MASYARAKAT DITINJAU DARI PERSPEKTIF ASSETS BASED COMMUNITY DEVELOPMENT Nisa Nimah Utami
Share : Social Work Journal Vol 5, No 2 (2015): Share Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (694.029 KB) | DOI: 10.24198/share.v5i2.13142

Abstract

Penelitian ini menganalisa mengenai Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat (PHBM) melalui kegiatan pembinaan masyarakat ditinjau dari perspektif Asset Based Commmunity Development. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Pulosari Kecamatan Pangalengan Kabupaten Bandung Selatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan pelaksanaan PHBM dan pemanfaatan aset yaitu kapital manusia, kapital sosial, kapital fisik, kapital keuangan, dan kapital lingkungan dalam suatu program.Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif. Data yang diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap perwakilan masyarakat desa hutan diantaranya Lembaga Masyarakat Desa Hutan, Kelompok Tani Hutan, Koperasi, dan Perum Perhutani. Penelitian ini menemukan bahwa semua tahapan dalam pembinaan masyarakat berupa sosialisasi, dialog, negosiasi, aspek legal, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi serta rencana tindak lanjut telah dilaksanakan. Demikian pula dengan PHBM melalui kegiatan pembinaan masyarakat telah sesuai dilaksanakan sesuai pengembangan masyarakat berbasis aset. Dimana kapital manusia, sosial, fisik, keuangan dan lingkungan telah dimanfaatkan pada setiap tahapan pembinaan masyarakat desa hutan. Adapun kelemahan berupa kurangnya partisipasi secara aktif dari anggota dan rendahnya kualitas sumber daya manusia belum ditangani secara baik.Penelitian ini merekomendasikan perlunya upaya peningkatan kapasitas koperasi masyarakat desa hutan untuk mengatasi masalah dalam kegiatan pembinaan masyarakat desa hutan di desa Pulosari. Hal ini termasuk peningkatan pengetahuan, sikap, dan keterampilan dari para anggota kelompok tani hutan sehingga mereka dapat memiliki tingkat partisipasi yang tinggi dan peningkatan strategi komunikasi antar para pemangku kepentingan. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan keberhasilan PHBM dalam kegiatan pembinaan masyarakat desa hutan serta pemanfaatan keseluruhan aset secara optimal.
HAK ASASI MANUSIA DAN PEKERJAAN SOSIAL Eva Nuriyah Hidayat
Share : Social Work Journal Vol 4, No 1 (2014): Share Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.151 KB) | DOI: 10.24198/share.v4i1.13060

Abstract

Hak asasi manusia dan pekerjaan sosial merupakan suatu hal yang saling berkaitan, dimana pekerjaan sosial di dalam prakteknya mendasarkan etika pada hak asasi manusia. Dalam praktek pekerjaan sosial, permasalahan yang muncul adalah hak asasi manusia yang seperti apa yang dapat diterapkan sebagai etika praktek pekerjaan sosial. Oleh karena itu mahasiswa perlu dibekali dasar-dasar hak asasi manusia yang sesuai dengan sistem sosial masyarakat.
ASSESSMENT SISTEM SUMBER INDUSTRI KECIL DI DESA SUKAMAJU KECAMATAN MAJALAYA KABUPATEN BANDUNG Meilanny Budiarti Santoso
Share : Social Work Journal Vol 3, No 2 (2013): Share Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/share.v3i2.10023

Abstract

Industri kecil sering kali menghadapi berbagai permasalahan. Persoalan utama yang biasanyadihadapi oleh industri kecil adalah keterbatasan modal dalam artian tidak mempunyai aksesterhadap sumber modal seperti kredit dari perbankan serta terbatasnya akses ke pasar untukmemasarkan hasil industri mereka. Banyak faktor yang dapat menghambat perkembangan industrykecil. Namun, tersimpan berbagai potensi yang membuat industri kecil tetap mampu bertahan,bahkan berkembang dalam situasi krisis. Salah satu potensi yang dimiliki industri kecil adalahkeberadaannya yang berbasis pada komunitas. Hal tersebut sejalan dengan hasil penelitian yangtelah dilakukan, di mana terungkap bahwa kekuatan atau sumber potensial yang dimiliki oleh parapengusaha industri kecil adalah ketekunan, motivasi dan visi dalam bekerja sehingga dapatmenghasilkan usaha yang mampu bertahan dan bersaing di tengah gejolak krisis dan persainganglobal. Sistem sumber informal yang mereka miliki adalah hubungan-hubungan sosial di antarasaudara, kerabat dan tetangga sehingga membentuk jaringan sosial informal. Sistem sumberformal yang dimanfaatkan oleh sebagian pengusaha adalah Bank, Departemen Kesehatan RI danMajelis Ulama Indonesia (MUI). Koperasi dan asosiasi pedagang merupakan sistem sumberkemasyarakatan yang dapat membantu pengembangan maupun perkembangan usaha.
SIKAP PEKERJA SOSIAL TERHADAP PEREMPUAN KORBAN PERKOSAAN BINAHAYATI RUSYIDI
Share : Social Work Journal Vol 8, No 1 (2018): Share: Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.273 KB) | DOI: 10.24198/share.v8i1.16678

Abstract

Penelitian bertujuan menggambarkan sikap pekerja sosial terhadap perempuan korban perkosaan dan menguji faktor-faktor yang berasosiasi dengan sikap tersebut. Responden adalah 73 pekerja sosial yang disampel secara non-random.  Data diperoleh melalui kuesioner yang didistribusikan pada akhir tahun 2016 dan kemudian dianalisa menggunakan teknik statistik simple regressions. Penelitian menemukan bahwa sikap pekerja sosial terhadap perempuan korban perkosaan belum dapat dikatakan konsisten, dibuktikan dengan beragamnya respon baik yang bersifat positif, negatif dan atau ambigu terhadap korban perkosaan. Jenis kelamin dan sikap terhadap peran jender merupakan 2 (dua) predictor yang signifikan. Pekerja sosial perempuan dan pekerja sosial yang menunjukkan dukungan terhadap kesetaraan peran laki-laki dan perempuan dalam masyarakat lebih cenderung melaporkan sikap yang positif terhadap korban. Studi ini memberikan kontribusi untuk mempersempit kesenjangan pengetahuan tentang sikap pekerja sosial terhadap kekerasan seksual terhadap perempuan.Kata kunci: Indonesia; pekerja sosial; sikap terhadap korban perkosaan
POLA PENGASUHAN ORANG TUA DALAM UPAYA PEMBENTUKAN KEMANDIRIAN ANAK DOWN SYNDROME (Studi Deskriptif Pola Pengasuhan Orang Tua Pada Anak Down Syndrome yang bersekolah di kelas C1 SD-LB Yayasan Pembina Pendidikan Luar Biasa Bina Asih Cianjur) Nadia Uswatun Hasanah; Hery Wibowo; Sahadi Humaedi
Share : Social Work Journal Vol 5, No 1 (2015): Share Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.279 KB) | DOI: 10.24198/share.v5i1.13119

Abstract

Penelitian ini berjudul ”Pola Pengasuhan Orang Tua Dalam Upaya Pembentukan Kemandirian Anak Down Syndrome (studi deskriptif pola pengasuhan orang tua pada anak Down Syndrome yang bersekolah di kelas C1 SD-LB Yayasan Pembina Pendidikan Luar Biasa Bina Asih Cianjur). Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan bagaimana bentuk pola pengasuhan yang diterapkan orang tua terhadap anak Down Syndrome di kawasan Cianjur. Pola pengasuhan tersebut meliputi pola pengasuhan permisif, otoriter dan demokratis.Peneliti menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan metode penelitian studi deskriptif, sedangkan instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data adalah pedoman wawancara, pedoman observasi, dan pedoman studi dokumentasi. Teknik yang digunakan adalah wawancara mendalam, observasi non-partisipatif, dan studi kepustakaan. Informan dalam penelitian ini berjumlah 8 orang yaitu, 6 orang dari pihak orang tua anak Down Syndrome. Dimana dalam penelitian ini akan di observasi dari 3 keluarga yang memiliki anak Down Syndrome, dengan masing-masing terdiri dari ayah dan ibu. Serta 2 orang dari pihak yayasan sebagai pihak yang memantau perkembangan kemandirian anak pada saat di sekolah.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pola pengasuhan orang tua berperan besar dalam pembentukan kemandirian anak Down Syndrome. Bentuk pola pengasuhan seperti apa, itulah yang akan membentuk karakter anak dan mempengaruhi kemandirian anak Down Syndrome, dikarenakan pola pembiasaan-pembiasaan yang diterapkan pada saat di rumah. Anak Down Syndrome memang membutuhkan perhatian lebih karena keterbatasannya. Namun hal ini tidak berarti mereka menjadi anak yang terus bergantung dan tidak mampu mandiri. Di satu sisi, mereka membutuhkan perhatian khusus, namun di sisi lain mereka juga perlu diberikan ruang untuk dapat mengembangkan kemampuannya. Maka dari itu, pola pengasuhan orang tua lah yang sangat berperan dalam hal ini.Dengan demikian, peneliti menyarankan suatu program pelatihan dan pembinaan bagi para orang tua anak Down Syndrome yaitu “Parenting Support”. Program ini bertujuan untuk memberikan pembinaan dan pelatihan bagi para orang tua agar mampu dalam merawat, mendidik dan menjaga anak Down Syndrome, guna mendukung pada ketercapaian pemenuhan kebutuhan dasar dan kemandirian mereka.

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 15, No 2 (2025): Share : Social Work Journal Vol 15, No 1 (2025): Share : Social Work Journal Vol 14, No 2 (2024): Share : Social Work Journal Vol 14, No 1 (2024): Share : Social Work Journal Vol 13, No 2 (2023): Share : Social Work Journal Vol 13, No 1 (2023): Share : Social Work Journal Vol 12, No 2 (2022): Share : Social Work Journal Vol 12, No 1 (2022): Share : Social Work Journal Vol 11, No 2 (2021): Share : Social Work Journal Vol 11, No 1 (2021): Share : Social Work Journal Vol 10, No 2 (2020): Share: Social Work Journal Vol 10, No 1 (2020): Share: Social Work Journal Vol 9, No 2 (2019): Share: Social Work Journal Vol 9, No 1 (2019): Share: Social Work Journal Vol 8, No 2 (2018): Share: Social Work Journal Vol 8, No 1 (2018): Share: Social Work Journal Vol 8, No 1 (2018): Share: Social Work Journal Vol 7, No 2 (2017): Share Social Work Journal Vol 7, No 2 (2017): Share Social Work Journal Vol 7, No 1 (2017): Share Social Work Journal Vol 7, No 1 (2017): Share Social Work Journal Vol 6, No 2 (2016): Share Social Work Journal Vol 6, No 2 (2016): Share Social Work Journal Vol 6, No 1 (2016): Share Social Work Journal Vol 6, No 1 (2016): Share Social Work Journal Vol 5, No 2 (2015): Share Social Work Journal Vol 5, No 2 (2015): Share Social Work Journal Vol 5, No 1 (2015): Share Social Work Journal Vol 5, No 1 (2015): Share Social Work Journal Vol 4, No 2 (2014): Share Social Work Journal Vol 4, No 2 (2014): Share Social Work Journal Vol 4, No 1 (2014): Share Social Work Journal Vol 4, No 1 (2014): Share Social Work Journal Vol 3, No 2 (2013): Share Social Work Journal Vol 3, No 2 (2013): Share Social Work Journal More Issue