cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Share : Social Work Journal
ISSN : 23390042     EISSN : 25281577     DOI : -
Core Subject : Social,
Share Social Work Journal adalah jurnal yang memuat hasil-hasil penelitian lapangan dan atau pustaka mengenai isu-isu kesejahteraan sosial, di tingkat nasional, regional dan internasional. Share Social Work Journal adalah tempat publikasi yang tepat sebagai sumber referensi dan juga sebagai sumber diskusi topik-topik yang berkaitan dengan kesejahteraan sosial karena telah ber ISSN printed dan elektronik. ISSN p: 2339-0042 ISSN e: 2528-1577
Arjuna Subject : -
Articles 356 Documents
PERILAKU GENERASI Z TERHADAP PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL TIKTOK: TikTok Sebagai Media Edukasi dan Aktivisme Fadhlizha Izzati Rinanda Firamadhina; Hetty Krisnani
Share : Social Work Journal Vol 10, No 2 (2020): Share: Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/share.v10i2.31443

Abstract

Social media is widely a common thing for everyday lives now, Even some people cannot live without it. One of the most downloaded applications in 2020 now is TikTok and they change the game in social media with its 15-60 duration videos. No wonder the impact it has on multiple sectors in the world. But can TikTok operate in the education sector? In this article, the writer will analyze Generation Z's behavior towards TikTok used as educational media and activism. The intervention methods used in this article are with literature review. Results found that TikTok can be used as a form of informal education and digital activism. Informal education, it is found that a model of learning and policy is needed to have its effect on activities. To conclude, social media usage in educational sectors is indeed beneficial, but it needs more further research and models for its applications in its activities. 
PERUBAHAN PERILAKU MASYARAKAT JAWA BARAT DALAM MELAKSANAKAN ADAPTASI KEBIASAAN BARU DI MASA PANDEMI COVID-19 Moch Zaenudiin; Dessy Hasanah Siti Asiah; Meilanny Budiarti Santoso; Aldi Ahmad Rifai
Share : Social Work Journal Vol 11, No 1 (2021): Share : Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/share.v11i1.31681

Abstract

Coronavirus disease atau COVID-19 merupakan jenis virus baru yang telah menyebabkan krisis kesehatan di seluruh dunia termasuk Indonesia. Mudahnya penyebaran virus dan tingginya peningaktan kasus, mendorong pemerintah untuk melalukan berbagai kebijakan baru untuk menghentikan laju penyebran virus corona. Salah satu kebijakan daerah yang dilakukan yaitu oleh Pemerintah Jawa Barat mengenai Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB). Kebijakan ini mendorong masyarakat untuk melalukan perubahan perilaku baru selama pandemi COVID-19 dengan melakukan protokol kesehatan selama beraktivitas di luar rumah. Penelitian ini melihat bagaimana persepsi masyarakat berdasrakan faktor fisiologi mendorong masyarakat di Jawa Barat dalam melakukan AKB. Jenis penelitian ini adalah kuantiatif dengan melakukan survei pada 156 orang masyarkat di Jawa Barat. Hasil analisis dari perubahan perilaku masyarakat mennjukan mayoritas masyarakat telah  memiliki wawasan yang baik terhadap AKB dan terdorong untuk melakukan AKB selama pandemi COVID-19 berlangsung.
CONTEXTUAL ACCEPTANCE OF PHYSICAL VIOLENCE AGAINST WIVES: SURVEY AMONG INDONESIAN SOCIAL WELFARE COLLEGE STUDENTS Rusyidi, Binahayati; Yuningsih, Yuyun; Zulhaeni, Zulhaeni; Loho, Albertina N.; Rahakbaw, Nancy; Humaedi, Sahadi
Share : Social Work Journal Vol 10, No 2 (2020): Share: Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/share.v10i2.31106

Abstract

ABSTRACT Social workers have high potential to deal with issues and victims of violence against women through their professional services. Therefore, it is important for future social workers to be well prepared with the appropriate attitudes about the issues. This study investigated factors associated with contextual acceptance of physical violence against wives that was derived from feminist, social learning and socio-demographics perspectives.  Respondents were recruited non-randomly using convenience sampling technique. Respondents were 438 male and female undergraduate students with the average age of 20 years old. Participants were recruited from 2 private and 2 public universities located in the province of West Java, Yogyakarta, Maluku and Papua. The study found that students who knew well the victim of wife abuse, studied at universities in Western Indonesia, acknowledged themselves as Muslims, reported higher level of religiosity and endorsed egalitarian attitudes toward gender roles tended to report non-justification of wife beating. Findings were discussed within the framework of social work education strategy to improve social work students’ attitudes toward violence against wives.
TRANSFORMASI NILAI SOSIAL BUDAYA MENJADI KEUNTUNGAN EKONOMI: REFLEKSI HASIL PERHITUNGAN SOCIAL RETURN ON INVESTMENT (SROI) PROGRAM SIBA BATIK KUJUR Meilanny Budiarti Santoso; Sahadi Humaedi; Santoso Tri Raharjo; Hendri Mulyono
Share : Social Work Journal Vol 11, No 1 (2021): Share : Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/share.v11i1.33210

Abstract

Idealnya program corporate social responsibility (CSR) merupakan investasi sosial bagi perusahaan, sehingga di kemudian hari akan mendatangkan keuntungan tidak hanya bagi perusahaan melainkan juga menciptakan perubahan dan manfaat bagi stakeholders program. Terhadap program investasi sosial tersebut, perusahaan pun dapat melakukan penghitungan keuntungan yang diperoleh salah satunya dengan menggunakan metode social return on investment (SROI). Artikel ini bertujuan untuk mengungkap transformasi nilai sosial budaya menjadi keuntungan ekonomi dari program CSR PT. Bukit Asam Tbk. pada Program Sentra Industri Bukit Asam (SIBA) Batik Kujur sebagai refleksi atas hasil perhitungan rasio SROI yang telah diperoleh. Penelitian ini di desain menggunakan pendekatan kualitatif, melibatkan 15 orang informan dengan teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, FGD, observasi, studi litelatur, dan sutdi pustaka. Verifikasi data menggunakan teknik triangulasi sumber dan triangulasi metode. Hasil penelitian menunjukkan Program SIBA Batik Kujur telah berhasil menumbuhkan kapasitas masyarakat dalam menciptakan perubahan positif yang dimaknai sebagai dampak dari investasi sosial yang dilakukan. Berbagai dampak tersebut yaitu berupa meningkatnya kohesivitas sosial, meningkatnya kemampuan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan keluarga, meningkatnya kapasitas masyarakat dan tumbuhnya kebanggaan masyarakat terhadap sejarah leluhur mereka. Program SIBA Batik Kujur telah mendatangkan keuntungan finansial dan keuntungan dalam bentuk nilai sosial, sehingga berbagai bentuk keuntungan tersebut menjadi pendorong terjadinya transformasi bagi stakholders sebagai bentuk manfaat dari program dan bagi perusahaan pun dapat mencapai tujuannya.
HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG COVID-19 TERHADAP SIKAP STIGMA MASYARAKAT PADA ORANG YANG BERSINGGUNGAN DENGAN COVID-19 Nuril Endi Rahman; Anita Wijaya Tyas; Annisa Nadhilah
Share : Social Work Journal Vol 10, No 2 (2020): Share: Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/share.v10i2.29614

Abstract

AbstrakMaraknya informasi yang bergulir mengenai Covid-19 sebagai pembentuk pengetahuan masyarakat, rentan memunculkan stigma negatif terhadap orang-orang yang bersinggungan dengan Covid-19. Penelitian survei ini adalah penelitian cross-sectional kuantitatif melibatkan 101 responden yang bertujuan untuk melihat hubungan antara tingkat pengetahuan tentang Covid-19 dan sikap stigma terhadap orang-orang yang bersinggungan dengan Covid-19. Hasil penelitian yang dilakukan pada masyarakat Yogyakarta yang sempat melakukan blokade pemukiman menunjukkan bahwa 78.2% tingkat pengetahuan tentang Covid-19 berkategori baik dan 21.8% berkategori cukup. Tingkat stigma mendapati hasil 63.4% memiliki sikap stigma cukup tinggi dan 33.7% memiliki sikap stigma tinggi. Adapun hasil analisis terhadap kedua variabel diketahui bahwa 47,5% responden dengan tingkat pengetahuan tentang Covid-19 berkategori baik, memiliki sikap stigma tergolong cukup tinggi. Namun, dari hasil uji Chi-Square diperoleh kesimpulan bahwa tidak terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan tentang Covid-19 dengan sikap stigma masyarakat Yogyakarta terhadap orang-orang yang bersinggungan dengan Covid-19. Sikap stigma yang muncul adalah faktor dari kesalahpahaman dalam menerima informasi mengenai bahaya dan penularan Covid-19. 
Praktik Pekerja Sosial Dalam Perlindungan Pekerja Anak di Pertanian Tembakau Melalui Program We Protect Pairan Pairan; Afifah Dwi Lestari
Share : Social Work Journal Vol 11, No 1 (2021): Share : Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/share.v11i1.31779

Abstract

Pekerja anak termasuk ke dalam kategori anak rawan, khususnya yang bekerja di pertanian tembakau. Sebagai upaya perlindungan, Yayasan Social Transformation and Public Awareness (STAPA) Center memiliki program perlindungan terhadap pekerja anak di pertanian tembakau melalui program We Protect. Salah satu tim dalam menjalankan program tersebut adalah profesi pekerja sosial. Profesi pekerja sosial dalam melakukan intervensi terhadap pekerja anak menggunakan metode intervensi pekerja sosial makro. Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan proses praktik pekerja sosial dalam program We Protect dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Penggalian data dengan wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis intergratif mulai dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, serta kesimpulan. Hasil penelitian yakni praktik pekerjaan sosial dalam perlindungan pekerja anak di pertanian tembakau melalui program We Protect dilakukan melalui kegiatan pemberian pendidikan keterampilan hidup kepada pekerja anak. Tahapan praktik pekerjaan sosial dilakukan melalui proses engangement, intake and contract, assessment, planning, intervention, evaluation dan and termination. Praktik di tahap engagement dan intake, pekerja sosial melakukan diseminasi program. Kemudian melakukan contract sebagai persetujuan pelaksanaan program. Pada assessment, pekerja sosial melakukan pemetaan yang dibantu dengan calon relawan lokal. Pada tahap planning, dilakukan rekrutmen dan pelatihan relawan lokal serta menyusun modul pembelajaran. Pada tahap intervention dilakukan pembelajaran keterampilan hidup melalui Rumah Kreasi yang memberikan layanan kelompok belajar, pojok literasi, taman edukasi, kelas remaja kreatif dan pelatihan vocational. Sedangkan pada evaluation dilakukan rutin minimal 1 bulan sekali. Tahap termination belum dilakukan karena masih dalam proses pelaksanaan program.
RESOLUSI KONFLIK BERBASIS KOMUNITAS MELALUI PENGEMBANGAN MASYARAKAT SEBAGAI UPAYA ALTERNATIF RESOLUSI KONFLIK AGRARIA Wandi Adiansah; Soni Akhmad Nulhaqim; Gigin Ginanjar Kamil Basyar
Share : Social Work Journal Vol 10, No 2 (2020): Share: Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/share.v10i2.31200

Abstract

Konflik agraria merupakan salah satu jenis konflik yang masih terus terjadi di Indonesia. Konflik ini mengalami fluktuasi yang signifikan dari tahun ke tahun. Upaya resolusi konflik agraria melalui pendekatan litigasi dan non litigasi yang selama ini dilakukan masih belum membuahkan hasil yang optimal. Hal ini menunjukan bahwa diperlukan pendekatan lain dalam resolusi konflik agraria ini. Pengembangan masyarakt hadir sebagai upaya alternatif resolusi konflik agraria yang dapat dilakukan. Metode penelitian dalam tulisan ini yaitu metode penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data studi literatur dan studi penelitian terdahulu. Hasil penelitian menunjukan bahwa konflik agraria menjadi konflik yang paling eksesif di Indonesia. Konflik agraria disebabkan oleh dua masalah utama yaitu masalah administrasi pertanahan dan pemanfaatan tanah. Secara umum upaya resolusi konflik agraria dilakukan dengan menggunakan pendekatan litigasi dan non litigasi. Resolusi konflik agraria berbasis komunitas melalui pengembangan masyarakat dapat menjadi upaya alternatif resolusi konflik agraria yang dapat dilakukan untuk menciptakan hasil berupa win-win sollutions bagi pihak-pihak yang berkonflik. Pengembangan masyarakat sebagai upaya resolusi konflik agraria ini dilakukan melalui empat tahapan utama yaitu tahap community organizing, tahap visioning, tahap planning dan tahap implementation and evaluation.
Analisis Indeks Kepuasan Masyarakat Pada Kualitas Pelayanan Program Sentra Industri Bukit Asam (SIBA) Rosella PT Bukit Asam, Tbk. (PTBA) Sahadi Humaedi; Meilanny Budiarti Santoso; Luthfiansyah Hadi Ismail
Share : Social Work Journal Vol 11, No 1 (2021): Share : Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/share.v11i1.34207

Abstract

Kehadiran industri yang secara langsung maupun tidak langsung akan membawa perubahan baik fisik maupun non fisik pada kehidupan masyarakat sekitarnya. Perubahan tersebut salah satunya dilakukan perusahaan melalui implementasi program corporate social responsibility (CSR) yang dipandang sebagai salah satu upaya membangun hubungan baik dengan masyarakat sekitar, begitupun dengan PT Bukit Asam (PTBA). Program unggulan CSR PTBA adalah Program SIBA Rosella yang bermaksud memberdayakan masyarakat melalui kegiatan budidaya tanaman rosella dan produksi aneka olahan turunannya. Sebagai salah satu pihak yang melakukan pelayanan publik melalui program SIBA Rosella, tentunya perlu dilakukan evaluasi terhadap pelayanan yang dilakukan terhadap masyarakat penerima program. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis tingkat kepuasan masyarakat terhadap kualitas pelayanan program CSR PTBA. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan kuantitatif  deskriptif untuk menjelaskan indeks kepuasan masyarakat (IKM) terhadap program yang dilaksanakan. Hasil keseluruhan IKM berada pada interval 3.54 dan berdasarkan tabel interval dalam Permen PAN RB No. 14 Tahun 2017 mengenai Pedoman Penyusunan Survei Kepuasan Masyarakat, maka mutu program CSR SIBA Rosella dalam kategori A dengan nilai konversi 88.50, ini artinya kinerja program berada pada kategori sangat baik. Capaian nilai pada IKM yang telah didapatkan tersebut menunjukkan pelayanan yang sangat baik karena berbagai indikator penyusunnya dapat dicapai secara keseluruhan mulai dari kepastian waktu pelayanan, akurasi pelayanan, kesopanan dan keramahan, tanggung jawab, kelengkapan, dan kemudahan mendapatkan pelayanan.
MAKNA KERJA SEBAGAI TENAGA KESEJAHTERAAN SOSIAL KECAMATAN (TKSK) DI LINGKUNGAN DINAS SOSIAL SITUBONDO JAWA TIMUR Nuril Endi Rahman; Hendrie Adjie Kusworo
Share : Social Work Journal Vol 10, No 2 (2020): Share: Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/share.v10i2.29920

Abstract

Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) merupakan tenaga  non profesional yang direkrut dari unsur tokoh masyarakat setempat,  dalam rangka menyukseskan penyelenggaraan program kesejahteraan sosial di tingkat kecamatan. Bekerja sebagai TKSK yang memiliki keterbatasan materi dan karier, serta tantangan yang sulit dalam praktiknya merupakan sebuah pekerjaan yang menyimpan makna subjektif yang dialami oleh masing-masing TKSK.  Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna subjektif dari para TKSK di Kabupaten Situbondo dalam menjalani pekerjaannya sebagai pendamping PMKS. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif, pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumen. Analisis data bersifat induktif yang dilakukan sejak proses pengumpulan data. Analisis dalam penelitian menunjukkan bahwa, Para TKSK di Dinas Sosial Situbondo menjalankan pekerjaannya berdasarkan: 1.Motif kemanusiaan dan religiusitas, di mana pekerjaannya merupakan pekerjaan yang mulia dan atas dasar panggilan untuk mendampingi para Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial yang merupakan kelompok marginal dan mengalami kondisi pra sejahtera, serta tidak memiliki akses terhadap program-program kesejahteraan sosial, para TKSK juga menganggap pekerjaannya adalah sebagai sarana ibadah. 2. Motif ekonomi, para TKSK menjalani pekerjaan adalah bagian dari memenuhi kebutuhan hidupnya. 3. Motif mengejar karier, para TKSK di Dinas Sosial Situbondo menjalani pekerjaan tidak terlepas dari keinginan mencapai karier yang diinginkan dalam pekerjaannya, para TKSK mengharapkan statusnya untuk disetarakan dengan Pegawai Negeri Sipil (PNS). Makna kerja sebagai calling, lebih melekat pada TKSK yang memiliki masa pengabdian 5-10 tahun, sedangkan para TKSK non-aktif lebih dominan memaknai pekrjaannya sebagai sarana pemenuhan kebutuhan hidup dan mengejar karier.                                            Kata kunci: Makna kerja, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan, Pendamping PMKS
SISTEM DUKUNGAN SOSIAL BAGI KORBAN EKSPLOITASI SEKSUAL KOMERSIAL ANAK (ESKA) Muthia Fadhila Khairunnisa; Nurliana Cipta Apsari
Share : Social Work Journal Vol 10, No 2 (2020): Share: Social Work Journal
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/share.v10i2.30734

Abstract

                                                    ABSTRAKFaktor-faktor resiko seperti perlakuan salah, kegagalan di bidang akademik, tidak mendapatkan dukungan dari keluarga, pergaulan teman sebaya, kurangnya kelekatan dengan figure orang tua dan pengalaman hubungan seksual di usia dini merupakan faktor yang membuat seseorang rentan menjadi korban Eksploitasi Seksual Komersial Anak (ESKA). Trauma yang didapat setelah menjadi korban serta lingkungan yang berisiko bisa berdampak negatif pada perkembangan biopsikososialnya. Artikel ini berfokus pada upaya membangun sistem dukungan sosial sebagai metode intervensi untuk meminimalisasi faktor risiko dan meningkatkan faktor perlindungan. Studi literatur tentang ESKA ini menggunakan model sosial ekologi untuk mengetahui peran keluarga atau pengasuh, komunitas, serta budaya dan masyarakat luas sebagai sistem dukungan sosial bagi korban. Hasil kajian menunjukkan bahwa system penerimaan, system perlindungan, dan system pemberdayaan merupakan kunci dari dukungan sosial bagi korban ESKA. Sinergi yang baik antara ketiga tingkatan sistem dapat memberikan hasil yang maksimal. Pekerja sosial dibutuhkan sebagai supervisi yang bisa meningkatkan kualitas dan keberlanjutan dukungan sosial.  ABSTRACT Risk factors such as maltreatment, academic failure, less support from family, friendship, less attachment with parent and sexual relationship experience in early age are factors which make someone vulnerable to be a victim of Commercial Sexual Exploitation of Children (CSEC). Trauma that they got after becoming the victim and risky environment can negatively affect the child’s biopsychosocial development. This article focuses on the attempt to build a social support system as an intervention method to minimzr the risk factors and increase the protective factors. This literature review on CSEC uses the social ecological model to know the roles of family or caregiver, community, and culture and society as a social support system for the victim. The result shows that acceptance, protection, and empowerment are the keys to social support for victims of CSEC. Good synergy between three levels of the system can create a maximal result. Social worker is needed as a supervisor to enhance the quality and sustainability of the social support.

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 15, No 2 (2025): Share : Social Work Journal Vol 15, No 1 (2025): Share : Social Work Journal Vol 14, No 2 (2024): Share : Social Work Journal Vol 14, No 1 (2024): Share : Social Work Journal Vol 13, No 2 (2023): Share : Social Work Journal Vol 13, No 1 (2023): Share : Social Work Journal Vol 12, No 2 (2022): Share : Social Work Journal Vol 12, No 1 (2022): Share : Social Work Journal Vol 11, No 2 (2021): Share : Social Work Journal Vol 11, No 1 (2021): Share : Social Work Journal Vol 10, No 2 (2020): Share: Social Work Journal Vol 10, No 1 (2020): Share: Social Work Journal Vol 9, No 2 (2019): Share: Social Work Journal Vol 9, No 1 (2019): Share: Social Work Journal Vol 8, No 2 (2018): Share: Social Work Journal Vol 8, No 1 (2018): Share: Social Work Journal Vol 8, No 1 (2018): Share: Social Work Journal Vol 7, No 2 (2017): Share Social Work Journal Vol 7, No 2 (2017): Share Social Work Journal Vol 7, No 1 (2017): Share Social Work Journal Vol 7, No 1 (2017): Share Social Work Journal Vol 6, No 2 (2016): Share Social Work Journal Vol 6, No 2 (2016): Share Social Work Journal Vol 6, No 1 (2016): Share Social Work Journal Vol 6, No 1 (2016): Share Social Work Journal Vol 5, No 2 (2015): Share Social Work Journal Vol 5, No 2 (2015): Share Social Work Journal Vol 5, No 1 (2015): Share Social Work Journal Vol 5, No 1 (2015): Share Social Work Journal Vol 4, No 2 (2014): Share Social Work Journal Vol 4, No 2 (2014): Share Social Work Journal Vol 4, No 1 (2014): Share Social Work Journal Vol 4, No 1 (2014): Share Social Work Journal Vol 3, No 2 (2013): Share Social Work Journal Vol 3, No 2 (2013): Share Social Work Journal More Issue