cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
e-GIGI
ISSN : 2338199X     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
JURNAL e-Gigi diterbitkan oleh Perhimpunan Ahli Anatomi Indonesia (Komisariat Manado) bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado. Jurnal ini diterbitkan 2 (dua) kali setahun (Juni, Desember). e-Gigi memuat artikel telaah (review article), hasil penelitian, dan laporan kasus dalam bidang ilmu kedokteran gigi.
Arjuna Subject : -
Articles 18 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 1 (2021): E-GiGi" : 18 Documents clear
Gambaran Temporomandibular Disorder pada Lanjut Usia melalui Fonseca’s Questionnaire Impiani, Yosi; Ngestiningsih, Dwi; Kusuma, Ira A.
e-GiGi Vol 9, No 1 (2021): E-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.9.1.2021.32633

Abstract

Abstract: Decrease of stomatognathic organ function could result in decrease of quality of life (QoL) in geriatric patients. Temporomandibular disorder (TMD) creates a limitation in mouth opening, crepitation, and headache. This study was aimed to obtain the signs and symptoms of TMD through Fonseca’s Questionnaire in Semarang nursing home for elderly. This was a descriptive and observational study with a cross sectional design. Fonseca’s questionnaire and other questionnaires about medical history as well as dental and oral treatment history were used in this study. Fonseca anamnestic index was used to classify the TMD severity based on the total score of the answers. The chi-square was used to determine the differences between variables related to the TMD severity. The results obtained 57 respondents who were grouped based on age, sex, medical history, and dental and oral treatment history. There were 17 respondents without TMD, 18 had mild TMD, 12 had moderate TMD, and 10 had severe TMD. Besides age, emotional stress and tooth extraction were the most common causes and had significant effect on TMD severity (p<0.05). In conclusion, TMD severity will increase along with age, meanwhile, optimal dental and medical care can help to reduce the TMD severity in geriatric patients.Keywords: elderly, temporomandibular disorder, Fonseca's questionnaire  Abstrak: Penurunan fungsi stomatognatik dapat menyebabkan penurunan kualitas hidup pada lansia. Penurunan fungsi tersebut pada temporomandibular disease (TMD) menyebabkan terjadinya keterbatasan dalam membuka mulut, krepitasi pada saat membuka atau menutup mulut, dan sakit kepala. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran deteksi tanda dan gejala TMD melalui Fonseca’s Questionnaire di panti wreda Kota Semarang. Jenis penelitian ialah deskriptif observasional dengan desain potong lintang menggunakan Fonseca’s questionnaire serta kuesioner tentang riwayat medis, dan riwayat perawatan gigi dan mulut. Fonseca anamnestic index digunakan untuk menglasifikasikan tingkat keparahan TMD berdasarkan total skor jawaban kuesioner. Uji chi-square digunakan untuk mengetahui perbedaan antara variabel dengan tingkat keparahan TMD.  Hasil penelitian mendapatkan 57 responden yang dikelompokkan berdasarkan usia, jenis kelamin, serta riwayat medis dan riwayat perawatan gigi dan mulut. Terdapat 17 responden tanpa TMD, 18 dengan TMD ringan, 12 dengan TMD sedang, dan 10 dengan TMD berat. Stres emosional dan pencabutan gigi merupakan penyebab tersering serta memiliki perbedaan bermakna pada tingkat keparahan TMD disamping usia (p<0,05). Simpulan penelitian ini ialah tingkat keparahan TMD akan meningkat seiring bertambahnya usia, namun perawatan medis serta gigi, dan mulut yang optimal dapat mengurangi keparahan TMD pada lansia.Kata kunci: lanjut usia (lansia), temporomandibular disorder (TMD), Fonseca’s questionnaire
Hubungan antara Gigi Berjejal dan Status Gizi pada Remaja Andries, Agnes M.; Anindita, Pritartha S.; Gunawan, Paulina N.
e-GiGi Vol 9, No 1 (2021): E-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.9.1.2021.32308

Abstract

Abstract: Malocclusion is one of the most common dental and oral health problems after caries and periodontal disease. Most of the malocclusions occur in adolescence and manifest as crowding teeth. Malnutrition can inhibit the growth and development of the skull and jaw bones, therefore, the permanent teeth have lack space to erupt resulting in crowding teeth. This study was aimed to determine the relationship between crowding teeth and nutritional status among adolescents in Indonesia. This was a literature review study using three databases, Google Scholar, GARUDA, and Pubmed. Keywords used were crowding, malocclusion, malnutrition, adolescent, Height for Index, BMI, nutritional status, adolescents. After being selected based on inclusion and exclusion criteria, a critical appraisal was carried out and obtained 8 cross-sectional study literatures. The review showed that there were more literatures stating that there was no relationship between crowding teeth and nutritional status among adolescents. Apart from nutritional status, there were several other factors that could affect crowding teeth in adolescents such as bad habits, history of crowding deciduous teeth, heredity, and socioeconomic status. In conclusion, crowding teeth in adolescents is influenced by nutritional status as well as other factorsKeywords: crowding, nutritional status, adolescents. Abstrak: Maloklusi telah menjadi salah satu permasalahan kesehatan gigi dan mulut yang sering dijumpai setelah karies dan penyakit periodontal. Sebagian besar maloklusi terjadi pada usia remaja dalam bentuk gigi berjejal. Status gizi yang kurang dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan tulang tengkorak maupun rahang yang menyebabkan gigi permanen kekurangan ruang untuk erupsi dan terjadi gigi berjejal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan gigi berjejal dan status gizi pada remaja di Indonesia. Jenis penelitian ialah literature review dengan pencarian data menggunakan tiga database yaitu Google Scholar, GARUDA, dan Pubmed. Kata kunci yang digunakan yaitu crowding, malocclusion, malnutrition, BMI, adolescent, maloklusi, TB/U, IMT, Status Gizi, Remaja. Setelah diseleksi berdasarkan kriteria inklusi dan ekslusi, dilakukan critical appraisal dan didapatkan 8 literatur cross-sectional study. Hasil kajian menunjukkan terdapat lebih banyak literatur yang menyatakan tidak terdapat hubungan antara gigi berjejal dan status gizi pada remaja. Selain status gizi, faktor lainnya yang dapat memengaruhi terjadinya gigi berjejal pada remaja ialah kebiasaan buruk, riwayat gigi desidui berjejal, keturunan, dan status sosial ekonomi orang tua.. Simpulan penelitian ini ialah gigi berjejal pada remaja tidak hanya dipengaruhi oleh status gizi saja namun dapat disebabkan oleh faktor lain juga.Kata kunci: gigi berjejal, status gizi, remaja
Pembentukan Mikronukleus di Mukosa Bukal akibat Paparan Senyawa Kimia pada Berbagai Macam Pekerjaan Setiabudi, Deny; Amalina, Rizki; Feranisa, Anggun
e-GiGi Vol 9, No 1 (2021): E-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.9.1.2021.32711

Abstract

Abstract: In general, an occupation could have hazzard and risk of exposure to genotoxic chemical compounds. These compounds could lead to micronucleus formation on buccal mucosa. This study was aimed to obtain the impact of chemical exposure on micronucleus formation in buccal mucosa at various occupations. This was a literature review study using databases of PubMed, ScienceDirect, and Google Scholar based on the keywords. The criteria of literatures were articles published in 2016-2021 using Indonesian or English language. The results showed that  group compounds of polycyclic aromatic hydrocarbons (PAH), metals, carbamate, and organophospate, also compunds of silica, bezene, toluene, xylene (BTX), sevoflurane, desflurane, isoflurane, nitrous oxide, gemcitabin, and 5-fluoro uracil were genotoxic chemical compunds and could cause micronucleus formation in buccal mucosa of mechanics, grillers, miners, e-waste recyclers, construction workers, road markers, car painters, gasoline station workers, farmers, and healthcare workers. Genotoxic chemical compounds could be found excessively in occupational environment. These compounds could damage cells’ DNA and caused micronucleus formation on buccal mucosa of workers. It is suggested to study further about cell damage biomarkers caused by genotoxic chemical compound exposure.Keywords: micronucleus formation in buccal mucosa, chemical exposure of genotoxic compounds, occupational riskAbstrak: Suatu pekerjaan dapat memiliki risiko dan bahaya terpapar senyawa kimia yang bersifat genotoksik. Senyawa kimia tersebut dapat menyebabkan terbentuknya mikronukleus di mukosa pipi rongga mulut. Penelitian ini bertujuan untuk mengulas pengaruh paparan senyawa kimia pada berbagai macam pekerjaan terhadap pembentukan mikronukleus di mukosa bukal. Jenis penelitian ialah literature review. Penelusuran literatur melalui database PubMed, ScienceDirect, dan Google Scholar berdasarkan kata kunci yang sesuai. Kriteria literatur ialah terbitan tahun 2016-2021 dengan Bahasa Indonesia atau Inggris. Hasil penelitian mendapatkan senyawa kelompok polycyclic aromatic hydrocarbon (PAH), logam, carbamate, dan organophospate, serta senyawa silica, benzene, toluene, xylene (BTX), sevoflurane, desflurane, isoflurane, nitrous oksida, gemcitabin, dan 5-fluoro uracil merupakan senyawa kimia yang bersifat genotoksik dan dapat memicu pembentukan mikronukleus di mukosa bukal mekanik, pemanggang daging, penambang, pendaur ulang sampah elektronik, pekerja konstruksi, pekerja marka jalan, pengecat mobil, petugas SPBU, petani dan tenaga kesehatan. Senyawa kimia yang bersifat genotoksik banyak ditemukan di lingkungan pekerjaan. Senyawa tersebut dapat merusak DNA sel sehingga terbentuk mikronukleus di mukosa bukal pekerja. Disarankan untuk melakukan penelitian lanjut mengenai biomarker kerusakan sel akibat paparan senyawa kimia yang genotoksik.Kata kunci: pembentukan mikronukleus di mukosa pipi, paparan senyawa kimia genotoksik, risiko pekerjaan
Hubungan Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Kesehatan Gigi dan Mulut Terhadap Status Karies Siswa SMP Negeri 1 Selogiri, Wonogiri Khulwani, Qumara W.; Nasia, Avina A.; Nugraheni, Arwinda; Utami, Aras
e-GiGi Vol 9, No 1 (2021): E-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.9.1.2021.32570

Abstract

Abstract: Oral health may affect the occurence of dental caries. Dental caries is a demineralization process in email, dentin, and cementum caused by metabolic activity of microorganisms. According to Bloom concept (1974), there were four main factors affecting oral health, as follows: environment, behaviour (knowledge and attitude), health facility, and heredity. This study was aimed to evaluate the correlation between knowledge, attitude, and behaviour of oral health and dental caries status among students of  SMPN 1 Selogiri (junior high school), Wonogiri. This was an observational and analytical study with a cross sectional design. There were 123 students as subjects in this study. Prior to participation, subjects were asked to fill in the questionairre and sign on the informed consent. Dental examination was carried  out by using oral sonde and oral glass. The Spearman test obtained a p-value of 0.001 for the correlation between knowledge, attitude, and behaviour of oral health and dental caries status. In conclusion, there was a significant relationship between knowledge, attitude, and behaviour of oral health and dental caries status among students of SMP 1 Selogiri, Wonogiri.Keywords: knowledge, attitude, behaviour, cariesAbstrak: Kesehatan atau kebersihan rongga mulut dapat memengaruhi terjadinya karies gigi. Karies adalah suatu proses demineralisasi pada email, dentin, dan sementum yang disebabkan oleh aktivitas metabolik suatu mikroorganisme. Terdapat empat faktor utama yang memengaruhi kesehatan gigi menurut konsep Bloom tahun 1974 yaitu: lingkungan, perilaku (pengetahuan dan sikap), pelayanan kesehatan, dan keturunan (hereditas). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap dan perilaku kesehatan gigi mulut terhadap status karies siswa SMPN 1 Selogiri Kabupaten Wonogiri. Jenis penelitian ialah analitik observasional dengan desain potong lintang. Sebanyak 123 siswa menjadi subjek penelitian. Sebelum berpartisipasi dalam penelitian, subjek diminta untuk mengisi kuesioner serta informed consent. Peneliti melakukan pemeriksaan karies gigi pada subjek dengan menggunakan sonde dan kaca mulut. Hasil uji Spearman mendapatkan nilai p=0,001 untuk hubungan antara pengetahuan, sikap, dan perilaku kesehatan gigi mulut terhadap status karies. Simpulan penelitian ini ialah terdapat hubungan bermakna antara pengetahuan, sikap, dan perilaku kesehatan gigi mulut terhadap status karies siswa SMP Negeri 1 Selogiri Kabupaten Wonogiri.Kata kunci: pengetahuan, sikap, perilaku, karies
Hubungan Pengetahuan dan Tindakan Menjaga Kesehatan Gigi Mulut dengan Keluhan Subyektif Permasalahan Gigi Mulut pada Mahasiswa Kesehatan dan Non Kesehatan Skripsa, Tira H.; Unique, Audrey A.; Hermawati, Donna
e-GiGi Vol 9, No 1 (2021): E-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.9.1.2021.32676

Abstract

Abstract: Individual behavior related to oral health could cause poor oral condition. Health behavior consists of domains of knowledge, attitude, and action related to health, including oral health. This study was aimed to evaluate the relationship between knowledge and action to maintain oral health and subjective complaints related to oral condition of medical and non-medical students. This was an analytical and observational study with a cross sectional design. Samples were medical and non-medical students obtained by using the consecutive sampling technique. Data were collected at Diponegoro University using online questionnaire through the Google form platform regarding knowledge, actions to maintain oral health, and subjective complaints of oral health problems. Data were analyzed by using the chi-square test. The results showed that the majority of students had a high level of knowledge about dental and oral health, meanwhile, their action to maintain oral health was in moderate level. The levels of knowledge and action to maintain oral health of medical students were better than of the non-medical students. Dental and oral health problems most frequently complained were recurrent aphtous ulcers (RAU) and dental caries. The chi-square test showed a p-value of 0.023 between the action to maintain oral health and subjective complaints of oral health problems. In conclusion, there was a significant relationship between the action to maintain oral health and subjective complaints of oral health problems.Keywords: knowledge, action to maintain oral health, dental and oral health problem  Abstrak: Salah satu faktor penyebab permasalahan gigi dan mulut ialah perilaku terkait kesehatan gigi dan mulut. Perilaku kesehatan terdiri dari domain pengetahuan, sikap, dan tindakan yang berkait-an dengan kesehatan termasuk kesehatan gigi dan mulut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan tindakan menjaga kesehatan gigi dan mulut dengan keluhan subyektif permasalahan gigi dan mulut pada mahasiswa kesehatan dan non kesehatan. Jenis penelitian ialah observasional analitik dengan desain potong lintang. Sampel penelitian ialah mahasiswa kesehatan dan non kesehatan, diperoleh dengan teknik consecutive sampling. Pengambilan data dilakukan di Universitas Diponegoro dengan menggunakan kuesioner online melalui platform Google form ten-tang pengetahuan, tindakan menjaga kesehatan gigi dan mulut, dan keluhan subyektif permasalahan kesehatan gigi dan mulut. Analisis statistik menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menun-jukkan tingkat pengetahuan kesehatan gigi dan mulut mahasiswa umumnya tinggi, sedangkan tindak-an menjaga kesehatan gigi dan mulut umumnya berada pada kategori sedang. Tingkat pengetahuan dan tindakan menjaga kesehatan gigi dan mulut mahasiswa kesehatan lebih baik daripada yang non kesehatan. Permasalahan yang terbanyak dikeluhkan ialah recurrent aphtous ulcers (RAU) dan karies gigi. Uji chi-square mendapatkan nilai p=0,023 untuk hubungan tindakan menjaga kesehatan gigi dan mulut dengan keluhan subyektif permasalahan kesehatan gigi dan mulut. Simpulan penelitian ini ialah terdapat hubungan bermakna antara tindakan menjaga kesehatan gigi dan mulut dengan keluhan subyektif permasalahan kesehatan gigi dan mulut.Kata kunci: pengetahuan, tindakan menjaga kesehatan gigi dan mulut, masalah kesehatan gigi mulut
Pengaruh Motivasi Ekstrinsik terhadap Perilaku Menyikat Gigi pada Anak Wanti, Melyana; Mintjelungan, Christy N.; Wowor, Vonny N. S.
e-GiGi Vol 9, No 1 (2021): E-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.9.1.2021.32365

Abstract

Abstract: Dental caries is a dental health problem that often affects children aged 6-12 years. Children who have bad habits in maintaining oral hygiene are at greater risk to suffer from dental caries. A good habit that can be developed to obtain a good behavior is tooth brushing. The behavior of tooth brushing in children can be influenced by many things, inter alia intrimsic or extrinsic motivation. This study was aimed to determine whether there was an extrinsic motivation on tooth brushing behavior among elementary school students. This was a literature review study using databases of Google Scholar, PubMed, ScienceDirect, and Indonesia Onesearch. There were five literatures with cross-sectional design used in this study. The results showed that extrinsic motivation could influence the tooth brushing behavior of the students. Parents and teachers had a major role in influencing the students for tooth brushing behavior. In conclusion, there is an influence of extrinsic motivation on children's tooth brushing behavior.Keywords: motivation, behavior, tooth brushing, children Abstrak: Karies gigi merupakan masalah gigi yang sering menyerang anak usia 6-12 tahun. Anak yang memiliki kebiasaan buruk dalam pemeliharaan kebersihan gigi dan mulutnya berisiko lebih besar terkena karies gigi. Kebiasaan baik yang dapat dikembangkan untuk menghasilkan perilaku yang baik, yakni kebiasaan menyikat gigi. Perilaku menyikat gigi pada anak dapat dipengaruhi oleh banyak hal, salah satunya ialah motivasi yang dapat berasal dari dalam (intrinsik) maupun dari luar diri seseorang (ekstrinsik). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh motivasi ekstrinsik terhadap perilaku menyikat gigi siswa sekolah dasar. Jenis penelitian ialah literature review dengan menggunakan empat database yaitu Google Scholar, PubMed, ScienceDirect, dan Indonesia Onesearch. Lima literatur yang diperoleh dalam penelitian ini menggunakan desain potong lintang. Hasil penelitian memperlihatkan motivasi ekstrinsik berpengaruh terhadap perilaku menyikat gigi anak. Orang tua dan guru memiliki peran utama dalam memengaruhi motivasi menyikat gigi anak. Simpulan penelitian ini ialah terdapat pengaruh motivasi ekstrinsik terhadap perilaku menyikat gigi anak.Kata kunci: motivasi, perilaku, menyikat gigi, anak
Faktor Risiko Nyeri Punggung Bawah pada Dokter Gigi di Sulawesi Utara Juliatri, Juliatri; Doda, Diana V. D.; Palandeng, Ora Et Labora I.
e-GiGi Vol 9, No 1 (2021): E-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.9.1.2021.33366

Abstract

Abstract: Modern design of dental equipment does not totally prevent the profession from experiencing low back pain (LBP). This study was aimed to determine the prevalence of LBP, to analyze risk factors associated with LBP, and to analyze risk factor for LBP among dentists in North Sulawesi. This was a quantitative and analytical study with a cross sectional design. Samples were determined by using the purposive sampling method, namely 148 dentists who met the inclusion criteria. Data were collected by using the Ovako Working Posture Analysis System (OWAS) questionnaire to assess the posture of the dentists during treatment by adding individual and occupational characteristics. Further data were analyzed univariately, bivariately, and multivariately by using the SPSS program. The results showed that the prevalence of dentists who experienced LBP was 41,2%. In addition, work position (p=0.043, correlation coefficient Ф=0.166), and the number of patients in a day (p=0.025, r=0.190) had a significant correlation with NPB. In conclusion, work position is the most influential factor of LBP among dentists in North Sulawesi (OR=2.085, CI=95%). It is expected that all dentists should avoid working positions that could harm their musculoskeletal systems.Keywords: low back pain, dentist  Abstrak: Perubahan desain peralatan kedokteran gigi yang semakin mutakhir tidak menjadikan profesi dokter gigi terbebas dari keluhan nyeri punggung bawah (NPB). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi NPB dan menganalisis faktor risiko NPB pada dokter gigi di Sulawesi Utara. Jenis penelitian ialah analitik kuantitatif dengan desain potong lintang. Penentuan sampel dengan metode purposive sampling yaitu sebanyak 148 dokter gigi yang memenuhi kriteria inklusi. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Ovako Working Posture Analysis System (OWAS) untuk menilai postur tubuh dokter gigi saat melakukan perawatan dengan menambahkan karakteristik individu dan pekerjaan. Data selanjutnya dianalisis univariat, bivariat, dan multivariat dengan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi dokter gigi yang mengalami NPB sebesar 41,2%. Selain itu posisi kerja (p=0,043, koefisien korelasi Ф=0,166), dan jumlah pasien per hari (p=0,025, r=0,190) memiliki korelasi yang bermakna dengan NPB. Simpulan penelitian ini ialah posisi kerja merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap NPB pada dokter gigi di Sulawesi Utara (OR=2,085, CI=95%). Diharapkan bagi seluruh dokter gigi dapat menghindari posisi kerja yang dapat membahayakan sistem muskuloskeletal saat melakukan perawatan kepada pasien.Kata kunci: nyeri punggung bawah, dokter gigi
Pengaruh Penggunaan Metode Irene’s Donut terhadap Penurunan Skor Risiko Karies pada Anak Muntu, Ladiza F. J.; Wowor, Vonny N. S.; Khoman, Johanna A.
e-GiGi Vol 9, No 1 (2021): E-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.9.1.2021.32605

Abstract

Abstract: Caries is an oral disease that is often found in the community. Riset Kesehatan Dasar (Basic Health Research) showed that 54.0% of the caries problems were found in the ge of 5-9 years. One of the government's efforts to reduce the risk score of caries causes is to promote a dental and oral health education program; one of them is the Irene's Donut method. This study was aimed to obtain an overview of the use of Irene's Donut method in reducing the caries risk score. This was a literature review study using databases of Google Scholar and Digital Reference Garba. The results showed that there were five journals fulfilling the inclusion and exclusion criteria.  There was a change in the level of cleanliness and significant increases of knowledge, attitude, and practice of the respondents. In conclusion, the Irene Donut method is effective in reducing the caries risk score in children by installing knowledge to the parents to guide their children related to good oral health maintenance behavior.Keywords: Irene's donut, dental caries in children, caries risk score Abstrak: Karies merupakan masalah penyakit mulut yang sering ditemukan pada masyarakat. Hasil Riset Kesehatan Dasar menunjukkan sebanyak 54,0% masalah karies ditemukan pada kelompok usia 5-9 tahun. Salah satu upaya pemerintah dalam menurunkan skor risiko penyebab karies yakni menggalakan program pendidikan kesehatan gigi dan mulut; salah satunya ialah metode Irene’s Donut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penggunaan metode Irene’s Donut terhadap penurunan skor risiko karies. Jenis penelitian ialah literature review menggunakan database Google Scholar dan Garba Rujukan Digital. Hasil penelitian mendapatkan lima jurnal yang memenuhi kriteria penelitian. Didapatkan perubahan tingkat kebersihan gigi serta peningkatan yang bermakna secara statistik pada pengetahun, sikap, dan praktik responden. Simpulan penelitian ini ialah metode Irene’s Donut dinilai efektif dalam menurunkan skor risiko karies pada anak dengan cara menanamkan pengetahuan pada orang tua untuk membimbing anak dalam hal menanamkan perilaku pemelihara kesehatan gigi dan mulut yang baik.Kata kunci: Irene’s donut, karies gigi pada anak, skor risiko karies
Musik sebagai Intervensi Nonfarmakologik untuk Menurunkan Kecemasan pada Pasien Ekstraksi Gigi Azizah, Siti N.; Supit, Aurelia S. R.; Anindita, Pritartha S.
e-GiGi Vol 9, No 1 (2021): E-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.9.1.2021.32957

Abstract

Abstract: Tooth extraction is the most common dental procedure in dentistry besides dental filling. Anxiety is a significant problem faced by patients who undergo dental extraction. There are many factors which can affect anxiety level visually and auditorily. Non-pharmacological intervention including music therapy has a substantial role as interventional media or additional of other therapies in reducing pain and anxiety. This study was aimed to evaluate the roles of music as a non-pharmacological intervention to reduce anxiety in patients undergoing tooth extraction. This was a literature review study using three databases; google scholar, PubMed, and ScienceDirect. The keywords used were music as non-pharmacological intervention reducing extanxiety during tooth extraction. There were 10 literatures in this study. The results showed that music had important roles as an interventional media or additional of other therapies in reducing pain and exaggerated anxiety. Music could also give relaxing effect, reduce anxiety, improve mood, control emotion, and reduce blood pressure as well as pulse rate during tooth extraction. In conclusion, music can be used as an alternative in reducing the anxiety during tooth extraction due to a variety of effects, such as sedating, decreasing the sensitivity to surrounding area, stabilizing emotion, and decreasing blood pressure as well as pulse rate.Keywords: music, anxiety, tooth extraction Abstrak: Ekstraksi gigi merupakan tindakan yang paling sering dilakukan dalam bidang kedokeran gigi selain penambalan. Kecemasan merupakan hal yang selalu dirasakan saat akan dilakukan ekstraksi gigi. Banyak hal yang dapat memengaruhi tingkat kecemasan pada tindakan ekstraksi gigi baik secara visual maupun auditorik. Intervensi nonfarmakologi dengan terapi musik berperan penting sebagai media intervensi dalam konteks meringankan rasa nyeri dan cemas. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi peran musik sebagai intervensi nonfarmakologik dalam menurunkan kecemasan pada pasien ekstraksi gigi. Jenis penelitian ialah literature review. Database yang digunakan yaitu google scholar, PubMed, dan ScienceDirect dengan kata kunci yaitu musik sebagai intervensi nonfarmakologik mengurangi kecemasan ekstraksi gigi. Hasil penelitian mendapatkan bahwa musik berperan penting sebagai media intervensi atau pelengkap dari bentuk terapi lain dalam konteks meringankan rasa nyeri atau cemas berlebihan. Musik juga memberikan efek menenangkan, mengurangi kegelisahan, membuat perasaan menjadi rileks dan santai, menstabilkan emosi, menurunkan kecemasan pasien, serta menurunkan tekanan darah dan denyut nadi saat ekstraksi gigi. Simpulan penelitian ini ialah musik dapat dijadikan sebagai alternatif untuk menurunkan kecemasan pasien saat ekstraksi gigi dengan memberikan efek menenangkan, mengurangi kepekaan terhadap lingkungan sekitar, menstabilkan emosi, serta menurunkan tekanan darah dan denyut nadi.Kata kunci: musik, kecemasan, ekstraksi gigi
Kebersihan Gigi Mulut dan Kejadian Gingivitis pada Anak Sekolah Dasar Pontoluli, Zefanya G.; Khoman, Johanna A.; Wowor, Vonny N. S.
e-GiGi Vol 9, No 1 (2021): E-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.9.1.2021.32366

Abstract

Abstract: Poor oral hygiene could cause a variety of diseases in the oral cavity. Oral diseases can occur in various age groups, including children. World Health Organization survey showed that 90% of the world population suffer from gingivitis; 80% of them are children under 12 years of age. Gingivitis is an early stage of periodontal disease in the form of gingival inflammation due to poor oral dental hygiene. Therefore, biofilms are accumulated on the plaques along the gingival margins. This study was aimed to determine the oral dental hygiene and the incidence of gingivitis in elementary school children. This was a literature review study using three databases, namely: Google Scholar, PubMed, and Digital Reference Garba. The results obtained nine journals that were relevant to the topic of discussion. Moreover, oral dental hygiene was influenced by knowledge of oral dental health and oral dental hygiene maintenance behavior such as tooth brushing and diet. The incidence of gingivitis among elementary school children ranged from 74.4% to 91.94%. In conclusion, oral hygiene status of elementary school children was in the medium category and the incidence of gingivitis among them was high.Keywords: oral hygiene, incidence of gingivitis, elementary school children Abstrak: Kebersihan gigi mulut yang kurang dapat menyebabkan berbagai masalah dalam rongga mulut. Penyakit gigi mulut dapat dialami oleh semua kelompok usia, tidak terkecuali pada anak. Hasil survei World Health Organization menumjukkan 90% penduduk di dunia menderita penyakit gingivitis dan 80% di antaranya merupakan anak usia di bawah 12 tahun. Gingivitis merupakan tahap awal penyakit periodontal berupa peradangan pada gingiva yang disebabkan oleh kebersihan gigi mulut yang buruk sehingga terjadi akumulasi biofilm pada plak di sepanjang margin gingiva. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kebersihan gigi mulut dan kejadian gingivitis pada anak sekolah dasar. Jenis penelitian ialah literature review dengan menggunakan database Google Scholar, PubMed, dan Garba Rujukan Digital. Hasil penelitian mendapatkan sembilan jurnal yang relevan dengan topik bahasan. Kkebersihan gigi mulut dipengaruhi oleh pengetahuan kesehatan gigi mulut dan perilaku pemeliharaan kebersihan gigi mulut seperti menyikat gigi dan pola makan. Distribusi kejadian gingivitis pada anak sekolah dasar antara 74,4%-91,94%. Simpulan penelitian ini ialah status kebersihan gigi mulut anak sekolah dasar termasuk dalam kategori sedang dan angka kejadian gingivitis pada anak sekolah dasar tergolong tinggi.Kata kunci: kebersihan gigi mulut, kejadian gingivitis, anak sekolah dasar

Page 1 of 2 | Total Record : 18