e-GIGI
JURNAL e-Gigi diterbitkan oleh Perhimpunan Ahli Anatomi Indonesia (Komisariat Manado) bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado. Jurnal ini diterbitkan 2 (dua) kali setahun (Juni, Desember). e-Gigi memuat artikel telaah (review article), hasil penelitian, dan laporan kasus dalam bidang ilmu kedokteran gigi.
Articles
593 Documents
GAMBARAN STATUS KARIES PADA MURID SMP NEGERI 4 TOULUAAN KECAMATAN SILIAN RAYA KABUPATEN MINAHASA TENGGARA
Mayusip, Billy O. S.;
Mariati, Ni Wayan;
Mintjelungan, Christy N.
e-GiGi Vol 3, No 2 (2015): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35790/eg.3.2.2015.9839
Abstract: Caries is a dental hard tissue disease, which involves enamel, dentin, and cementum. It is caused by a microorganism activity inside carbohydrates that can be fermented. Dental caries widely occurs among school aged children since they often consume meal that potentially can cause caries. SMP Negeri 4 Touluaan is a junior high school located in kecamatan Silian Raya. This study aimed to obtain the dental caries status of students at SMP Negeri 4 Touluaan. This was a descriptive study with a cross-sectional approach. The population consisted of 240 students. Samples were 71 students obtained by using Slovin’s formula and a purposive sampling method. The results showed that the average DMF-T index of SMP Negeri 4 Touluaan students was 3.52, that belonged to the medium or fair category based on the WHO criteria.Keywords: caries status, junior high school students, DMF-T IndexAbstrak: Karies merupakan suatu penyakit jaringan keras gigi, yaitu email, dentin dan sementum, yang disebabkan oleh aktivitas jasad renik dalam karbohidrat yang dapat diragikan. Penyakit ini banyak terjadi pada anak usia sekolah. Anak-anak sekolah seringkali mengonsumsi makanan dengan kandungan substrat yang berpotensi menyebabkan karies. SMP Negeri 4 Touluaan merupakan SMP yang terletak di kecamatan Silian Raya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran status karies pada murid SMP Negeri 4 Touluaan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan potong lintang. Populasi total sebanyak 240 siswa. Sampel penelitian didapat menggunakan rumus Slovin yaitu sebanyak 71 siswa. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukan indeks DMF-T rata-rata pada siswa SMP Negeri 4 Touluaan sebesar 3,52 yang tergolong dalam kategori sedang menurut kriteria DMF-T yang dikeluarkan WHO.Kata kunci: status karies, murid sekolah menengah pertama, indeks DMF-T
Nilai pH Saliva pada Buruh Perokok di Pelabuhan Bitung
Syukri, Dwi M.;
Suling, Pieter L.;
Mintjelungan, Christy N.
e-GiGi Vol 6, No 2 (2018): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35790/eg.6.2.2018.20457
Abstract: Saliva is a complex fluid composed of a mixture of major and minor salivary glands in the oral cavity. The role of saliva is as a protective base between the lining of the oral cavity and toxins. Smoking can affect the physiological function of saliva because smoking destroys molecules in saliva that are useful in protecting the oral cavity, therefore, lack of sensitivity and changes in the sense receptor of taste occur. Saliva acidity setting includes protein, bicarbonate, and phosphate systems. This study was aimed to determine the salivary pH of the habitual smokers among the laborers at Bitung Port. This was an observational descriptive study using a cross sectional design. Respondents were 30 laborers (males and females) who were habitual smokers, aged 18-45 years old obtained by using purposive sampling technique. The results showed that 13 respondents (43.3%) had normal salivary pH (pH 6.4-7) and 17 respondents (56.7%) had basic salivary pH (pH >7). The average pH of all respondents was 7.18. Conclusion: Laborers who were habitual smokers at Bitung port had normal or basic salivary pH.Keywords: salivary pH, laborers, habitual smokers Abstrak: Saliva merupakan cairan mulut yang kompleks terdiri dari campuran sekresi kelenjar saliva mayor dan minor di dalam rongga mulut dan berperan sebagai pelindung basa antara lapisan mulut dan toksin. Saliva memiliki kemampuan dalam pengaturan derajat keasaman yang berperan penting dalam menjaga nilai pH di lingkungan mulut seseorang. Merokok dapat memengaruhi fisiologi saliva karena merokok dapat menghancurkan molekul dalam saliva yang berguna dalam melindungi rongga mulut sehingga akan menyebabkan kurangnya sensitivitas dan perubahan reseptor dari indra perasa. Pengaturan keasaman saliva meliputi sistem protein, bikarbonat, dan fosfat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pH saliva pada buruh perokok di pelabuhan Bitung. Jenis penelitian ialah deskriptif observasional dengan menggunakan desain potong lintang. Subjek penelitian ini ialah buruh perokok di pelabuhan Bitung dengan jenis kelamin laki-laki dan perempuan berusia 18-45 tahun. Terdapat 30 responden yang diperoleh dengan mengunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian mendapatkan bahwa 13 responden (43,3%) dengan pH saliva normal (pH berkisar 6,4-7), dan 17 responden (56,7%) dengan pH basa (pH >7). Nilai rerata pH responden sebesar 7,18. Simpulan: Buruh perokok di pelabuhan Bitung memiliki pH saliva normal atau basa.Kata kunci: pH saliva, buruh, perokok
GAMBARAN PENGGUNAAN SEMEN IONOMER KACA SEBAGAI BAHAN TUMPATAN DI RUMAH SAKIT ROBERT WOLTER MONGISIDI MANADO TAHUN 2011-2013
Tulaka, Bonie;
Wicaksono, Dinar A.;
Tumewu, Ellen
e-GiGi Vol 2, No 2 (2014): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35790/eg.2.2.2014.5034
Abstract: Dental caries is still problem among other oral diseases, one of the overcame by restorative. The restorative materials are most frequently used in RS. RW. Mongisidi Manado is glass ionomer cement . The purpose of this research is to know the description of the use of the glass ionomer cement as an ingredient in dental clinic restorative RS. R W. Mongisidi Manado in 2011-2013. This research is descriptive research, the data obtained with the patient's medical record which do restorative throughout the years 2011-2013. The data retrieval is done by the method of the total sample, as 769. The result of this research shows categories sex, male more often done restorative with 394 (51.3%), patients with adult age category more often do restorative with 609 (79,2%). The teeth on the anterior portion is more often performed than in the posterior part of the restorative. Keywords: restorative materials, glass ionomer cement.  Abstrak: Karies gigi masih merupakan masalah di antara penyakit gigi dan mulut lainnya, salah satu cara mengatasinya yaitu dengan melakukan penumpatan. Bahan tumpatan yang paling sering digunakan di RS. RW. Mongisidi Manado ialah semen ionomer kaca. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran penggunaan semen ionomer kaca sebagai bahan tumpatan di poliklinik gigi RS R.W Mongisidi Manado pada tahun 2011-2013. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif, data diambil dari rekam medis pasien yang telah melakukan penumpatan sepanjang tahun 2011-2013. Pengambilan data dilakukan dengan metode total sampling, didapatkan sepanjang tahun 2011-2013 sebanyak 769.Hasil dari penelitian sepanjang tahun 2011-2013 menunjukkan kategori jenis kelamin, laki-laki lebih sering dilakukan penumpatan dengan 394 (51,3%), pasien dengan kategori usia dewasa lebih sering melakukan penumpatan dengan 609 (79,2%). Gigi pada bagian anterior lebih sering dilakukan penumpatan dibandingkan pada bagian posterior. Kata kunci: bahan tumpatan, semen ionomer kaca.
Hubungan konsumsi jajanan dan status karies gigi siswa di SMP NEGERI 1 Tareran
Wawointana, Iwan P.;
Umboh, Adrian;
Gunawan, Paulina N.
e-GiGi Vol 4, No 1 (2016): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35790/eg.4.1.2016.10761
Abstract: Dental caries is caused by email and dentin demineralization. In general, school age children have a high caries risk because they like to consume cariogenic foods. This was a descriptive analytical study with a cross sectional approach. This study aimed to obtain the relationship between cariogenic food consumption and dental caries status among students of SMP Negeri 1 Tareran.The whole study population as many as 258 students were used as samples. Primary data consisted of the dental caries examination to obtain the number of dental caries status (DMF-T) and of the questionnaire by using Food Frequency Questionnaire (FFQ) to obtain the consumption of cariogenic foods. The results showed that cariogenic food consumption of the majority of students in SMP Negeri 1 Tareran was categorized as occasionally which meant several times weekly. Dental caries status of the students belonged to the low category with an average DMF-T 1,82 which meant each student had two caries teeth. The statistical test showed that there was a relationship between consumption of cariogenic food and dental caries status.Keywords: consumption of cariogenic foods, dental caries statusAbstrak: Karies gigi merupakan penyakit yang disebabkan oleh demineralisasi email dan dentin. Anak-anak usia sekolah umumnya berisiko tinggi terhadap karies karena mereka memiliki kebiasaan mengonsumsi makanan kariogenik. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan pendekatan potong lintang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan konsumsi jajanan dan status karies gigi di SMP Negeri 1 Tareran. Populasi penelitian yaitu seluruh murid di SMP Negeri 1 Tareran yang berjumlah 258. Sampel diambil dengan menggunakan metode total sampling. Pengambilan data primer yaitu pemeriksaan karies gigi untuk melihat status karies gigi (DMF-T) dan pengisian kuesioner dengan menggunakan Food Frequency Questionnaire (FFQ) untuk melihat konsumsi jajanan pada siswa di SMP Negeri 1 Tareran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi jajanan sebagian besar siswa SMP Negeri 1 Tareran termasuk dalam kategori kadang-kadang yakni beberapa kali dalam seminggu. Status karies gigi siswa SMP Negeri 1 Tareran termasuk dalam kategori rendah dengan rata-rata DMF-T 1,82 yang artinya siswa mengalami karies rata-rata 2 gigi. Hasil uji statistik yang dilakukan menunjukkan bahwa terdapat hubungan konsumsi jajanan dan status karies gigi.Kata kunci: konsumsi jajanan, status karies gigi
STATUS KEBERSIHAN MULUT ANAK USIA 9-11 TAHUN DAN KEBIASAAN MENYIKAT GIGI MALAM SEBELUM TIDUR DI SDN MELONGUANE
Sampakang, Trisye;
Gunawan, Paulina N.;
., Juliatri
e-GiGi Vol 3, No 1 (2015): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35790/eg.3.1.2015.6406
Abstrack: Children at primary school age need more attention because the risk of oral health problems. One way to maintain oral health is brushing your teeth before going to bed which plays an important role in preventing the development of bacteria that can cause tooth decay. Oral hygiene is measured by an examination of OHI-S by Green and Vermillion.This study was conducted to determine how the oral hygiene status of children aged 9-11 years by brushing at night before bed. This study is a descriptive study using purposive sampling method. The number of samples was 135 children aged 9-11 years consist of 53 children brushing their teeth at night before bed and 82 children who do not brush at night before bed. Results from this study showed 53 respondent brushing their teeth at night before bed and 82 respondent do not brush at night before bed. From children who brush their teeth at night before bed, 36 respondent had good OHI-S category and 1 has poor category. It showed that more than half of the children aged 9-11 years old who brush their teeth night before bed had a good OHI-S category which is 36 of 53 respondent.Keywords: OHI-S, brushing teeth at night before bedtime, oral hygieneAbstrak: Anak usia sekolah dasar perlu mendapat perhatian lebih karena rentan terhadap gangguan kesehatan gigi dan mulut. Salah satu cara menjaga kesehatan gigi dan mulut yaitu menyikat gigi sebelum tidur yang berperan penting dalam pencegahan perkembangan bakteri yang dapat menyebabkan kerusakan gigi. Kebersihan gigi dan mulut diukur dengan pemeriksaan OHI-S menurut Green dan Vermillion. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui status kebersihan mulut anak usia 9-11 tahun menurut kebiasaan menyikat gigi malam sebelum tidur. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan menggunakan metode pengambilan sampel purposif. Jumlah sampel 135 anak berusia 9-11 tahun yang terdiri dari 53 anak yang menyikat gigi malam sebelum tidur dan 82 anak yang tidak menyikat gigi malam sebelum tidur. Dari penelitian ini diperoleh 53 (39,26%) responden yang menyikat gigi malam sebelum tidur dan 82 (60,74%) responden yang tidak menyikat gigi malam sebelum tidur. Didapat 36 responden dengan kategori OHI-S baik dan 1 responden yang memiliki kategori OHI-S buruk pada responden yang menyikat gigi malam sebelum tidur. Dapat dilihat status kebersihan mulut anak usia 9-11 tahun menunjukkan lebih dari setengah responden yang menyikat gigi malam sebelum tidur memiliki kategori OHI-S baik yaitu 36 dari 53 responden.Kata kunci: OHI-S, menyikat gigi malam sebelum tidur, kebersihan mulut
STATUS GINGIVA PADA PASIEN PENGGUNA GIGI TIRUAN CEKAT DI RSGM PSPDG FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SAM RATULANGI MANADO
Laoh, Melinda H.;
Siagian, Krista V.;
Ticoalu, Shane H.R.
e-GiGi Vol 4, No 2 (2016): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35790/eg.4.2.2016.13927
Abstract: The use of fixed denture aims to preserve and maintain the remained teeth and the whole mastication system properly. The use of fixed denture can be perceived as original teeth because it cannot be removed by the patient. However, fixed denture can also have an impact on periodontal tissues, such as gingivitis. This can probably occur due to the inappropriate process of the fixed denture that does not meet the requirements. This study was aimed to determine the gingival status of fixed denture users at RSGM PSPDG University of Sam Ratulangi Manado. This was a descriptive study with a cross sectional design. Population was all patients who used fixed denture made at RSGM PSPDG University of Sam Ratulangi Manado. Respondents were 31 people obtained by using total sampling method. Data consisted of checking sheets of gingival status with gingival index. The results showed that gingival status of 29 fixed denture users (93.6%) was in mild inflammation category (gingival index 0.7). Conclusion: In this study, most fixed denture users had gingival status of mild inflammation category.Keywords: gingival status, fixed denture Abstrak: Penggunaan gigi tiruan cekat (GTC) dimaksudkan untuk mempertahankan dan memelihara kesehatan gigi geligi yang masih ada beserta seluruh sistem penguyahan supaya dapat berfungsi dengan baik. Penggunaan GTC dapat dirasakan seperti gigi asli karena tidak dapat dilepas oleh pasien. Penggunaan GTC juga dapat berdampak pada jaringan periodontal seperti gingivitis. Hal tersebut dapat terjadi bila dalam pembuatannya tidak memenuhi syarat-syarat pembuatan gigi tiruan cekat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status gingiva pada pasien pengguna GTC di RSGM PSPDG Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado. Jenis penelitian ialah deskriptif dengan desain potong lintang. Populasi penelitian ialah seluruh pasien yang menggunakan GTC yang dibuat di RSGM PSPDG Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado. Jumlah responden sebanyak 31 orang yang diambil dengan metode total sampling. Pengumpulan data menggunakan lembar pemeriksaan status gingiva dengan indeks gingiva. Hasil penelitian menunjukkan status gingiva pada 29 pasien (93,6%) pengguna GTC termasuk kategori peradangan ringan (indeks gingiva 0,7). Simpulan: Status gingiva pada sebagian besar pasien pengguna gigi tiruan cekat di RSGM PSPDG Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado termasuk dalam kategori peradangan ringan. Kata kunci: status gingiva, gigi tiruan cekat
PERSEPSI PASIEN PENGGUNA GIGI TIRUAN LEPASAN BERBASIS AKRILIK YANG MENGGUNAKAN JASA DOKTER GIGI DI KOTAMOBAGU
Mokodompit, Rifon I.;
Siagian, Krista V.;
Anindita, P. S.
e-GiGi Vol 3, No 1 (2015): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35790/eg.3.1.2015.8077
Abstract: Loss of teeth can be caused by various diseases such as caries and periodontal disease. Losing teeth can lead people to emotional impact as well as impaired functions of speaking, chewing, and aesthetics. The use of denture to replace missing teeth is important to avoid these impacts. This study aimed to determine patients’ perception as users of removable acrylic based denture in Kotamobagu. This was a descriptive study with a cross sectional design. Population were 203 users of removable acrylic based denture at dentist services in Kotamobagu. Samples were 67 respondents obtained by using Solvin formula and simple random sampling method. In this study we used questionnaire consisted of 25 questions. The results showed that the patient’s perception was in good category based on competence, access, needs, time, and budget.Keywords: patient’s perception, removable denture, dentist serviceAbstrak: Kehilangan gigi dapat disebabkan oleh berbagai penyakit seperti karies dan penyakit periodontal. Kehilangan gigi dapat menimbulkan dampak emosional serta terganggunya fungsi bicara, pengunyahan, dan estetika. Penggunaan gigi tiruan untuk menggantikan gigi yang hilang penting dilakukan untuk menghindari dampak tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi pasien pengguna gigi tiruan lepasan berbasis akrilik yang menggunakan jasa dokter gigi di Kotamobagu. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan desain potong lintang. Populasi yaitu pasien pengguna gigi tiruan lepasan berbasis akrilik yang menggunakan jasa dokter gigi di Kotamobagu yang berjumlah 203 jiwa. Pengambilan sampel menggunakan rumus Slovin menghasilkan 67 sampel, dan metode pengambilan sampel dilakukan dengan simple random sampling. Studi ini menggunakan kuesioner yang berjumlah 25 pertanyaan. Hasil penelitian menunjukkan berdasarkan kompetensi, akses, kebutuhan, waktu, dan biaya persepsi pasien termasuk kategori baik.Kata kunci : persepsi pasien, gigi tiruan lepasan, jasa dokter gigi
Hubungan pengetahan kesehatan gigi dan mulut dengan status karies pada pemulung di tempat pembuangan akhir Sumompo Manado
Anggow, Ollivia R.;
Mintjelungan, Christy N.;
Anindita, P. S.
e-GiGi Vol 5, No 1 (2017): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35790/eg.5.1.2017.14783
Abstract: The knowledge of dental and oral health is very essential to the formation of one's actions in the maintenance of his/her dental and oral health. One of the most common oral disease in Indonesian citizen is dental caries. This study was aimed to determine the relationship between the knowledge of oral health status and caries among scavengers in Sumompo Manado. This was a descriptive analytical study with a cross sectional design. There were 78 scavengers aged 18-45 years old as respondents obtained by using purposive sampling method. The results showed that the highest percentages of knowledge about oral health and caries status were in less knowledge with high caries status by an average of 32.1%. The chi-square test obtained a p value of 0.027. Conclusion: There was a significant relationship between oral health knowledge and caries status of scavengers in Sumompo Manado.Keywords: oral health knowledge, scavengers, caries Abstrak: Pengetahuan kesehatan gigi dan mulut sangat penting untuk terbentuknya tindakan seseorang dalam pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut. Salah satu penyakit gigi dan mulut yang paling banyak diderita masyarakat Indonesia ialah karies gigi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan kesehatan gigi dan mulut dengan status karies pada pemulung di Tempat Pembuangan Akhir Sumompo (TPA) Manado. Jenis penelitian ialah deskriptif analitik dengan desain potong lintang. Responden penelitian ialah pekerja pemulung yang umumnya pada kelompok usia 18-45 tahun sebanyak 78 orang. Metode pengambilan sampel secara purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan responden tentang kesehatan gigi dan mulut dan status karies paling banyak ditemukan pada pengetahuan kurang dengan status karies tinggi yaitu sebesar 32,1%. Berdasarkan uji Chi-Square didapatkan p value 0,027 (p < 0,05). Simpulan: Terdapat hubungan bermakna antara pengetahuan kesehatan gigi dan mulut dengan status karies pekerja pemulung di Tempat Pembuangan Akhir Sumompo Manado. Kata kunci: pengetahuan kesehatan gigi dan mulut, pekerja pemulung, status karies
Hubungan Pengetahuan Kesehatan Gigi dan Mulut dengan Status Kesehatan Gingiva pada Penyandang Tunanetra di Panti Tunanetra Manado
Takahindangen, Shinta
e-GiGi Vol 1, No 2 (2013): e-GiGi Juli-Desember 2013
Publisher : Universitas Sam Ratulangi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35790/eg.1.2.2013.3214
Pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut sangat penting untuk terbentuknya tindakan menjaga kesehatan gigi dan mulut. Pengetahuan dapat diperoleh antara lain melalui indra penglihatan. Penyandang tunanetra memiliki keterbatasan dalam penglihatan yang memengaruhi kemampuan dalam memperoleh pengetahuan dan memengaruhi tindakan menjaga kesehatan gigi dan mulut mereka. Penyandang tunanetra beresiko tinggi mengalami masalah kesehatan gigi dan mulut sehingga berdampak pula pada status kesehatan gingiva mereka. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui hubungan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut dengan status kesehatan gingiva pada penyandang tunanetra di panti tunanetra Manado.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional study. Data diperoleh dengan menggunakan kuesioner dan pemeriksaan status kesehatan gingiva menggunakan Modifikasi Indeks Gingiva. Data diperoleh dari 39 responden pada kelompok usia 11-40 tahun dengan menggunakan teknik total sampling. Data disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukan tidak ada hubungan bermakna antara pengetahuan kesehatan gigi dan mulut dengan status kesehatan gingiva (p = 0,614).Kata kunci : pengetahuan kesehatan gigi dan mulut, tunanetra, status kesehatan gingivaABSTRACTKnowledge of dental health are important for the formation of action in oral health behaviour. Knowledge can be obtained, among others, through the sense of sight. Visually impaired people have limited vision that affects the ability to acquire knowledge and influence the action to maintain their oral health. They are at high risk for oral health problems that impact the gingival status. The aim of this study was to determine the correlation between dental health knowledge with gingival status in visually impaired people in Residence for visually impaired people in Manado. This study is a descriptive analytic study using a cross-sectional design. Dental health knowledge were assessed using the questionnaire and their gingival status was measured by Modified Gingival Index. Data obtained from 39 respondents in the age group 11-40 years by using the total sampling. Data presented in the form of a frequency distribution table. The results of study showed that there was no statistically significant correlation between oral health knowledge and gingival status (p = 0.614).Keywords : dental knowledge , visually impaired, gingival status
PENGARUH KONSUMSI APEL (Pyrus malus) TERHADAP INDEKS DEBRIS PADA ANAK USIA 9 TAHUN DI SD KATOLIK ST. THERESIA MALALAYANG
Seajima, Oktaviana I.;
Gunawan, Paulina N.;
., Juliatri
e-GiGi Vol 3, No 2 (2015): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35790/eg.3.2.2015.9635
Absract: Oral hygiene andpoor food consumption patterns can lead to dental caries. One of the contributing factors that cause dental caries is debris or remnants of food stuck in the teeth. Consumption of fresh fruit and rich in vitamins, minerals, fiber and water can launch itself to the teeth cleaning. Apples are one of the fruits that can clean teeth from leftovers. Apple has a tannin which serves to clean and freshen the mouth, thus preventing caries and gingival disease. The purpose of this study was to determine the effect of consumption of apple (Pyrus malus) against the index debris in children aged 9 years in Catholic Elementary School St. Theresia Malalayang. This study was an experimental study with quasi-experimental design to approach pre and post-test treatment. The population was all students aged 9 years old in Catholic Elementary School St. Theresia Malalayang. Sampling was done by total sampling method amounted to 46 samples. Based on the results obtained in the experimental group the average value of the difference debris index of 1.07 and in the control group the average value of the difference debris index of 0.26. Hypothesis testing using the Mann-Whitney test p = 0.000 (p <0.05). Results of this study indicate that there are significant differences between early and late debris difference index in the experimental group and control group. Thus it can be concluded apple consumption influence the index debris in children aged 9 years in Catholic Elementary School St. Theresia Malalayang.Keywords: apple, debris index.Abstrak: Kebersihan gigi dan mulut serta pola konsumsi makanan yang kurang baik dapat mengakibatkan karies gigi.Salah satu faktor pendukung yang menyebabkan terjadinya karies gigi yaitu debris atau sisa-sisa makanan yang menempel pada gigi. Konsumsi buah segar dan kaya akan vitamin, mineral, serat dan air dapat melancarkan pembersihan sendiri pada gigi.Apel merupakan salah satu buah yang dapat membersihkan gigi dari sisa makanan.Buah apel memiliki kandungan tannin yang berfungsi membersihkan dan menyegarkan mulut, sehingga dapat mencegah karies gigi dan penyakit gingiva.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konsumsi apel (Pyrus malus) terhadap indeks debris pada anak usia 9 tahun di SD Katolik St. Theresia Malalayang.Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan rancangan eksperimental semu dengan pendekatan pre dan post-test perlakuan.Populasi pada penelitian adalah seluruh siswa SD Katolik St. Theresia Malalayang yang berusia 9 tahun.Pengambilan sampel dilakukan dengan metode total sampling berjumlah 46 sampel.Berdasarkan hasil penelitian pada kelompok eksperimen didapatkan nilai selisih rata-rata indeks debris sebesar 1,07 dan pada kelompok kontrol nilai selisih rata-rata indeks debris sebesar 0,26. Uji hipotesis menggunakan uji mann-whitney nilai p = 0,000 ( p< 0,05). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang bermakna antara selisih indeks debris awal dan akhir pada kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol. Dengan demikian dapat disimpukan terdapat pengaruh konsumsi apel (Pyrus malus) terhadap indeks debris pada anak usia 9 tahun di SD Katolik St. Theresia MalalayangKata kunci: apel, indeks debris.