cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
e-GIGI
ISSN : 2338199X     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
JURNAL e-Gigi diterbitkan oleh Perhimpunan Ahli Anatomi Indonesia (Komisariat Manado) bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado. Jurnal ini diterbitkan 2 (dua) kali setahun (Juni, Desember). e-Gigi memuat artikel telaah (review article), hasil penelitian, dan laporan kasus dalam bidang ilmu kedokteran gigi.
Arjuna Subject : -
Articles 593 Documents
GAMBARAN REKAM MEDIS GIGI PUSKESMAS BAHU KOTA MANADO DITINJAU DARI STANDAR NASIONAL REKAM MEDIK KEDOKTERAN GIGI Gunawan, Agung Prasetya
e-GiGi Vol 1, No 2 (2013): e-GiGi Juli-Desember 2013
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.1.2.2013.3235

Abstract

Rekam medis merupakan salah satu bukti tertulis tentang proses pelayanan yang diberikan oleh dokter dan dokter gigi karena di dalam rekam medis berisi data klinis pasien selama proses diagnosis dan pengobatan. Rekam medis sangat penting dalam pelayanan bagi pasien karena data yang lengkap dapat memberikan informasi untuk menentukan keputusan dalam pengobatan, penanganan dan tindakan medis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran rekam medis gigi Puskesmas Bahu kecamatan Malalayang di kota Manado ditinjau dari Standar Nasional Rekam Medis Kedokteran Gigi.Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh data rekam medis gigi di Puskesmas Bahu Kota Manado pada bulan Januari hingga Maret tahun 2012. Hasil penelitian diperoleh bahwa rata-rata kelengkapan identitas pasien pada rekam medis gigi pasien yang ada di Puskesmas Bahu masih sangat kurang dan belum lengkap seperti tidak memiliki catatan kesehatan umum pasien, catatan odontogram dantabel jadwal kunjungan. Kata kunci : rekam medis. ABSTRACTMedical recordsis one of the evidence of the services provided by doctors and dentists because in the medical record contains clinical dataof patients during the process of diagnosis and treatment. Medical records are very important in the service of the patient as a complete data can provide information for determining treatment decisions, treatment and medical treatment. This study aims to describe dental medical records of Bahu Clinic of Manado in terms of the National Standard Medical Record Dentistry. The population in this study were all medical records in the health center dental Bahu Manado City in January to March 2012. The result showed that the average completeness of medical records of the patient's identity on an existing dental patients in Bahu Clinic is still lacking and incomplete as not having general patient health records, tables odontogramand tables scheduled visit. Keywords: medical records.
HUBUNGAN KEBIASAAN MEROKOK DENGAN STATUS GINGIVA PADA REMAJA USIA 15-19 TAHUN Manibuy, Katarina D.; Pangemanan, Damajanty H. C.; Siagian, Krista V.
e-GiGi Vol 3, No 2 (2015): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.3.2.2015.10018

Abstract

Abstract:Currently, smokers in Indonesia have already included teenagers. Adolescent phase is particularly vulnerable to try new things with the purpose of identity searching, one of which is through smoking. Smoking does not only cause a systemic effect on the body, but can also cause pathologic conditions in the oral cavity such as gingivitis. Accumulation of heat and combustion products of cigarettes can affect the response of gingival inflammation. The objective of this study was to determine the relation between smoking habits based on the amount and duration of smoking cigarettes with gingival status in adolescents aged 15-19 years in Tuminting district.This research was descriptive analytic with cross sectional approach. The population was all adolescents aged 15-19 years in Tuminting district. A sample of 99 adolescents was taken using proportional random sampling. The data were collected using questionnaires and checks on gingival status by gingival index.The research findings show that as many as 49 adolescents (49.5%) had a mild smoking habit based on the number of cigarettes (1-4 cigarettes/day), 39 adolescents (39.4%) had a heavy smoking habit by smoking duration (>2 years) and 70 adolescents (70.7%) had mild gingival status. Chi-square test results show no significant relation between smoking habits based on the amount of cigarettes smoked and gingival status (p>0.05), but smoking habits based on the duration of smoking relate to gingival status (p<0.05).Keywords: smoking habit, gingival status, adolescentsAbstrak:Saat ini, perokok di Indonesia sudah mencakup ke kalangan remaja. Fase remaja sangat rentan untuk mencoba hal-hal baru dengan tujuan untuk pencarian jati dirinya, salah satunya yaitu dengan caramerokok. Kebiasaan merokok tidak hanya menimbulkan efek sistemik pada tubuh, tetapi juga dapat menimbulkan kondisi patologis di rongga mulut, salah satunya yaitu gingivitis.Panas dan akumulasi produk hasil pembakaran rokok dapat memengaruhi respon inflamasi gingiva. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan kebiasaan merokok berdasarkan jumlah rokok dan lama merokok dengan status gingiva pada remaja usia 15-19 tahun di kecamatan Tuminting.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ialah seluruh remaja usia 15-19 tahun di kecamatan Tuminting. Jumlah sampel 99 orang diambil dengan caraproportional random sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan pemeriksaan status gingiva berdasarkan indeks gingiva.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebanyak 49 orang (49,5%) memiliki kebiasaan merokok ringan berdasarkan jumlah rokok (1-4 batang rokok/hari), 39 orang (39,4%) memiliki kebiasaan merokok berat berdasarkan lama merokok (>2 tahun), 70 orang (70,7%) yang memiliki status gingiva ringan. Hasil uji chi-sqaure menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara kebiasaan merokok berdasarkan jumlah rokok dengan status gingiva (p>0,05) namun kebiasaan merokok berdasarkan lama merokok berhubungan dengan status gingiva ((p<0,05).Kata kunci: kebiasaan merokok, status gingiva, remaja
PERBANDINGAN PERILAKU KESEHATAN GIGI DAN MULUT ANTARA MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER GIGI UNSRAT SEMESTER I DAN SEMESTER V Wowor, Stephanie G.; Wowor, Vonny N. S.; Mintjelungan, Christy N.
e-GiGi Vol 7, No 1 (2019): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.7.1.2019.22418

Abstract

Abstract: Oral health is still a problem in Indonesia, including in North Sulawesi. Oral health is affected by oral health behavior. Dental students have good knowledge about oral health, therefore, they can become good models for their families and society. Oral health behavior become more positive and better with increasing education. This study was aimed to analyze the difference in oral health behavior between first semester and fifth semester dental students at PSPDG FK Unsrat (Dental Program Study of Faculty of Medicine, Sam Ratulangi University). This was a descriptive analytical study with a cross sectional design. Data were obtained by using questionnaires. Samples were obtained by using total sampling method. Data were analyzed with the Mann-Whitney test to obtain the difference between both groups. The results showed that there were 41 respondents divided into two groups: first semester students and fifth semester students. Both groups had good oral health behavior with an average score of 89.1 for the first semester students and of 98.7 for the fifth semester students. The statistical test comparing the oral health behavior of both groups showed a P value of 0.001. Conclusion: There were a significant difference in oral health behavior between the first semester and the fifth semester dental students at PSPDG FK Unsrat. The fifth semester students had better oral health behavior than the first semester students.Keywords: oral health behavior, dental studentsAbstrak: Kesehatan gigi dan mulut hingga kini masih menjadi masalah di Indonesia, termasuk di Sulawesi Utara. Kesehatan gigi dan mulut dipengaruhi oleh perilaku kesehatan gigi dan mulut. Mahasiswa kedokteran gigi memiliki pengetahuan mengenai kesehatan gigi dan mulut yang dapat menjadi contoh bagi keluarga dan masyarakat. Perilaku kesehatan gigi dan mulut menjadi lebih positif dan lebih baik dengan meningkatnya tingkat pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan perilaku kesehatan gigi dan mulut antara mahasiswa PSPDG FK Unsrat semester I dan semester V. Jenis penelitian ialah deskriptif analitik dengan desain potong lintang. Data diperoleh dengan menggunakan kuesioner. Sampel penelitian menggunakan teknik total sampling berjumlah 41 sampel yang terbagi dalam dua kelompok yaitu mahasiswa semester I dan mahasiswa semester V. Perbedaan perilaku kedua kelompok dianalisis menggunakan uji Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan seluruh mahasiswa pada kedua kelompok memiliki perilaku kesehatan gigi dan mulut yang baik dengan skor rerata pada mahasiswa semester I sebesar 89,1 dan pada mahasiswa semester V sebesar 98,7. Hasil uji statistik perbandingan perilaku kesehatan gigi dan mulut antara kedua kelompok menunjukkan nilai P=0,001. Simpulan: Terdapat perbedaan bermakna pada perilaku kesehatan gigi dan mulut mahasiswa PSPDG Unsrat semester I dan semester V. Mahasiswa semester V memiliki perilaku kesehatan gigi dan mulut yang lebih baik dibandingkan mahasiswa semester I.Kata kunci: perilaku kesehatan gigi dan mulut, mahasiswa kedokteran gigi
PENGARUH KONSUMSI PEPAYA (Carica papaya) DALAM MENURUNKAN INDEKS DEBRIS PADA ANAK USIA 10-12 TAHUN DI SDN 103 MANADO Mandalika, Wandha Cindhy; Wicaksono, Dinar A.; Leman, Michael A.
e-GiGi Vol 2, No 2 (2014): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.2.2.2014.5778

Abstract

Abstract: Oral hygiene and consumption patterns of poor foods can affect oral health, including dental caries. Debris or food waste is one of the causes of dental caries. Consuming fresh fruit that consist with rich fiber and water can naturally cleanse the tooth, thus the width of the debris surface can be reduced, and the risk of the karies to be form could be prevent. On this research, a papaya from “Kota Manado” was used with a purpose to get the information if there is an influence by consuming papaya (Carica papaya) in reducing debris index to child age 10 to 12 years old at “SDN 103 Manado”. The type of this research is a experiment research with apparent experiment designs with pre-test approach and post-test approach treatment. Population is the child age 10-12 years old in grade V and VI at”SDN 103 Manado”. Sample was taken with total sampling method with a total of 40 samples. Differences of the debris index before consuming papaya and after was used Wilcoxon test. The results showed there is a significant difference from the evaluation result of the debris index before consuming papaya and after (p < 0,05). Consuming papaya can reducing debris index to students at “SDN 103 Manado” Keywords: debris, papaya fruit, primary school.   Abstrak: Kebersihan gigi dan mulut, serta pola konsumsi makanan yang kurang baik dapat mempengaruhi kesehatan gigi dan mulut, di antaranya karies gigi. Debris atau sisa makanan merupakan salah satu faktor penyebab karies gigi. Konsumsi buah yang segar yang kaya akan serat dan air dapat memicu pembersihan alami pada gigi, sehingga luas permukaan debris dapat dikurangi dan resiko terjadinya karies dapat dicegah. Pada penelitian ini digunakan buah pepaya yang berasal dari Kota Manado yang bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh konsumsi pepaya (Carica papaya) dalam menurunkan indeks debris pada anak usia 10-12 tahun di SDN 103 Manado. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan rancangan eksperimen semu dengan pendekatan sebelum (pre-test) dan sesudah (post-test) perlakuan. Populasi ialah anak usia 10-12 tahun yang duduk di kelas V dan VI di SDN 103 Manado. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode total sampling berjumlah 40 sampel. Perbedaan sebelum dan sesudah mengonsumsi pepaya di uji dengan uji Wilcoxon dengan tingkat kemaknaan p < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan bermakna dari hasil pemeriksaan indeks debris sebelum mengonsumsi pepaya dan sesudah mengonsumsi pepaya (p < 0,05). Kesimpulan: Konsumsi buah pepaya dapat menurunkan indeks debris pada siswa di SDN 103 Manado. Kata kunci: debris, buah pepaya, sekolah dasar.
Alasan pemakaian gigi tiruan lepasan pada pasien poliklinik gigi di BLU RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado Jatuadomi, .; Gunawan, Paulina N.; Siagian, Krista V.
e-GiGi Vol 4, No 1 (2016): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.4.1.2016.12135

Abstract

Abstract: Teeth are very important to human being. Tooth loss may caused by caries, periodontal diseases, and trauma. Tooth loss may influence the social activities. Treatment with dentures as a replacement for missing teeth is very important because it can improve the aesthetics, restore chewing mechanism, restore speech function, maintain or retain the tissue around oral cavity, maintain jaw relation, and improve the quality of human life. There are some factors that influence people to use denture, inter alia: aesthetics, social relation, function, education, and culture. This study aimed to determine the reason to use removable denture among patients of Dental Clinic Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital Manado. This was is a descriptive study with cross sectional design. There were 32 samples with removable dentures made in the Dental Clinic aged 17-70 years who filled the questionnaires. Data were processed and analyzed desriptively, and presented based on frequency distribution in tables. The results showed that the reasons of removable denture usage of patients were perception to substitute the missing teeth, appearance of not toothless, confidence restoration, and interaction with other people. Albeit, based on the social economics,the construction of denture need a lot of cost. Keywords: tooth loss, removable denture Abstrak: Gigi merupakan salah satu organ tubuh yang berperan penting bagi manusia. Terjadinya kehilangan gigi dapat disebabkan oleh karies, penyakit periodontal dan trauma. Kehilangan gigi dapat berpengaruh terhadap aktivitas sosial. Perawatan dengan pemakaian gigi tiruan sebagai pengganti gigi yang hilang sangat penting karna dapat memperbaiki estetik, mengembalikan mekanisme penguyahan, memulihkan fungsi bicara, memelihara atau mempertahankan jaringan sekitar mulut, relasi rahang dan meningkatkan kualitas hidup seseorang. Beberapa faktor yang memengaruhi masyarakat terhadap pemakaian gigi tiruan diantaranya estetik, sosial, fungsional, pendidikan dan faktor kebudayaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui alasan pemakaian gigi tiruan lepasan pada pasien Poliklinik Gigi di BLU RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Jenis penelitian ini deskriptif dengan desain potong lintang. Sampel penelitian diperoleh dengan metode total sampling. Terdapat 32 pasien yang membuat gigi tiruan lepasan di Poliklinik Gigi, berusia 17-70 tahun, dan bersedia mengisi kuisioner. Data diolah dan dianalisis secara deskriptif kemudian disajikan berdasarkan distribusi frekuensi dalam bentuk tabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alasan pemakaian gigi tiruan lepasan pada pasien di Poliklinik Gigi berdasarkan persepsi yang paling sering muncul yaitu memakai gigi tiruan bisa menggantikan gigi yang hilang; berdasarkan penampilan yaitu tidak ingin terlihat ompong, mengembalikan rasa percaya diri serta agar tidak merasa malu berinteraksi dengan orang lain. Berdasarkan sosial ekonomi pembuatan gigi tiruan membutuhkan biaya yang besar.Kata kunci: kehilangan gigi, gigi tiruan lepasan
STATUS KEBERSIHAN MULUT DAN PERILAKU MENYIKAT GIGI ANAK SD NEGERI 1 MALALAYANG Gopdianto, Randy; Rattu, A. J. M; Mariati, Ni Wayan
e-GiGi Vol 3, No 1 (2015): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.3.1.2015.6457

Abstract

Abstract: Mouth is an ideal place for bacteria growth because of temperature, moisture and leftovers. Dental and oral hygiene is determined by leftovers (food debris), plaque, calculus and stains on the surface of the tooth. In an effort to maintain dental and oral hygiene, preferable given since elementary school age because that age is an ideal momentto train the child’s ability to brush teeth. The purpose of this research is to know the status of dental and oral hygiene according to the habit of brushing teeth before going to bed at night in SD Negeri 1 Malalayang. Method of this study was descriptive study with cross-sectional design. Sample was taken by giving a questionnaire to find out the behavior of brushing teeth and do the OHIS examination according to Green and Vermillion to the students of class IV, V dan VI. Result of the study showed, the majority of respondents were female 35 people (64%) and male 20 people (36%), based on age of the respondents are aged 8 years 7 people (13%), 9 years old 12 people (22%), 10 years old 25 people (45%) and 11 years old there were 11 people (20%). Based on the assement of the examination OHIS, 35 respondents has goog result (64%), 15 respondents had moderate result (27%) and 5 respondents had poor result (20%). Conclusion: Students in grade IV, V and VI have good dental and oral hygiene.Keywords: oral hygiene status, brushing teeth behaviorAbstrak: Mulut merupakan suatu tempat yang ideal bagi perkembangan bakteri karena temperatur, kelembapan dan sisa makanan. Kebersihan gigi dan mulut ditentukan oleh sisa makanan (food debris), plak, kalkulus, dan noda (stain) pada permukaan gigi. Dalam usaha menjaga kebersihan mulut sebaiknya diberikan sejak usia sekolah dasar karena usia tersebut merupakan saat yang ideal untuk melatih kemampuan anak termasuk menyikat gigi. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui status kebersihan mulut menurut kebiasaan menyikat gigi sebelum tidur malam pada anak di SD Negeri 1 Malalayang. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan rancangan yang digunakan ialah cross sectional. Pengambilan sampel dengan cara memberikan kuesioner untuk mengetahui perilaku menyikat gigi dan melakukan pemeriksaan OHIS menurut Green and Vermillion pada siswa-siswi kelas IV, V dan VI. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar respoden berjenis kelamin perempuan 35orang (64%) dan jenis kelamin laki-laki 20 orang (36%). Berdasarkan usia terdapat responden umur 8 tahun 7 orang (13%), umur 9 tahun sebanyak 12 orang (22%), kemudian usia 10 tahun mempunyai 25 orang (45%), dan umur 11 tahun terdapat 11 orang (20%). Berdasarkan penilaian dari pemeriksaan OHIS sebanyak 35 responden (64%) berkategori baik, 15 responden (27%) berkategori sedang, dan berkategori buruk 5 responden (9%). Simpulan: Siswa-siswi kelas IV, V dan VI memiliki kebersihan gigi dan mulut yang baik.Kata kunci : status kebersihan mulut, perilaku menyikat gigi
Perilaku Pemeliharaan Kesehatan Gigi dan Mulut Ibu Hamil di Puskesmas Bahu Manado Arisanty, Adiska Devinta
e-GiGi Vol 1, No 2 (2013): e-GiGi Juli-Desember 2013
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.1.2.2013.3206

Abstract

Pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut selama kehamilan bertujuan untuk mencegah terjadinya masalah kesehatan gigi dan mulut saat masa kehamilan. Kesehatan gigi dan mulut merupakan salah satu hal yang perlu diperhatikan selama kehamilan. Kondisi kesehatan gigi dan mulut ibu hamil yang buruk dapat memberikan dampak pada kehamilan seperti kelahiran prematur, dan bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR), dan preeklampsia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perilaku pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut ibu hamil yang mencakup pengetahuan, sikap, dan tindakan. Jenis penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan cross sectional yang melibatkan 50 orang ibu hamil di Puskesmas Bahu Manado. Pengumpulan data diperoleh melalui kuesioner yang meliputi karakteristik responden, pengetahuan, sikap, dan tindakan pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut ibu hamil di Puskesmas Bahu Manado tergolong baik, dengan perolehan skor 473 (78,8%), sikap pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut ibu hamil di Puskesmas Bahu Manado tergolong baik, dengan perolehan skor 558 (93%), dan tindakan pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut ibu hamil di Puskesmas Bahu Manado tergolong baik, dengan perolehan skor 502 (83,7%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah pengetahuan, sikap, tindakan pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut ibu hamil di Puskesmas Bahu Manado tergolong baik.Kata kunci : Perilaku Ibu hamil, pemeliharaan kesehatan gigi dan mulutABSTRACTMaintenance of oral health during pregnancy aims to prevent oral health problems during pregnancy. Oral health is one of the things that need attention during pregnancy. Dental and oral health of pregnant women are poor, which can hqve an impact on pregnancy as premature births, babies with low birth weight (LBW), and preeclampsia. The purpose of this study to determine the oral health care behavior of pregnant women that include knowledge, attitudes, and actions. This is a descriptive research with cross-sectional design among 50 pregnant women at health centers Bahu Manado. The data collected by questionnaires that include respondent characteristics, knowledge, attitudes, and actions of oral health care respondents. The results showed that oral health care knowledge of pregnant women in Bahu Manado health centers was good, with a score of 473 (78.8%), oral health care attitudes of pregnant women in Bahu Manado health centers was good, with a score of 558 (93%) and oral health care maintenance actions of pregnant women in Bahu Manado health centers was good, with a score of 502 (83.7%). Conclusion this study that knowledge, ,attitudes, and actions oral health care of pregnant women in Bahu Manado health centers was good.Key words: oral health behavior of pregnant women, oral health care
GAMBARAN PERAWATAN GIGI DAN MULUT PADA BULAN KESEHATAN GIGI NASIONAL PERIODE TAHUN 2011 DAN 2014 DI RSGMP UNSRAT Windrawati, Ni Made; Mintjelungan, Christy N.; Pangemanan, Damajanty H. C.
e-GiGi Vol 3, No 2 (2015): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.3.2.2015.8766

Abstract

Abstract: Dentists in Indonesia in order to improve the health of society, shall act as a motivator, educator, and providers of health services (preventive, promotive, curative, and rehabilitative). Dentists have to serves in an efficient, effective, and qualified in accordance with the needs and demands of patients when providing health service. This study was conducted to describe the oral cares in the Bulan Kesehatan Gigi Nasional periods of 2011 and 2014 in RSGMP Unsrat. The research design used was descriptive with retrospective approach. The population is the entire patient record in BKGN periods in 2011 and 2014 in RSGMP Unsrat each numbered 1372 and 1327 records. Sampling was done by using total sampling technique. The sample size in this study after seeing the inclusion and exclusion criteria was 1237 in the period of 2011 and 1079 in the period of 2014. The results showed that the percentage of oral cares according to sex in BKGN periods in 2011 and 2014 showed that female gender is higher than men. The percentage of oral cares by age group in BKGN period in 2011 shows that the age group 0-11 years is higher than other age groups. The percentage of oral cares highest in the age group 12-25 years was only found in the permanent tooth extractions and scaling. The percentage of oral cares by age group in BKGN period in 2014 showed that the oral cares in the age group 0-11 years are fissure sealants and topical application fluoride. Oral cares highest in the age group 12-25 years is scaling. The highest oral cares at BKGN in the periods of 2011 and 2014 is scaling.Keywords: oral cares, scaling, permanent tooth extraction, fissure sealant, topical application fluorideAbstrak: Doker gigi di Indonesia dalam rangka meningkatan derajat kesehatan masyarakat, wajib bertindak sebagai motivator, penididik, dan pemberi pelayanan kesehatan (preventif, promotif, kuratif, dan rehabilitatif). Dokter gigi wajib bertindak efisien, efektif, dan berkualitas sesuai dengan kebutuhan dan permintaan pasien saat melakukan pelayanan kesehatan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran perawatan gigi dan mulut pada Bulan Kesehatan Gigi Nasional periode tahun 2011 dan 2014 di RSGMP Unsrat. Jenis penelitian yang digunakan yaitu deskriptif dengan pendekatan retrospektif. Populasi yang digunakan yaitu seluruh rekam medik pasien pada BKGN periode tahun 2011 dan 2014 di RSGMP Unsrat yang masing-masing berjumlah 1372 dan 1327 rekam medik. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik total sampling. Besar sampel pada penelitian ini setelah melihat kriteria inklusi dan ekslusi menjadi 1237 pada periode tahun 2011 dan 1079 pada periode tahun 2014. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase perawatan gigi dan mulut menurut jenis kelamin pada BKGN periode tahun 2011 dan 2014 menunjukkan bahwa jenis kelamin perempuan lebih tinggi daripada laki-laki. Persentase perawatan gigi dan mulut menurut kelompok umur pada BKGN periode tahun 2011 menunjukkan bahwa kelompok umur 0-11 tahun lebih tinggi daripada kelompok umur lainnya. Persentase perawatan gigi dan mulut tertinggi pada kelompok umur 12-25 tahun hanya ditemukan pada pencabutan gigi permanen dan scaling. Persentase perawatan gigi dan mulut menurut kelompok umur pada BKGN periode tahun 2014 menunjukkan bahwa perawatan gigi dan mulut tertinggi pada kelompok umur 0-11 tahun yaitu fissure sealant dan aplikasi fluor topikal. Perawatan gigi dan mulut tertinggi pada kelompok umur 12-25 tahun yaitu scaling. Perawatan gigi dan mulut terbanyak pada BKGN periode tahun 2011 dan 2014 yaitu scaling.Kata kunci: perawatan gigi dan mulut, scaling, pencabutan gigi permanen, fissure sealant, aplikasi fluor topical
UJI DAYA HAMBAT MINYAK KELAPA MURNI (VIRGIN COCONUT OIL) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI ENTEROCOCCUS FAECALIS Tumbel, Lisa K.; Wowor, Pemsi M.; Siagian, Krista V.
e-GiGi Vol 5, No 1 (2017): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.5.1.2017.15535

Abstract

Abstract: Generally, failures in root canal treatment are caused by the bacterium Enterococcus faecalis. Several studies using different types of herbs showed their inhibition effect on the growth of bacteria in the oral cavity. Coconut oil can be processed into pure coconut oil (virgin coconut oil, VCO) that contains lauric acid with its antibacterial effect. This study was aimed to determine the inhibitory effect of coconut oil on the growth of the bacteria Enterococcus faecalis. This was an experimental laboratory study with the post-test only control group design. We used a modified method of the Kirby-Bauer disk paper. Sample of VCO was made by using heating process. Enterococcus faecalis bacteria obtained directly from the patients? necrotic pulps were identified at the Pharmaceutical Microbiology Laboratory, University of Sam Ratulangi Manado. The results showed that Enterococcus faecalis bacteria were identified in the samples. The inhibition zone of VCO to Enterococcus faecalis was 10 mm. Conclusion: Virgin coconut oil could inhibit the growth of Enterococcus faecalis.Keywords: virgin coconut oil (Virgin coconut oil), Enterococcus faecalis, inhibition zoneAbstrak: Pada perawatan saluran akar dapat ditemukan kegagalan perawatan yang disebabkan oleh bakteri Enterococcus faecalis. Terdapat beberapa penelitian mengenai berbagai jenis tumbuhan herbal yang telah dilakukan untuk menghambat pertumbuhan bakteri dalam rongga mulut, salah satunya yaitu tanaman kelapa yang dapat diolah menjadi minyak kelapa murni (virgin coconut oil, VCO) yang mengandung senyawa aktif asam laurat dengan efek antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya hambat VCO terhadap pertumbuhan bakteri Enterococcus faecalis. Jenis penelitian ialah eksperimental laboratorium dengan post-test only control group design. Metode pengujian menggunakan metode modifikasi Kirby-Bauer dengan paper disk. Sampel minyak kelapa murni dibuat sendiri dengan proses pemanasan. Bakteri Enterococcus faecalis diambil langsung dari pasien nekrosis pulpa lalu diidentifikasi di Laboratorium Mikrobiologi Farmasi FMIPA Universitas Sam Ratulangi Manado. Hasil penelitian menunjukkan adanya bakteri Enterococcus faecalis pada sampel hasil identifikasi. Dari hasil uji daya hambat didapatkan minyak kelapa murni (Virgin coconut oil) memiliki efek antibakteri dalam menghambat pertumbuhan Enterococcus faecalis dengan zona hambat sebesar 10 mm. Simpulan: Virgin coconut oil dapat menghambat pertumbuhan bakteri Enterococcus faecalis.Kata kunci: VCO, Enterococcus faecalis, zona hambat
GAMBARAN GIGI IMPAKSI PASIEN YANG BERKUNJUNG DI BP-RSGM UNIVERSITAS SAM RATULANGI PADA TAHUN 2011 Riwudjeru, Dwayne J.
e-GiGi Vol 1, No 2 (2013): e-GiGi Juli-Desember 2013
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.1.2.2013.3225

Abstract

Gigi impaksi adalah keadaan dimana gigi tidak erupsi padahal telah melewati waktu erupsi normal. Gigi impaksi dapat berupa erupsi sebagian atau sama sekali tidak erupsi dan berada dalam posisi yang tidak memungkinkan untuk erupsi lagi. Mengingat tingginya prevalensi gigi impaksi pada masyarakat dimana data mengenai prevalensi gigi impaksi pada masyarakat Indonesia, khususnya Kota Manado belum ditemukan, penulis menilai perlu dibuat suatu penelitian mengenai hal tersebut. Penelitian ini memberikan gambaran gigi impaksi di BP-RSGM UNSRAT pada tahun 2011. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui gambaran gigi impaksi di BP-RSGM UNSRAT pada tahun 2011. Kesimpulan yang didapat dari penelitian ini yaitu Total rekam medis pasien yang berkunjung ke BP-RSGM UNSRAT Manado yang digunakan sebagai subjek penelitian ini yaitu sebanyak 304. Impaksi lebih banyak terjadi pada perempuan yaitu sebanyak 189 (62,17%) dibandingkan pada laki-laki (115 (37,82%). Impaksi gigi paling banyak terjadi pada gigi molar ketiga maksila dengan jumlah gigi impaksi sebanyak 367 (50,34%) impaksi gigi molar ketiga mandibula sebanyak 337 (46,22%).Kata kunci: impaksi, molar ketiga, partial erupted, unerupted.ABSTRACThe impacted teeth is a condition in which the unerupted teeth passed the normal eruption time. Erupted tooth impaction can be partially or completely unerupted and are in a position that does not allow it to erupt again. Considering the prevalence of tooth impaction are high in the communities meanwhile the data on the prevalence of tooth impaction in Indonesian society, especially the city of Manado has not been found, the authors assess the needs of research on the matter. This research gives the picture of tooth impaction in BP-RSGM UNSRAT in 2011. The Aims To reveal the tooth impaction in BP-RSGM UNSRAT in 2011. Total medical records of patients who visited the BP-RSGM UNSRAT Manado used as the subject of this study is as much as 304. Impaction occurs more frequently in women as many as 189 (62.17%) than in men (115 (37.82%). Most tooth impaction occurs in the maxillary third molars impacted by the number of teeth as much as 367 (50.34%) impacted mandibular third molar teeth as much as 337 (46.22%).Keywords : impaction, third molar, partial erupted, unerupted.