cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
e-GIGI
ISSN : 2338199X     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
JURNAL e-Gigi diterbitkan oleh Perhimpunan Ahli Anatomi Indonesia (Komisariat Manado) bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado. Jurnal ini diterbitkan 2 (dua) kali setahun (Juni, Desember). e-Gigi memuat artikel telaah (review article), hasil penelitian, dan laporan kasus dalam bidang ilmu kedokteran gigi.
Arjuna Subject : -
Articles 593 Documents
GAMBARAN Ph SALIVA ANAK-ANAK MADRASAH IBTIDAIYAH DARUL ISTIQAMAH BAILANG Sambow, Steffi Ch.
e-GiGi Vol 2, No 1 (2014): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.2.1.2014.4045

Abstract

Abstract: Dental caries is a dominant oral health problems in indonesia, caused by demineralization of dental hard tissue. Saliva is a natural protective factor againts caries that can be stimulated by chewing gum containing xylitol. The purpose of this study is to describe the pH of saliva before and after eating xylitol chewing gum. This type of research is the study of clinical trials, the experimental study with a pretest-posttest design. The tota sample of 45 children Madrasah Ibtidaiyah Darul Istiqamah Bailang the class 3,4,5 and 6. Examination of saliva pH performed 4 times, is before consuming xylitol chewing gum, 5 minutes, 10 minutes, and 15 minutes after eating xylitol chewing gum. Conducted to consume xylitol chewing gum for 5 minutes. Salivary pH was measured using a pH meter scale from 0-14. Data analysis using the description of the characteristics of the data obtained from the research. Result of this study showed an average pH of saliva before consuming xylitol gum is 7,24 and the average yield pH saliva after consumption of xylitol chewing gum for 5 minutes is 7,48, 7,40 minutes 10 and minute 15 is to 7,32. Conclusion: There was an increase in salivary pH after consumption of xylitol chewing gum because this gum stimulated saliva secretion.Keywords: xylitol chewing gum, pH salivaAbstrak: Karies gigi merupakan masalah kesehatan gigi dan mulut yang dominan di indonesia, disebabkan oleh proses demineralisasi jaringan keras gigi. Saliva adalah faktor pelindung alami terhadap karies yang dapat distimulasi oleh pengunyahan permen karet yang mengandung xylitol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pH saliva yaitu sebelum dan setelah mengonsumsi permen karet xylitol. Jenis penelitian yang digunakan ialah penelitian uji klinis dengan rancangan eksperimental pretest-posttest. Jumlah sampel sebanyak 45 orang anak Madrasah Ibtidaiyah Istiqamah Bailang yaitu kelas 3,4,5 dan 6. Pemeriksaan pH saliva dilakukan sebanyak 4 kali, yaitu sebelum mengonsumsi permen karet xylitol, kemudian 5 menit, 10 menit, dan 15 menit setelah mengonsumsi permen karet xylitol. Mengonsumsi permen karet xylitol dilakukan selama 5 menit. pH saliva diukur menggunakan pH meter yang berskala 0,0-14. Analisis data menggunakan gambaran tentang karakteristik data yang didapatkan dari hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata pH saliva sebelum mengonsumsi permen karet xylitol yaitu 7,24, dan hasil rata-rata pH saliva setelah mengonsumsi permen karet xylitol menit ke 5 yaitu 7,48, menit ke 10 menjadi 7,40 dan menit ke 15 menjadi 7,32. Simpulan: Terjadinya peningkatan pH saliva setelah mengonsumsi permen karet xylitol disebabkan karena permen tersebut dapat menstimulasi sekresi saliva.Kata kunci: permen karet xylitol, pH saliva
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN STATUS KARIES GIGI PADA SISWA SMP KRISTEN 67 MANADO Sambuaga, Donny A. A.; Gunawan, Paulina N.; Mantik, Max F. J.
e-GiGi Vol 3, No 2 (2015): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.3.2.2015.10346

Abstract

Abstract: Children is the main target in health care especially dental and oral care. The case of dental and oral health disorders in children that often happen is dental caries. Dental caries is an infectious disease caused by demineralization of enamel and dentine that is associated with the consumption of cariogenic foods that most kids love. Children’s knowledge about dental and oral health should be introduced early on to minimize damage to the teeth and mouth. This study aims to describe the level of knowledge and status of dental caries of students in SMP Kristen 67 Bahu Manado. This research is descriptive research. The population in this study is all students aged 13-15 years old with samples of 59 students. This research was conducted by giving questionnaire and DMF-T examination. The results showed that the students' knowledge about dental and oral hygiene is 94.45% with the high category. And the results of the DMF-T Index is 2.13 with the low category. The role of parents is needed to provide an understanding of the importance of maintaining dental and oral health in children as well as taking the children on a regular basis to check the teeth and mouth.Keywords: children, knowledge, dental caries Abstrak: Anak adalah sasaran utama dalam pemeliharaan kesehatan terutama kesehatan gigi dan mulut. Gangguan kesehatan gigi dan mulut pada anak yang sering terjadi yaitu karies gigi. Karies gigi merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh demineralisasi email dan dentin yang berhubungan dengan konsumsi makanan kariogenik yang paling disukai anak-anak. Pengetahuan anak tentang kesehatan gigi dan mulut harus diperkenalkan sejak dini untuk meminimalisir kerusakan pada gigi dan mulut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan dan status karies gigi pada siswa SMP Kristen 67 Bahu Manado. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian deksriptif. Populasi pada penelitian ini yaitu seluruh siswa yang berusia 13-15 tahun dengan jumlah sampel 59 siswa. Penelitian ini dilakukan dengan memberikan kuesioner serta pemeriksaan DMF-T. Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan siswa tentang kebersihan gigi dan mulut yaitu 94,45% dengan kategori tinggi. Dan hasil Indeks DMF-T sebesar 2,13 dengan kategori rendah.Peran orang tua sangat dibutuhkan dalam memberikan pengertian tentang pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut pada anak serta mengantar anak secara berkala untuk melakukan pemeriksaan gigi dan mulut.Kata kunci: anak, pengetahuan, karies gigi.
Hubungan Teknik Menyikat Gigi dengan Keparahan Resesi Gingiva pada Masyarakat Pesisir Pantai di Kawasan Megamas Kota Manado Rizkika, Lilies; Mintjelungan, Christy N.; Zuliari, Kustina; Khoman, Johanna
e-GiGi Vol 7, No 2 (2019): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.7.2.2019.23929

Abstract

Abstract: Gingival recession is the displacement of marginal gingiva to the apical direction of the cementoenamel junction due to the loss of alveolar bone attachment tissue resulting in exposure of the root surface of the tooth. Wrong technique of tooth brushing is one of the causes of gingival recession. This study was aimed to determine the correlation between tooth brushing techniques and gingival recession among the coastal coast community at the Megamas area of Manado. This was an analytical study with a cross sectional design. Sampleswere obtained by using total sampling method. Tooth brushing techniques were observed by looking at the way the respondents brushed their teeth. We provided check lists in accordance with the techniques they used. Data of gingival recession were obtained by examination of the oral cavity and then we calculated the severity of gingival recession. There were 43 respondents involved in this study. The result of the Kolmogorov-Smirnov obtained a p-value of 0.000. In conclusion, Yjere was a relationship between tooth brushing technique and the severity of gingival recession.Keywords: gingival recession, tooth brushing technique Abstrak: Resesi gingiva adalah perubahan posisi tepi gingiva ke arah apikal dari cemento enamel junction karena hilangnya jaringan perlekatan tulang alveolar sehingga mengakibatkan terbukanya permukaan akar gigi. Kesalahan teknik menyikat gigi merupakan salah satu penyebab resesi gingiva. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan teknik menyikat gigi dengan keparahan resesi gingiva pada masyarakat pesisir pantai di Kawasan Megamas Kota Manado. Jenis penelitian ialah analitik dengan desain potong lintang. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode total sampling. Pengambilan data dilakukan dengan cara melihat gerakan menyikat gigi yang digunakan. Hasil pengamatan dimasukkan ke dalam check list sesuai dengan teknik yang digunakan. Resesi gingiva yang diperoleh melalui pemeriksaan langsung diklasifikasikan menurut tingkat keparahan resesi gingiva. Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 43 orang. Hasil analisis menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov mendapatkan nilai p=0,000. Simpulan penelitian ini menunjukkan adanya hubungan teknik menyikat gigi dengan keparahan resesi gingiva.Kata kunci: resesi gingiva, teknik menyikat gigi
UJI PENGARUH SALIVA BUATAN TERHADAP KEKUATAN TEKAN SEMEN IONOMER KACA TIPE II YANG DIRENDAM DALAM MINUMAN ISOTONIK Fitriyana, Dwi Cahya; Pangemanan, D. H. C.; ., Juliatri
e-GiGi Vol 2, No 2 (2014): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.2.2.2014.5900

Abstract

Abstract: The immersion of GIC type II in acid drink like isotonic drink could reduce the compressive strength (CS) of GIC type II. This is due to the matrix degradation process of  GIC in acid condition. But on the other hand, there is artificial saliva that can neutralize this condition. Purpose: Purpose of this study was to evaluate the effect of artificial saliva on compressive strength of GIC type II immersed in isotonic drink. Method: The GIC specimens of 6mm x 6mm x 12mm (length x width x depth) were immersed for 24 hours in water, 24 hours in isotonic drink, 24 hours in isotonic drink and continue with 72 hours in artificial saliva, 48 hours in isotonic drink, and 48 hours in isotonic drink and continue with 144 hours in artificial saliva. The compressive strength was determined using Universal Testing Machine with a crosshead speed of 0.5 mm/min. Statistical analysis was performed by one-way ANOVA and post-hoc LSD test ( = 0.05). Result: Statistic test shows significant difference of CS (p<0,05). Conclusion: conclusion of this study artificial saliva gives effect to the rising of the compressive strength of GIC type II immersed in isotonic drink. Keywords: Isotonic drink, artificial saliva, compressive strength, Glass Ionomer Cement       type II.  Abstrak: Perendaman SIK tipe II dalam minuman asam seperti minuman isotonik dapat mengurangi kekuatan tekan SIK tipe II. Hal ini disebabkan proses degradasi matriks SIK pada kondisi asam. Namun di sisi lain, saliva buatan yang dapat menetralkan kondisi ini. Tujuan: untuk untuk mengetahui pengaruh saliva buatan terhadap kekuatan tekan SIK yang direndam dalam minuman isotonik. Metode: Spesimen SIK tipe II berukuran 6mm x 6mm x 12 mm (panjang x lebar x tinggi) direndam selama 24 jam dalam air, 24 jam di dalam minuman isotonik, 24 jam di dalam minuman isotonik dan lanjutkan dengan 72 jam pada saliva buatan, 48 jam di minuman isotonik, dan 48 jam di minum isotonik dan lanjutkan dengan 144 jam dalam saliva buatan. Kekuatan tekan diukur menggunakan Universal Testing Machine dengan kecepatan 0,5 mm / min. Analisis statistik dilakukan dengan one-way ANOVA dan post-hoc uji LSD ( = 0,05). Hasil: Uji statistik menunjukkan perbedaan yang signifikan dari kekuatan tekan (p <0,05). Simpulan: terdapat pengaruh saliva buatan terhadap kekuatan tekan SIK tipe II yang direndam dalam minuman isotonik. Kata kunci: minuman isotonik, saliva buatan, kekuatan tekan, Semen Ionomer Kaca tipe II.
Efektivitas dental health education dengan media animasi kartun terhadap perubahan perilaku kesehatan gigi dan mulut Siswa SD Advent 02 Sario Manado Tandilangi, Meartriecs; Mintjelungan, Christy; Wowor, Vonny N.S.
e-GiGi Vol 4, No 2 (2016): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.4.2.2016.13503

Abstract

Abstract: In Indonesia, dental health is still an issue dominated by caries and periodontal disease. The poor behavior of dental health maintenance plays an important role in the occurrence of these two diseases. Intervention through education can improve the behavior. Educational success in terms of behavior change is influenced by using auxiliary media. Animated cartoon is an auxiliary media that is more attractive than the other media because it combines sound and moving images in the delivery of information.This study aimed to obtain the effectiveness of dental health education using cartoon animation media to behavioral change of oral health maintenance among students of SD Advent 02 Sario. This was a quasi-experimental study with a nonequivalent control group design. Samples were students of SD 02 Advent Sario aged 10-12 years obtained by using the purposive sampling method. The samples were divided into two groups: the treatment group using cartoon animation media and the control group without auxilary media. The measurement of the behavior of dental and oral health care of children resulted in an increase in the scores of pre-test to post-test 2 by 633 which was categorized as good. Statistical analysis showed that the p-values (significance) of dental health education with media animated cartoons from pre-test to post-test 1 and from post-test 1 to post-test 2 both were 0.000 (<0.05). Conclusion: Dental health education using animated cartoon media effectively improved the behavior of oral health maintenance.Keywords: dental health education, cartoon animated, behaviorAbstrak: Di Indonesia kesehatan gigi dan mulut masih menjadi masalah yang didominasi oleh penyakit karies dan periodontal. Perilaku pemeliharaan kesehatan gigi yang buruk berperan penting bagi terjadinya kedua penyakit tersebut. Intervensi melalui pendidikan dengan menggunakan media bantu dapat dilakukan untuk merubah perilaku. Animasi kartun merupakan media bantu yang mempunyai daya tarik lebih dibandingkan dengan media lainnya karena memadukan suara dan gambar bergerak dalam penyampaian informasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas dental health education media animasi kartun terhadap perubahan perilaku pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut anak SD Advent 02 Sario. Jenis penelitian ialah quasi eksperimen dengan nonequivalent control group design. Sampel penelitian yaitu siswa SD Advent 02 Sario yang berusia 10-12 tahun yang diperoleh dengan purposive sampling. Sampel dibagi menjadi dua kelompok, yakni kelompok perlakuan menggunakan media animasi kartun dan kelompok kontrol tanpa media bantu. Hasil pengukuran perilaku pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut anak menunjukkan adanya kenaikan jumlah skor nilai pre-test ke post-test 2, dengan selisih kenaikan sebesar 633 yang termasuk pada kategori baik. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p (signifikansi) dental health education dengan media animasi kartun dari pre-test ke post-test 1 maupun post-test 1 ke post-test 2 masing-masing sebesar 0,000 (<0,05). Simpulan: Dental health education dengan media animasi kartun efektif merubah perilaku pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut menjadi lebih baik.Kata kunci: dental health education, animasi kartun, perilaku
HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN KEJADIAN ANGULAR CHEILITIS PADA ANAK-ANAK DI LOKASI PEMBUANGAN AKHIR SUMOMPO KOTA MANADO Ilery, Citra; Mintjelungan, Christy N.; Soewantoro, Joenda
e-GiGi Vol 1, No 1 (2013): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.1.1.2013.1927

Abstract

Abstract: Nutrition is all the intake foods that required for the body to become health,it contains balance carbohydrate, protein, fat, vitamin and mineral. Oral cavity is one of the small parts of the human body, however oral cavity can describe the state of nutrition from someone. One of the abnormality in oral cavity that often undergo in childhood period that have close relation to the state of nutrition in growing stages is Angular Cheilitis. Angular Cheilitis is an acute or chronic inflammation of the skin closely with the membrane of mucosa labia from the corner of the mouth. The purpose of this research is to know the relationship between children’s state of nutrition with the number of occurrence of Angular Cheilitis to the children in the landfill (TPA) of Sumompo. The method of research is analytic descriptive with cross sectional design. Data acquisition gathered by using total sampling method in which the researcher conducted examination for the children who live in the environment address “Lingkungan III” near the landfill (TPA) of Sumompo in December 2012 with 112 children participants. The data gathered are managed and analyzed by using computer software SPSS version 16 and than it interpreted to test the hypothesis by using chi-square method of analys. The result of the research showed that 50 children were below malnutrition. Meanwhile, the number of occurrence of Angular Cheilitis showed 42 children (84%) in the landfill (TPA) of Sumompo. Therefore, there is a significant relationship between the states of nutrition of a child with the occurrence of angular cheilitis. Keywords: The state of nutrition, Angular Cheilitis, The landfill (TPA) of Sumompo.     Abstrak: Gizi adalah segala asupan makanan yang diperlukan agar tubuh menjadi sehat yang mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral yang seimbang. Rongga mulut merupakan salah satu bagian terkecil dari seluruh tubuh manusia, namun demikian rongga mulut dapat  menggambarkankeadaan gizi seseorang. Salah satu contoh kelainan di rongga mulut yang sering dialami pada masa anak-anak yang erat hubungannya dengan status gizi selama masa pertumbuhan ialah Angular Cheilitis.Angular Cheilitis adalah suatu keadaan inflamasi yang akut atau kronik dari kulit yang berdekatan dengan membran mukosa labial dari sudut mulut.Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara status gizi anak dengan angka kejadian Angular Cheilitis pada anak-anak di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumompo.Penelitian dari studi ini bersifat deskriptif analitik dengan desain potong lintang (cross sectional). Pengambilan data didapatkan dengan menggunakan metode total sampling dengan cara melakukan pemeriksaan pada anak-anak yang bertempat tinggal di lingkungan III TPA Sumompo pada bulan Desember 2012 pada 112 anak, kemudian data yang diperoleh diolah dan  dianalisis dengan menggunakan komputer melalui software SPSS versi 16 kemudiandiinterpretasi untuk menguji hipotesis menggunakan uji chi-square.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa di TPA Sumompo sebanyak 50 anak berstatus gizi dibawah normal.Angka kejadian Angular Cheilitis yang terjadi di TPA Sumompo sebanyak 42 anak (84%).Ada hubungan yang signifikan antara status gizi seorang anak dengan kejadian Angular Cheilitis. Kata kunci: Status gizi, angular cheilitis, TPA Sumompo.
Ukuran dan bentuk lengkung gigi rahang bawah pada orang Papua Saputra, Yoddy G.; Anindita, P. S.; Pangemanan, Damajanty H.C.
e-GiGi Vol 4, No 2 (2016): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.4.2.2016.14163

Abstract

Abstract: Mandibular size and shape are important information especially in terms to figure out the right diagnosis and the type of treatment a patient should have. Human mandible is a key factor for occlusion adjustment, meanwhile maxilla is following the mandible’s position. Several studies show that the stability of mandibular shape and size determines the success of one’s treatment. Each ethnic group has a particular skeletal pattern as well as shape and size of mandible. This study was aimed to obtain the average size and shape of mandibles among local Papuans. This was a descriptive observational study with a cross-sectional design. Samples were obtained by using purposive sampling method. There were 35 local Papuans aged 18-25 years as subjects. Data were obtained by molding the subject’s mandible, therefore, each subject produced a study model. The study model was measured in sagittal (length) and transversal (width) views based on Raberin method. The results showed that the average lengths of local Papuans’ mandibular size in sagittal view (L31, L61, and L71 in a row) were 6.143; 26.463; and 43.743 mm meanwhile the average widths of local Papuans’ mandibular size (L33, L66, and L77 in a row) were 30.857; 50.971; and 60.971 mm. The mandibular shape of most local Papuans was mid shape (45.8%) meanwhile the least shape of them was pointed (5.7%)Keywords: dental arch size, dental arch shape, mandibular, local Papuan Abstrak: Ukuran dan bentuk lengkung gigi rahang bawah sangat diperlukan dalam menentukan diagnosis dan rencana perawatan yang tepat dalam bidang ortodontik karena rahang bawah merupakan faktor stabilitas oklusi, sedangkan rahang atas menyesuaikan pada rahang bawah. Beberapa peneliti menyatakan bahwa kestabilan bentuk dan ukuran lengkung gigi rahang bawah merupakan faktor stabilitas dari hasil perawatan. Setiap kelompok etnik cenderung memiliki pola skeletal dan ukuran lengkung gigi rahang bawah yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rerata ukuran dan bentuk lengkung gigi rahang bawah pada orang Papua. Jenis penelitian yaitu deskriptif observasional dengan desain potong lintang. Subjek penelitian ini sebanyak 35 orang Papua berusia 18-25 tahun diperoleh dengan menggunakan teknik purposive sampling. Pengambilan data dalam penelitian dilakukan dengan mencetak rahang bawah setiap subjek penelitian dan didapatkan hasil cetakan berupa model studi. Model studi yang diperoleh diukur dalam arah sagital (panjang) dan transversal (lebar) berdasarkan metode Raberin. Hasil pengukurun diperoleh rerata panjang lengkung gigi rahang bawah pada orang Papua dalam arah sagital (yaitu L31, L61, L71) berturut-turut 6,143; 26,463; dan 43,743 mm, sedangkan rerata lebar lengkung gigi dalam arah transversal (yaitu L33, L66, L77) berturut-turut 30,857; 50,971; dan 60,971 mm. Bentuk lengkung gigi rahang bawah pada orang asli Papua paling banyak yaitu bentuk mid (45,8%) dan yang paling sedikit berbentuk pointed (5,7%). Kata kunci: ukuran lengkung gigi, bentuk lengkung gigi, rahang bawah, orang asli Papua
Gambaran Status Karies Anak Sekolah Dasar di Kelurahan Kinilow 1 Kecamatan Tomohon Utara Pontonuwu, James
e-GiGi Vol 1, No 2 (2013): e-GiGi Juli-Desember 2013
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.1.2.2013.3145

Abstract

Karies gigi adalah penyakit jaringan gigi yang ditandai dengan kerusakan jaringan, dimulai dari permukaan gigi meluas ke arah pulpa. Karies gigi dapat terjadi pada setiap orang yang dapat timbul pada suatu permukaan gigi dan dapat meluas kebagian yang lebih dalam dari gigi. Masalah utama dalam rongga mulut anak sampai saat ini yaitu penyakit karies gigi, sehingga masalah kesehatan gigi dan mulut menjadi perhatian yang sangat penting dalam pembangunan kesehatan yang salah satunya disebabkan oleh rentannya kelompok anak usia sekolah dari gangguan kesehatan gigi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran status karies anak sekolah dasar di kelurahan Kinilow 1 kecamatan Tomohon Utara. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan desain potong lintang (cross-sectional) dan dilakukan di 2 SD yaitu SD GMIM Kinilow dan SD Katolik Kinilow. Jumlah sampel 73 orang yang diperoleh dengan menggunakan metode total sampling. Hasil penelitian menunjukkan indeks DMF-T rata-rata untuk 73 responden ini yaitu 3,5 yang berdasarkan kriteria WHO berada pada kategori sedang. Rata-rata indeks DMF-T pada anak laki-laki yaitu 3,4 sedangkan anak perempuan 3,6. Indeks DMF-T rata-rata anak dengan pendidikan terakhir orang tua pada tingkat SD sebesar 3, SMP sebesar 3,3, SMA sebesar 3,6, D3 sebesar 4 dan S1 sebesar 3,5, yang seluruhnya berada pada kategori status karies sedang.Kata kunci : Status karies, anak SD, indeks DMF-TABSTRACTDental cariesis a dental tissue diseasethat marked bytissue destruction, startingfromthe surface of thetoothextendsto thepulp. Dental cariescanoccuron anypersonthatmayariseonatoothsurfaceandmay extend intothe deeper partof thetooth. The mainproblemsin theoral cavity childrenuntil this timeisdentalcariesdisease, so thatoral healthissuesbe an important concernin thedevelopmentof health which one of them causedby thevulnerability children school ageofdentalhealth problems. This study aims to determine the description ofcariesstatus inprimary school children in Kinilow 1 of NorthTomohon. The research usesdescriptive method with cross-sectionaldesignandconductedfor two schools, that isSDGMIMKinilow and SDKatolikKinilow. Number ofsamples73wereobtainedby using totalsampling method. The results showedDMF-T indexaverage forthe73respondentswas3.5which based onthe WHOcriteria isfair category. The DMF-T index average of male students is 3,4and female students is 3,6. DMF-T indexaverage childrenwiththehighest educationlevelof parents in SD is 3, SMP is 3,3, SMA is 3,6, D3 is 4 and S1 is 3,5, which entirelyare in thecategory offaircariesstatus.Keywords: Caries status, elementary school children, DMF-T index
GAMBARAN KLINIS GINGIVA PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS BAHU KECAMATAN MALALAYANG Angwirawan, Lucyana S.; Ticoalu, Shane H. R.; Siagian, Krista V.
e-GiGi Vol 3, No 2 (2015): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.3.2.2015.8878

Abstract

Abstract: Pregnancy is a very unique phase on every women marked with complex physiologic changes that can affect the healthiness of the oral cavity. The increased risk of mouth disease on pregnant women can be affected by the surge of estrogen and progesterone that marked by swelling and inflammation on the teeth. The General purpose of this research is to identify the clinical conception of the gingiva on pregnant women on Puskesmas Bahu in Malalayang residency. This research is tend to be observational descriptive with the cross-sectional approach. Population of this research is all the pregnant women that made a visit to Puskesmas Bahu in the period of January to February 2015 with 60 samples. The research on pregnant women can be divided with the scoring of gingiva clinical conception which is 0 for normal and 1 for abnormal on the color, size, contour, consistency and texture of the gingiva. The research result shows that the clinical picture of the gingiva on pregnant women are generally experience changes the texture of the gingiva (75%), followed by the gingiva consistency (73%), contour of the gingiva (58%), color of the gingiva (48%) and the size of the gingiva(43%). On the age category, the highest value of the percentage present on age 36 to 45 years old especially the changes on the texture of the gingiva (86%). On the category of age of the pregnancy, the highest value of the percentage present on the third trimester especially the changes of the the gingival consistency (86%).Keywords: clinical picture of gingiva, pregnant womenAbstrak: Kehamilan ialah masa yang sangat unik pada setiap wanita yang ditandai dengan perubahan fisiologis secara kompleks, sehingga dapat memengaruhi kesehatan rongga mulut. Peningkatan resiko terjadinya penyakit mulut pada wanita hamil dapat disebabkan oleh peningkatan hormon estrogen dan progesteron yang biasanya ditandai dengan pembengkakan dan peradangan pada gingiva. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui gambaran klinis gingiva pada ibu hamil di Puskesmas Bahu Kecamatan Malalayang. Penelitian ini bersifat deskriptif observasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini ialah seluruh ibu hamil yang dating berkunjung ke Puskesmas Bahu Kecamatan Malalayang pada bulan Januari – Februari tahun 2015 dengan jumlah sampel sebanyak 60 sampel. Penelitian pada ibu hamil dapat dibedakan dengan pembagian skor gambaran klinis gingiva yaitu normal sama dengan 0 dan tidak normal sama dengan 1 pada warna gingiva, besar gingiva, kontur gingiva, konsistensi gingiva dan tektur gingiva. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa gambaran klinis gingiva pada ibu hamil kebanyakkan mengalami perubahan pada tekstur gingiva (75%), diikuti berurut-turut konsistensi gingiva (73%), kontur gingiva (58%), warna gingiva (48%) dan besar gingiva (43%). Pada kategori umur presentase terbesar terdapat pada umur 36-45 tahun khususnya perubahan pada tekstur gingiva (86%). Pada kategori usia kehamilan presentase terbesar terdapat pada trimester ke – III khususnya perubahan pada konsistensi gingiva (86%).Kata kunci: gambaran klinis gingiva, ibu hamil
EFEKTIVITAS PASTA GIGI HERBAL DAN NON-HERBAL TERHADAP PENURUNAN PLAK GIGI ANAK USIA 12-14 TAHUN Putra, Febrian S.; Mintjelungan, Christy N.; Juliatri, .
e-GiGi Vol 5, No 2 (2017): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.5.2.2017.17022

Abstract

Abstract: Plaque, an organic deposit, is one of the indicators of oral hygiene. Plaque growth can be controlled by tooth brushing. Herbal content in toothpaste is expected to inhibit plaque growth due to its ability to inhibit microbial growth. This study was aimed to determine the difference in effectiveness between herbal and non-herbal toothpaste in decreasing plaque index. This was a true experimental study with a pretest-posttest group design. There were 30 respondents obtained by using total sampling method. Respondents were divided into two groups, each of 15 respondents. Group I used herbal toothpaste group meanwhile group II used non-herbal toothpaste. Plaque index was measured by using Loe and Sillnes plaque index. Paired t-test was used to find the difference in plaque index before and after teeth brushing with herbal and non-herbal toothpastes. The results showed that the decrease of plaque index in group I was 76.9% and in group II was 49.3%. Conclusion: Herbal toothpaste had better effect in decreasing plaque than non-herbal toothpaste.Keywords: herbal toothpaste, non-herbal toothpaste, tooth plaque index Abstrak: Plak merupakan deposit organik yang menjadi salah satu indikator kebersihan gigi dan mulut. Penumpukan plak dapat dikendalikan dengan cara menyikat gigi. Kandungan herbal pada pasta gigi diharapkan dapat menghambat pertumbuhan plak karena berkaitan dengan kemampuan bahan herbal dalam menghambat pertumbuhan mikroba. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas pasta gigi herbal dengan non-herbal terhadap penurunan indeks plak. Jenis penelitian ialah eksperimental murni dengan pretest-postest group design. Sampel berjumlah 30 responden diperoleh dengan metode total sampling dan dibagi dalam 2 kelompok, yakni 15 responden kelompok pertama menggunakan pasta gigi herbal dan 15responden kelompok kedua menggunakan pasta gigi non herbal. Indeks plak diukur berdasarkan indeks plak Loe and Silness. Uji t berpasangan digunakan untuk mengetahui perbedaan indeks plak gigi sebelum dan sesudah perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan penurunan indeks plak pada penggunaan pasta gigi herbal sebesar 76,9% dan pada penggunaan pasta gigi non-herbal 49,3%. Simpulan: Penurunan indeks plak pada penggunaan pasta gigi herbal lebih besar dibandingkan penggunaan pasta gigi non-herbal.Kata kunci: pasta gigi herbal, pasta gigi non herbal, indeks plak gigi