cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
e-GIGI
ISSN : 2338199X     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
JURNAL e-Gigi diterbitkan oleh Perhimpunan Ahli Anatomi Indonesia (Komisariat Manado) bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado. Jurnal ini diterbitkan 2 (dua) kali setahun (Juni, Desember). e-Gigi memuat artikel telaah (review article), hasil penelitian, dan laporan kasus dalam bidang ilmu kedokteran gigi.
Arjuna Subject : -
Articles 574 Documents
Tingkat Kepuasan Pasien terhadap Perawatan Tumpatan Komposit pada Gigi Anterior di RSGM Universitas Sam Ratulangi Kewas, Cliviane; Wicaksono, Dinar A.; Gunawan, Paulina N.
e-GiGi Vol 7, No 2 (2019): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.7.2.2019.23927

Abstract

Abstract: Dental caries can be overcome by restoration using composite resin which is widely used as an anterior tooth restoration material due to its aesthetic advantages. Dentists have to fulfil the patient expectation with the best service as possible. Determination of patient satisfaction of the restoration can be evaluated from the patient's assessment. This study was aimed to determine the level of patient satisfaction of composite restoration in the anterior teeth at RSGM Unsrat. This was a descriptive study with a cross-sectional design. Respondents were 30 patients selected by purposive sampling method. The instrument used in this study was a questionnaire with closed questions. The results showed that most respondents’ satisfaction level of the restoration was ‘very satisfying’ (45%). The satisfaction level of the composite color was ‘satisfying enough’ (33%). The satisfaction level of the tooth size was ‘satisfying’. Data were processed descriptively then were presented based on distribution in chart forms. In conclusion, the respondents' satisfaction level of the composite restoration in the anterior teeth was most dominant in the 'satisfying' category related to the tooth size after restoration but in the 'satisfying enough' category related to the composite color.Keywords: composite restoration, anterior teeth, patient satisfaction Abstrak: Karies gigi dapat diatasi dengan restorasi menggunakan resin komposit yang banyak digunakan sebagai bahan restorasi gigi anterior karena memiliki keunggulan estetik yaitu menyerupai warna gigi. Dokter gigi wajib memenuhi harapan pasien dengan pelayanan sebaik mungkin. Untuk mengetahui kepuasan pasien terhadap hasil restorasi, dapat dilihat dari penilaian pasien. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien terhadap perawatan tumpatan komposit pada gigi anterior di RSGM Unsrat. Jenis penelitian ialah deskriptif dengan desain potong lintang. Responden penelitian ialah pasien yang dipilih dengan metode purposive sampling sebanyak 30 orang. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu kuesioner dengan pertanyaan tertutup. Data diolah secara deskriptif kemudian disajikan berdasarkan distribusi dalam bentuk grafik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepuasan responden terhadap hasil tumpatan paling banyak ialah sangat puas (45%) dan yang paling sedikit yaitu kurang puas (2%). Tingkat kepuasan responden terhadap warna bahan tumpatan komposit paling banyak ialah cukup puas (33%). Tingkat kepuasan responden terhadap ukuran gigi setelah ditumpat paling banyak ialah puas (76%). Simpulan penelitian ini ialah kepuasan responden terhadap perawatan tumpatan komposit pada gigi anterior yang paling dominan pada kategori puas tentang ukuran gigi setelah ditumpat dan pada kategori cukup puas tentang warna bahan tumpatan.Kata kunci: tumpatan komposit, gigi anterior, kepuasan pasien
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN SISWA SMA NEGERI 1 MANADO TENTANG DAMPAK MEROKOK BAGI KESEHATAN GIGI DAN MULUT Novitasari, Meriza Kharis; Wowor, Vonny; Kaunang, Wulan P. J.
e-GiGi Vol 2, No 2 (2014): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.2.2.2014.5833

Abstract

Abstract: Smoking is a habit that is very common among the people. Today many children and teen who become active smokers. The factors underlying the smoking habit in adolescents one of which is the lack of knowledge about the effects of smoking adolescents. Smoking can have an impact on oral health such as the oral cavity disease, gingivitis, discoloration of the teeth and others. The purpose of this study was to determine the level of students knowledge of Public Senior High School 1 Manado on the effects of smoking on oral health. This type of research was a descriptive type with a cross-sectional study involving 100 respondents. The number of respondents in this research has taken using simple random sampling method. The collection of data was obtained through a questionnaire which includes characteristics of the respondents, level of knowledge about the effects of smoking on oral health. The results showed the level of students 'knowledge about the effects of smoking on oral health in general is quite good with a percentage of 96%, the level of students' knowledge about the impact of smoking on dental health is quite good with a percentage of 89%, the level of knowledge about the health effects of smoking on periodontal tissues categorized as either with the percentage of 68%, and the health effects of smoking, oral mucosal tissue is also quite good with a percentage of 72%. Conclusion: the average level of knowledge about the effects of smoking on oral health in both categories classified by the percentage of 81%. Keywords: Knowledge of students, the impact of smoking, oral health.    Abstrak: Merokok merupakan kebiasaan yang sangat umum di kalangan masyarakat.Dewasa ini banyak anak-anak dan remaja yang menjadi perokok aktif.Faktor-faktor yang melatar belakangi kebiasaan merokok pada remaja salah satunya yaitu kurangnya pengetahuan remaja tentang dampak merokok.Merokok dapat memberikan dampak terhadap kesehatan gigi dan mulut seperti penyakit rongga mulut, gingivitis, perubahan warna pada gigi dan lain-lain.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat pengetahuan siswa SMA Negeri 1 Manado tentang dampak merokok bagi kesehatan gigi dan mulut.Jenis penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan cross-sectional study yang melibatkan 100 responden.jumlah responden dalam penelitian ini diambil menggunakan metode simple random sampling. Pengumpulan data diperoleh melalui kuesioner yang meliputi karakteristik responden, tingkat pengetahuan mengenai dampak merokok terhadap kesehatan gigi dan mulut. Hasil penelitian menunjukkan tingkat pengetahuan siswa tentang dampak merokok bagi kesehatan gigi dan mulut secara umum tergolong baik dengan persentase 96%, tingkat pengetahuan siswa tentang dampak merokok bagi kesehatan gigi tergolong baik dengan persentase 89%, tingkat pengetahuan tentang dampak merokok terhadap kesehatan jaringan periodontal tergolong baik dengan persentase 68%, dan dampak merokok bagi kesehatan jaringan mukosa mulut juga tergolong baik dengan persentase 72%. Simpulan: rata-rata tingkat pengetahuan responden tentang dampak merokok bagi kesehatan gigi dan mulut tergolong dalam kategori baik dengan persentase 81%. Kata kunci: Pengetahuan siswa, dampak merokok, kesehatan gigi dan mulut.
Perbandingan efektivitas pendidikan kesehatan gigi menggunakan media video dan flip chart terhadap peningkatan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut anak Kantohe, Zakarias R.; Wowor, Vonny N. S.; Gunawan, Paulina N.
e-GiGi Vol 4, No 2 (2016): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.4.2.2016.13490

Abstract

Abstract: Currently, the oral health of children in Indonesia is still a problem dominated by caries and periodontal disease. A highly influential factor to these two diseases is behavior. One way to change that behavior is by intervening through education to improve children knowledge by using media or tools. This study aimed to compare the effectiveness of dental health education using video media and flip chart in increasing children knowledge about oral health. This was a quasi experiment with a non equivalent control group design. Samples were students of SDN Kolongan aged 10-11 years old obtained by using total sampling method and were divided into two treatment groups: video media and flip chart. This study used the Mann-Whitney hypothesis test with a confidence level of 95% (p<0.05). The results showed that the p-value of dental health education influence using video media and flip chart to the improvement of oral health knowledge of children was 0.000 for each media. The statistical test comparing the effectiveness of dental health education using both media showed a p-value of 0.007. Conclusion: Dental health education using video and flip chart media improved effectively the oral health knowledge of students. Moreover, dental health education using video media was more effective in improving the oral health knowledge of students than using flip chart media.Keywords: dental health education, video media, flip chart media, children knowledgeAbstrak: Saat ini kesehatan gigi dan mulut anak di Indonesia masih menjadi masalah yang didominasi oleh penyakit karies gigi serta periodontal. Faktor yang sangat bepengaruh pada kedua penyakit ini yaitu faktor perilaku. Salah satu cara untuk merubah perilaku yakni dengan melakukan intervensi lewat pendidikan untuk meningkatkan pengetahuan anak. Pemberian pendidikan kesehatan gigi dan mulut (PKG) pada anak akan lebih efektif dan optimal bila menggunakan media atau alat bantu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan efektivitas PKG menggunakan media video dan flip chart terhadap peningkatan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut anak. Jenis penelitian ialah quasi experiment dengan rancangan non equivalent control group. Sampel yaitu siswa SDN Kolongan yang berusia 10-11 tahun. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode total sampling. Sampel dibagi menjadi dua kelompok perlakuan yaitu kelompok yang menggunakan media video dan kelompok yang menggunakan media flip chart. Penelitian ini menggunakan uji hipotesis Mann-Whitney dengan tingkat kepercayaan 95% (p<0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa PKG menggunakan media video dan flip chart terhadap peningkatan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut anak masing-masing dengan nilai p=0,000. Hasil uji statistik perbandingan efektivitas PKG dengan menggunakan kedua media tersebut mendapatkan nilai p= 0,007. Simpulan: PKG menggunakan media video dan flip chart efektif terhadap peningkatan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut anak. PKG menggunakan media video lebih efektif dalam meningkatkan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut anak dibandingkan menggunakan media flip chart.Kata kunci: PKG, media video, media flip chart, pengetahuan anak
GAMBARAN KEBERSIHAN MULUT DAN KARIES GIGI PADA VEGETARIAN LACTO-OVO DI JURUSAN KEPERAWATAN UNIVERSITAS KLABAT AIRMADIDI Candra, Michael W.; Ticoalu, Shane H. R.; ., Juliatri
e-GiGi Vol 3, No 1 (2015): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.3.1.2015.6455

Abstract

Abstract: Good oral hygiene status can support oral health. The disease of the people in community is caries. Caries occur because of a lack of awareness about oral health. The purpose of this study to determine oral health overview and dental caries on lacto-ovo vegetarian in the department of nursing at the klabat university airmadidi. The population in this study that all students lacto-ovo vegetarian status III-VII semester student with a number of 150 people. The number of samples obtained from 60 people using the Slovin formula and how sampling using purposive sampling method. This kind of research is a descriptive cross sectional study. Based on the result of the study showed 60 samples examined 24 (40%) students who have optioned good oral hygiene, 36 (60%) students have mild oral hygiene, and no student has bad oral hygiene. Showed caries status 38(44,19%) students have caries, 27 (31,40%) students whose teeth removed due to decay or other indications. And 21 (24,42%) students get a permanent or temporary densities are still good. From the result about oral health overview and dental caries showed oral hygiene on lacto-ovo vegetarian in the department of nursing at the klabat university airmadidi in mild category however caries in low category.Keywords: oral hygiene and teeth caries, lacto-ovo vegetarianAbstrak: Status kebersihan mulut yang baik dapat menunjang kesehatan rongga mulut. Penyakit gigi yang banyak dialami masyarakat yaitu karies. Karies terjadi karena kurangnya kesadaran seseorang untuk menjaga kebersihan rongga mulutnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran kebersihan mulut dan karies gigi pada vegetarian Lacto-Ovo di jurusan keperawatan Universitas Klabat Airmadidi. Populasi pada penelitian ini yaitu seluruh mahasiswa vegetarian lacto-ovo yang berstatus mahasiswa semester III-VII dengan jumlah 150 orang. Jumlah sampel 60 orang diperoleh menggunakan rumus Slovin dan cara pengambilan sampel menggunakan purposive sampling method. Jenis penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan cross sectional study. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan dari 60 sampel yang diperiksa didapatkan 24 (40%) mahasiswa yang mempunyai OHI-S baik, 36 (60%) mahasiswa mempunyai OHI-S sedang, dan tidak ada mahasiswa yang mempunyai OHI-S buruk. Status karies menunjukkan 38 (44,19%) mahasiswa mengalami karies, 27 (31,40%) mahasiswa yang giginya dicabut karena karies atau indikasi lainnya, dan 21 (24,42%) mahasiswa mendapatkan tumpatan tetap atau sementara yang masih bagus. Berdasarkan hasil penelitian tentang gambaran kebersihan mulut dan karies maka disimpulkan bahwa status kebersihan mulut pada vegetarian lacto-ovo di jurusan keperawatan Universitas Klabat Airmadidi termasuk kategori sedang sedangkan status karies termasuk dalam kategori rendah.Kata kunci : Kebersihan mulut dan karies gigi, Vegetarian lacto-ovo
Uji konsentrasi hambat minimum (KHM) ekstrak daun pacar air (Impatiens balsamina L.) terhadap pertumbuhan Streptococcus mutans Lolongan, Raymond A.; Waworuntu, Olivia; Mintjelungan, Christy N.
e-GiGi Vol 4, No 2 (2016): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.4.2.2016.14161

Abstract

Abstract: Impatiens balsamina L. is an herbal plant which contains flavonoids that has been proven to inhibit the growth of Streptococcus mutans. This study was aimed to determine the minimum inhibitory concentration (MIC) of the balsamina leaf extract on the growth of Streptococcus mutans. This was a true experimental study with a randomized pretest-postest control group design. The method used was serial dilution and tested with the spectrophotometer and turbiditry measurements. Balsamina leaf was extracted by using maceration method with 96% ethanol. The Streptococcus mutans bacteria were obtained from pure stock bacteria at Microbiology Laboratory of Pharmacy Faculty of Mathematics, University of Sam Ratulangi. The results indicated that the minimum inhibitory concentration (MIC) of the balsamina leaf (Impatiens balsamina L.) extract on the growth of Streptococcus mutans was at a concentration of 3.125%.Keywords: balsamina leaf (Impatiens balsamina L.), Streptococcus mutans, MIC Abstrak: Pacar Air (Impatiens balsamina L.) merupakan tanaman herbal yang mengandung flavonoid yang telah terbukti dapat menghambat pertumbuhan Streptococcus mutans. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi hambat minimum (KHM) dari ekstrak daun Pacar Air terhadap pertumbuhan Streptococcus mutans. Jenis penelitian ialah eksperimental murni dengan Randomized Pretest-Posttest Control Group Design. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode serial dilusi dengan metode pengujian turbidimetri dan spektrofotometri. Daun Pacar air diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Bakteri Streptococcus mutans diperoleh dari stok bakteri murni Laboratorium Mikrobiologi Program Studi Farmasi Fakultas MIPA Universitas Sam Ratulangi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konsentrasi hambat minimum (KHM) ekstrak daun Pacar Air terhadap pertumbuhan Streptococcus mutans pada konsentrasi 3,125%. Kata kunci: daun pacar air (Impatiens balsamina L), Streptococcus mutans, KHM
Gambaran Komplikasi Oral Pada Pasien yang Menjalani Kemoterapi di Badan Layanan Umum RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado Prawira, Made Ary
e-GiGi Vol 1, No 2 (2013): e-GiGi Juli-Desember 2013
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.1.2.2013.3139

Abstract

Pasien yang menjalani kemoterapi seringkali mengalami masalah pada rongga mulutnya. Hal ini bisa disebabkan karena agen kemoterapi pada umumnya menyebabkan efek destruktif langsung pada jaringan sekitar rongga mulut dan juga secara tidak langsung dengan menginduksi myelosupresi dan imunosupresi. Komplikasi oral yang banyak dijumpai pada pasien yang menjalani kemoterapi ialah mukositis oral, kandidiasis, xerostomia, gangguan pengecapan dan perdarahan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui gambaran komplikasi oral yang terjadi pada pasien yang menjalani kemoterapi di Badan Layanan Umum RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado serta angka kejadian dari komplikasi oral tersebut berdasarkan umur, jenis kelamin, jenis kemoterapi, lama kemoterapi serta jenis kanker yang dialami oleh pasien tersebut. Jenis penelitian ini ialah penelitian deskriptif dengan desain cross sectional study. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel 64 yang didapat berdasarkan rumus Cochran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa xerostomia dan mukositis oral merupakan komplikasi oral yang paling banyak dialami pasien setelah menjalani kemoterapi dengan angka kejadian lebih dari 60%. Sedangkan komplikasi oral lain seperti kandidiasis, gangguan pengecapan dan perdarahan memiliki angka kejadian lebih dari 25%. Dari hasil penelitian, disarankan kepada para klinisi harus lebih memperhatikan berbagai macam komplikasi oral yang timbul pada pasien yang menjalani kemoterapi. Kerja sama yang baik antara pasien, dokter gigi dan oncologist sangat penting dilakukan untuk meminimalisir angka kejadian komplikasi oral yang ditimbulkan akibat perawatan kemoterapi.Kata kunci: Pasien yang menjalani kemoterapi, komplikasi oralABSTRACTPatients undergoing chemotherapy often experience problems in oral cavity. This could be happen because the chemotherapy agents cause direct destructive effect on surrounding tissues of the oral cavity, also indirectly by inducing myelosuppression and immunosuppression. Oral complications are often found in patients undergoing chemotherapy is an oral mucositis, candidiasis, xerostomia, taste dysfunction and hemorrhage. The purpose of this research is to describe the oral complications that occur in patients who are undergoing chemotherapy at BLU RSUP Prof Dr. Dr. R. D. Kandou Manado as well as the incidence of oral complications by age, gender, type of chemotherapy, duration of chemotherapy and other types of cancer experienced by these patients. The type of this research is descriptive with cross sectional study. Sampling was done by using purposive sampling with 64 samples were obtained by Cochran formula. The result showed that oral mucositis and xerostomia are the most oral complications experienced by patients after undergoing chemotherapy with an incidence of more than 60%. While other oral complications such as candidiasis, taste dysfunction and hemorrhage had an incidence of more than 25%. From the research, it is recommended to clinicians should pay more attention to a variety of oral complications arising in patients undergoing chemotherapy. Good cooperation between the patient, dentist and oncologist is very important to minimize the incidence of oral complications caused by chemotherapy treatment. Keywords: Patients undergoing chemotherapy, oral complications
DAYA HAMBAT EKSTRAK KULIT MANGGIS (Garcinia Mangostana L.) TERHADAP Streptococcus mutans Komansilan, Julian G.; Mintjelungan, Christy N.; Waworuntu, Olivia
e-GiGi Vol 3, No 2 (2015): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.3.2.2015.8824

Abstract

Abstract: Mangosteen fruit which in Latin is called Garcinia mangostana Linn identical with the nickname queen tropical fruit (Queen of tropical fruit) is a plant that can be utilized all its parts, including the skin of the fruit. Dental caries is an oral disease that often occurs. Streptococcus mutans is one of the causes of dental caries. This study is an experimental laboratory, using pure experimental designs (true experimental design) with a post-test only research design control design conducted in the Laboratory of Microbiology General Hospital Prof. DR. R.D. Kandou Manado in December 2014-May 2015 with research subjects using Streptoccocus mutans bacteria and as a research sample taken mangosteen peel extract (Garcinia mangostana L) were extracted using maceration method by ethanol 90%. The result showed the average broad zones of inhibition of mangosteen peel extract against Streptococcus mutans amounted at 669.42 mm2. Results of statistical calculations with independent t-test test is known that there were significant differences between groups of mangosteen peel extract and the control group (P <0.05). From this study it can be concluded that the mangosteen peel extract (Garcinia mangostana L.) has an antibacterial effect in inhibiting the growth of Streptococcus mutans bacteria. Wide zone of inhibition of mangosteen peel extract (Garcinia mangostana L.) is smaller than the broad zone of inhibition of antibiotics.Keywords: Skin Extract Mangosteen (Garcinia mangostana L.), Streptoccocus mutansAbstrak: Buah manggis yang dalam bahasa latin disebut Garcinia mangostana Linn yang identik dengan julukan ratu buah tropis (Queen of tropical fruit) merupakan tanaman yang seluruh bagiannya dapat dimanfaatkan, termasuk kulit buahnya. Karies gigi merupakan penyakit gigi dan mulut yang sering terjadi. Streptococcus mutans merupakan salah satu penyebab karies gigi. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium, menggunakan rancangan eksperimental murni (true experimental design) dengan rancangan penelitian post test only control design yang dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi Rumah Sakit Umum Prof. DR. R. D. Kandou Manado pada bulan Desember 2014–Mei 2015 dengan subjek penelitian mengunakan bakteri Streptoccocus mutans dan sebagai sampel penelitian diambil ektrak kulit manggis (Garcinia mangostana L) yang diekstraks menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 90%. Hasil penelitian didapatkan rata-rata luas zona hambat ekstrak kulit manggis terhadap Streptococcus mutans sebesar sebesar 669.42 mm2. Hasil perhitungan statistik dengan uji independent t-test diketahui terdapat perbedaan yang bermakna antara kelompok ekstrak kulit manggis dan kelompok kontrol (P < 0.05). Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ekstrak kulit manggis (Garcinia mangostana L.) memiliki efek antibakteri dalam menghambat pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans. Luas zona hambat dari ekstrak kulit manggis (Garcinia mangostana L.) lebih kecil dibandingkan dengan luas zona hambat dari antibiotik.Kata kunci: Ektrak Kulit Manggis (Garcinia mangostana L.), Streptoccocus mutans
Pengaruh rendaman cuka (asam asetat) terhadap kekerasan amalgam Taneh, Rigel N.V.; Leman, Michael A.; Khoman, Johanna A.
e-GiGi Vol 5, No 2 (2017): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.5.2.2017.16926

Abstract

Abstract: Amalgam filling has been used since the 19th century. The hardness of a filling material in the mouth may be affected by acidic drinks or foods. One of the foods normally consumed by the Indonesian is acidic due to its vinegar content. This study was aimed to determine the effect of vinegar on the change of amalgam hardness. This was a laboratory experimental study with a post test only control group design. There were 30 samples of amalgam plates with a diameter of 5 mm and 2 mm of thickness. The samples were divided into two groups with three different immersion times, as follows: 5, 10, and 20 minutes. After immersion, the samples’ hardness was measured by using the Micro Vickers Hardness Tester. Data normality was tested with Shapiro-Wilk test, then the data were statistically analyzed with independent sample t-test. The results showed a significant effect of vinegar immersion on changes in amalgam hardness (P <0.05). Conclusion: Vinegar immersion affected the hardness of amalgam.Keywords: amalgam, vinegar, surface hardness Abstrak: Amalgam merupakan bahan tumpatan yang digunakan sejak abad ke-19. Sifat keras suatu bahan tumpatan di dalam rongga mulut dapat dipengaruhi oleh minuman asam atau makanan yang dikonsumsi. Salah satu makanan yang biasanya dikonsumsi oleh orang Indonesia bersifat asam dan mengandung bahan cuka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh rendaman cuka terhadap perubahan kekerasan amalgam. Jenis penelitian ialah eksperimental laboratorik dengan desain post test only control group. Sampel penelitian ini ialah lempeng amalgam berbentuk lingkaran dengan ukuran diameter 5 mm dan tinggi 2 mm sebanyak 30 buah. Sampel dibagi menjadi dua kelompok dengan tiga durasi waktu perendaman yang berbeda yaitu 5, 10, dan 20 menit. Setelah perendaman, sampel diukur nilai kekerasannya menggunakan Micro Vickers Hardness Tester, kemudian dilakukan uji normalitas data menggunakan uji Shapiro-Wilk. Data dianalisis secara statistik dengan menggunakan uji independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh bermakna dari perendaman cuka terhadap perubahan kekerasan amalgam (P < 0.05). Simpulan: Perendaman cuka memengaruhi kekerasan amalgam.Kata kunci: amalgam, cuka, kekerasan permukaan
GAMBARAN STRES PADA MAHASISWA PENDIDIKAN PROFESI PROGRAM STUDI KEDOKTERAN GIGI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SAM RATULANGI YANG MEMILIKI PENGALAMAN STOMATITIS AFTOSA REKUREN Tangkilisan, Viniriani
e-GiGi Vol 1, No 2 (2013): e-GiGi Juli-Desember 2013
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.1.2.2013.3232

Abstract

Stomatitis Aftosa Rekuren (SAR) merupakan kelainan ulkus pada mukosa mulut dengan ciri khas ulkus single atau multiple, kambuhan (berulang), kecil, bulat atau oval dengan batas jelas kemerahan dan dasar abu-abu atau kuning. Stomatitis Aftosa Rekuren dapat dipicu oleh beberapa faktor predisposisi antara lain stres, trauma, alergi, genetik, siklus menstruasi, defisiensi hematinik dan imunologi.Tujuan dalam penelitian ini ialah untuk mengetahui gambaran stress pada mahasiswa pendidikan profesi Program Studi Kedokteran Gigi Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi yang memiliki pengalaman Stomatitis Aftosa Rekuren. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian deskriptif dengan penelitian studi cross sectional. Metode pengambilan sampel yaitu purposive sampling. Sampel pada penelitian ini berjumlah 62 orang. Cara pengambilan data mengisi kuesioner SAR dan PSS (Perceived Stress Scale) dengan wawancara.Hasil penelitian menunjukan bahwa gambaran stres pada mahasiswa pendidikan profesi Program Studi Kedokteran Gigi Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi yang memiliki pengalaman Stomatitis Aftosa Rekuren sebesar 59,7% dengan tingkat stres yang tinggi.Kata Kunci : SAR, tingkat stresAbstractRecurrent aphthous stomatitis (RAS) is an ulcer on the oral mucosal abnormalities characterized by a single or multiple ulcers, recurrent (repeated), a small, round or oval with clear boundaries and basic reddish gray or yellow. RAS can be triggered by several predisposing factors such as stress, trauma, allergies, genetic, menstrual cycle and immunological deficiency haematinics.The purpose of this study was overview the stress on professional education student of Dentistry Program Medical Faculty, University of Sam Ratulangi. The research method used is descriptive research with a cross- sectional study design. Sampling method by purposive sampling. Samples in this study amounted to 62 people. The data were collected through questionnaires SAR and PSS (Perceived Stress Scale).The results showed that the description of stress on professional education students of Dentistry Program Medical Faculty, University of Sam Ratulangi experiencing SAR by 59.7 % with high level of stress.Keywords: SAR, stress level
STATUS KEBERSIHAN GIGI DAN MULUT PADA PENGGUNA GIGI TIRUAN SEBAGIAN LEPASANDI RSGMP-PSPDG FK UNSRAT MANADO Sinaga, Eilen F.; Mariati, Ni Wayan; Parengkuan, Wulan
e-GiGi Vol 3, No 2 (2015): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.3.2.2015.10016

Abstract

Abstract: Oral hygiene is one of the main factor for maintaining healthy teeth and mouth from the strange objects. The strange objects that contain in the mouth such as removable partial denture would be risked on oral health itself. This research aims to see the status of oral hygiene on the removable partial dentures user.This research is descriptive study with a total sampling method. The number of sample is 40 patients consist of 31 women and 9 men. Data retrieved using the checklist form after the patients use removable partial denture during the past year. Based on the results, 40 respondents with percentage that has OHI-S in good category is 45%, moderate category is 47,5% and bad category is 7,5%. Most of oral hygiene is on removable partial denture user with moderate category.Keywords: oral hygiene, partial dentureAbstrak: Kebersihan gigi dan mulut merupakan salah satu faktor utama untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut dari benda asing. Benda asing yang terdapat di dalam mulut seperti gigi tiruan sebagian lepasan apabila tidak dibersihkan akan beresiko pada kesehatan gigi dan mulut itu sendiri. Penelitian ini dilakukan untuk melihat status kebersihan gigi dan mulut pada pengguna gigi tiruan sebagian lepasan.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metode pengambilan sampel total sampling. Jumlah sampel 40 pasien yang terdiri dari 31 perempuan dan 9 laki – laki. Data diambil menggunakan formulir pemeriksaan setelah pasien menggunakan gigi tiruan sebagian lepasan selama 1 tahun terakhir. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan 40 responden dengan persentase yang memiliki kategori OHI-S baik 45%, memiliki kategori OHI-S sedang 47,5% dan memiliki OHI-S buruk 7,5%. Kebersihan gigi dan mulut paling banyak pada pengguna gigi tiruan sebagian lepasan dengan kategori sedang.Kata kunci:kebersihan gigi dan mulut, gigi tiruan sebagian lepasan

Page 6 of 58 | Total Record : 574